Pompeius (Gnaeus Pompeius Magnus) adalah panglima dan politikus pada akhir masa Republik Romawi. Ia menjadi sekutu Caesar, lalu berbalik menjadi rivalnya ketika aliansi politik mereka runtuh dan persaingan memperebutkan komando militer makin tajam. Setelah dikalahkan Caesar di Farsalos pada 48 SM, Pompeius melarikan diri ke Mesir. Di sana, ia ditikam di sebuah perahu dekat pantai. Pembunuhannya dijelaskan sebagai upaya istana Mesir untuk meraih dukungan Caesar, atau sebagai tanggapan atas kekhawatiran bahwa Pompeius akan menguasai Mesir.
Jika Anda mengunjungi Soli-Pompeiopolis di wilayah Mersin-Mezitli sekarang, Anda akan menemukan bagian lain dari kisah ini. Pada 67 SM, Pompeius menempatkan para bajak laut yang ditawan di sana. Perjalanan kariernya menghubungkan kota di Anatolia itu dengan tawar-menawar politik Romawi dan pelarian terakhirnya ke Mesir. Dengan menelusuri hubungan tersebut, Anda dapat memahami pencapaiannya sekaligus penyebab perpecahannya dengan Caesar.
Siapa Pompeius sebelum menjadi sekutu Caesar?
Nama lengkapnya adalah Gnaeus Pompeius Magnus. Ia lahir pada 29 September 106 SM di Picenum, Italia. Kariernya menanjak pada akhir masa Republik Romawi. Ia memadukan komando militer dengan karier politik yang membawanya menjadi konsul pada 70, 55, dan 52 SM.
Menurut Plutarkhos, Pompeius baru berusia 23 tahun ketika menghimpun tiga legiun di Picenum dan bergabung dengan Sulla. Peristiwa awal ini menempatkannya sebagai pemimpin pasukan besar, jauh sebelum ia bersekutu dengan Caesar. Keberhasilan militer menjadi landasan penting bagi kedudukannya dalam politik Romawi kelak.
Pompeius menjadi konsul pada 70 SM. Kemudian, ia bergabung dengan Crassus dan Caesar dalam aliansi informal yang dibentuk pada 60 SM. Aliansi ini sekarang dikenal sebagai Triumvirat Pertama.
Mengapa Pompeius dijuluki Agung?
Nama Magnus berarti “Agung”. Plutarkhos menghubungkan gelar ini dengan kemenangan-kemenangan Pompeius di Afrika. Dalam satu versi, Sulla memberinya nama tersebut setelah keberhasilan itu. Tradisi lain menyebut para prajuritnya lebih dahulu menggunakan gelar tersebut, lalu Sulla menyetujuinya.
Kedua versi itu berbeda mengenai siapa yang pertama kali memberikan gelar tersebut. Namun, keduanya mengaitkannya dengan prestasi militer dan pengakuan publik. Saat Anda membaca sebutan “Pompeius Agung”, Anda sedang menjumpai nama yang terkait dengan kemenangan-kemenangan awalnya, sebelum kampanye Mediterania dan penataan wilayah timurnya.
Plutarkhos juga menggambarkan perbandingan dengan Aleksander Agung. Rambut Pompeius di atas dahinya konon membuat keduanya tampak mirip. Detail itu berkaitan dengan penampilan dan reputasinya. Sementara itu, kemenangan di Afrika menjelaskan tradisi di balik gelar Magnus.
Bagaimana kampanye melawan bajak laut dan Mithridates memengaruhi Anatolia?
Pada 67 SM, Pompeius menerima wewenang komando luar biasa untuk melawan bajak laut Mediterania. Plutarkhos menyebut ia membagi laut itu menjadi 13 wilayah, masing-masing ditangani panglima berbeda. Karena itu, kampanye tersebut mengandalkan operasi yang terkoordinasi di beberapa wilayah. Pompeius tidak hadir dalam setiap pertempuran.
Plutarkhos melaporkan bahwa kampanye itu berakhir dalam waktu kurang dari tiga bulan, setelah kemenangan di perairan Korakesion, Kilikia. Salah satu dampaknya bagi Anatolia adalah penempatan sebagian bajak laut yang ditawan di Soli pada 67 SM. Kota itu kemudian memakai nama Pompeiopolis.
Bagi Anda yang berwisata, Soli-Pompeiopolis menjadi tempat nyata untuk menelusuri karier Pompeius. Situs ini terletak di wilayah Mersin-Mezitli sekarang. Namanya menyimpan hubungan antara kampanye Pompeius dan keputusannya menempatkan sebagian bajak laut yang dikalahkan di sana.
Sebuah undang-undang mengalihkan komando perang melawan Mithridates VI kepada Pompeius pada 66 SM. Kronologi Metropolitan Museum of Art menempatkan kemenangannya atas Mithridates dan Tigranes II, raja Armenia, sekitar tahun tersebut. Perannya di timur pun meluas, dari kampanye melawan bajak laut menjadi peperangan dan penataan wilayah.
Penataan yang dilakukan Pompeius melahirkan Provinsi Pontus et Bithynia. Provinsi ini menggabungkan sebagian bekas kerajaan Mithridates dengan Bitinia. Namun, rincian geografis setempat dalam penataan itu masih diperdebatkan. Kajian Coşkun menunjukkan belum ada kesepakatan di kalangan peneliti tentang identitas 11 kota Pontus yang disebut Strabo.
Pada 64 SM, Pompeius memasukkan sisa wilayah Seleukia ke dalam provinsi Romawi yang baru, Suriah. Andrade dan Raja menjelaskan bahwa kampanye di Levant pada 64–63 SM menghasilkan susunan pemerintahan provinsi Romawi dan kerajaan-kerajaan bawahan. Susunan ini tetap berpengaruh selama berabad-abad.
Mengapa Triumvirat Pertama dibentuk, dan mengapa runtuh?
Kemenangan militer tidak membuat Senat memenuhi semua keinginan Pompeius. Pada 60 SM, para senator menentang pengesahan penataan wilayah timurnya dan pembagian tanah bagi veteran kampanye militernya di timur. Hambatan itu memberinya alasan langsung untuk mencari kerja sama politik dengan Caesar dan Crassus.
Ketiganya membentuk aliansi informal pada 60 SM. Kini, aliansi itu disebut Triumvirat Pertama. Bagi Pompeius, manfaat praktisnya terlihat saat Caesar menjabat konsul pada 59 SM. Caesar berhasil memperoleh pengesahan penataan wilayah timur dan meloloskan undang-undang pertanahan yang menguntungkan para veteran Pompeius.
Anda dapat membayangkannya melalui pengalaman sehari-hari. Jika Anda pernah membutuhkan dukungan orang lain agar proyek bersama disetujui, posisi Pompeius mudah dipahami. Penataan wilayah timurnya dan tuntutan tanah para veteran membutuhkan dukungan politik di Roma. Caesar membantu mewujudkannya.
Pompeius juga menikahi Julia, putri Caesar, pada 59 SM. Pernikahan mereka menambahkan ikatan keluarga pada kesepakatan politik itu. Jadi, aliansi tersebut bertumpu pada kerja sama tiga tokoh berkuasa sekaligus hubungan pribadi antara dua keluarga mereka.
Julia meninggal saat melahirkan pada 54 SM. Crassus tewas dalam kampanye Carrhae pada 53 SM. Kedua kematian ini menghilangkan ikatan keluarga sekaligus anggota ketiga aliansi. Bersama persaingan kekuasaan dan komando yang terus berlangsung, keduanya membantu menjelaskan melemahnya aliansi tersebut.
Pada 52 SM, Pompeius menjadi konsul tunggal dengan dukungan kelompok konservatif di Senat. Ia semakin menjauh dari Caesar. Pada 50 SM, perselisihan mengenai komando Caesar di Galia telah mendorong Curio mengusulkan agar Caesar dan Pompeius sama-sama meletakkan senjata pada saat bersamaan.
Kajian Francesca Cau tahun 2024 membedakan dua tingkat penyebab dalam penjelasan Plutarkhos tentang perang saudara. Penolakan Pompeius untuk berdamai muncul sebagai penyebab langsung. Persaingan tersembunyi di antara ketiga pemimpin muncul sebagai penyebab yang lebih mendalam. Ini merupakan penafsiran atas kisah Plutarkhos, bukan satu penjelasan yang diterima tanpa perdebatan.
Caesar menyeberangi Rubikon menuju Italia pada 49 SM. Pompeius dan sekutu-sekutunya di Senat mundur ke Yunani. Para mantan rekan itu kini berhadapan dalam perang saudara. Pada 9 Agustus 48 SM, Caesar mengalahkan Pompeius di Farsalos, Thessalia.
Mengapa Pompeius dibunuh di Mesir setelah kalah di Farsalos?
Setelah Farsalos, Pompeius mencari perlindungan di Mesir. Ia dibunuh dekat pantai Mesir pada September 48 SM. Ada dua penjelasan mengenai perhitungan istana Mesir: meraih dukungan Caesar dengan menyingkirkan rivalnya yang telah kalah, serta mencegah Pompeius menguasai Mesir.
Keterangan mengenai motif ini perlu dibaca dengan cermat. Upaya menyenangkan Caesar dan ketakutan terhadap kekuatan Pompeius yang tersisa merupakan dua penjelasan alternatif atas keputusan istana. Kekalahan militer Pompeius menjadi latar pembunuhannya. Namun, pembunuhan itu sendiri terjadi setelah ia melarikan diri dari medan perang.
Menurut Plutarkhos, Septimius, Salvius, dan Achillas menikam Pompeius di perahu yang membawanya menuju pantai Mesir. Dengan demikian, ia meninggal saat tiba melalui jalur laut. Kisah ini menempatkan kematiannya di sebuah perahu kecil setelah kariernya memimpin legiun dan kampanye militer yang luas.
Tanggal pastinya berbeda di antara rujukan yang dikutip. Wikipedia bahasa Inggris mencantumkan 28 September 48 SM; Wikipedia bahasa Turki mencantumkan 29 September. Keduanya menempatkan pembunuhan itu pada bulan yang sama, setelah kekalahan di Farsalos.
Linimasa
- 106 SM: Pompeius lahir di Picenum.
- 70 SM: Ia menjadi konsul.
- 67 SM: Ia menjalankan kampanye melawan bajak laut Mediterania dan menempatkan sebagian tawanan di Soli.
- 66 SM: Ia menerima komando untuk melawan Mithridates VI.
- 64 SM: Ia membentuk Provinsi Suriah.
- 60 SM: Ia membentuk Triumvirat Pertama bersama Caesar dan Crassus.
- 59 SM: Ia menikahi Julia; Caesar berhasil memperoleh pengesahan penataan wilayah timurnya.
- 54 SM: Julia meninggal saat melahirkan.
- 53 SM: Crassus tewas dalam kampanye Carrhae.
- 52 SM: Pompeius menjadi konsul tunggal.
- 49 SM: Caesar menyeberangi Rubikon; Pompeius mundur ke Yunani.
- 9 Agustus 48 SM: Caesar mengalahkannya di Farsalos.
- September 48 SM: Ia dibunuh dekat pantai Mesir; berbagai rujukan menyebut 28 atau 29 September.
Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata
Plutarkhos mencatat kejadian canggung dalam arak-arakan kemenangan Pompeius. Sebuah kereta yang ditarik empat gajah tidak muat melewati gerbang Roma. Gajah-gajah itu kemudian diganti dengan kuda. Peristiwa ini memberi detail fisik tentang perayaan publik atas kemenangan-kemenangannya.
Kompleks teater dan kuil Pompeius menyatukan teater batu permanen pertama di Roma dengan Kuil Venus Victrix. Jadi, kehadirannya dalam kehidupan publik Roma juga mencakup kompleks bangunan besar, selain arak-arakan kemenangan dan jabatan politik.
Plutarkhos juga menggambarkan reaksi Caesar terhadap kematian Pompeius. Caesar memalingkan wajah dari kepala yang telah dipenggal itu. Ia menangis ketika diperlihatkan cincin meterai Pompeius. Gambar pada cincin tersebut menampilkan seekor singa yang memegang pedang. Kisah itu mengakhiri persaingan mereka dengan sebuah benda milik sang panglima yang dibunuh.
Pertanyaan yang sering diajukan
Siapa Pompeius?
Pompeius adalah Gnaeus Pompeius Magnus, panglima dan politikus Romawi yang lahir di Picenum pada 106 SM. Ia menjabat konsul tiga kali.
Mengapa Pompeius dijuluki Agung?
Plutarkhos mengaitkan gelar Magnus dengan kemenangan-kemenangan Pompeius di Afrika. Kisahnya memuat tradisi berbeda tentang apakah Sulla atau para prajurit yang pertama kali menggunakan gelar itu.
Mengapa Pompeius menjadi rival Caesar?
Aliansi itu melemah setelah Julia dan Crassus meninggal. Kedekatan Pompeius dengan kelompok konservatif di Senat serta persaingan memperebutkan komando militer memperdalam perpecahan.
Bagaimana Pompeius dibunuh?
Menurut Plutarkhos, Septimius, Salvius, dan Achillas menikamnya di sebuah perahu di perairan Mesir setelah kekalahannya di Farsalos.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — Gnaeus Pompeius Magnus tr.wikipedia.org
- Wikipedia — Pompey en.wikipedia.org
- Plutarch — Riwayat Pompey, bagian 2, 6, 13–14, 26, 28, 79–80 penelope.uchicago.edu
- University of Alberta — Pompey di Timur sites.ualberta.ca
- Kantor Gubernur Distrik Mezitli — Kota Kuno Soli-Pompeiopolis mezitli.gov.tr
- Metropolitan Museum of Art — Dunia di antara Kekaisaran: Seni dan Identitas di Timur Tengah Kuno resources.metmuseum.org
- Altay Coşkun — Pompeius dan ‘sebelas kota’ di Provinsi Pontus uwspace.uwaterloo.ca
- Nathanael Andrade dan Rubina Raja — Pompey dan Timur Dekat pure.au.dk
- Mark A. Temelini — Politik Pompey dan Presentasi Kompleks Teater-Kuilnya ojs.utlib.ee
- Francesca Cau — Rekonsiliasi dan Perang Saudara dalam Riwayat Pompey karya Plutarch degruyterbrill.com
FAQ
Siapa Pompeius?
Gnaeus Pompeius Magnus adalah panglima dan politikus pada akhir masa Republik Romawi. Ia lahir di Picenum pada 106 SM, menjabat konsul tiga kali, serta memimpin kampanye melawan bajak laut Mediterania dan Mithridates VI.
Mengapa Pompeius dijuluki Agung?
Gelar Magnus, yang berarti Agung, dikaitkan dengan kemenangan-kemenangannya di Afrika. Plutarkhos mencatat dua versi: Sulla yang memberikan gelar itu, atau para prajurit Pompeius yang lebih dahulu menggunakannya sebelum disetujui Sulla.
Mengapa Pompeius menjadi rival Caesar?
Aliansi mereka melemah setelah Julia meninggal pada 54 SM dan Crassus pada 53 SM. Pompeius kemudian mendekati kelompok konservatif di Senat. Persaingan memperebutkan komando militer juga memperuncing perpecahan.
Bagaimana Pompeius dibunuh di Mesir?
Setelah kalah di Farsalos, Pompeius melarikan diri ke Mesir. Menurut Plutarkhos, Septimius, Salvius, dan Achillas menikamnya di sebuah perahu yang membawanya menuju pantai.
Image: (Venice) Pompey the Great, Museo Archeologico Nazionale.jpg — Didier Descouens, Public domain






