Sejarah Dunia

Siapa John Jay? Perjanjian Inggris yang Membelah Amerika

John Jay adalah ketua Mahkamah Agung pertama Amerika Serikat, diplomat yang membantu memperoleh pengakuan Inggris atas kemerdekaan Amerika, dan salah satu penulis esai Federalist. Perjanjiannya yang kontroversial pada 1794 bertujuan menjaga perdamaian dengan Inggris, sementara penolakannya terhadap perbudakan berjalan beriringan dengan kepemilikannya atas orang-orang yang diperbudak.

9 menit baca14 sumberDiterbitkan: 7 November 2026Terakhir diperiksa: 7 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Siapa John Jay? Perjanjian Inggris yang Membelah Amerika
John Jay (Gilbert Stuart portrait).jpg

John Jay (nama Turki: John Jay) adalah ketua Mahkamah Agung pertama Amerika Serikat, diplomat, dan salah satu penulis esai Federalist. Presiden George Washington mengutusnya untuk berunding dengan Inggris pada 1794. Sengketa tentang pos militer, perdagangan, kapal yang disita, dan pemaksaan dinas angkatan laut mengancam perdamaian. Perjanjian yang dihasilkan menyelesaikan sejumlah sengketa. Namun, perjanjian itu memicu penentangan karena membatasi sebagian perdagangan dan gagal menghentikan perekrutan paksa pelaut Amerika.

Sebelumnya, Jay ikut merundingkan Perjanjian Paris 1783 yang memastikan pengakuan Inggris atas kemerdekaan Amerika. Namun, kesepakatannya dengan Inggris yang dibuat kemudian memecah pendapat publik. Dukungan Jay terhadap pembebasan bertahap juga berjalan beriringan dengan kepemilikannya atas orang-orang yang diperbudak. Jika Anda menelusuri hubungan ini, perjalanan kariernya membuka pembahasan tentang diplomasi, kekuasaan federal, dan batas komitmennya terhadap kebebasan.

Siapa John Jay sebelum menjadi ketua Mahkamah Agung?

Jay lahir di Kota New York pada 23 Desember 1745 menurut kalender Gregorian. Kalender Julian yang digunakan saat itu mencatat kelahirannya pada 12 Desember. Ia lulus dari King’s College, yang kemudian menjadi Universitas Columbia, pada 1764. Ia memperoleh izin berpraktik sebagai pengacara pada 1768.

Pada awal kiprahnya di ranah publik, Jay terlibat dalam penyusunan konstitusi sekaligus bertugas di lembaga peradilan. Ia berperan penting dalam penyusunan konstitusi New York tahun 1777. Dari 1777 hingga 1779, ia menjadi ketua pertama Mahkamah Agung negara bagian tersebut. Ia juga memimpin Kongres Kontinental pada 1778–1779.

Jay menjadi ketua Mahkamah Agung pertama Amerika Serikat pada 1789 dan menjabat hingga 1795. Jadi, ketika menjalankan misi ke Inggris, ia masih memimpin lembaga peradilan nasional. Saat itu, pengalamannya juga mencakup kepemimpinan kongres, perundingan internasional, dan jabatan Sekretaris Urusan Luar Negeri.

Bagaimana John Jay membantu memperoleh pengakuan diplomatik atas kemerdekaan Amerika?

Kongres mengirim Jay ke Spanyol pada 1779, tetapi ia tidak berhasil memperoleh pengakuan diplomatik di sana. Spanyol mengakui Amerika Serikat pada 20 Februari 1783, ketika menerima William Carmichael sebagai perwakilan diplomatik. Karena itu, misi Jay di Spanyol perlu dibedakan dari perannya dalam memperoleh pengakuan Inggris.

Pada 3 September 1783, Jay menandatangani Perjanjian Paris atas nama Amerika Serikat bersama John Adams dan Benjamin Franklin. Mereka adalah tiga perunding Amerika yang menandatangani kesepakatan tersebut. Pasal pertamanya menetapkan bahwa Raja George III mengakui 13 negara bagian Amerika sebagai negara-negara yang bebas, berdaulat, dan merdeka.

Ketentuan itu memberi Anda jawaban yang jelas tentang hasil yang ikut dicapai Jay. Pengakuan Inggris tertulis langsung dalam kesepakatan damai tersebut. Rekam jejak diplomatiknya mencakup upaya yang gagal di Spanyol serta keterlibatannya dalam perjanjian yang membuat Inggris mengakui kemerdekaan Amerika.

Ketika kembali ke Amerika pada Juli 1784, Jay mengetahui bahwa ia telah dipilih menjadi Sekretaris Urusan Luar Negeri selama berada di luar negeri. Tugasnya dalam hubungan antarnegara pun berlanjut setelah kesepakatan Paris.

Apa argumen John Jay dalam esai Federalist?

Jay menulis lima dari 85 esai Federalist, yaitu nomor 2, 3, 4, 5, dan 64. Ia, Hamilton, dan Madison menerbitkan tulisan mereka dengan nama pena bersama, Publius. Tulisan Jay menghubungkan persatuan nasional dengan keamanan dan diplomasi.

Dalam Federalist 2, Jay mengajak warga Amerika bersatu di bawah satu pemerintahan federal, alih-alih terpisah dalam beberapa konfederasi. Federalist 3 membahas dampaknya dalam hubungan internasional. Menurut Jay, satu pemerintahan nasional dapat menerapkan perjanjian dan hukum internasional secara lebih konsisten daripada 13 negara bagian yang terpisah. Konsistensi itu akan mengurangi penyebab perang.

Federalist 5 membahas bahaya perpecahan. Jay berpendapat bahwa pembagian Amerika menjadi tiga atau empat negara akan memicu kecemburuan, sengketa perbatasan, dan persaingan aliansi luar negeri. Jadi, argumennya untuk mempertahankan persatuan juga mencakup hubungan yang mungkin dibangun pemerintahan-pemerintahan Amerika yang terpisah dengan kekuatan asing.

Dalam Federalist 64, bertanggal 7 Maret 1788, Jay membela kewenangan presiden untuk membuat perjanjian dengan persetujuan dua pertiga senator yang hadir. Ia juga mendukung kerahasiaan dan kecepatan dalam perundingan diplomatik. Argumen ini membahas siapa yang seharusnya memegang kewenangan membuat perjanjian serta bagaimana perundingan seharusnya dijalankan.

Apa tujuan Perjanjian Jay 1794 dan mengapa perjanjian itu kontroversial?

Washington mengutus Jay ke Inggris pada April 1794 karena mengkhawatirkan akibat perang berikutnya. Inggris belum mengosongkan benteng-benteng di utara. Inggris membatasi perdagangan Amerika, menyita kapal-kapal Amerika, dan memaksa pelaut masuk angkatan lautnya. Sengketa-sengketa nyata inilah yang melatarbelakangi keputusan mengirim ketua Mahkamah Agung yang masih menjabat ke luar negeri.

Perwakilan Amerika dan Inggris menandatangani Perjanjian Jay pada 19 November 1794. Tujuannya adalah menyelesaikan perselisihan yang tersisa sejak kemerdekaan. Inggris harus mengosongkan pos-posnya di wilayah barat laut, dan Amerika Serikat akan mendapat status perdagangan negara paling diuntungkan. Namun, kesepakatan itu juga memberlakukan pembatasan berat terhadap perdagangan dengan Hindia Barat Britania.

Perjanjian tersebut membentuk mekanisme arbitrase untuk beberapa sengketa lain. Cakupannya meliputi perbatasan Maine dengan wilayah Kanada milik Inggris, utang dari masa sebelum Revolusi Amerika, dan tuntutan akibat penyitaan kapal-kapal Amerika. Jadi, ketentuannya melampaui urusan pos militer dan akses perdagangan.

Jika Anda pernah menimbang manfaat sejumlah pasal kontrak sambil mempertimbangkan masalah yang belum diselesaikannya, perjanjian ini memberi contoh dari sejarah. Ada prosedur untuk menangani tuntutan terkait penyitaan kapal. Namun, perekrutan paksa untuk angkatan laut tidak dihentikan. Masalah yang belum terselesaikan itu menjadi salah satu kritik terhadap kesepakatan Jay.

Kritik lain menyangkut ganti rugi bagi pemilik orang-orang yang diperbudak. Perjanjian itu tidak berhasil menjamin pembayaran kepada pemilik atas orang-orang yang diperbudak yang dibawa pergi oleh Inggris selama perang. Keberatan ini menyangkut tuntutan keuangan para pemilik atas orang-orang yang mereka perbudak.

Pada 1795, para penentang, yang sebagian besar merupakan kaum Republikan pendukung Jefferson, meminta agar ketentuannya dirundingkan ulang. Para senator Federalis mendukung pengesahan kesepakatan yang sudah ada. Senat menyetujuinya pada 24 Juni 1795 dengan 20 suara mendukung dan 10 menolak.

