Arkeologi dan Penemuan

Di Mana Makam Aleksander Agung? Jejak di Aleksandria

Lokasi makam Aleksander Agung di Aleksandria belum dapat dipastikan, meskipun catatan kuno menggambarkan makam itu dan para pengunjungnya. Perjalanan jenazahnya melintasi Mesir membantu menjelaskan pencarian tersebut, sementara Sarkofagus Aleksander di Istanbul memiliki kisah tersendiri.

Para sejarawan berbeda pendapat tentang topik ini: artikel ini membedakan fakta yang terdokumentasi dari penafsiran dan mencantumkan sumbernya. Kebijakan Sumber Kami →

9 menit baca13 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Di Mana Makam Aleksander Agung? Jejak di Aleksandria
Saint Sisoes facing the tomb of Alexander the Great (Byzantine museum).jpg

Di mana makam Aleksander Agung?

Lokasi makam Aleksander Agung belum dapat dipastikan hingga kini. Catatan kuno menempatkan jenazahnya di Aleksandria. Namun, belum ada bangunan arkeologis yang masih bertahan yang secara meyakinkan diidentifikasi sebagai tempat pemakamannya. Jika Anda mencari makam yang sudah terverifikasi untuk dikunjungi, pencarian sejauh ini belum menemukannya. [1]

Jejak sejarahnya bermula di tempat lain. Aleksander meninggal di Babilonia (Babil) pada Juni 323 SM. Jenazahnya kemudian tiba di Memfis, Mesir, lalu di Aleksandria. Perpindahan ini penting karena tempat peristirahatan yang dikaitkan dengan namanya bukanlah satu makam yang terus berada dalam keadaan yang sama. [2]

Bayangkan perbedaan antara mengetahui kawasan tempat tinggal lama seseorang dan mengetahui alamat rumahnya. Strabo memberi Anda petunjuk yang menyerupai nama kawasan: kawasan istana Aleksandria. Ia menempatkan makam itu di dalam kompleks berpagar bernama Soma, bersama makam para penguasa Dinasti Ptolemaios. Uraian tersebut belum menghasilkan alamat modern yang terkonfirmasi. [3]

Bagaimana jenazah Aleksander sampai ke Aleksandria?

Menurut catatan kuno, Ptolemaios I mencegat iring-iringan pemakaman Aleksander di Suriah (Suriye) sekitar 321 SM. Ia mengalihkan perjalanan jenazah itu ke Mesir. Catatan Pausanias dan entri Kronik Paros untuk 321–320 SM menyebut Memfis sebagai tempat pemakaman pertama Aleksander di Mesir. [4]

Jenazahnya dipindahkan dari Memfis ke Aleksandria pada akhir abad ke-4 atau awal abad ke-3 SM. Waktu pastinya masih diperdebatkan. Pemindahan itu mungkin berlangsung pada masa Ptolemaios I atau Ptolemaios II. Karena itu, menyatakannya dengan pasti terjadi pada masa salah satu penguasa tersebut melampaui hal yang disepakati dalam kajian sejarah. [2]

Penataan ulang pada masa berikutnya kembali mengubah tempat pemakamannya. Dalam masa pemerintahannya pada 222/221–205 SM, Ptolemaios IV Philopator mengumpulkan jasad Aleksander dan para penguasa dinasti terdahulu ke dalam satu mausoleum bersama di Aleksandria. Dengan demikian, monumen itu menampung sejumlah pemakaman kerajaan. [2]

Nama-nama yang terkait dengan monumen ini juga perlu diperhatikan. Soma berkaitan dengan kata Yunani untuk “tubuh”. Sema berkaitan dengan “penanda makam”. Kedua istilah tersebut merupakan bagian dari sejarah monumen pemakaman Aleksander, tetapi tidak satu pun menunjukkan lokasinya sekarang. [1]

Apa yang terjadi pada sarkofagus di Aleksandria?

Strabo melaporkan bahwa peti jenazah emas asli Aleksander sudah tidak ada di sana pada zamannya. Jenazahnya saat itu berada dalam peti kaca. Catatan ini membedakan wadah yang menampung jasadnya dari kompleks kerajaan yang lebih luas di sekelilingnya. [3]

Perbedaan itu penting ketika Anda menjumpai klaim tentang “sarkofagus Aleksander”. Dugaan mengenai peti jenazah harus dinilai terpisah dari dugaan mengenai lokasi makam. Uraian Strabo mencatat adanya wadah pengganti. Sementara itu, pencarian modern masih belum menghasilkan bangunan pemakaman yang dapat diidentifikasi secara meyakinkan. [1][3]

Catatan sejarah menyebut kunjungan Julius Caesar ke makam tersebut pada 48 SM. Kisah-kisah kuno juga menggambarkan Octavianus melihat jenazah Aleksander pada 30 SM. Ia dikabarkan meletakkan diadem emas di kepala Aleksander dan meninggalkan bunga di makamnya. [2][4]

Catatan tentang para kaisar berikutnya melanjutkan jejak ini. Septimius Severus dikabarkan memerintahkan penyegelan makam saat berkunjung ke Aleksandria pada 199 M. Catatan Yohanes dari Antiokhia menggambarkan Caracalla meninggalkan tunik, cincin, dan ikat pinggangnya di peti jenazah Aleksander pada 215 M. Laporan-laporan ini membahas akses ke sebuah pemakaman yang lokasi modernnya tetap tidak diketahui. [1]

Linimasa

  • 323 SM: Aleksander meninggal di Babilonia pada Juni.
  • Sekitar 321 SM: Ptolemaios I mengalihkan perjalanan jenazah ke Mesir. Memfis menjadi tempat pemakaman pertamanya di Mesir.
  • Akhir abad ke-4–awal abad ke-3 SM: Jenazah dipindahkan ke Aleksandria. Tanggal pastinya masih diperdebatkan.
  • 222/221–205 SM: Pada masa Ptolemaios IV, jasad Aleksander dan para penguasa dinasti terdahulu dikumpulkan ke dalam mausoleum bersama.
  • 48 SM: Catatan sejarah menyebut kunjungan Julius Caesar.
  • 30 SM: Octavianus dikabarkan melihat jenazah Aleksander.
  • 199 M: Septimius Severus dikabarkan memerintahkan penyegelan makam.
  • 215 M: Kunjungan Caracalla muncul dalam catatan sejarah.
  • Sekitar 400 M: Yohanes Krisostomus menyatakan bahwa lokasi pemakaman Aleksander tidak diketahui.
  • 1887: Osman Hamdi Bey menemukan Sarkofagus Aleksander di Sidon.
  • 1995: Delegasi Kementerian Kebudayaan Yunani mempersoalkan klaim penemuan di Siwa.
  • 2018: Sarkofagus hitam di Aleksandria dibuka. Pihak berwenang menolak dugaan kaitannya dengan Aleksander.
  • 2019: Pemberitaan menguraikan sisa-sisa kawasan istana di Taman Shallalat, tanpa mengidentifikasi makam Aleksander.

Mengapa lokasi makamnya terlupakan?

Sebuah kajian Archaeology yang terbit pada 2013 mengutip Yohanes Krisostomus sekitar 400 M. Ia menyatakan bahwa tempat pemakaman Aleksander tidak diketahui bahkan oleh bangsanya sendiri. Berdasarkan catatan itu, pengetahuan tentang lokasinya sudah hilang sejak zaman kuno. [5]

Perang, kerusuhan, gempa bumi, dan tsunami pernah diajukan sebagai penjelasan atas kerusakan atau kehancurannya. Tidak satu pun telah dibuktikan sebagai peristiwa yang secara pasti menghancurkan makam itu. Karena itu, kemungkinan penyebab perlu dibedakan dari riwayat nasib makam yang sudah terbukti. [5]

Ahli Mesir kuno Chris Naunton menjelaskan kesulitan lain: sebagian kawasan istana Aleksandria berada di bawah air. Karena itu, makam tersebut mungkin berada di bawah laut. Namun, teks-teks kuno juga memungkinkan lokasi yang tetap berada di daratan. Kedua kemungkinan itu belum memastikan tempat pemakaman tersebut sebenarnya berada. [6]

Apakah makam Aleksander Agung sudah ditemukan?

Belum ada penemuan yang secara meyakinkan mengidentifikasi makam tersebut. National Geographic melaporkan pada 28 Februari 2019 bahwa lebih dari 140 penggalian berizin resmi untuk mencarinya telah gagal. Angka itu menggambarkan pencarian sebagaimana dilaporkan pada 2019. Angka tersebut tidak menjadikan dugaan mana pun sebagai penemuan terkonfirmasi. [7]

Pada 1995, Liana Souvaltzi mengklaim telah menemukan makam Aleksander di Oasis Siwa. Delegasi Kementerian Kebudayaan Yunani mempersoalkan penafsiran tersebut. Delegasi itu mempertanyakan apakah bangunannya merupakan makam. Mereka juga melaporkan bahwa fragmen prasastinya tidak mendukung terjemahan yang diajukan. [1]

Klaim lain berpusat pada sarkofagus hitam yang dibuka di Aleksandria pada 19 Juli 2018. Beratnya sekitar 30 ton dan isinya berupa sisa kerangka tiga orang. Pejabat Kementerian Kepurbakalaan Mostafa Waziri menolak dugaan bahwa benda itu merupakan makam Aleksander. [8]

Menurut laporan 2019, penggalian Calliope Limneos-Papakosta di Taman Shallalat mencapai kedalaman sekitar 10,7 meter di bawah Aleksandria modern. Penggalian tersebut mengungkap sisa-sisa kawasan istana kuno. Temuan ini berkaitan dengan latar sejarah pencarian, tetapi tidak mengidentifikasi makamnya. [7]

Apa yang sebenarnya terlihat dalam foto makam Aleksander?

Karena belum ada makam yang diidentifikasi secara meyakinkan, saat ini sebuah foto tidak dapat menunjukkan penemuan modern yang terverifikasi atas pemakaman Aleksander. Jika Anda melihat gambar yang disertai klaim tersebut, bedakan objek yang dipotret dari identitas yang diajukan untuknya. Sarkofagus hitam 2018 merupakan salah satu contoh yang kaitannya dengan Aleksander telah ditolak secara tegas. [1][8]

Patung marmer dari penggalian Papakosta di Taman Shallalat memberi contoh lain. Sosok dari awal zaman Helenistik itu ditafsirkan sebagai penggambaran Aleksander. Laporan National Geographic pada 2019 menyebut patung tersebut dipamerkan di Museum Nasional Aleksandria. Benda itu adalah patung yang terkait dengan penggalian, bukan pemakaman yang telah teridentifikasi. [7]

Apakah Sarkofagus Aleksander di Istanbul merupakan makamnya?

Sarkofagus Aleksander di Museum Arkeologi Istanbul tidak diakui sebagai peti jenazah Aleksander sendiri. Osman Hamdi Bey menemukannya pada 1887 di Nekropolis Kerajaan Sidon (Sayda). Portal Kebudayaan Türkiye menyatakan bahwa sarkofagus itu mungkin milik Raja Abdalonymos dari Sidon. [9]

Bagi Anda yang bepergian di Turki, perbedaan ini sangat berguna. Benda di Istanbul memiliki riwayat penemuan yang terdokumentasi di Sidon. Sementara itu, pemakaman yang dicari di Aleksandria mengikuti riwayat tersendiri: perjalanan jenazah Aleksander melalui Memfis menuju kota di Mesir tersebut. Kesamaan nama tidak membuktikan kesamaan pemilik. [2][9]

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata

Sintesis Robert S. Bianchi atas catatan sejarah menunjukkan bahwa jasad Aleksander pernah menempati setidaknya tiga makam berbeda di Memfis dan Aleksandria. Ini merupakan rekonstruksinya atas urutan pemakaman tersebut. Rekonstruksi itu membantu menjelaskan mengapa upaya mengidentifikasi “makamnya” juga harus memperhatikan tahap pemakaman mana yang dimaksud. [2]

Sarkofagus lain yang terkadang dikaitkan dengan Aleksander dibuat untuk Nektanebo II sekitar 345 SM. Benda itu tercatat dengan nomor katalog EA10 di British Museum. Keterangan museum yang menyertainya menyatakan bahwa bukti yang ada tidak mendukung pengaitan peti jenazah tersebut dengan Aleksander. [10][11]

Sarkofagus Nektanebo juga pernah memiliki fungsi sehari-hari yang jauh dari pemakaman kerajaan. Benda itu digunakan sebagai penampung air di Masjid Attarin, Aleksandria. Dua belas lubang pembuangan dibuat di dekat dasarnya. Perubahan tersebut merupakan bagian dari riwayat benda itu pada masa berikutnya, bukan bukti bahwa sarkofagus tersebut pernah menampung jenazah Aleksander. [11]

Andrew Chugg berpendapat bahwa ada kaitan dengan Aleksander. Makalahnya pada 2020 mengajukan bahwa sebuah fragmen relief di Venesia (Venedik), yang menampilkan perisai bermotif bintang, cocok dengan selubung luar sarkofagus Nektanebo. Ia juga mengajukan teori bahwa jasad yang dianggap sebagai jasad Santo Markus mungkin merupakan jasad Aleksander. Makalah itu menyerukan pemeriksaan ilmiah independen. Usulan tersebut masih diperdebatkan. [12]

FAQ

Di mana makam Aleksander Agung di Aleksandria?

Strabo menempatkannya di kompleks Soma dalam kawasan istana. Lokasi persisnya saat ini tetap tidak diketahui. Belum ada bangunan arkeologis yang secara meyakinkan diidentifikasi sebagai makam tersebut. [1][3]

Apakah makam Aleksander Agung sudah ditemukan?

Belum ada penemuan terkonfirmasi. Penafsiran di Siwa dipersoalkan, dan pihak berwenang menolak dugaan kaitan dengan Aleksander untuk sarkofagus hitam yang dibuka di Aleksandria pada 2018. [1][8]

Apakah Sarkofagus Aleksander di Istanbul adalah peti jenazahnya?

Sarkofagus itu tidak diakui sebagai peti jenazahnya. Ditemukan di Sidon pada 1887, benda tersebut justru mungkin milik Raja Abdalonymos, menurut Portal Kebudayaan Türkiye. [9]

Di mana makam ayah Aleksander Agung?

Makam Kerajaan II di Aigai/Vergina, Yunani (Yunanistan), diidentifikasi sebagai makam Filipus II. Tim Manolis Andronikos menemukannya pada 1977. Makam ini terpisah dari pemakaman yang sedang dicari di Aleksandria. [13]

Sumber

  1. Wikipedia — Makam Aleksander Agung en.wikipedia.org
  2. Archaeology — Makam Aleksander yang Sulit Ditemukan archive.archaeology.org
  3. Universitas Chicago, LacusCurtius — Strabo, Geografi 17.1.8 penelope.uchicago.edu
  4. Vikipedi — Makam Aleksander tr.wikipedia.org
  5. Archaeology — Aleksander Agung, Raja Makedonia archaeology.org
  6. Live Science — Di mana makam Aleksander Agung? livescience.com
  7. National Geographic — Petunjuk baru tentang makam Aleksander Agung yang hilang ditemukan di Mesir nationalgeographic.com
  8. Xinhua — Arkeolog Mesir mengungkap isi sarkofagus misterius di Aleksandria xinhuanet.com
  9. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Türkiye — 11 Sarkofagus yang Wajib Dilihat kulturportali.gov.tr
  10. British Museum — Sarkofagus, EA10 britishmuseum.org
  11. British Museum, Google Arts & Culture — Sarkofagus Nektanebo II artsandculture.google.com
  12. Andrew Michael Chugg — Apakah Aleksander Agung Awalnya Dimakamkan dalam Sarkofagus Nektanebo II yang Diambil Alih? researchgate.net
  13. Kementerian Kebudayaan Yunani — Aigai culturalegnatia.culture.gov.gr

FAQ

Di mana makam Aleksander Agung?

Lokasinya saat ini tidak diketahui. Strabo menempatkannya di dalam kompleks Soma di kawasan istana Aleksandria, tetapi belum ada bangunan arkeologis yang secara meyakinkan diidentifikasi sebagai makamnya.

Apakah makam Aleksander Agung sudah ditemukan?

Belum ada penemuan terkonfirmasi yang memastikan lokasinya. Klaim di Siwa dipersoalkan, dan pihak berwenang Mesir menolak kaitan dengan Aleksander untuk sarkofagus hitam yang dibuka di Aleksandria pada 2018.

Apakah Sarkofagus Aleksander di Istanbul adalah peti jenazahnya?

Sarkofagus itu tidak diakui sebagai peti jenazah Aleksander sendiri. Osman Hamdi Bey menemukannya di Nekropolis Kerajaan Sidon pada 1887. Portal Kebudayaan Türkiye menyebut Raja Abdalonymos sebagai kemungkinan pemiliknya.

Di mana makam ayah Aleksander Agung?

Makam Kerajaan II di Aigai/Vergina, Yunani, diidentifikasi sebagai makam Filipus II. Tim Manolis Andronikos menemukannya pada 1977.

Image: Saint Sisoes facing the tomb of Alexander the Great (Byzantine museum).jpg — Anonymous icon painter, Public domain

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait