Sejarah Dunia

Apa Itu Didgeridoo? Asal-usul, Bunyi, dan Cara Main

Didgeridoo adalah alat musik tiup yang dikembangkan masyarakat Aborigin di Australia utara dan dibunyikan dengan menggetarkan bibir. Nama lokal, bahan kayu eukaliptus, dan perannya dalam upacara menghubungkan musiknya dengan komunitas serta tradisi tertentu.

8 menit baca6 sumberDiterbitkan: 8 November 2026Terakhir diperiksa: 8 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Apa Itu Didgeridoo? Asal-usul, Bunyi, dan Cara Main
Didgeridoo street player-2.jpg

Didgeridoo (dalam bahasa Turki: didgeridoo) adalah alat musik tiup berbentuk tabung yang dikembangkan masyarakat Aborigin di Australia utara. Wilayah asal tradisionalnya adalah Arnhem Land dan Top End. Pemain menghasilkan bunyinya yang rendah dengan menggetarkan bibir, lalu mempertahankannya melalui pernapasan sirkular.

Bunyi yang terus mengalun itu mengundang pertanyaan: bagaimana seseorang bisa bernapas tanpa menghentikan musik? Jawabannya melibatkan udara yang disimpan di pipi. Namun, untuk memahami alat ini, Anda juga perlu mengenal nama lokalnya, kayu yang dilubangi rayap, dan kedudukannya dalam upacara. Anda bisa mulai dari bentuk tabungnya, lalu menyimak bagaimana tindakan pemain mengubah bunyinya.

Dari mana asal didgeridoo?

Wilayah asal tradisional didgeridoo berada di Arnhem Land dan Top End, di Northern Territory, Australia. Akar kedaerahan ini penting saat membahas alat musik yang berkaitan dengan masyarakat Aborigin. Nama lokal dan cara memainkannya menghubungkan didgeridoo dengan komunitas tertentu di Australia utara.

Kajian antropolog A. P. Elkin pada 1938 mencatat keberadaan alat ini di Kimberley bagian timur dan sepertiga bagian utara Northern Territory. Catatan itu menggambarkan persebaran yang diketahui saat itu. Catatan tersebut tidak menetapkan tempat atau waktu pembuatan didgeridoo pertama.

Seni cadas Arnhem Land memberikan jenis bukti lain. Lukisan di Ginga Wardelirrhmeng menampilkan seorang pemain didgeridoo bersama dua penyanyi yang mengikuti upacara Ubarr. Adegan itu menempatkan alat musik ini bersama nyanyian dalam sebuah upacara.

Berapa usia didgeridoo?

Usia pasti alat musik ini masih diperdebatkan. Penggambaran didgeridoo di Arnhem Land digolongkan ke dalam fase seni cadas yang dimulai sekitar 1,500 tahun lalu. Penanggalan fase itu tidak memberikan waktu penemuan yang pasti. Sebuah penggambaran merekam alat yang sudah dikenal oleh masyarakat yang menggambarnya.

Museum Alat Musik di Brussel merujuk pada penggambaran di gua yang berusia sekitar 1,500 tahun. Museum itu juga menyatakan bahwa penggunaan alat ini kemungkinan sudah berlangsung lebih lama. Penilaian tersebut membedakan bukti visual yang masih bertahan dari riwayat permainan yang mungkin lebih panjang.

Etnomusikolog Alice M. Moyle mengajukan penafsiran sejarah yang berbeda pada 1981. Berdasarkan persebaran bambu asli setempat, ia mengusulkan bahwa alat-alat awal berasal dari bagian barat laut Northern Territory. Menurutnya, alat itu menyebar ke Arnhem Land dalam kurun 1,000 tahun sebelumnya atau kurang. Pandangan ini tetap merupakan teori tentang asal-usul dan persebarannya.

Arti didgeridoo: apa nama aslinya?

Kata “didgeridoo” tidak berasal dari bahasa Aborigin. Penjelasan yang umum menyebutnya sebagai tiruan bunyi alat tersebut. Karena itu, nama bahasa Inggris yang dikenal luas ini memiliki asal-usul berbeda dari nama yang dipakai komunitas pembuat dan pemainnya.

Di kalangan masyarakat Yolngu di timur laut Arnhem Land, yiḏaki, yang juga ditulis yidaki, secara khusus merujuk pada jenis alat yang dibuat dan dimainkan dalam komunitas tersebut. Anda perlu memahami nama itu dalam konteks daerahnya. Nama tersebut menunjuk suatu tradisi dengan lebih tepat dibandingkan istilah umum dalam bahasa Inggris.

Di sekitar Maningrida, nama mako atau mago digunakan dalam bahasa Kunwinjku, Kune, dan Kuninjku. Penutur bahasa Burarra dan Gun-nartpa menggunakan ngorla. Nama-nama ini menjelaskan mengapa pertanyaan tentang satu “nama asli” harus dijawab berdasarkan komunitas setempat. Beberapa bahasa memiliki istilah sendiri untuk alat ini.

Cara mengucapkan didgeridoo

Dalam bahasa Inggris, didgeridoo diucapkan /ˌdɪdʒəriˈduː/. Tekanan utama terletak pada suku kata terakhir. Saat Anda mengucapkannya, berikan tekanan paling kuat pada bagian akhir, “doo”.

Ejaannya juga pernah bervariasi dalam terbitan cetak. Pada 1908, Hamilton Spectator menggunakan “did-gery-do.” Bentuk tertulis itu menjadi bagian dari sejarah nama bahasa Inggrisnya. Penjelasan yang umum diterima menghubungkan nama tersebut dengan tiruan bunyinya.

Didgeridoo termasuk alat musik apa?

Didgeridoo modern umumnya berupa tabung berbentuk silinder atau kerucut. Panjangnya lazim berkisar antara 1 dan 3 meter, dan banyak yang panjangnya sekitar 1.2 meter. Panjang dan bentuknya membantu menjelaskan mengapa tampilannya bisa berbeda meski termasuk dalam kelompok alat musik yang sama.

Di sekitar Maningrida, pembuat biasanya menggunakan batang muda Eucalyptus tetradonta atau Eucalyptus miniata. Rayap melubangi pohon yang sesuai dari dalam. Pembuat lalu mengolah rongga yang sudah ada itu menjadi saluran terbuka pada alat musik.

Setelah memotong batang pilihan, pembuat membersihkan sisa material yang ditinggalkan rayap. Kulit luarnya dikupas, lalu kedua ujungnya dirapikan. Tahapan ini mengubah potongan kayu berongga menjadi tabung yang dapat dimainkan.

Lilin lebah kadang dioleskan pada ujung tiup. Lilin ini mempersempit lubang dan membuatnya lebih nyaman saat bersentuhan dengan bibir. Tambahan kecil ini mengubah bagian pertemuan mulut pemain dengan alat musik kayu tersebut.

Bunyi didgeridoo: bagaimana cara menghasilkannya?

Pemain menutup rapat ujung yang sempit dengan mulut, lalu menggetarkan bibir untuk menghasilkan bunyi dasar. Gerakannya menyerupai getaran bibir saat memainkan alat musik tiup logam seperti tuba. Bunyi berawal dari bibir pemain, meskipun tabungnya sendiri terbuat dari kayu eukaliptus.

Didgeridoo yang lebih panjang umumnya menghasilkan nada lebih rendah. Namun, panjang bukan satu-satunya penentu. Bentuk tabung yang melebar ke arah ujung juga memengaruhi tinggi nada. Karena itu, saat membandingkan dua alat, ukuran dan bentuknya sama-sama perlu diperhatikan.

Pemain dapat mengubah warna bunyi dengan mengubah bentuk rongga mulut. Pita suara juga dapat digunakan sambil bermain untuk menirukan suara hewan. Jadi, bunyi yang Anda dengar bisa memadukan bunyi rendah alat musik dengan perubahan yang dihasilkan di dalam mulut dan tenggorokan pemain.

Bagaimana cara memainkan didgeridoo tanpa berhenti untuk bernapas?

Pernapasan sirkular memungkinkan pemain mempertahankan bunyi sambil mengisi kembali paru-paru. Udara yang ditahan di pipi didorong ke dalam alat. Pada saat yang sama, pemain menarik napas singkat melalui hidung. Udara yang tersimpan menjaga bunyi tetap mengalun selama tarikan napas itu.

Anda dapat menghubungkan teknik ini dengan tindakan sehari-hari: menarik napas. Saat memainkan didgeridoo, pipi memasok udara ke alat selama tarikan napas singkat melalui hidung. Koordinasi udara dari pipi dan paru-paru ini menjelaskan bagaimana bunyi dapat terus berlanjut sepanjang siklus pernapasan.

Pernapasan juga membantu membentuk irama. Dengan memberi penekanan berirama pada siklus napas, pemain mengubah bunyi rendah yang berkelanjutan menjadi pola berdenyut. Jadi, pernapasan sirkular menjaga kesinambungan sekaligus membentuk gerak bunyi yang Anda dengar dalam dengungan panjangnya.

Musik didgeridoo dan penggunaannya dalam upacara

Di Maningrida, didgeridoo terutama mengiringi nyanyian dalam upacara pertukaran dan diplomasi yang terbuka untuk umum. Alat ini juga mengiringi nyanyian dalam pemakaman dan ritual kematian tertentu. Perannya menghubungkan bunyi instrumental dengan nyanyian serta peristiwa tertentu dalam kehidupan komunitas.

Dalam tradisi Arnhem Land bagian barat dan tengah, didgeridoo umumnya bukan alat musik solo. Alat ini juga tidak digunakan dalam upacara paling rahasia dan paling sakral di wilayah tersebut. Karena itu, arti pentingnya dalam upacara perlu dipahami melalui konteks khusus tempat alat ini dimainkan.

Grup rock Aborigin seperti Yothu Yindi dari Arnhem Land telah membantu memperkenalkan alat ini secara internasional. Jangkauan pendengar yang lebih luas menjadi bagian lain dari kisah musiknya, berdampingan dengan tradisi daerah dalam mengiringi nyanyian.

Linimasa

  • Sekitar 1,500 tahun lalu: Sebuah fase seni cadas Arnhem Land dimulai. Penggambaran didgeridoo digolongkan ke dalam fase ini, tetapi hal tersebut tidak menetapkan waktu penemuannya secara pasti.
  • 1835: Buku Narrative of a Voyage Round the World karya T. B. Wilson memuat gambar seorang laki-laki Aborigin dari Raffles Bay di Semenanjung Cobourg yang sedang memainkan alat ini.
  • 1908: Hamilton Spectator mencetak ejaan “did-gery-do.”
  • 1938: A. P. Elkin menggambarkan persebarannya yang diketahui saat itu, yaitu Kimberley bagian timur dan sepertiga bagian utara Northern Territory.
  • 1981: Alice M. Moyle menerbitkan artikel yang mengajukan penjelasan tentang asal-usul alat ini dan persebarannya ke Arnhem Land.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Pembuat di Maningrida mendengarkan bunyi pohon sebelum memilih kayu yang sesuai. Mereka mengupas sedikit kulit, lalu mengetuk batangnya. Bunyi yang muncul membantu mereka mengenali pohon yang telah dilubangi rayap. Jadi, mendengarkan merupakan bagian dari proses pembuatan sekaligus permainan alat ini.

Museum Alat Musik di Brussel menyimpan lima contoh dengan panjang antara 83 dan 132 sentimeter. Ukuran koleksi itu memberikan gambaran nyata tentang variasi antaralat. Ukuran tersebut juga melengkapi rentang ukuran yang lebih luas yang lazim disebut untuk didgeridoo modern.

Pernapasan sirkular tidak terbatas pada didgeridoo. Teknik ini juga digunakan pada suling Indonesia serta dalam permainan oboe dan flute. Teknik tersebut menjadi bagian dari praktik berbagai alat musik tiup, meskipun berperan utama dalam mempertahankan bunyi didgeridoo.

Tanya jawab

Apakah yidaki sebutan lain untuk semua didgeridoo?

Yidaki secara khusus menunjuk jenis alat yang dibuat dan dimainkan oleh komunitas Yolngu di timur laut Arnhem Land. Komunitas lain menggunakan nama seperti mako, mago, dan ngorla.

Apakah rongga didgeridoo tradisional sepenuhnya dibuat oleh pembuatnya?

Di sekitar Maningrida, pembuat memilih batang yang sudah dilubangi rayap. Mereka membersihkan sisa material, mengupas kulit, dan merapikan ujung-ujungnya sebelum alat dimainkan.

Apakah didgeridoo yang lebih panjang selalu bernada lebih rendah?

Panjang yang lebih besar umumnya menghasilkan nada lebih rendah. Pelebaran tabung juga memengaruhi tinggi nada, sehingga panjang hanya menjelaskan sebagian hasilnya.

Apakah seni cadas menetapkan kapan alat ini ditemukan?

Gambar-gambar Arnhem Land termasuk dalam fase seni cadas yang dimulai sekitar 1,500 tahun lalu. Penanggalan itu menempatkan penggambaran tersebut dalam kerangka sejarah, tetapi tidak menetapkan usia pasti alatnya.

Sumber

  1. Museum Alat Musik — Didjeridoo mim.be
  2. Seni & Budaya Maningrida — Tentang alat musik maningrida.com
  3. Wikipedia bahasa Turki — Didgeridoo tr.wikipedia.org
  4. Wikipedia bahasa Inggris — Didgeridoo en.wikipedia.org
  5. Alice M. Moyle — Artikel 1981 tentang didgeridoo tandfonline.com
  6. Neville Fletcher, UNSW — Didjeridu newt.phys.unsw.edu.au

FAQ

Apa itu didgeridoo?

Didgeridoo adalah alat musik tiup berbentuk tabung yang dikembangkan masyarakat Aborigin di Australia utara. Pemain menghasilkan bunyi dasarnya dengan menggetarkan bibir.

Dari mana asal didgeridoo?

Wilayah asal tradisionalnya adalah Arnhem Land dan Top End di Northern Territory, Australia. Waktu pasti penemuannya masih belum diketahui.

Apa nama asli didgeridoo?

Setiap komunitas memiliki nama sendiri. Di antaranya yiḏaki atau yidaki di kalangan masyarakat Yolngu di timur laut Arnhem Land, mako atau mago dalam bahasa Kunwinjku, Kune, dan Kuninjku, serta ngorla dalam bahasa Burarra dan Gun-nartpa.

Bagaimana cara mengucapkan didgeridoo?

Pengucapan dalam bahasa Inggris adalah /ˌdɪdʒəriˈduː/, dengan tekanan pada suku kata terakhir.

Bagaimana pemain didgeridoo menjaga bunyinya tetap berlanjut?

Dengan pernapasan sirkular, pemain mendorong udara yang tersimpan di pipi ke dalam alat sambil menarik napas singkat melalui hidung. Cara ini mengisi kembali paru-paru tanpa memutus bunyi.

Image: Didgeridoo street player-2.jpg — Didgeridoo_street_player.jpg: Noel Feans
derivative work: To, CC BY 2.0

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait