Kesultanan Utsmaniyah · 1299 – 1922

Mengapa Perang Italia–Turki Pecah? Mustafa Kemal dan Ouchy

Italia memulai Perang Italia–Turki pada 1911 untuk merebut wilayah Utsmaniyah di kawasan yang kini menjadi Libya, tempat Mustafa Kemal membantu mengorganisasi dan memimpin perlawanan. Perjanjian Ouchy mengakhiri perang pada Oktober 1912 dan memaksa pasukan Utsmaniyah mundur, sementara penguasaan Italia atas Libya masih belum menyeluruh.

8 menit baca7 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Mengapa Perang Italia–Turki Pecah? Mustafa Kemal dan Ouchy
Bellum1911.png

Ringkasan Perang Italia–Turki: apa yang terjadi pada 1911–1912?

Perang Italia–Turki dimulai pada 29 September 1911 dan berakhir pada 18 Oktober 1912. Italia (İtalya) menyerang Kesultanan Utsmaniyah (Osmanlı Devleti) untuk merebut sisa wilayahnya di Afrika Utara, di kawasan yang kini menjadi Libya. Mustafa Kemal bergabung dalam perlawanan sebagai perwira sukarelawan. Perjanjian Ouchy mengakhiri perang dengan penarikan pasukan Utsmaniyah.

Jika Anda mengenal konflik ini sebagai Perang Tripoli (Trablusgarp Savaşı), keduanya merujuk pada perang yang sama. Pertempuran utamanya berpusat di Tripoli (Trablusgarp) dan Benghazi (Bingazi). Namun, perang juga menjangkau Laut Adriatik (Adriyatik Denizi), Laut Aegea (Ege Denizi), Selat Dardanella (Çanakkale Boğazı), dan Laut Merah (Kızıldeniz). Invasi kolonial di Afrika Utara berkembang menjadi perang di beberapa kawasan perairan.

Mengapa Perang Italia–Turki pecah?

Italia mengincar Tripoli dan Benghazi untuk memperluas imperium kolonialnya. Keduanya merupakan wilayah terakhir Kesultanan Utsmaniyah di Afrika Utara. Perebutan wilayah ini akan menghapus kekuasaan Utsmaniyah di kawasan tersebut dan menempatkannya di bawah pemerintahan Italia. Ekspansi kolonial merupakan tujuan utama invasi.

Italia juga mengaitkan rencananya di Libya dengan persoalan dalam negeri. Italia ingin membangun koloni sebagai tempat bermukim bagi warga miskinnya. Tujuannya adalah mengurangi pengangguran dan arus emigrasi. Dengan demikian, rencana koloni itu melayani ambisi perluasan wilayah sekaligus pemukiman penduduk.

Italia membenarkan intervensinya dengan mengklaim bahwa warganya di Libya mengalami diskriminasi. Sejarawan Rachel Simon menempatkan klaim itu dalam kerangka kebijakan kolonisasi yang sudah disiapkan. Perbedaan ini penting: keluhan yang dikemukakan menyangkut warga Italia, sedangkan tujuan yang lebih luas adalah menguasai wilayah Utsmaniyah.

Pada 28 September 1911, Italia menyerahkan ultimatum dengan batas waktu 24 jam kepada pemerintah Utsmaniyah. Italia menyatakan perang keesokan harinya. Sultan Utsmaniyah saat itu adalah Mehmed V Reşad, sedangkan raja Italia adalah Vittorio Emanuele III. Pernyataan perang tersebut membuka konflik yang berlangsung hingga Oktober 1912.

Peta Perang Italia–Turki: di mana pertempuran berlangsung?

Untuk mengikuti jalannya perang di peta, Anda dapat mulai dari Tripoli dan Benghazi di wilayah Libya saat ini. Lalu, temukan Tobruk dan Derna (Derne), tempat Mustafa Kemal bertugas. Lokasi-lokasi ini menghubungkan sasaran wilayah invasi dengan perannya dalam perlawanan. Dengan melihatnya, Anda juga dapat membedakan operasi di Libya dari serangan Italia di tempat lain.

Berikutnya, arahkan perhatian ke Laut Adriatik, Laut Aegea, Selat Dardanella, dan Laut Merah. Pertempuran menjangkau semua kawasan ini. Segera setelah menyatakan perang, pasukan Italia menembaki sebuah kapal torpedo Utsmaniyah di Preveza (Preveze), yang kini berada di Yunani (Yunanistan). Jadi, operasi pembuka perang sudah meluas ke luar Libya.

Seperti saat Anda merencanakan perjalanan sehari-hari, jalur yang tersedia sangat menentukan. Hambatan yang diberlakukan Inggris dan Prancis pada jalur melalui Mesir (Mısır) dan Tunisia (Tunus) mempersulit pengiriman bala bantuan Utsmaniyah. Lemahnya angkatan laut Utsmaniyah menambah kendala. Mengirim pasukan dalam jumlah besar ke Libya pun menjadi persoalan utama bagi pihak yang bertahan.

Apa saja pertempuran dan serangan utama dalam Perang Italia–Turki?

Angkatan laut Italia menuntut penyerahan Tripoli pada 2 Oktober 1911. Pada 3 Oktober, mereka membombardir kota itu. Kekuatan laut membantu Italia menyerang pesisir. Namun, penguasaan posisi di pesisir tidak berarti penguasaan seluruh wilayah. Perlawanan terus berlangsung di luar posisi-posisi tersebut.

Para perwira sukarelawan Utsmaniyah membantu mengorganisasi dan melatih penduduk setempat. Di antaranya adalah Mustafa Kemal, Enver, Fethi, Nuri, dan Fuat. Pasukan Senussi (Senusi) yang dipimpin Seyyid Ahmed Şerif juga mendukung pertahanan Utsmaniyah. Karena itu, perlawanan bertumpu pada perwira Utsmaniyah sekaligus pasukan dari kawasan tersebut.

Italia memproklamasikan kedaulatannya atas Libya pada 5 November 1911. Penguasaan militernya masih terbatas di pesisir. Kesenjangan antara pernyataan kedaulatan dan penguasaan nyata ini penting untuk memahami jalannya operasi. Italia dapat mengklaim wilayah itu sambil tetap menghadapi perlawanan terorganisasi di dalamnya.

Pada 18 April 1912, angkatan laut Italia menyerang benteng-benteng pertahanan Selat Dardanella. Tujuannya adalah menekan pemerintah Utsmaniyah agar berdamai. Italia kemudian beralih menduduki Kepulauan Dodekanes (On İki Ada), termasuk Rodos (Rodos). Operasi-operasi ini menghubungkan perang di Libya dengan tempat-tempat yang dijumpai wisatawan di sekitar Turki (Türkiye) dan Laut Aegea.

Apa peran Mustafa Kemal dalam Perang Italia–Turki?

Mustafa Kemal meninggalkan Istanbul (İstanbul) pada 15 Oktober 1911 untuk menuju Libya. Ia bergabung dengan para perwira sukarelawan yang mengorganisasi perlawanan setempat dan memberikan pelatihan militer. Perannya mencakup persiapan sekaligus komando di medan tempur. Selama operasi ini, ia naik pangkat menjadi mayor staf pada 27 November 1911.

Pada 22 Desember 1911, Mustafa Kemal menyerang pasukan Italia di Tobruk bersama pasukan di bawah komandonya. Serangan itu menimbulkan kerugian di pihak Italia. Karena itu, Tobruk merupakan medan pertempuran yang jelas dalam riwayat dinas perangnya, bukan sekadar tempat yang terkait dengan perjalanannya ke Libya.

Pada 16 Januari 1912, mata kirinya terluka saat pertempuran. Ia mendapat perawatan di Rumah Sakit Hilâl-i Ahmer. Pada Maret 1912, ia mengambil alih komando di Derna. Di sana, ia memimpin pasukan Utsmaniyah dan pasukan perlawanan setempat menghadapi pendudukan Italia.

Jika Anda menelusuri peran Mustafa Kemal, perhatikan Tobruk dan Derna secara bersamaan. Tobruk menandai serangannya pada Desember. Derna menandai komando yang diambilnya pada Maret. Dinasnya berlangsung dalam pertahanan yang lebih luas, dengan dukungan perwira sukarelawan, pejuang setempat, dan pasukan Senussi.

Pesawat dalam Perang Italia–Turki: apa yang terjadi di udara?

Italia mengirim sembilan pesawat ke Tripoli pada awal perang. Kelompok itu terdiri atas dua Blériot, tiga Nieuport, dua Farman, dan dua Etrich Taube. Pesawat-pesawat tersebut menjadi bagian dari operasi yang sama ketika angkatan laut Italia menyerang pesisir dan para perwira Utsmaniyah mengorganisasi perlawanan di darat.

Pada 23 Oktober 1911, Kapten Carlo Piazza menerbangkan Blériot XI dalam misi pengintaian pertama dengan pesawat terbang dalam kondisi perang. Pada 1 November, Giulio Gavotti menjatuhkan bom dari Etrich Taube. Penerbangannya menjadi pengeboman udara pertama dari pesawat terbang. Pengintaian dan pengeboman merupakan dua tonggak yang berbeda dalam perang ini.

Kronologi

  • Desember 1908: Mustafa Kemal memulai penugasan terdahulunya di Tripoli.
  • 28 September 1911: Italia mengeluarkan ultimatum dengan batas waktu 24 jam.
  • 29 September 1911: Italia menyatakan perang.
  • 3 Oktober 1911: Angkatan laut Italia membombardir Tripoli.
  • 15 Oktober 1911: Mustafa Kemal meninggalkan Istanbul menuju Libya.
  • 23 Oktober 1911: Carlo Piazza melakukan pengintaian dengan pesawat terbang dalam kondisi perang.
  • 1 November 1911: Giulio Gavotti melakukan pengeboman dari pesawat terbang.
  • 5 November 1911: Italia memproklamasikan kedaulatannya atas Libya.
  • 27 November 1911: Mustafa Kemal menjadi mayor staf.
  • 22 Desember 1911: Mustafa Kemal menyerang pasukan Italia di Tobruk.
  • 16 Januari 1912: Mata kiri Mustafa Kemal terluka.
  • Maret 1912: Ia mengambil alih komando di Derna.
  • 18 April 1912: Italia menyerang benteng-benteng pertahanan Selat Dardanella.
  • 8 Oktober 1912: Perang Balkan Pertama dimulai.
  • 18 Oktober 1912: Perjanjian Ouchy mengakhiri perang.
  • 1923: Perjanjian Lausanne mengakui kedaulatan Italia atas Rodos dan Kepulauan Dodekanes.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata

Mustafa Kemal bepergian dengan nama Mustafa Şerif dan mengaku sebagai wartawan. Ia memakai identitas ini dalam perjalanan yang dimulai di Istanbul pada 15 Oktober 1911. Sebelum tiba di medan operasi, ia menempuh perjalanan dengan nama dan pekerjaan samaran.

Libya sudah menjadi wilayah yang dikenalnya. Sejak Desember 1908, Mustafa Kemal pernah bertugas sekitar dua bulan di Tripoli. Penugasan itu berlangsung sebelum ia kembali sebagai perwira sukarelawan selama perang. Jadi, hubungannya dengan kawasan tersebut sudah dimulai sebelum invasi Italia.

Apa isi Perjanjian Ouchy?

Perang Balkan Pertama dimulai pada 8 Oktober 1912. Perang itu membuat perdamaian dengan Italia menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah Utsmaniyah. Sepuluh hari kemudian, pada 18 Oktober, Perjanjian Ouchy ditandatangani di Ouchy, dekat Lausanne (Lozan), Swiss (İsviçre). Kesepakatan ini mengakhiri perang Utsmaniyah–Italia.

Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Utsmaniyah dari Tripoli dan Benghazi. Sebagai imbalannya, Italia harus mengosongkan Rodos dan pulau-pulau lain yang didudukinya. Pengaturan ini mencakup wilayah Afrika Utara yang menjadi sasaran utama invasi serta pulau-pulau yang direbut dalam operasi Italia yang lebih luas.

Dekret sultan terkait, bertanggal 15 Oktober 1912, memberikan otonomi kepada Tripoli dan Benghazi. Dekret itu mengatur pengangkatan seorang wakil sultan dan seorang hakim. Ketentuan-ketentuan ini menjadi bagian dari kesepakatan Ouchy, bersama penarikan pasukan Utsmaniyah.

Siapa yang memenangkan Perang Italia–Turki?

Italia memenangkan perang. Kesultanan Utsmaniyah kehilangan Provinsi Tripoli dan Distrik Benghazi. Kesultanan itu menarik diri dari wilayah terakhirnya di Afrika Utara. Namun, Italia belum menguasai seluruh Libya pada 1912. Italia baru menuntaskan pendudukannya pada awal 1930-an.

Italia juga tetap menguasai Rodos dan Kepulauan Dodekanes, alih-alih mengembalikannya sesuai kesepakatan Ouchy. Turki mengakui kedaulatan Italia atas pulau-pulau tersebut melalui Pasal 15 Perjanjian Lausanne tahun 1923. Kesepakatan 1912 dan pengakuan 1923 merupakan dua tahap berbeda dalam perubahan penguasaan wilayah ini.

FAQ

Kapan Perang Italia–Turki berlangsung?

Perang berlangsung dari 29 September 1911 hingga 18 Oktober 1912. Medan utamanya berada di wilayah Libya saat ini. Namun, pertempuran juga menjangkau Laut Adriatik, Laut Aegea, Selat Dardanella, dan Laut Merah.

Mengapa Mustafa Kemal berada di Libya?

Mustafa Kemal bergabung dengan para perwira sukarelawan Utsmaniyah yang membantu mengorganisasi perlawanan terhadap invasi Italia. Ia bertempur di Tobruk, lalu memimpin pasukan Utsmaniyah dan pasukan perlawanan setempat di Derna.

Apakah Perjanjian Ouchy memberi Italia kendali penuh atas Libya?

Kesepakatan itu memastikan penarikan pasukan Utsmaniyah, tetapi penguasaan Italia masih belum menyeluruh. Perlawanan terus berlangsung. Italia baru menuntaskan pendudukannya pada awal 1930-an.

Apakah Italia mengembalikan pulau-pulau yang didudukinya?

Italia tetap menguasai Rodos dan Kepulauan Dodekanes. Turki mengakui kedaulatan Italia atas pulau-pulau itu melalui Pasal 15 Perjanjian Lausanne pada 1923.

Sumber

  1. Wikipedia — Perang Italia–Turki en.wikipedia.org
  2. Vikipedi — Perang Tripoli tr.wikipedia.org
  3. TDV Ensiklopedia Islam — Perang Tripoli islamansiklopedisi.org.tr
  4. Rachel Simon — Perang Italia–Turki 1911–1912 encyclopedia.1914-1918-online.net
  5. Kementerian Pertahanan Nasional — Periode Sebelum Perjuangan Nasional ata.msb.gov.tr
  6. Ensiklopedia Atatürk — Atatürk dalam Perang Tripoli ataturkansiklopedisi.gov.tr
  7. Smithsonian Air & Space — Pesawat Perang Pertama di Dunia smithsonianmag.com

FAQ

Mengapa Perang Italia–Turki pecah?

Italia ingin memperluas imperium kolonialnya dengan merebut Tripoli dan Benghazi dari Kesultanan Utsmaniyah. Italia juga berencana menempatkan warga miskinnya di Libya untuk mengurangi pengangguran dan arus emigrasi.

Apa peran Mustafa Kemal dalam Perang Italia–Turki?

Mustafa Kemal membantu mengorganisasi perlawanan setempat, menyerang pasukan Italia di Tobruk pada 22 Desember 1911, dan mengambil alih komando di Derna pada Maret 1912.

Siapa yang memenangkan Perang Italia–Turki?

Italia menang. Kesultanan Utsmaniyah menarik diri dari wilayah terakhirnya di Afrika Utara, meskipun Italia belum menguasai seluruh Libya pada 1912.

Apa yang diwajibkan oleh Perjanjian Ouchy?

Kesepakatan itu mengatur penarikan pasukan Utsmaniyah dari Tripoli dan Benghazi sebagai imbalan atas pengosongan Rodos dan pulau-pulau lain yang diduduki Italia. Italia tidak mengembalikan pulau-pulau tersebut.

Image: Bellum1911.png — Memnon335bc, CC BY 3.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait