Pengepungan Nagykanizsa 1601: bagaimana Hasan Pasya mematahkan pengepungan
Tiryaki Hasan Pasya (Tiryaki Hasan Paşa) mematahkan pengepungan Nagykanizsa dengan melancarkan serangan keluar benteng ketika cuaca yang memburuk menekan pasukan Habsburg. Seusai serangan itu, kekacauan meluas di perkemahan pengepung. Pasukan Adipati Agung Ferdinand mundur dengan kerugian besar pada November 1601. Pertahanan benteng berakhir dengan kemenangan Utsmaniyah.
Pertempuran ini merupakan bagian dari Perang Utsmaniyah–Habsburg 1593–1606. Peristiwa itu berlangsung pada masa pemerintahan Sultan Mehmed III. Dalam bahasa Turki, pertahanan ini dikenal sebagai Kanije Savunması. Operasi tersebut memadukan pertahanan benteng yang berkelanjutan dengan serangan balik. Gerakan terakhir itulah yang menentukan: pasukan Hasan Pasya meninggalkan posisi bertahan dan menyerang pasukan di luar benteng.
Jika Anda mengenal peristiwa ini lewat kisah meriam tersembunyi dan surat palsu, ada bagian lain yang perlu dicermati. Hasan Pasya meminta bala bantuan sebelum pengepungan dimulai. Bantuan yang diharapkan tidak datang. Ia akhirnya menyerang keluar ketika cuaca semakin menyulitkan pasukan Ferdinand. Rangkaian peristiwa ini menjelaskan kemenangan tersebut tanpa menjadikan tipu muslihat yang masih diperdebatkan sebagai satu-satunya penjelasan.
Pengepungan Nagykanizsa: di mana Kanije?
Nagykanizsa (Kanije) adalah kota yang dalam penyebutan Utsmaniyah dikenal sebagai Kanije. Kota ini terletak di Kabupaten Zala, Hungaria barat daya. Jika Anda menemukan nama Kanije dalam tulisan sejarah berbahasa Turki dan Nagykanizsa dalam bahasa Inggris, keduanya merujuk pada tempat yang sama.
Benteng itu baru jatuh ke tangan Utsmaniyah pada 1600. Kampanye militer Damad İbrahim Pasya membuat benteng tersebut menyerah. Pengepungan Ferdinand menyusul pada 1601. Jadi, yang dipertahankan adalah benteng yang direbut Utsmaniyah pada tahun sebelumnya.
Hasan Pasya sudah terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai kampanye tersebut. Dalam dewan perang pada 22 Agustus 1600, ia mengusulkan agar Bobofça direbut lebih dahulu untuk mengamankan Budin. Artinya, ia ikut dalam perencanaan sebelum perebutan Kanije, sebelum kemudian lebih dikenal sebagai pembela benteng itu.
Siapa panglima kedua pihak, dan berapa jumlah pasukannya?
Tiryaki Hasan Pasya memimpin pertahanan Utsmaniyah. Adipati Agung Ferdinand memimpin pasukan Habsburg yang mengepung. Menurut biografi Hasan Pasya dalam TDV İslâm Ansiklopedisi, jumlah pasukan pertahanan adalah 9,000 orang. Angka ini menjadi dasar yang disebutkan secara jelas untuk membahas kekuatan garnisun.
Jumlah pasukan penyerang masih diperdebatkan. Kotak informasi artikel Wikipedia bahasa Turki mencantumkan 90,000–100,000 pengepung. Catatan kaki pada halaman yang sama, dengan merujuk Paas, menyebut 35,000. Perkiraan-perkiraan ini berbeda jauh. Karena itu, Anda perlu berhati-hati saat membaca klaim tentang perbandingan jumlah pasukan yang pasti.
Tanggalnya juga sedikit berbeda. Wikipedia bahasa Inggris mencatat pengepungan berlangsung pada 9 September–18 November 1601. Entri Kanije di TDV menyebut 10 September–17 November. Biografi Hasan Pasya di TDV menyebut awal pengepungan pada 9 September dan penarikan pasukan pada 18 November. Meski berbeda dalam hitungan hari, semuanya menempatkan operasi itu pada musim gugur yang sama.
Mengapa bala bantuan yang tidak datang begitu penting?
Sebelum pengepungan, Hasan Pasya mengirim kethüda atau pejabat pembantunya, İskender Bey, ke Beograd. Tugasnya adalah meminta tambahan pasukan untuk Kanije. Permintaan ini menunjukkan bahwa upaya mendapatkan bantuan merupakan bagian dari persiapan pertahanan benteng.
Bantuan yang diharapkan tidak tiba selama pengepungan. Pertahanan pun semakin sulit. Di Kanije, bantuan yang tertunda itu adalah pasukan yang telah diminta Hasan Pasya sebelum serangan dimulai.
Ketiadaan bantuan tersebut menjadi latar serangan balik berikutnya. Hasan Pasya bertahan dengan pasukan yang tersedia, sementara bantuan yang diharapkan tetap tidak datang. Peluang akhirnya muncul ketika cuaca yang memburuk mulai membebani para pengepung di luar benteng.
Bagaimana serangan keluar benteng mengubah pertahanan menjadi kemenangan?
Hasan Pasya melihat bahwa cuaca yang memburuk semakin menyulitkan pasukan Habsburg. Ia kemudian memerintahkan serangan keluar dari Kanije. Serangan keluar benteng adalah serangan yang dilancarkan dari posisi bertahan. Dalam peristiwa ini, pasukan Utsmaniyah bergerak dari benteng untuk menyerang pasukan pengepung.
Setelah serangan itu, kekacauan muncul di perkemahan Habsburg. Para pengepung mundur dengan kerugian besar. Urutannya penting untuk memahami hasil pertempuran: kondisi memburuk, pasukan Utsmaniyah menyerang keluar, perkemahan kacau, lalu pasukan pengepung mundur. Hasan Pasya memanfaatkan tekanan yang sudah membebani pasukan Ferdinand untuk melancarkan serangan balik.
Penarikan pasukan mengakhiri upaya merebut Kanije pada November 1601. Bergantung pada catatan yang digunakan, tanggal akhirnya adalah 17 atau 18 November. Perbedaan tentang hari terakhir itu tidak mengubah hasil yang tercatat. Pasukan pertahanan Utsmaniyah tetap menguasai benteng.
Apakah meriam tersembunyi dan surat palsu berhasil menipu Ferdinand?
Salah satu kisah yang terkenal menyebut bahwa pada awalnya Hasan Pasya tidak menembakkan meriamnya. Menurut versi Wikipedia bahasa Turki, hal ini mendorong Ferdinand untuk percaya bahwa benteng tersebut tidak memiliki artileri. Ini adalah kisah tipu muslihat yang dilaporkan dalam suatu sumber, dan perlu disajikan sebagai kisah semacam itu.
Kisah lain muncul dalam Gazavât-ı Tiryâkî Hasan Paşa yang anonim. Isinya menggambarkan surat palsu yang menyatakan bahwa bantuan dan amunisi dalam jumlah melimpah telah tiba di benteng. Konon, surat itu sengaja ditinggalkan di tempat yang akan ditemukan musuh. Pesannya langsung menyasar persoalan kemampuan Kanije untuk terus bertahan.
Perbandingan sumber sejarah dan sastra yang dilakukan Osman Ünlü pada 2016 mempertanyakan kedudukan tipu muslihat terkenal ini. Ia mencatat bahwa kisah-kisah tersebut tidak muncul dalam catatan Peçevî, Topçular Kâtibi, dan Cafer Iyânî. Menurutnya, kisah-kisah itu mungkin merupakan rekaan sastra. Semuanya tetap menjadi bagian dari tradisi penceritaan pengepungan, tetapi statusnya berbeda dari serangan keluar benteng dan penarikan pasukan yang terdokumentasi.
Ünlü juga menelusuri bagaimana kisah anonim tentang kampanye Kanije masuk ke Fezleke karya Kâtip Çelebi. Dari sana, kisah itu sampai kepada Naîmâ dan kemudian ke karya-karya populer. Jalur ini membantu menjelaskan bagaimana episode tertentu menjadi terkenal. Pengulangan dalam karya-karya belakangan dapat mencerminkan perpindahan sebuah kisah dari satu teks ke teks lain.
Kronologi
- 22 Agustus 1600: Dalam dewan perang, Hasan Pasya mengusulkan agar Bobofça direbut lebih dahulu untuk mengamankan Budin.
- 1600: Kanije menyerah kepada Utsmaniyah dalam kampanye militer Damad İbrahim Pasya.
- September 1601: Pasukan Ferdinand memulai pengepungan. Berbagai catatan menyebut 9 atau 10 September.
- Selama pengepungan: Cuaca yang memburuk menyulitkan para pengepung, dan Hasan Pasya memerintahkan serangan keluar benteng.
- 17–18 November 1601: Pasukan Habsburg menghentikan pengepungan dan mundur. Hari terakhirnya berbeda menurut sumber.
- Setelah pertahanan benteng: Tembok yang rusak dibangun kembali dengan ketebalan lebih besar, dan sebuah bangunan penyimpanan amunisi baru didirikan.
- 1702: Benteng dibongkar di bawah kekuasaan Habsburg.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
Tiryaki Hasan Pasya bukan gubernur provinsi Utsmaniyah pertama di Kanije. Jabatan itu mula-mula dipegang oleh Alaca-illi, yang juga disebut Alacaetli, Arnavut Hasan Pasya. Membedakan kedua tokoh ini membantu Anda memahami bahwa sejarah awal pemerintahan Utsmaniyah di Kanije tidak seluruhnya berpusat pada sang pembela benteng yang terkenal.
Penyerahan benteng pada 1600 juga membawa akibat bagi panglima lawan. Georg Paradeiser, komandan Austria yang menyerahkan benteng, dijatuhi hukuman mati oleh pihaknya sendiri atas keputusan tersebut. Nasibnya berkaitan dengan perebutan benteng yang mendahului pertahanan Hasan Pasya.
Setelah kemenangan itu, Hasan Pasya menerima tiga jubah kehormatan, sebuah pedang, dan tiga ekor kuda. Ia juga mengawasi pekerjaan perbaikan di Kanije. Tembok yang rusak dibangun kembali lebih tebal daripada sebelumnya. Sebuah bangunan penyimpanan amunisi baru juga didirikan. Jadi, masa setelah kemenangan mencakup pemberian penghargaan sekaligus perbaikan benteng.
Benteng itu kemudian dibongkar atas perintah penguasa Habsburg pada 1702. Batu-batunya digunakan kembali untuk bangunan lain sepanjang abad kedelapan belas. Jika Anda menghubungkan pengepungan ini dengan Nagykanizsa masa kini, penghancuran tersebut juga merupakan bagian dari sejarah tempat itu, bersama kemenangan pada 1601.
Memahami pertahanan benteng melalui berbagai catatannya
Tiryaki Hasan Paşa’nın Gazaları ve Kanije Savunması karya Vahit Çabuk terbit di Istanbul pada 1978. Buku itu menghimpun karya Cafer Iyânî dan Târîh-i Tîr Hasan Paşa yang anonim. Dengan demikian, buku tersebut menyatukan catatan-catatan yang berbeda dalam satu terbitan.
Kanije Savunması ve Tiryaki Hasan Paşa karya H. Ziya Ersever diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 1986. Artikel Ünlü pada 2016 membandingkan sumber sejarah dan sastra mengenai pertahanan tersebut. Teks lengkapnya tersedia melalui DergiPark, termasuk pembahasan tentang bagaimana kisah tipu muslihat yang terkenal masuk ke dalam narasi-narasi belakangan.
FAQ
Siapa yang memenangkan pengepungan Nagykanizsa pada 1601?
Pasukan pertahanan Utsmaniyah di bawah Tiryaki Hasan Pasya menang. Setelah mereka menyerang keluar benteng, kekacauan meluas di perkemahan Habsburg. Pasukan Ferdinand mundur dengan kerugian besar.
Kapan pengepungan berlangsung?
Pengepungan berlangsung dari September hingga November 1601. Catatan-catatan yang dirujuk berbeda antara 9 dan 10 September untuk awalnya, serta antara 17 dan 18 November untuk akhirnya.
Apakah Hasan Pasya menggunakan surat palsu?
Sebuah kisah kampanye militer anonim menggambarkan surat semacam itu. Konon, surat tersebut mengumumkan kedatangan bala bantuan dan persediaan amunisi yang melimpah. Osman Ünlü menilai kisah tipu muslihat yang terkenal itu mungkin merupakan rekaan sastra karena tidak muncul dalam beberapa catatan lain.
Di mana Kanije, dan apakah bentengnya masih ada?
Kanije adalah Nagykanizsa di Kabupaten Zala, Hungaria barat daya. Bentengnya dibongkar pada 1702. Batu-batunya digunakan kembali sepanjang abad kedelapan belas.
Sumber
- Ensiklopedia Islam TDV — Tiryâkî Hasan Paşa islamansiklopedisi.org.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Kanije islamansiklopedisi.org.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Mehmed III islamansiklopedisi.org.tr
- Wikipedia bahasa Inggris — Pengepungan Kanizsa (1601)) en.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Inggris — Nagykanizsa en.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Turki — Kanije Savunması tr.wikipedia.org
- Osman Ünlü — Erken Dönem Tarihî ve Edebî Kaynaklarda Kanije Müdafaası dergipark.org.tr
- Google Books — H. Ziya Ersever, Kanije Savunması ve Tiryaki Hasan Paşa books.google.com
FAQ
Siapa yang memenangkan pengepungan Nagykanizsa pada 1601?
Pasukan pertahanan Utsmaniyah di bawah Tiryaki Hasan Pasya menang. Serangan mereka keluar benteng turut mengacaukan perkemahan Habsburg, dan pasukan Adipati Agung Ferdinand mundur dengan kerugian besar.
Kapan pengepungan berlangsung?
Pengepungan berlangsung dari September hingga November 1601. Berbagai catatan menyebut tanggal mulainya pada 9 atau 10 September dan tanggal berakhirnya pada 17 atau 18 November.
Apakah Hasan Pasya menggunakan surat palsu?
Sebuah kisah kampanye militer anonim menyebut surat palsu yang mengumumkan kedatangan bala bantuan dan persediaan amunisi yang melimpah. Osman Ünlü berpendapat bahwa kisah tipu muslihat yang terkenal mungkin merupakan rekaan sastra, karena tidak muncul dalam catatan Peçevî, Topçular Kâtibi, dan Cafer Iyânî.
Di mana Kanije, dan apakah bentengnya masih ada?
Kanije adalah Nagykanizsa, di Kabupaten Zala, Hungaria barat daya. Bentengnya dibongkar atas perintah penguasa Habsburg pada 1702. Batu-batunya digunakan kembali untuk bangunan lain sepanjang abad kedelapan belas.
Image: Siege of Canischa (Nagykanizsa), 1601.jpg — Wilhelm Peter Zimmermann, Public domain






