Roma dan Romawi Timur (Bizantium) · MÖ 753 – 1453

Siapa Ignatius dari Antiokhia? Memahami Suratnya

Ignatius dari Antiokhia dikenal melalui tujuh surat yang menurut tradisi berkaitan dengan perjalanannya menuju Roma di bawah pengawalan. Surat-surat itu memperlihatkan komunitas Kristen yang memperdebatkan otoritas, ibadah, dan identitas, sementara sejarah teks serta keadaan kematiannya masih diperdebatkan.

9 menit baca10 sumberDiterbitkan: 8 November 2026Terakhir diperiksa: 8 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Siapa Ignatius dari Antiokhia? Memahami Suratnya
Triumph of St. Ignatius of Loyola, ceiling fresco by Andrea Pozzo.jpg

Ignatius dari Antiokhia (Antakyalı İgnatius) adalah seorang uskup Kristen awal yang dikenal melalui tujuh surat. Menurut pemahaman tradisional, ia menulis surat-surat itu saat dibawa menuju Roma dengan pengawalan. Isinya memperlihatkan hubungan antarkomunitas di Asia Kecil (Küçük Asya), desakan kuat untuk bersatu di sekitar para uskup, serta persoalan praktis tentang ibadah, para janda, orang-orang yang diperbudak, dan perkawinan.

Mengapa surat seorang tahanan memuat petunjuk tentang Ekaristi sekaligus permintaan untuk menanyakan keadaan setiap anggota dengan menyebut namanya? Ignatius menghubungkan iman, otoritas, dan tanggung jawab sehari-hari. Jika Anda mengikuti surat-suratnya dari Smirna (İzmir) ke Troas, Anda dapat menelusuri hubungan itu. Anda juga dapat membedakan perkiraannya sendiri dari kisah-kisah belakangan tentang kematiannya.

Apa yang diketahui tentang kedudukan Ignatius di Antiokhia dan perjalanannya ke Roma?

Dalam Sejarah Gereja 3.36, Eusebius menyebut Ignatius sebagai uskup kedua Antiokhia (Antakya) setelah Petrus. Jika Petrus sendiri ikut dihitung, urutan tradisional menempatkan Ignatius sebagai uskup ketiga. Jadi, perbedaan antara sebutan “kedua” dan “ketiga” mencerminkan cara menghitung urutannya.

Perjalanan yang berkaitan dengan surat-surat itu membawa Ignatius dari Suriah menuju Roma di bawah pengawalan militer. Dalam Surat kepada Jemaat Roma 5.1, ia menggambarkan perjalanan melalui darat dan laut. Ia menyebut sepuluh prajurit yang menjaganya sebagai sepuluh macan tutul. Binatang di sini merupakan metafora untuk para pengawalnya. Maknanya berbeda dari binatang buas yang ia perkirakan akan dihadapinya.

Surat kepada Jemaat Roma memiliki tujuan khusus. Ignatius meminta umat Kristen di sana agar tidak turun tangan untuk mencegah kematian oleh binatang buas yang ia perkirakan akan menimpanya. Jadi, perjalanan ini memberi lebih dari sekadar latar bagi surat-menyuratnya. Prospek hukuman mati membentuk permintaannya kepada komunitas tersebut.

Antiokhia juga tetap menjadi perhatian dalam surat-menyuratnya. Dalam Surat kepada Jemaat Smirna 11.2–3, Ignatius melaporkan bahwa komunitas di sana telah kembali hidup dalam damai. Ia meminta jemaat Smirna mengirim seorang utusan ke Suriah dengan surat ucapan selamat. Bahkan ketika dibawa pergi, ia tetap memandang komunikasi antarkomunitas sebagai tanggung jawab praktis.

Komunitas mana di Asia Kecil yang menerima surat-suratnya?

Menurut catatan perjalanan yang dilestarikan Eusebius, Ignatius menulis empat surat saat berada di Smirna. Penerimanya adalah komunitas di Efesus (Efes), Magnesia di Sungai Meander (Menderes Magnesiası), Tralleis, dan Roma. Dengan demikian, Smirna merupakan tempat penulisan surat sekaligus komunitas yang dituju oleh surat lain.

Dari Troas, ia mengirim surat kepada jemaat Filadelfia (Filadelfiya) dan Smirna. Ia juga menulis secara pribadi kepada Polikarpus (Polikarp), uskup Smirna. Ketujuh surat itu membentuk kumpulan Surat kepada Jemaat Efesus, Surat kepada Jemaat Magnesia, Surat kepada Jemaat Tralleis, Surat kepada Jemaat Roma, Surat kepada Jemaat Filadelfia, Surat kepada Jemaat Smirna, dan Surat kepada Polikarpus.

Bagi pelancong yang tertarik pada masa awal Kekristenan di Turki, perbedaan antara tujuan surat dan tempat penulisannya penting. Efesus, Magnesia, dan Tralleis menerima surat yang ditulis di Smirna. Filadelfia dan Smirna menerima surat yang dikirim dari Troas. Anda dapat membaca surat-menyurat ini sebagai jejaring komunitas tanpa menganggap setiap lokasi penerima sebagai tempat persinggahan yang terdokumentasi.

Ketujuh surat yang dikaitkan dengan Ignatius awalnya ditulis dalam bahasa Yunani Kuno, dengan sejumlah pengaruh bahasa Latin. Bahasa yang sama digunakan untuk menyapa penerima yang berbeda. Sebagian besar surat ditujukan kepada komunitas, sedangkan Surat kepada Polikarpus berisi nasihat bagi seorang uskup secara pribadi.

Apa yang diungkap surat-surat itu tentang uskup, ibadah, dan organisasi komunitas?

Surat kepada Jemaat Magnesia 6.1 dengan jelas membedakan tiga kelompok pemegang jabatan: uskup, dewan presbiter, dan diaken. Ignatius menempatkan peran-peran ini dalam argumennya tentang persatuan komunitas. Pembedaan tersebut memberi bentuk kelembagaan yang konkret pada seruannya yang berulang agar umat hidup seia sekata.

Tatanan yang ia inginkan tidak diterima tanpa gesekan. Dalam Surat kepada Jemaat Magnesia 4.1, ia mengeluhkan orang-orang yang mengakui uskup secara lisan, tetapi bertindak tanpa mengindahkannya. Bagian ini penting karena sebuah petunjuk juga dapat menjadi bukti adanya perselisihan. Tuntutannya akan persatuan tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa persatuan itu sudah terwujud.

Dalam ibadah, otoritas tersebut mendapat bentuk praktis. Surat kepada Jemaat Smirna 8.1 mengaitkan perayaan Ekaristi yang sah dengan uskup atau orang yang diberinya wewenang. Bagian berikutnya meminta agar baptisan dan agape, atau perjamuan kasih, dilaksanakan dengan persetujuan uskup. Dengan demikian, otoritas menjangkau kegiatan-kegiatan tertentu dalam kehidupan bersama.

Surat kepada Jemaat Filadelfia 4.1 menyatukan gambaran tentang satu Ekaristi, satu cawan, satu altar, dan satu uskup. Ignatius menghubungkan ibadah bersama dengan komunitas yang bersatu. Dalam Surat kepada Jemaat Smirna 8.2, ia juga memakai ungkapan katholike ekklesia untuk menyebut gereja universal tempat Yesus Kristus hadir.

Argumen-argumen ini menyangkut keyakinan sekaligus organisasi. Surat kepada Jemaat Smirna 2.1 menolak klaim bahwa Yesus hanya tampak menderita. Bagian itu menegaskan bahwa penderitaan dan kebangkitannya benar-benar terjadi. Dalam bab 6–7, Ignatius mengatakan bahwa orang-orang yang dikritiknya menghindari ibadah bersama karena mereka tidak mengakui Ekaristi sebagai tubuh Yesus.

Surat kepada Jemaat Magnesia 10.3 membahas batas identitas lainnya. Ignatius menentang tindakan berbicara tentang Yesus Kristus sambil tetap menjalankan praktik-praktik Yahudi. Bagian ini memperlihatkan upayanya membedakan identitas komunitas Kristen dari Yudaisme. Isinya mencatat pendirian yang ia perjuangkan, sejalan dengan upayanya yang lain untuk menentukan keanggotaan melalui keyakinan dan perilaku.

Bagaimana kehidupan komunitas melampaui urusan ibadah?

Dalam Surat kepada Polikarpus 4.1–2, Ignatius meminta agar para janda mendapat perhatian, pertemuan diadakan lebih sering, dan anggota dicari serta ditanyakan keadaannya satu per satu dengan menyebut nama. Semua itu merupakan tugas konkret dalam pemeliharaan dan pengorganisasian komunitas. Di samping pembicaraan tentang uskup dan altar, ada petunjuk tentang orang-orang yang mungkin terabaikan.

Ada kaitan dengan kehidupan sehari-hari di sini. Jika Anda pernah memeriksa siapa yang tidak hadir dalam pertemuan rutin, Anda dapat memahami kepedulian praktis di balik permintaan untuk menanyakan anggota dengan menyebut namanya. Petunjuk Ignatius kepada Polikarpus menghubungkan pengawasan komunitas dengan perhatian pribadi. Hal itu berjalan bersama kepeduliannya yang tegas terhadap para janda.