Washington menganggap kompromi itu sebagai harga untuk menjaga perdamaian dengan Inggris sekaligus memberi Amerika Serikat waktu untuk menjadi lebih kuat. Penilaian tersebut menjelaskan dukungannya meski perjanjian itu memiliki kekurangan. Kontroversinya berpusat pada apakah penyelesaian sengketa dan ketentuan perdagangannya cukup untuk membenarkan penerimaan atas masalah-masalah yang masih dibiarkan terbuka.

Bagaimana memahami dukungannya terhadap penghapusan perbudakan sekaligus kepemilikannya atas orang yang diperbudak?

Jay ikut mendirikan New York Manumission Society pada 1785 dan menjadi ketuanya. Perkumpulan itu menentang perbudakan, tetapi tetap mengizinkan anggotanya memperbudak orang. Karena itu, menjadi anggota dan pemimpin tidak mengharuskan Jay mengakhiri keterlibatannya sendiri dalam perbudakan.

Rumah tangganya mencakup lima orang yang diperbudak pada 1800 dan satu pada 1810. Angka-angka ini penting ketika Anda menilai penolakannya terhadap perbudakan di ruang publik. Keterlibatannya dalam organisasi antiperbudakan berjalan beriringan dengan praktik perbudakan yang berlanjut dalam rumah tangganya.

Kasus Benoit menunjukkan bagaimana Jay menetapkan syarat untuk memperoleh kebebasan. Jay membelinya pada 1779 dan menyusun rencana pembebasannya pada 1784. Ia mewajibkan Benoit terlebih dahulu mengganti biaya pembeliannya melalui kerja. Kebebasan bergantung pada terpenuhinya syarat keuangan yang ditetapkan Jay.

Jay membela pembebasan orang-orang yang diperbudak setelah kerja mereka menutup biaya yang telah ia keluarkan. Penilaian Columbia menekankan bahwa alasan ini menempatkan kepentingan keuangan orang kulit putih di atas hak atas kebebasan. Pernyataan penolakannya terhadap perbudakan harus dibaca bersamaan dengan syarat tersebut.

Saat Jay menjabat gubernur, New York mengesahkan undang-undang pembebasan bertahap pada 1799. Meski demikian, perbudakan tetap legal di negara bagian itu hingga 1827. Dukungannya terhadap pembebasan bertahap merupakan sikap politik yang nyata. Namun, sikap itu tidak menghasilkan kebebasan langsung bagi semua orang yang diperbudak di New York.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Jay adalah delegasi Kongres Kontinental, tetapi ia tidak hadir ketika Deklarasi Kemerdekaan disahkan. Karena itu, ia bukan salah satu penandatangannya. Perannya dalam penyelesaian urusan kemerdekaan berlangsung melalui diplomasi, termasuk penandatanganan Perjanjian Paris 1783.

Menurut pameran Columbia, dari 85 esai Federalist, hanya draf tulisan Jay yang masih bertahan. Sumbangannya memang terdiri atas lima esai, tetapi draf-draf itu memiliki tempat khusus dalam arsip kumpulan tulisan tersebut yang masih tersisa.

Posisi tawar Jay pada 1794 juga menghadapi kendala yang melibatkan Hamilton. Hamilton memberi tahu Inggris bahwa Amerika Serikat tidak akan bergabung dengan prakarsa netralitas bersenjata Denmark dan Swedia. Hal ini melemahkan daya tawar Jay selama perundingan perjanjian.

Linimasa

  • 1745: Lahir di Kota New York pada 23 Desember menurut kalender Gregorian.
  • 1764: Lulus dari King’s College.
  • 1768: Memperoleh izin berpraktik sebagai pengacara.
  • 1777: Membantu menyusun konstitusi New York dan menjadi ketua Mahkamah Agung negara bagian itu.
  • 1778–1779: Presiden Kongres Kontinental.
  • 1779: Diutus ke Spanyol dalam misi diplomatik.
  • 1783: Menandatangani Perjanjian Paris pada 3 September.
  • 1784: Kembali ke Amerika pada Juli dan mengetahui bahwa ia telah dipilih menjadi Sekretaris Urusan Luar Negeri selama berada di luar negeri.
  • 1785: Ikut mendirikan New York Manumission Society.
  • Esai Federalist: Menulis lima dari 85 esai dalam kumpulan tersebut.
  • 1789–1795: Ketua Mahkamah Agung pertama Amerika Serikat.
  • 1794: Perjanjian Jay ditandatangani pada 19 November.
  • 1795: Senat menyetujui perjanjian pada 24 Juni.
  • 1795–1801: Gubernur New York.
  • 1799: New York mengesahkan undang-undang pembebasan bertahap.
  • 1801: Pensiun dari jabatan publik dan menetap di tanah miliknya di Bedford.
  • 1827: Perbudakan berakhir di New York.
  • 1829: Meninggal pada 17 Mei dalam usia 83 tahun.

Tanya jawab

Mengapa Washington memilih ketua Mahkamah Agung untuk misi ke Inggris?

Washington mengkhawatirkan akibat perang dan mengutus Jay pada April 1794. Jay memiliki pengalaman diplomatik, termasuk keterlibatannya dalam perundingan Perjanjian Paris 1783.

Apakah Perjanjian Jay menghentikan Inggris memaksa pelaut Amerika masuk angkatan lautnya?

Tidak. Kesepakatan itu gagal menghentikan praktik tersebut. Kelalaian ini menjadi salah satu kritik terhadap perjanjian, bersama pembatasan perdagangan dan kegagalan memperoleh ganti rugi yang dituntut para pemilik orang-orang yang diperbudak.

Berapa esai Federalist yang ditulis Jay?

Jay menulis lima esai, yaitu nomor 2, 3, 4, 5, dan 64. Keseluruhan kumpulan itu berisi 85 esai yang diterbitkan dengan nama pena bersama Publius oleh Jay, Hamilton, dan Madison.

Apakah Jay membebaskan semua orang yang ia perbudak ketika mendukung penghapusan perbudakan?

Rumah tangganya masih mencakup lima orang yang diperbudak pada 1800 dan satu pada 1810. Rencana pembebasan Benoit mengharuskannya bekerja untuk menutup biaya pembelian sebelum memperoleh kebebasan.

Sumber

  1. Wikipedia — John Jay en.wikipedia.org
  2. Universitas Columbia — Biografi Singkat John Jay columbia.edu
  3. Universitas Wisconsin–Madison — John Jay csac.history.wisc.edu
  4. Departemen Luar Negeri AS, Kantor Sejarawan — Spanyol history.state.gov
  5. Arsip Nasional AS — Perjanjian Paris (1783) archives.gov
  6. Perpustakaan Universitas Columbia — Membentuk Pemerintahan Nasional online-exhibitions.library.columbia.edu
  7. Sekolah Hukum Yale, Proyek Avalon — Federalist No. 2 avalon.law.yale.edu
  8. Sekolah Hukum Yale, Proyek Avalon — Federalist No. 3 avalon.law.yale.edu
  9. Sekolah Hukum Yale, Proyek Avalon — Federalist No. 5 avalon.law.yale.edu
  10. Sekolah Hukum Yale, Proyek Avalon — Federalist No. 64 avalon.law.yale.edu
  11. Wikipedia Bahasa Turki — John Jay tr.wikipedia.org
  12. Departemen Luar Negeri AS, Kantor Sejarawan — Perjanjian John Jay, 1794–95 history.state.gov
  13. Senat AS — Tentang Perjanjian: Tinjauan Sejarah senate.gov
  14. Perpustakaan Universitas Columbia — John Jay columbiaandslavery.columbia.edu

FAQ

Mengapa seorang ketua Mahkamah Agung berunding dengan Inggris?

Washington mengutus Jay pada April 1794 karena mengkhawatirkan akibat perang dengan Inggris. Jay sudah berpengalaman dalam diplomasi, termasuk merundingkan Perjanjian Paris 1783.

Apakah Perjanjian Jay menghentikan perekrutan paksa pelaut Amerika?

Tidak. Kegagalan perjanjian itu menghentikan Inggris memaksa pelaut Amerika masuk angkatan lautnya menjadi salah satu kritik utama terhadap kesepakatan tersebut.

Berapa esai Federalist yang ditulis John Jay?

Jay menulis lima dari 85 esai, yaitu nomor 2, 3, 4, 5, dan 64. Ia memakai nama pena Publius bersama Hamilton dan Madison.

Apakah John Jay memiliki orang yang diperbudak?

Ya. Rumah tangganya mencakup lima orang yang diperbudak pada 1800 dan satu pada 1810, meskipun ia memimpin New York Manumission Society dan mendukung pembebasan bertahap.

Image: John Jay (Gilbert Stuart portrait).jpg — Gilbert Stuart, Public domain

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait