Sejarah Dunia

Letak Kerajaan Majapahit, Masa Kejayaan dan Keruntuhannya

Didirikan di Jawa Timur pada 1293, Majapahit berkembang dari ibu kotanya di Trowulan dengan dukungan pertanian padi, transportasi sungai dan perdagangan pelabuhan. Pengaruhnya mencapai puncak pada masa Hayam Wuruk dan Gajah Mada, sebelum konflik dinasti dan persaingan dagang melemahkan kekuasaannya.

8 menit baca6 sumberDiterbitkan: 7 November 2026Terakhir diperiksa: 7 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Letak Kerajaan Majapahit, Masa Kejayaan dan Keruntuhannya
Plate V No 22 Relief of Majapahit in Trowulan.jpg

Majapahit (Majapahit İmparatorluğu) adalah kerajaan Jawa yang didirikan pada 1293 di Jawa Timur, di wilayah Indonesia sekarang, dengan ibu kota di Trowulan. Kerajaan ini berkembang berkat pertanian padi, transportasi sungai dan perdagangan pelabuhan. Puncak kejayaannya berlangsung pada masa Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Konflik dinasti dan persaingan dengan Melaka melemahkannya. Para penguasa terakhirnya masih berperang melawan Demak hingga 1520-an atau 1530-an.

Seberapa jauh sebenarnya kekuasaan dari Trowulan menjangkau wilayah lain? Jika Anda menelusuri Majapahit melalui jaringan irigasi, pelabuhan dagang dan catatan istananya, terlihat satu perbedaan: klaim kekuasaannya atas kepulauan lebih luas daripada wilayah yang diperintah langsung. Sejarahnya menghubungkan pusat yang produktif di Jawa dengan wilayah-wilayah jauh melalui hubungan yang kekuatannya berubah-ubah.

Bagaimana Majapahit berdiri, dan seperti apa pusat kerajaannya di Trowulan?

Raden Wijaya mendirikan Majapahit setelah pergulatan yang melibatkan para penguasa Jawa yang bersaing dan pasukan Yuan yang datang. Pada 1293, ia bersekutu dengan pasukan Yuan untuk melawan Jayakatwang. Jayakatwang sebelumnya menggulingkan Kertanegara, penguasa Singhasari. Persekutuan itu menjadi bagian dari perebutan kekuasaan yang melahirkan kerajaan baru.

Penobatan Wijaya menjadi dasar penanggalan berdirinya Majapahit yang lazim digunakan. Pada 10 November 1293, ia memakai gelar kerajaan Kertarajasa Jayawardhana. Karena itu, awal Majapahit dikaitkan dengan tindakan penobatan yang spesifik sekaligus peristiwa militer pada tahun tersebut.

Ibu kotanya, Trowulan, memiliki fungsi yang melampaui tempat tinggal raja. Kawasan arkeologinya membentang sekitar 11 kali 9 kilometer di wilayah Mojokerto dan Jombang. Jejak rumah, pasar, tempat produksi, bangunan suci, area pemakaman dan sawah memperlihatkan beragam kegiatan di sekitar pusat kerajaan.

Peninggalan ini menunjukkan bahwa produksi pangan berdampingan dengan kehidupan permukiman, perdagangan dan keagamaan. Saat Anda membayangkan Trowulan, sawah sama pentingnya dengan istana. Indonesia mengajukan situs ini ke Daftar Tentatif Warisan Dunia UNESCO pada 6 Oktober 2009.

Apa peran Hayam Wuruk dan Gajah Mada dalam kejayaan Majapahit?

Gajah Mada menjadi mahapatih pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi. Ia merupakan tokoh utama dalam perluasan Majapahit pada abad ke-14. Perannya menghubungkan ambisi politik kerajaan dengan tindakan militer.

Sumpah Palapa yang diucapkannya, dengan penanggalan 1334 atau 1336, dikaitkan dengan ambisi menyatukan kepulauan di bawah supremasi Majapahit. Ketidakpastian antara kedua tahun ini perlu tetap disebutkan. Sumpah itu menyatakan rencana perluasan kekuasaan. Sumpah tersebut tidak membuktikan bahwa setiap pulau kemudian menerima bentuk pemerintahan yang sama.

Masa pemerintahan Hayam Wuruk secara tradisional bertarikh 1350–1389. Masa ini dianggap sebagai puncak kejayaan Majapahit, dengan dukungan kiprah militer dan politik Gajah Mada. Karena itu, raja dan mahapatih tersebut menjadi tokoh sentral dalam kisah kebangkitan kerajaan. Namun, sumber daya Majapahit juga bergantung pada pertanian dan perdagangan.

Nagarakretagama, yang bertarikh 1365, menyajikan gambaran masa ini dari sudut pandang istana. Karya yang dinisbatkan kepada seorang rohaniwan Buddha di lingkungan istana itu menggambarkan ibu kota, upacara kerajaan dan perjalanan raja. Uraiannya mengenai kedaulatan perlu dibaca dengan mempertimbangkan tujuannya sebagai pujian bagi istana.

Apakah wilayah bawahan Majapahit benar-benar diperintah langsung?

Wilayah bawahan belum tentu menerima pemerintahan langsung dari Trowulan. Hubungan Majapahit dengan pulau-pulau di luar Jawa dapat berupa penyerahan upeti oleh penguasa setempat. Pengaturan ini memungkinkan pengakuan atas kekuasaan Majapahit tanpa mengharuskan istana memerintah wilayah tersebut sendiri.

Luas kekuasaannya masih menjadi persoalan penafsiran. Ringkasan katalog pameran Keseharian di Trowulan tahun 2009 menggambarkan Majapahit sebagai satu-satunya kerajaan yang mampu menyatukan seluruh Nusantara. Klaim ini lebih luas daripada penguasaan wilayah secara efektif yang diidentifikasi oleh sejumlah sarjana.

Arkeolog Bambang Budi Utomo membatasi kedaulatan nyata Majapahit pada sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali dan Sumbawa. Tambiah menempatkan inti kekuasaan efektifnya di Jawa Timur, dengan kemungkinan perluasan ke Bali dan Madura. Penafsiran keduanya berbeda mengenai luas wilayahnya. Namun, keduanya membedakan kekuasaan efektif dari klaim istana yang luas.

Jika Anda menemukan daftar panjang wilayah bawahan Majapahit, pertanyakan hubungan yang diwakili setiap nama. Upeti, pengakuan politik dan pemerintahan langsung menunjukkan tingkat kekuasaan yang berbeda.

Bagaimana perdagangan, pertanian dan pelabuhan menopang kerajaan?

Padi menopang ekonomi pertanian Majapahit di pedalaman. Beras Jawa juga diperdagangkan untuk ditukar dengan tekstil India dan keramik Tiongkok. Dengan demikian, pertanian terhubung dengan perdagangan seberang laut. Hasil pertanian pedalaman membantu mempertahankan hubungan yang menjangkau wilayah di luar Jawa.

Bubat, di Sungai Brantas, merupakan pelabuhan sungai penting dengan komunitas pedagang Tiongkok dan India. Letaknya memperlihatkan peran transportasi sungai dalam perdagangan Majapahit. Perdagangan yang melayani kerajaan melibatkan jalur air pedalaman sekaligus pelabuhan yang menghubungkannya dengan jaringan maritim yang lebih luas.

Para penguasa Majapahit menerbitkan izin perdagangan ke seberang laut. Mereka juga memungut bea dan pajak atas perdagangan dalam negeri. Praktik ini menunjukkan bagaimana pergerakan perdagangan menjadi sumber pendapatan kerajaan. Barang yang beredar di wilayah kerajaan memiliki arti penting bagi istana maupun para pedagang.

Utomo menyebut Kambangputih, Siddhayu, Gresik, Surabhaya dan Canggu sebagai pelabuhan yang layanannya sangat menopang kekuasaan Majapahit. Ketergantungan ini memperlihatkan sisi praktis kekuatan kerajaan. Kekuasaan raja sebagian bertumpu pada tempat dan orang yang menjaga kelancaran arus barang.

Prasasti penyeberangan Canggu tahun 1358 memperlihatkan hubungan itu secara sangat konkret. Prasasti ini mengatur kedudukan para pengemudi perahu yang bekerja di Canggu dan Terung, di dua tepi Sungai Brantas yang berseberangan, serta pembayaran mereka kepada kerajaan. Dengan demikian, penyeberangan sungai dapat melibatkan layanan transportasi sekaligus kewajiban kepada penguasa kerajaan.

Apa penyebab kemunduran Majapahit?

Konflik di dalam dinasti melemahkan Majapahit. Dalam Perang Paregreg pada 1405–1406, Wikramawardhana mengalahkan Bhre Wirabhumi. Pertikaian ini melibatkan lingkungan istana yang saling bersaing. Hal itu menunjukkan bahwa persaingan dapat memecah keluarga penguasa sendiri.

Krisis suksesi pada pertengahan abad ke-15 turut memperlemah kekuasaan pusat. Sementara itu, jaringan perdagangan Melayu yang berpusat di Melaka, di bawah para penguasa Muslim, menjadi pesaing dagang. Ketidakstabilan dinasti dan persaingan jaringan perdagangan sama-sama mempercepat perpecahan.

Tahun 1478 secara tradisional digunakan sebagai penanda keruntuhan Majapahit. Tahun ini dikaitkan dengan perebutan Trowulan dan terbunuhnya Kertabhumi. Namun, peristiwa tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh bentuk kekuasaan politik Majapahit yang masih tersisa berakhir pada tahun itu.

Kajian Perpustakaan Kongres Amerika Serikat menempatkan akhir dinasti ini pada 1520-an atau 1530-an. Saat itu, para penguasanya hanya mengendalikan sebagian Jawa Timur dan sedang berperang melawan Demak. Perbedaan penanggalan ini mencerminkan perbedaan antara kehilangan Trowulan dan berakhirnya dinasti yang masih bertahan.

Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata

Infrastruktur air Trowulan memperlihatkan wujud nyata lingkungan pertaniannya. Dokumen pengajuan kepada UNESCO melaporkan bahwa penyelidikan yang dimulai pada 1926 mengidentifikasi 18 bendungan besar dan kecil yang terhubung dengan saluran irigasi. Produksi padi berlangsung dalam bentang alam yang memiliki sistem buatan untuk mengelola air.

Temuan di sana juga menghubungkan masa lalu dengan kebiasaan sehari-hari yang dapat Anda kenali: menyimpan uang dalam wadah. Celengan terakota termasuk dalam benda-benda yang tercatat di Trowulan, bersama wadah pengecoran logam dan pipa air bangunan. Benda-benda ini menghadirkan praktik rumah tangga dan kegiatan produksi dalam kisah sebuah ibu kota kerajaan.

Pemisahan politik tidak selalu mengakhiri pertukaran dagang. Hall mencatat bahwa Tuban tetap menjalin pertukaran barang yang erat dengan istana Majapahit setelah memperoleh kemerdekaan politik dan setelah para elitenya memeluk Islam. Hubungan perdagangan dapat bertahan melewati perubahan kedaulatan dan agama.

Hall juga menunjukkan bahwa gambaran sederhana tentang kemunduran abad ke-15 tidak memadai. Dalam catatan yang terbatas untuk masa itu, ia menemukan ekonomi pedesaan yang hidup di pedalaman Jawa, disertai kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Melemahnya kekuasaan pusat tidak berarti bahwa seluruh kehidupan ekonomi dan budaya ikut merosot secara bersamaan.

Kronologi

  • 1293: Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Yuan untuk melawan Jayakatwang.
  • 10 November 1293: Wijaya dinobatkan sebagai Kertarajasa Jayawardhana.
  • 1334 atau 1336: Sumpah Palapa Gajah Mada memiliki dua alternatif penanggalan ini.
  • 1350–1389: Masa pemerintahan Hayam Wuruk menurut penanggalan tradisional menandai puncak kejayaan Majapahit.
  • 1358: Prasasti penyeberangan Canggu mengatur para pengemudi perahu dan kewajiban mereka.
  • 1365: Nagarakretagama menggambarkan istana dan klaim kedaulatannya.
  • 1405–1406: Wikramawardhana memenangi Perang Paregreg.
  • Pertengahan abad ke-15: Krisis suksesi turut menyebabkan melemahnya kekuasaan pusat.
  • 1478: Perebutan Trowulan menjadi penanda tradisional keruntuhan Majapahit.
  • 1520-an atau 1530-an: Dinasti Majapahit yang masih bertahan berakhir dalam konflik dengan Demak.
  • 6 Oktober 2009: Indonesia mengajukan Trowulan ke Daftar Tentatif Warisan Dunia UNESCO.

FAQ

Di mana letak Kerajaan Majapahit?

Pusatnya berada di Jawa Timur, di wilayah Indonesia sekarang, dengan ibu kota di Trowulan. Hubungannya yang lebih luas di kepulauan mencakup pengaturan upeti yang tidak selalu melibatkan pemerintahan langsung.

Siapa pendiri Kerajaan Majapahit?

Raden Wijaya mendirikan kerajaan ini pada 1293. Penobatannya sebagai Kertarajasa Jayawardhana berlangsung pada 10 November tahun tersebut.

Kapan Majapahit mencapai puncak kejayaan?

Pemerintahan Hayam Wuruk, yang secara tradisional bertarikh 1350–1389, dianggap sebagai puncak kejayaannya. Gajah Mada berkontribusi melalui kepemimpinan militer dan politik.

Apakah Majapahit lenyap pada 1478?

Trowulan direbut pada 1478, tetapi kekuasaan politik Majapahit masih berlanjut sesudahnya. Kajian Perpustakaan Kongres Amerika Serikat menempatkan akhir dinasti ini pada 1520-an atau 1530-an.

Sumber

  1. Pusat Warisan Dunia UNESCO — Trowulan: Bekas Ibu Kota Kerajaan Majapahit whc.unesco.org
  2. Tambiah — Sistem Politik Galaktik di Asia Tenggara journals.uchicago.edu
  3. Repositori Kementerian Indonesia — Katalog Pameran Majapahit: Keseharian di Trowulan repositori.kemendikdasmen.go.id
  4. Bambang Budi Utomo — Majapahit dalam Lintas Pelayaran dan Perdagangan Nusantara ejournal.brin.go.id
  5. Kajian Negara Perpustakaan Kongres Amerika Serikat — Indonesia: Penyebaran Peradaban India countrystudies.us
  6. Hall — Perdagangan Maritim dan Perkembangan Negara di Jawa pada Abad Keempat Belas manifold.uhpress.hawaii.edu

FAQ

Di mana letak Kerajaan Majapahit?

Majapahit didirikan di Jawa Timur, di wilayah Indonesia sekarang, dengan ibu kota di Trowulan. Pengaruhnya yang lebih luas mencakup hubungan dengan para penguasa kepulauan yang tidak selalu melibatkan pemerintahan langsung.

Siapa pendiri Kerajaan Majapahit?

Raden Wijaya mendirikan Majapahit pada 1293. Penobatannya sebagai Kertarajasa Jayawardhana pada 10 November 1293 digunakan sebagai tanggal berdirinya kerajaan.

Kapan Majapahit mencapai puncak kejayaan?

Pemerintahan Hayam Wuruk, yang secara tradisional bertarikh 1350–1389, dianggap sebagai puncak kejayaan Majapahit. Kiprah militer dan politik Gajah Mada turut mendorong perluasannya.

Kapan Kerajaan Majapahit berakhir?

Perebutan Trowulan pada 1478 secara tradisional dijadikan penanda keruntuhan, tetapi kekuasaan Majapahit masih berlanjut sesudahnya. Kajian negara dari Perpustakaan Kongres Amerika Serikat menempatkan akhir dinasti ini pada 1520-an atau 1530-an.

Image: Plate V No 22 Relief of Majapahit in Trowulan.jpg — Ir. H. Maclaine PontR. Ario Hoesein Djajadiningrat, CC0

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait