Arkeologi dan Penemuan

Kolom Konstantinus: Relik Suci di Bawah Çemberlitaş?

Kolom Konstantinus masih berdiri di lokasi aslinya di Istanbul, meskipun patung kaisar dan salib yang kemudian menggantikannya telah hilang. Tradisi Bizantium menempatkan benda-benda suci di bawahnya, tetapi keberadaan relik tersebut belum terbukti.

Para sejarawan berbeda pendapat tentang topik ini: artikel ini membedakan fakta yang terdokumentasi dari penafsiran dan mencantumkan sumbernya. Kebijakan Sumber Kami →

8 menit baca7 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 4 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Kolom Konstantinus: Relik Suci di Bawah Çemberlitaş?
The Burnt Column, Constantinople.jpg

Kolom Konstantinus (Çemberlitaş Sütunu) berdiri di samping halte trem Çemberlitaş di Istanbul. Kisahnya menjangkau hingga ke bawah dasar batunya. Para penulis Romawi Timur (Bizantium) mengaitkan monumen ini dengan relik Kristen dan sebuah patung suci yang dibawa dari Roma. Namun, benarkah relik suci terkubur di bawah Çemberlitaş? Keberadaannya belum terbukti. Tradisi tersebut menjadi bukti sejarah tentang apa yang dikatakan orang mengenai kolom ini. Tradisi itu tidak membuktikan apa yang ada di bawahnya.

Jika Anda berkunjung, Anda akan menjumpai monumen Romawi yang dibangun atas perintah Konstantinus I, yang memerintah pada 306–337. Kolom ini selesai sekitar 328. Monumen tersebut memperingati peresmian Konstantinopel (Konstantinopolis) sebagai ibu kota oleh sang kaisar pada 11 Mei 330. Batang porfiri yang masih bertahan, patung yang hilang, berbagai perbaikan, dan tradisi reliknya masing-masing mewakili bagian berbeda dari sejarah itu.

Di mana letak Kolom Konstantinus di Istanbul?

Kolom ini berdiri di distrik Fatih, Istanbul. Lokasinya sekarang berada di pertemuan Yeniçeriler Caddesi dan Divanyolu, di samping halte Çemberlitaş pada jalur trem T1. Jika Anda melewatinya saat hendak naik trem, perjalanan sehari-hari membawa Anda ke sisi bekas forum monumental Konstantinus.

Tata kota kuno menjelaskan letaknya. Kolom ini didirikan di tengah Forum Konstantinus, di jalan utama kota yang disebut Mese. Dengan demikian, monumen ini terhubung dengan ruang publik sekaligus jalur utama yang melintasi ibu kota.

Letaknya tetap bertahan. Kajian akademis Pelin Yoncacı Arslan pada 2016 menyatakan bahwa kolom ini masih berdiri di lokasi aslinya. Monumen yang Anda lihat menempati tempat yang dipilih untuknya di kota Konstantinus, meskipun bagian atasnya telah berubah.

Mengapa Kolom Konstantinus disebut Çemberlitaş Sütunu?

Çemberlitaş Sütunu juga dikenal sebagai Kolom Konstantinus dan Kolom Terbakar. Nama Çemberlitaş merujuk pada gelang-gelang besi yang digunakan untuk memperkuat badannya. Gelang tersebut merupakan bagian dari identitas monumen sekaligus sejarahnya.

Penguatan itu memiliki catatan waktu yang cukup awal. Sławomir Bralewski mengutip Chronicon Paschale mengenai pemasangan gelang logam pada 416, pada masa pemerintahan Theodosius II. Catatan ini menempatkan penguatan batang kolom jauh sebelum perbaikan berikutnya yang berkaitan dengan penguat batu yang terlihat sekarang.

Selubung batu di bagian bawah berasal dari tahap perbaikan lain. Menurut kajian monumen dari Universitas Columbia, selubung itu ditambahkan setelah kebakaran 1779. Karena itu, gelang logam awal dan susunan batu yang lebih baru perlu dipahami sebagai dua tindakan perbaikan yang terpisah.

Apa yang tersisa dari Kolom Konstantinus yang asli?

Batang kolom tersusun dari ruas-ruas silinder besar berbahan porfiri ungu dari Mesir. Awalnya, ukiran rangkaian daun salam menutupi sambungan antarruas tersebut. Konstruksinya memadukan bagian-bagian batu terpisah dengan hiasan yang menyamarkan titik pertemuannya.

Angka ketinggiannya perlu dibaca dengan cermat. Tingginya sekarang disebut 34.8 meter. Sementara itu, perkiraan tinggi kolom asli tanpa patung berkisar antara 37 hingga 40 meter. Angka untuk bentuk aslinya berupa rentang dan tidak mencakup patung perunggu yang dahulu berdiri di atas batang kolom.

Monumen yang masih bertahan ini juga menyimpan catatan tertulis tentang perbaikan. Satu-satunya prasasti yang tersisa menyatakan bahwa Kaisar Manuel memperbarui bangunan itu setelah rusak dimakan waktu. Jadi, bahan asli dan perbaikan dari masa berikutnya sama-sama menjadi bagian dari peninggalan di Çemberlitaş.

Apa yang terjadi pada patung Kolom Konstantinus?

Patung perunggu aslinya menampilkan Konstantinus dalam wujud Helios, dewa matahari. Patung itu mengenakan mahkota dengan tujuh pancaran sinar. Tangan kanannya memegang tombak, sedangkan tangan kirinya memegang bola dunia. Rincian ini memberi gambaran puncak kolom yang hilang jauh lebih jelas daripada batang kolom tanpa patung yang terlihat sekarang.

Menurut penanggalan Bizantium yang dibahas Bralewski, angin selatan yang kencang merobohkan patung tersebut pada 5 April 1106. Catatan itu menyatakan bahwa patung tersebut jatuh. Namun, besarnya kerusakan yang menyertai kejatuhannya masih diperdebatkan.

Raymond Janin berpendapat bahwa tiga ruas kolom ikut jatuh bersama patung. Cyril Mango menolak pendapat itu karena tidak menemukan sumber yang mendukungnya. Karena itu, Anda perlu membedakan laporan tentang jatuhnya patung Konstantinus dari rekonstruksi yang masih diperdebatkan mengenai seberapa banyak batu yang ikut runtuh.

Pada masa pemerintahannya, 1143–1180, Manuel I Komnenos memperbaiki kolom dan memasang salib di tempat patung itu dahulu berdiri. Salib tersebut disingkirkan setelah penaklukan Istanbul oleh Utsmaniyah pada 1453. Dengan demikian, puncak monumen melewati tiga keadaan berbeda: patung kaisar, salib, lalu tanpa keduanya.

Benarkah relik suci terkubur di bawah Çemberlitaş?

Tradisi tentang relik menyebut beberapa benda berbeda. Pada abad kesembilan, George Hamartolos menulis tentang dua belas keranjang yang dikaitkan dengan mukjizat Kristus memperbanyak roti di bawah kolom. Konstantinus dari Rodos juga mencatat tradisi ini pada abad kesepuluh. Catatan mereka membuktikan bahwa kisah keranjang tersebut beredar dalam tulisan Bizantium.

Tradisi Kristen yang muncul kemudian mengaitkan relik lain dengan monumen ini. Benda-benda itu mencakup pecahan Salib Sejati, gagang kapak Nuh, batu tempat Musa mengeluarkan air, dan paku-paku dari penyaliban Kristus. Benda-benda tersebut disebut dalam tradisi yang diriwayatkan. Kaitannya dengan Çemberlitaş tidak boleh disajikan sebagai daftar benda yang sudah dipastikan berada di bawah dasarnya.

Kisah lain berkaitan dengan Palladium, sebuah patung Pallas Athena. Dalam tradisi yang disampaikan Procopius dan Malalas, Konstantinus diam-diam memerintahkan agar patung itu dibawa dari Roma dan dikubur di bawah kolom. Kisah ini menempatkan benda suci yang berkaitan dengan Athena di bawah monumen yang juga dikaitkan dengan relik Kristen.

Perbedaan antara tradisi dan keberadaan yang terbukti tetap sangat penting. Dalam jawaban yang diterbitkan dalam catatan parlemen pada 17 Januari 2008, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menanggapi klaim relik yang muncul di media pada 2007. Kementerian menyatakan bahwa klaim tersebut tidak didasarkan pada penelitian ilmiah. Karena itu, kisah-kisah tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai bukti bahwa benda-benda yang disebutkan masih berada di bawah Çemberlitaş.

Apakah kolom ini memiliki ruang rahasia?

Gagasan tentang relik di bawah monumen dapat memunculkan bayangan sebuah ruang tersembunyi di dalam alasnya. Namun, penelitian yang dibahas Bralewski menggambarkan dasar kolom sebagai struktur padat. Temuan itu secara langsung menantang penafsiran yang bergantung pada keberadaan ruang di dalamnya.

Letak Kapel Santo Konstantinus juga penting. Mango menempatkannya di sisi utara alas kolom. Secara ruang, kapel di samping dasar kolom berbeda dari ruang di dalamnya. Membedakan kedua lokasi ini membantu mencegah kapel tersebut dianggap sebagai bukti adanya ruang relik tersembunyi.

Kapel itu memang memiliki fungsi upacara yang terdokumentasi. Kitab Upacara dari abad kesepuluh menjelaskan 68 upacara gereja. Sebanyak 46 di antaranya mencakup perhentian di samping kolom. Dalam empat upacara, patriark memasuki kapel kecil tersebut. Rincian ini membuktikan adanya kegiatan keagamaan di monumen, tetapi tidak membuktikan penguburan relik tertentu.

Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata

Sebelum Forum Konstantinus dibangun, kawasan ini digunakan sebagai nekropolis, atau pemakaman. Arkeolog Murat Sav menjelaskan penggunaan awal tersebut dalam wawancara dengan Anadolu Agency bertanggal 14 Juni 2024. Dengan demikian, kawasan tempat kolom berdiri memiliki sejarah yang mendahului forum kekaisaran.

Ukiran rangkaian daun salam awalnya memiliki fungsi visual yang praktis: menyembunyikan sambungan antarruas porfiri. Detail ini membantu Anda membayangkan batang kolom asli dengan lebih tepat. Bagian-bagiannya disambungkan secara fisik, sementara batas antarbagiannya disamarkan dengan hiasan.

Prasasti yang masih bertahan menekankan pembaruan oleh Manuel terhadap monumen yang aus dimakan waktu. Bersama penggantian patung dengan salib, prasasti itu mencatat tahap tertentu dalam penggunaan kolom yang berlanjut. Çemberlitaş menyimpan bukti pemeliharaan sekaligus pembangunan awal atas perintah Konstantinus.

Linimasa

  • Sekitar 328: Pembangunan kolom selesai.
  • 11 Mei 330: Peresmian Konstantinopel sebagai ibu kota menentukan makna monumen ini sebagai peringatan.
  • 416: Sebuah kronik Bizantium mencatat pemasangan gelang logam penguat pada tahun ini.
  • Abad kesembilan–kesepuluh: Para penulis mencatat tradisi tentang dua belas keranjang di bawah kolom.
  • 5 April 1106: Angin kencang merobohkan patung Konstantinus.
  • 1143–1180: Manuel I Komnenos memperbaiki kolom dan memasang salib di atasnya.
  • Setelah 1453: Salib disingkirkan setelah penaklukan Istanbul oleh Utsmaniyah.
  • Setelah 1779: Perbaikan setelah kebakaran menambahkan penguat batu bagian bawah yang terlihat sekarang.
  • 17 Januari 2008: Jawaban kementerian yang diterbitkan menyatakan bahwa klaim media tentang relik tidak memiliki dasar penelitian ilmiah.

Foto Kolom Konstantinus: apa yang perlu Anda perhatikan?

Saat melihat foto Çemberlitaş, perhatikan ruas-ruas porfiri, gelang penguat, dan penguat batu di sekeliling bagian bawahnya. Masing-masing berkaitan dengan bagian tertentu dari sejarah pembangunan atau perbaikannya. Nama Çemberlitaş sendiri mengarahkan perhatian pada gelang-gelang tersebut.

Foto masa kini juga perlu dibaca dengan memahami sejarah puncak kolom. Patung perunggu Konstantinus jatuh pada 1106. Salib pengganti yang dipasang Manuel disingkirkan setelah 1453. Karena itu, penampilan kolom sekarang tidak dapat memperlihatkan susunan lengkap saat peresmian awalnya maupun bentuk Kristennya pada masa berikutnya.

FAQ

Apakah keberadaan relik suci di bawah Çemberlitaş sudah terbukti?

Keberadaannya belum terbukti. Teks-teks Bizantium melestarikan tradisi tentang relik. Sementara itu, jawaban kementerian yang diterbitkan pada 2008 menyatakan bahwa klaim media tidak memiliki dasar ilmiah.

Di mana letak Kolom Konstantinus?

Kolom ini berdiri di distrik Fatih, Istanbul, di samping halte trem Çemberlitaş pada jalur T1, di pertemuan Yeniçeriler Caddesi dan Divanyolu.

Siapa yang dahulu berdiri di puncaknya?

Sebuah patung perunggu menggambarkan Konstantinus I sebagai Helios, dengan mahkota berpancaran tujuh sinar, tombak, dan bola dunia. Patung itu jatuh pada 5 April 1106.

Apakah Çemberlitaş masih berada di lokasi aslinya?

Ya. Kajian Pelin Yoncacı Arslan pada 2016 menyatakan bahwa monumen yang masih berdiri itu tetap berada di lokasi aslinya di bekas Forum Konstantinus.

Sumber

  1. Wikipedia bahasa Turki — Kolom Konstantinus tr.wikipedia.org
  2. Wikipedia bahasa Inggris — Kolom Konstantinus en.wikipedia.org
  3. Universitas Columbia — Proyek Dokumentasi Istanbul, Kolom Konstantinus mcid.mcah.columbia.edu
  4. Pelin Yoncacı Arslan, ODTÜ — Menuju Kolom Kehormatan Baru open.metu.edu.tr
  5. Sławomir Bralewski, Studia Ceranea — Kolom Porfiri di Konstantinopel dan Relik Salib Sejati czasopisma.uni.lodz.pl
  6. TBMM — Jawaban Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang diterbitkan pada 17 Januari 2008 www5.tbmm.gov.tr
  7. Anadolu Ajansı — Kolom Çemberlitaş yang menjadi saksi sejarah Istanbul telah berdiri selama 1700 tahun aa.com.tr

FAQ

Benarkah relik suci terkubur di bawah Çemberlitaş?

Tradisi Bizantium mengaitkan kolom ini dengan relik Kristen dan Palladium. Keberadaan benda-benda itu di bawahnya belum terbukti. Jawaban Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang diterbitkan pada 2008 menyatakan bahwa klaim di media tidak memiliki dasar penelitian ilmiah.

Di mana letak Kolom Konstantinus?

Kolom ini berdiri di distrik Fatih, Istanbul, di pertemuan Yeniçeriler Caddesi dan Divanyolu, di samping halte Çemberlitaş pada jalur trem T1.

Patung apa yang semula berdiri di atas Kolom Konstantinus?

Patung perunggu itu menggambarkan Konstantinus I dalam wujud Helios. Patung tersebut mengenakan mahkota dengan tujuh pancaran sinar, memegang tombak di tangan kanan, dan bola dunia di tangan kiri.

Apakah Kolom Konstantinus masih berada di lokasi aslinya?

Ya. Kajian akademis Pelin Yoncacı Arslan pada 2016 menyatakan bahwa kolom yang masih berdiri itu tetap berada di lokasi aslinya.

Image: The Burnt Column, Constantinople.jpg — Cornell University Library, CC BY 2.0

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait