Basilika Santo Petrus (Aziz Petrus Bazilikası) berdiri di Negara Kota Vatikan yang merdeka, di tengah kawasan perkotaan Roma. Paus Yulius II memulai pembangunan gedung yang sekarang pada 1506. Para arsitek yang bekerja secara bergantian, termasuk Bramante, Michelangelo, dan Maderno, membentuk bangunannya sebelum ditahbiskan pada 1626. Pembangunan memakan waktu 120 tahun karena kepemimpinan dan rancangan berubah sepanjang masa 20 paus. Bagian yang sudah dibangun terkadang dibongkar, sementara peristiwa seperti penjarahan Roma menghambat pekerjaan.
Kubah selesai lebih dahulu daripada fasad. Baldakin karya Bernini baru selesai setelah basilika ditahbiskan. Jika Anda mengikuti tahapan ini satu per satu, sejarah pembangunannya yang panjang lebih mudah dipahami. Di bawah bangunan itu ada persoalan lain: hubungan antara tradisi pemakaman Petrus dengan kompleks pemakaman, monumen, dan tulang-tulang yang identitasnya masih diperdebatkan.
Di mana letak Basilika Santo Petrus?
Basilika ini berada di Vatikan, negara merdeka yang terletak di tengah kawasan perkotaan Roma. Koordinatnya sekitar 41.90222° lintang utara dan 12.45333° bujur timur. Saat Anda mencarinya di peta, bedakan kota yang mengelilinginya dengan negara tempat gereja ini berdiri.
Bangunan sekarang menempati lokasi basilika terdahulu yang diperintahkan pembangunannya oleh Kaisar Konstantinus pada abad keempat. Tradisi Kristen mengaitkan lokasi ini dengan pemakaman Petrus setelah ia disalibkan. Hubungan itu menjelaskan pentingnya tempat ini. Namun, bukti arkeologinya perlu dibahas tersendiri.
Mengapa basilika Konstantinus diganti?
Menjelang akhir abad kelima belas, basilika lama terbengkalai dan membutuhkan perbaikan. Kondisinya memburuk akibat pengabaian selama masa Kepausan Avignon. Pada 1506, Yulius II memulai penggantiannya untuk menciptakan tempat ibadah yang lebih besar dan megah.
Proyek ini memadukan kebutuhan praktis dengan ambisi arsitektur. Bangunan Konstantinus membutuhkan penanganan, tetapi Yulius memilih menggantinya dengan gereja yang lebih besar. Keputusan itu membuka proses pembangunan yang berlangsung dari 1506 hingga 1626.
Pada 18 April 1506, Yulius meletakkan batu pertama di titik barat daya yang kini ditempati pilar Santa Veronika. Dengan demikian, proyek ini memiliki lokasi awal yang tepat di dalam bangunan sekarang, sekaligus tanggal dimulainya.
Apa peran Bramante, Michelangelo, dan Maderno dalam pembangunan antara 1506 dan 1626?
Donato Bramante membuat rancangan awal yang dipilih. Ia mengusulkan denah salib Yunani, dengan lengan-lengan sama panjang dan kubah pusat yang ditopang empat pilar raksasa. Kubah beserta penyangganya menjadi pusat penataan rancangan tersebut.
Yulius II meninggal pada 1513, disusul Bramante pada 1514. Tanggung jawab kemudian beralih kepada Giuliano da Sangallo, Fra Giocondo, dan Rafael. Pekerjaan melambat tajam setelah wafatnya paus yang memulai proyek dan arsitek yang rancangannya dipilih.
Michelangelo menjadi arsitek utama pada 1 Januari 1547, pada masa kepausan Paulus III. Usianya sudah lebih dari tujuh puluh tahun. Ia harus menata ulang proyek yang telah berpindah tangan beberapa kali sejak penunjukan Bramante.
Michelangelo menyederhanakan rancangan Antonio da Sangallo. Ia juga memerintahkan pembongkaran bagian jalur sirkulasi luar yang sudah dibangun. Jadi, perubahan rancangan bisa mengharuskan bagian yang sudah ada dibongkar sebelum pembangunan berlanjut.
Carlo Maderno kemudian memperpanjang denah terpusat Michelangelo ke arah timur melalui penataan ruang utama gereja dan pintu masuk. Perubahan ini menghasilkan bentuk salib Latin. Jika rancangan pilihan Bramante memiliki lengan-lengan sama panjang, perluasan Maderno menciptakan jalur yang lebih panjang menuju ruang pusat.
Menurut sejarah resmi basilika, Maderno juga membangun fasad monumental yang sekarang antara 1608 dan 1612. Saat Anda menelusuri siapa yang membangun Santo Petrus, pembagian peran ini penting. Rancangan awal, perubahannya, penyelesaian kubah, dan pintu masuk berasal dari tahapan yang berbeda.
Mengapa pembangunannya memakan waktu 120 tahun?
Pembangunan berlangsung melewati masa kepemimpinan 20 paus antara 1506 dan 1626. Berbagai rancangan arsitektur digunakan selama periode itu. Denah berlengan sama panjang karya Bramante, penyederhanaan Michelangelo, dan perluasan Maderno menunjukkan betapa besar perubahan proyek ini.
Gejolak politik juga memengaruhi pekerjaan. Pembangunan sudah hampir terhenti pada masa kepausan Adrianus VI dan Klemens VII. Penjarahan Roma pada 1527 menimbulkan kekacauan besar di kota itu dan semakin mengganggu kemajuan pembangunan basilika.
Pendanaan menjadi bagian lain dari proyek ini. Salah satu caranya adalah pemberian indulgensi sebagai imbalan atas sumbangan untuk pembangunan. Bersama cara pendanaan tersebut, pergantian kepemimpinan, perubahan rancangan, dan pembongkaran yang terdokumentasi membantu menjelaskan panjangnya keseluruhan masa pengerjaan.
Rentang 120 tahun tidak berarti setiap bagian membutuhkan waktu yang sama lamanya. Tahap akhir pembangunan kubah hanya memakan waktu 22 bulan. Keseluruhan proyek mencakup masa terhenti dan revisi, sekaligus periode pembangunan yang intensif.
Kapan kubah, fasad, dan baldakin Bernini dibuat?
Michelangelo merancang kubah dan membawa pembangunannya hingga tingkat tambur, yaitu bagian penopang di bawah kubah. Setelah ia meninggal, Giacomo della Porta dan Domenico Fontana menyelesaikan kubah antara 1588 dan 1590. Penyelesaiannya bergantung pada rancangan Michelangelo sekaligus pekerjaan mereka setelahnya.
Kubah terdiri atas dua lapisan dengan ruang di antaranya. Dalam proses penyelesaian, profilnya menjadi lebih runcing dan ramping daripada rancangan awal. Pada 18 November 1593, bola dan salib perunggu berlapis emas buatan Sebastiano Torrigiani dipasang di atas lentera kubah.
Fasad karya Maderno menyusul pada 1608–1612. Urbanus VIII menahbiskan basilika baru pada 18 November 1626. Tanggal-tanggal ini membedakan penyelesaian unsur-unsur arsitektur utama dengan upacara pentahbisan gereja.
Bernini merancang baldakin, atau kanopi di atas altar utama, untuk Urbanus VIII pada 1624. Vatican News menyebut tahun penyelesaiannya sebagai 1633. Dengan demikian, pengerjaan kanopi ini dimulai sebelum pentahbisan dan berlanjut sesudahnya.
Garis waktu
- Abad kedua: Pembangunan monumen yang dikenal sebagai Trofi Gaius, yang ditafsirkan sebagai penanda makam Petrus.
- Abad keempat: Konstantinus memerintahkan pembangunan Basilika Santo Petrus pertama.
- 18 April 1506: Yulius II meletakkan batu pertama basilika baru.
- 1513–1514: Yulius II dan Bramante meninggal; pembangunan melambat.
- 1527: Penjarahan Roma mengganggu proses pembangunan.
- 1 Januari 1547: Michelangelo menjadi arsitek utama.
- 1588–1590: Giacomo della Porta dan Domenico Fontana menyelesaikan kubah.
- 18 November 1593: Bola dan salib perunggu dipasang di atas lentera kubah.
- 1608–1612: Maderno membangun fasad.
- 1624: Bernini merancang baldakin.
- 18 November 1626: Urbanus VIII menahbiskan basilika.
- 1633: Baldakin selesai, menurut Vatican News.
- 1963: Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tulang-tulang yang diteliti Guarducci berasal dari seorang laki-laki berusia 60–70 tahun.
- 1968: Paulus VI mengumumkan penemuan tulang-tulang yang dikaitkan dengan Petrus.
- 8 Oktober 2024: AP melaporkan temuan bersejarah dari pemugaran baldakin.
Bagaimana membedakan tradisi makam Petrus dari bukti arkeologi?
Menurut tradisi Kristen, Konstantinus membangun basilikanya di atas tempat pemakaman Petrus. Penggalian mendokumentasikan nekropolis Vatikan pada kedalaman antara 3 dan 11 meter di bawah lantai ruang utama gereja. Penggalian itu mengungkap struktur makam dari bata yang berasal dari abad kedua.
Tepat di bawah sumbu vertikal altar utama terdapat struktur dengan dua relung yang berdampingan dengan dinding berplester merah. Para peneliti mengidentifikasinya sebagai Trofi Gaius. Monumen abad kedua ini ditafsirkan sebagai penanda makam Petrus.
Identifikasi tulang menambahkan klaim yang masih diperdebatkan. Margherita Guarducci mengidentifikasi tulang-tulang itu sebagai milik Petrus. Pemeriksaan pada 1963 menyatakan bahwa tulang tersebut berasal dari seorang laki-laki berusia 60–70 tahun. Pada 1968, Paulus VI mengumumkan bahwa tulang-tulang itu telah ditemukan.
National Geographic History menyebut identifikasi Guarducci dan penafsirannya atas grafiti sebagai hal yang diperdebatkan. Bukti tentang tempat penghormatan kuno kepada Petrus tidak memastikan identitas pribadi pemilik tulang-tulang tertentu. Anda dapat mengakui keberadaan kompleks pemakaman yang terdokumentasi sambil tetap membiarkan persoalan identifikasi itu terbuka.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan
Untuk upacara peletakan batu pertama pada 1506, Yulius II menuruni tangga ke dalam lubang sedalam 7.45 meter. Di samping batu itu, ia meletakkan wadah terakota berisi dua belas medali peringatan buatan Caradosso. Upacara tersebut meninggalkan benda-benda di bawah bangunan sekaligus sebuah tanggal dalam sejarahnya.
Sejarah resmi kubah mencatat bahwa 800 pekerja menyelesaikan pendiriannya dalam 22 bulan selama 1588–1590. Baldakin Bernini menyimpan detail lain: lebah-lebahnya merupakan lambang heraldik keluarga Barberini, keluarga asal pelindung proyek itu, Urbanus VIII.
Laporan AP bertanggal 8 Oktober 2024 menguraikan penemuan sisa roti lapis dan kacang-kacangan selama pemugaran baldakin. Benda-benda itu diperkirakan mungkin berusia lebih dari 200 tahun. Kaitannya dengan keseharian terasa akrab: makanan yang tertinggal saat orang bekerja berubah menjadi temuan sejarah.
Para pemugar juga menemukan sol sepatu anak. Insinyur Alberto Capitanucci menghubungkannya dengan praktik menurunkan anak-anak menggunakan tali untuk membersihkan bagian yang sulit dijangkau. Penjelasan itu merupakan penafsiran atas temuan tersebut.
Mengapa Basilika Santo Petrus bukan katedral Roma?
Katedral paus dalam kedudukannya sebagai uskup Roma adalah San Giovanni in Laterano. Karena itu, Basilika Santo Petrus tidak memiliki fungsi tersebut. Sejarah pembangunannya yang panjang dan kaitannya dengan pemakaman Petrus tidak mengubah gereja mana yang menjadi katedral Roma.
FAQ
Di mana tepatnya Basilika Santo Petrus berada?
Basilika ini berada di Vatikan, di tengah kawasan perkotaan Roma, pada koordinat sekitar 41.90222° lintang utara dan 12.45333° bujur timur.
Apakah Michelangelo menyelesaikan kubahnya?
Michelangelo merancang kubah dan membawa pembangunannya hingga tingkat tambur. Giacomo della Porta dan Domenico Fontana menyelesaikannya pada 1588–1590.
Apakah baldakin Bernini selesai pada 1626?
Vatican News menyebut tahun penyelesaiannya sebagai 1633. Basilikanya sendiri ditahbiskan pada 18 November 1626.
Apakah tulang-tulang itu sudah pasti milik Petrus?
Identifikasinya masih diperdebatkan. Kompleks pemakaman dan monumen memberikan bukti yang berbeda dari klaim bahwa tulang-tulang tertentu merupakan milik Petrus.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — Basilika Santo Petrus tr.wikipedia.org
- Situs resmi Basilika Santo Petrus — Tanggal pembangunan basilicasanpietro.va
- Wikipedia bahasa Inggris — Basilika Santo Petrus en.wikipedia.org
- Situs resmi Yubileum 2025 — Santo Petrus iubilaeum2025.va
- Pietro Zander, Basilika Santo Petrus — Basilika basilicasanpietro.va
- Metropolitan Museum of Art — Pembangunan Vatikan resources.metmuseum.org
- Pietro Zander, Basilika Santo Petrus — Kubah basilicasanpietro.va
- Universitas Notre Dame — Basilika Santo Petrus marble.nd.edu
- Kantor Pers Vatikan — Presentasi pemugaran, 11 Januari 2024 press.vatican.va
- Vatican News — Baldakin dan Altar Takhta vaticannews.va
- Pietro Zander, Basilika Santo Petrus — Nekropolis basilicasanpietro.va
- National Geographic History — Basilika Santo Petrus menyimpan makamnya… benarkah? nationalgeographic.com
- Associated Press — Para pemugar menyelesaikan pengerjaan kanopi apnews.com
Image: Basilica di San Pietro in Vaticano September 2015-1a.jpg — Alvesgaspar, CC BY-SA 4.0