Perkawinan juga termasuk dalam tanggung jawab uskup menurut Ignatius. Surat kepada Polikarpus 5.2 meminta perempuan dan laki-laki yang hendak menikah agar membentuk ikatan mereka dengan persetujuan uskup. Jika dibaca bersama petunjuk tentang baptisan dan perjamuan kasih, bagian ini menunjukkan betapa luas keterlibatan uskup dalam kehidupan komunitas menurut pemahamannya.

Rincian yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata

Pada pembukaan Surat kepada Jemaat Magnesia, Ignatius memperkenalkan dirinya dengan nama lain: Theophoros. Di bagian lain surat itu, bab 2–3 menyebut Damas sebagai uskup yang masih muda. Ignatius meminta pembaca agar tidak menjadikan usia Damas sebagai alasan untuk meremehkan otoritasnya.

Surat kepada Polikarpus 4.3 memuat dua arahan yang terasa tidak nyaman jika disandingkan. Ignatius mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki yang diperbudak tidak boleh dihina. Ia juga menasihati mereka agar tidak menuntut pembebasan dengan biaya komunitas. Kedua petunjuk itu ada dalam bagian yang sama. Kepedulian terhadap perlakuan atas mereka berdampingan dengan pembatasan dukungan keuangan komunitas untuk pembebasan.

Dalam Surat kepada Jemaat Roma 4.3, Ignatius membedakan kedudukannya dari Petrus dan Paulus. Mereka adalah rasul, katanya, sedangkan ia adalah orang yang dijatuhi hukuman. Karena itu, ia tidak mengaku berhak memerintah jemaat Roma seperti mereka. Pernyataan pembatasan wewenang ini berdampingan dengan permintaannya yang kuat agar jemaat membiarkan hukuman yang ia perkirakan itu berlangsung.

Surat dan resensi teks mana yang keasliannya diperdebatkan?

Resensi adalah bentuk suatu teks yang diwariskan sepanjang sejarah penyalinannya. Untuk karya Ignatius, resensi menengah yang memuat tujuh surat umumnya diterima sebagai autentik. Namun, penilaian ini telah dipertanyakan oleh sejumlah sarjana, termasuk Robert Joly. Penerimaan umum tidak berarti persoalan keasliannya telah hilang.

Resensi panjang biasanya dipahami sebagai revisi dari abad keempat. Versi ini memperluas ketujuh surat dan menambahkan enam tulisan yang dianggap tidak autentik. Surat-menyurat tambahan itu mencakup surat kepada Tarsus, Antiokhia, Filipi, dan Hero, serta pertukaran surat antara Ignatius dan Maria dari Cassobola.

Persoalan berbeda menyangkut kumpulan berbahasa Suryani yang ditemukan William Cureton pada 1845. Kumpulan ini memuat versi Surat kepada Jemaat Efesus, Surat kepada Jemaat Roma, dan Surat kepada Polikarpus. Pada awalnya, bentuk tiga surat ini dipertimbangkan sebagai kandidat teks asli. Namun, Lightfoot dan sarjana lain menilainya sebagai versi ringkas.

Penanggalan dan keaslian juga perlu dipertimbangkan secara terpisah. Kajian Jonathon Lookadoo pada 2020 menemukan bahwa pembahasan dari sekitar 1997–2018 semakin sering memisahkan waktu penulisan dari persoalan keaslian. Karena itu, Anda perlu membedakan penerimaan atas kumpulan tujuh surat dari kepastian tentang tahun penulisannya.

Seberapa pasti waktu dan keadaan kematiannya?

Penanggalan tradisional menempatkan Ignatius pada masa Trajanus, yang memerintah dari 98 hingga 117. Namun, usulan tradisional mengenai waktu kematiannya pun berbeda-beda. Audiensi Vatikan pada 2007 menyebut 107, sedangkan Wikipedia bahasa Turki menyebut 110–115. Angka-angka ini tidak dapat disajikan sebagai satu tahun yang telah disepakati.

Penanggalan yang lebih kemudian juga telah diusulkan. Richard Pervo menempatkan kematiannya pada 135–140, sedangkan Timothy Barnes lebih mendukung dasawarsa 140-an. Alternatif-alternatif ini melampaui masa pemerintahan Trajanus. Perbedaan tersebut menegaskan jarak antara kronologi tradisional dan tanggal yang telah dipastikan dengan kukuh.

Tujuan perjalanannya sendiri perlu dirumuskan dengan hati-hati. Pilihan surat terbitan Cambridge pada 2022 menyatakan bahwa tidak ada bukti yang secara eksplisit memastikan Ignatius tiba di Roma. Terbitan itu juga tidak menemukan alasan untuk menolak tradisi bahwa ia dibunuh di sana. Nasib yang ia perkirakan dan kisah belakangan tentangnya memiliki dasar bukti yang berbeda.

Surat-suratnya mengantisipasi kematian oleh binatang buas. Penyebutan singa secara eksplisit muncul pada Hieronimus, sedangkan Yohanes Krisostomus menyebut Koloseum sebagai lokasinya. Karena itu, jenis binatang, tempat, dan tahun yang spesifik tidak boleh diperlakukan seolah-olah Ignatius sendiri mencatat ketiganya.

Linimasa

  • Abad kedua, secara tradisional 98–117: Perjalanan Ignatius menuju Roma dengan pengawalan dan ketujuh surat ditempatkan pada masa Trajanus; penanggalan yang lebih kemudian juga diusulkan.
  • Persinggahan di Smirna: Surat dikirim kepada jemaat Efesus, Magnesia, Tralleis, dan Roma.
  • Persinggahan di Troas, setelah Smirna: Surat dikirim kepada jemaat Filadelfia, Smirna, dan Polikarpus.
  • 107 atau 110–115, diperdebatkan: Audiensi Vatikan pada 2007 menyebut tahun kematian yang pertama; Wikipedia bahasa Turki menyebut rentang yang kedua.
  • 135–140 atau dasawarsa 140-an: Pervo dan Barnes mengusulkan waktu kematian yang lebih kemudian.
  • Catatan Eusebius: Eusebius menggambarkan perjalanan dan ketujuh surat dalam Sejarah Gereja 3.36.
  • Abad keempat: Resensi panjang umumnya ditempatkan pada periode ini.
  • 1845: Cureton menemukan kumpulan tiga surat berbahasa Suryani.
  • 2020: Lookadoo mengkaji perdebatan terkini tentang penanggalan dan keaslian.

FAQ

Apakah Ignatius merupakan uskup Antiokhia kedua atau ketiga?

Eusebius menyebutnya uskup kedua setelah Petrus. Jika Petrus ikut dihitung, Ignatius menjadi uskup ketiga menurut urutan tradisional.

Berapa surat yang umumnya diterima sebagai autentik?

Resensi menengah memuat tujuh surat yang umumnya diterima sebagai autentik. Robert Joly dan sarjana lain telah mempertanyakan keasliannya.

Apa arti katholike ekklesia?

Dalam Surat kepada Jemaat Smirna 8.2, ungkapan ini menggambarkan gereja universal tempat Yesus Kristus hadir.

Apakah Ignatius dibunuh oleh singa di Koloseum?

Surat-suratnya mengantisipasi kematian oleh binatang buas. Hieronimus secara eksplisit menyebut singa, sedangkan Yohanes Krisostomus menyebut Koloseum.

Sumber

  1. Eusebius, Sejarah Gereja, 3.36 newadvent.org
  2. Ignatius, Surat kepada Jemaat Magnesia, terjemahan Lightfoot earlychristianwritings.com
  3. Ignatius, Surat kepada Jemaat Roma, terjemahan Lightfoot earlychristianwritings.com
  4. Vatikan, Audiensi Umum, 2007 vatican.va
  5. Ignatius, Surat kepada Jemaat Smirna, terjemahan Lightfoot earlychristianwritings.com
  6. Ignatius, Surat kepada Jemaat Filadelfia, terjemahan Lightfoot earlychristianwritings.com
  7. Ignatius, Surat kepada Polikarpus, terjemahan Lightfoot earlychristianwritings.com
  8. Jonathon Lookadoo, Penanggalan dan Keaslian Surat-Surat Ignatius journals.sagepub.com
  9. Wikipedia bahasa Turki, İgnatius (uskup Antakya) tr.wikipedia.org
  10. Edisi Cambridge Tulisan-Tulisan Kristen Awal, Ignatius dari Antiokhia, Surat-Surat (Pilihan) cambridge.org

FAQ

Apakah Ignatius merupakan uskup Antiokhia kedua atau ketiga?

Eusebius menyebutnya uskup kedua setelah Petrus. Jika Petrus ikut dihitung, Ignatius secara tradisional disebut uskup ketiga.

Berapa surat yang umumnya diterima sebagai autentik?

Resensi menengah yang berisi tujuh surat umumnya diterima sebagai autentik. Namun, sejumlah sarjana, termasuk Robert Joly, telah mempertanyakan pandangan tersebut.

Apa arti katholike ekklesia dalam surat-suratnya?

Dalam Surat kepada Jemaat Smirna 8.2, ungkapan ini menggambarkan gereja universal tempat Yesus Kristus hadir.

Apakah Ignatius dibunuh oleh singa di Koloseum?

Surat-suratnya mengungkapkan perkiraan bahwa ia akan mati diterkam binatang buas. Hieronimus secara eksplisit menyebut singa, sedangkan Yohanes Krisostomus menyebut Koloseum. Jadi, rincian tersebut berasal dari lapisan bukti yang berbeda.

Image: Triumph of St. Ignatius of Loyola, ceiling fresco by Andrea Pozzo.jpg — Wilfredor, CC0

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait