Sejarah Dunia

Amuk Spanyol: Mengapa Antwerpen Dijarah pada 1576?

Amuk Spanyol adalah serangkaian penjarahan selama Pemberontakan Belanda, yang paling dikenal lewat kehancuran Antwerpen pada 4–7 November 1576. Tentara yang tidak digaji, kekosongan pemerintahan, dan pasukan yang saling berhadapan di dalam kota bersama-sama memicu serangan itu, sementara penyebab dan jumlah korban tewasnya masih diperdebatkan.

8 menit baca7 sumberDiterbitkan: 6 November 2026Terakhir diperiksa: 6 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Amuk Spanyol: Mengapa Antwerpen Dijarah pada 1576?
Jan Portant – The Spanish Fury rages on the Market Place.jpg

Amuk Spanyol (İspanyol Öfkesi) adalah serangkaian penjarahan kota yang terutama dilakukan oleh pasukan Habsburg Spanyol selama Pemberontakan Belanda antara 1572 dan 1579. Peristiwa yang paling dikenal adalah penjarahan Antwerpen (Anvers) pada 4–7 November 1576. Saat itu, tentara yang tidak digaji menyerang di tengah kekosongan pemerintahan dan bentrokan militer antara kota dan bentengnya.

Mengapa tentara yang menuntut gaji justru mengarahkan senjata ke Antwerpen? Jika Anda mengikuti peristiwa sejak kematian gubernur jenderal hingga berkumpulnya pasukan di dalam benteng, serangan ini ternyata lebih dari sekadar kisah tentara yang tidak dibayar. Penyebabnya melibatkan kewenangan yang terpecah, pasukan yang saling berhadapan, dan krisis keuangan yang peran pastinya masih diperdebatkan.

Apa yang dimaksud dengan Amuk Spanyol?

Sebutan Amuk Spanyol mencakup beberapa penjarahan selama Pemberontakan Belanda. Istilah ini tidak hanya merujuk pada Antwerpen. Namun, kekerasan di kota itu pada November 1576 menjadi contoh yang paling terkenal. Serangan tersebut terjadi selama Perang Delapan Puluh Tahun, di wilayah Belanda Spanyol, dalam batas wilayah Belgia saat ini.

Antwerpen merupakan pusat perdagangan besar. Pada abad keenam belas, kota ini telah menjadi pusat utama perdagangan Eropa barat laut. Antwerpen menghubungkan barang-barang dari seberang laut yang datang melalui Spanyol dan Portugal dengan jalur perdagangan Jerman dan Italia. Jadi, kota yang diserang para tentara itu merupakan titik pertemuan perdagangan antarkawasan.

Mengapa Antwerpen dijarah pada 1576?

Gaji yang belum dibayar menjadi salah satu keluhan utama para tentara. Tentara yang bertugas dalam Angkatan Darat Flandria belum menerima tunggakan gaji dari pemerintahan Felipe II. Sebelum serangan terhadap Antwerpen, tentara Spanyol yang tidak digaji selama bertahun-tahun menduduki Aalst pada 25 Juli 1576.

Anda bisa memahami keluhan ini melalui pengalaman sehari-hari: menunggu gaji, tetapi uangnya tidak kunjung masuk. Dalam kasus ini, para pekerja yang tidak dibayar adalah tentara bersenjata. Pendudukan Aalst menunjukkan bahwa sengketa gaji sudah menjadi persoalan militer dan politik sebelum November.

Kewenangan pemerintah juga melemah. Gubernur Jenderal Luis de Requesens meninggal secara mendadak pada 5 Maret 1576. Kematiannya menciptakan kekosongan kekuasaan di Negeri-Negeri Rendah. Dengan demikian, krisis gaji berlangsung ketika pemerintahan tidak memiliki kewenangan yang sebelumnya dipegang gubernur jenderal.

Keadaan makin memanas pada 22 September. Keputusan yang menyatakan tentara pemberontak berada di luar perlindungan hukum diperluas hingga mencakup seluruh tentara Spanyol di Negeri-Negeri Rendah. Cakupannya kini melampaui kelompok yang mula-mula memberontak. Perluasan ini penting ketika Anda menelaah siapa saja yang kemudian ikut menjarah Antwerpen.

Apakah kebangkrutan Spanyol menyebabkan serangan itu?

Penjelasan yang umum mengaitkan tunggakan gaji dengan kebangkrutan Kerajaan Spanyol. Menurut penjelasan ini, para bankir menghentikan pengiriman uang sehingga pembayaran kepada pasukan terganggu. Penjelasan tersebut membentuk hubungan sebab-akibat langsung: masalah keuangan kerajaan memicu pemberontakan tentara, lalu berujung pada penjarahan Antwerpen.

Mauricio Drelichman dan Hans-Joachim Voth mempertanyakan hubungan tersebut. Mereka berpendapat bahwa kebangkrutan pada 1575 tidak menghentikan pengiriman uang. Mereka juga menyatakan bahwa dana yang cukup untuk menyelesaikan pemberontakan sudah tersedia sejak Agustus 1576. Penafsiran mereka mempertanyakan apakah kekurangan dana semata dapat menjelaskan berlarutnya krisis.

Ada perbedaan antara fakta bahwa gaji tentara belum dibayar dan penjelasan mengapa gaji itu tetap belum dibayar. Keluhan para tentara memang nyata. Mekanisme keuangan di baliknya masih diperdebatkan. Kewenangan militer yang terpecah di Antwerpen dan kekosongan jabatan setelah kematian Requesens juga harus tetap diperhitungkan.

Bagaimana kota dan bentengnya menjadi dua kubu yang berhadapan?

Pemerintahan sipil Antwerpen dipimpin oleh Frédéric Perrenot, Lord Champagney. Bentengnya berada di bawah komando Sancho Dávila. Pada 3 November 1576, Champagney telah mengizinkan pasukan Dewan Negara-Negara Umum masuk ke kota. Dávila telah mengumpulkan pasukan yang setia kepadanya di dalam benteng.

Dávila juga menghubungi kesatuan Spanyol yang memberontak di Aalst, Lier, Breda, dan Maastricht. Ia mengatur agar mereka berkumpul di Antwerpen. Dengan demikian, konfrontasi ini mempertemukan tentara dari beberapa tempat dengan pasukan yang sudah terkonsentrasi di dalam kota dan benteng.

Sekitar 10,000 warga sipil membantu membangun pertahanan sementara untuk menghadapi kemungkinan serangan dari benteng. Rincian ini menunjukkan dari mana ancaman diperkirakan datang. Para pembela kota bersiap menahan pasukan yang datang dari benteng di sisi mereka.

Apa yang terjadi selama penjarahan Antwerpen?

Pasukan Spanyol menyerang pada pukul 11:00 tanggal 4 November 1576. Mereka menerobos pertahanan sementara. Rijksmuseum menetapkan rentang Amuk Spanyol di Antwerpen pada 4–7 November, yang mencakup serangan dan kekerasan selama hari-hari berikutnya.

Count Eberstein, komandan pasukan Jerman di kota itu, tenggelam di Sungai Scheldt ketika berusaha melarikan diri. Ratusan rumah terbakar selama penjarahan. Balai kota Antwerpen yang baru juga terbakar. Kehancuran melanda rumah warga sekaligus salah satu bangunan utama pemerintahan kota.

Sejarawan Raymond Fagel berpendapat bahwa peristiwa ini harus dipahami lebih dari sekadar pemberontakan tentara yang lepas kendali. Menurut penafsirannya, dua pasukan bertempur di dalam Antwerpen, lalu penjarahan menyusul bentrokan mereka. Tentara yang tidak memberontak juga ikut menjarah.

Penafsiran itu mengubah cara Anda memahami serangan ini. Tentara dari Aalst yang tidak digaji tetap menjadi bagian dari penjelasannya. Namun, kisahnya juga mencakup pasukan yang diizinkan masuk oleh Champagney, pasukan yang dihimpun Dávila, dan keterlibatan tentara yang tidak memberontak.

Berapa orang yang tewas?

Jumlah korban tewas masih diperdebatkan. Deskripsi koleksi MAS membandingkan perkiraan 8,000 korban tewas dalam catatan sezaman dengan perkiraan sejarawan modern sebesar 2,000–2,500. Angka-angka ini tidak boleh diperlakukan sebagai hitungan yang bisa saling menggantikan atau memiliki tingkat kepastian yang sama.

Perbedaan pendapat itu menyangkut skala pembunuhan. Di samping perkiraan tersebut, kehancuran ratusan rumah dan terbakarnya balai kota menunjukkan luasnya kerusakan di Antwerpen. Karena itu, angka pasti jumlah korban tewas harus disajikan sebagai perkiraan, disertai keterangan tentang sumbernya.

Kronologi

  • 5 Maret 1576: Gubernur Jenderal Luis de Requesens meninggal secara mendadak dan meninggalkan kekosongan kekuasaan.
  • 25 Juli 1576: Tentara Spanyol yang tidak digaji menduduki Aalst.
  • 22 September 1576: Pernyataan bahwa tentara pemberontak berada di luar perlindungan hukum diperluas hingga mencakup seluruh tentara Spanyol di Negeri-Negeri Rendah.
  • 3 November 1576: Pasukan Champagney di Antwerpen berhadapan dengan pasukan yang dihimpun Dávila di dalam benteng.
  • 4–7 November 1576: Serangan disusul penjarahan, pembunuhan, dan kebakaran.
  • 8 November 1576: Kesepakatan Perdamaian Gent ditandatangani.
  • 1577: Komite revolusioner serikat perajin Antwerpen mengusir tentara bayaran Jerman yang telah menggantikan tentara Spanyol.
  • 17 Agustus 1585: Antwerpen menyerah kepada Alexander Farnese setelah pengepungan terpisah selama empat belas bulan.

Apa yang berubah setelah Amuk Spanyol?

Penjarahan itu memperkeras sikap penduduk Negeri-Negeri Rendah terhadap kekuasaan Habsburg Spanyol, termasuk di kalangan sebagian umat Katolik. Penentangan terhadap para tentara pun melampaui perpecahan agama yang sudah ada. Kekerasan tersebut membantu memperkuat dukungan untuk mengusir pasukan Spanyol.

Kesepakatan Perdamaian Gent ditandatangani pada 8 November 1576, empat hari setelah serangan dimulai. Kesepakatan itu menyatukan provinsi-provinsi pemberontak dan provinsi-provinsi yang setia kepada raja dalam tujuan mengusir tentara Spanyol. Penjarahan Antwerpen memperkuat tujuan bersama tersebut.

Perubahan militer berlanjut di dalam Antwerpen. Tentara bayaran Jerman menggantikan tentara Spanyol setelah Amuk Spanyol. Pada 1577, komite revolusioner dari serikat perajin kota mengusir pasukan Jerman itu. Jadi, kepergian tentara Spanyol belum mengakhiri perselisihan tentang keberadaan pasukan bersenjata di kota.

Rincian yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata

Pada 3 November 1576, pedagang Jan van der Meulen menulis surat terakhirnya kepada saudaranya di Köln. Surat itu tiba pada 7 November. Sebuah catatan yang ditambahkan pada surat tersebut menyebutkan bahwa Amuk Spanyol telah terjadi pada 4 November. Surat ini menghubungkan korespondensi seorang pedagang dengan kronologi serangan.

Di tengah perubahan politik setelah penjarahan, sisi benteng Antwerpen yang menghadap kota dirobohkan. Patung Alba di halaman benteng juga dirusak. Tindakan tersebut mengubah benteng yang sebelumnya menjadi sumber ancaman serangan terhadap kota.

Sebuah lukisan anonim di MAS, bertanggal 1576–1585, menggambarkan Amuk Spanyol di Grote Markt. Sudut pandangnya menghadap dari arah Koepoortstraat. Jika Anda mengamati lukisan itu, keterangan sudut pandang tersebut membantu Anda menentukan orientasi penggambaran alun-alunnya.

Karya anonim lainnya, sebuah seni grafis cukil di Rijksmuseum bertanggal 1618–1624, memuat puisi di bawah adegan. Enam belas barisnya disusun dalam dua kolom. Karya ini menyimpan penggambaran visual penjarahan sekaligus tanggapan tertulis terhadapnya.

Drelichman dan Voth menghitung biaya penyelesaian akhir pemberontakan tentara pada 1576 sebesar 633,000 escudos. Mereka juga menyatakan bahwa pemberontakan itu bukan yang terbesar maupun yang terlama dalam angkatan darat tersebut. Karena itu, terkenalnya peristiwa Antwerpen harus dibedakan dari besarnya atau lamanya sengketa gaji para tentara secara relatif.

FAQ

Apakah Amuk Spanyol merupakan satu peristiwa saja?

Tidak. Istilah ini mencakup penjarahan yang terutama dilakukan oleh pasukan Habsburg Spanyol antara 1572 dan 1579 selama Pemberontakan Belanda. Antwerpen pada November 1576 merupakan contoh yang paling dikenal.

Mengapa para tentara marah?

Gaji yang belum dibayar menjadi keluhan utama. Tentara Spanyol sudah menduduki Aalst pada 25 Juli 1576 setelah tidak digaji selama bertahun-tahun. Lemahnya pemerintahan dan konfrontasi militer di Antwerpen turut membentuk krisis tersebut.

Berapa lama penjarahan berlangsung?

Rijksmuseum menetapkan rentang Amuk Spanyol di Antwerpen pada 4–7 November 1576. Pasukan memulai serangan pada pukul 11:00 tanggal 4 November dan menerobos pertahanan sementara kota.

Apakah penyerahan Antwerpen pada 1585 merupakan bagian dari serangan yang sama?

Tidak. Antwerpen menyerah kepada Alexander Farnese pada 17 Agustus 1585 setelah pengepungan selama empat belas bulan. Penyerahan itu merupakan peristiwa terpisah dari penjarahan pada November 1576.

Sumber

  1. Wikipedia — Amuk Spanyol en.wikipedia.org
  2. Wikipedia — Penjarahan Antwerpen en.wikipedia.org
  3. Rijksmuseum — Amuk Spanyol di Antwerpen, 1576 rijksmuseum.nl
  4. Canon van Vlaanderen — Amuk Ikonoklasme canonvanvlaanderen.be
  5. Raymond Fagel — Asal-Usul Amuk Spanyol di Antwerpen emlc-journal.org
  6. MAS — Amuk Spanyol, AV.1980.014 search.mas.be
  7. Mauricio Drelichman dan Hans-Joachim Voth — Memberi Pinjaman kepada Peminjam dari Neraka, Lampiran II crei.cat

FAQ

Apa itu Amuk Spanyol?

Amuk Spanyol adalah sebutan untuk penjarahan yang terutama dilakukan oleh pasukan Habsburg Spanyol selama Pemberontakan Belanda antara 1572 dan 1579. Penjarahan Antwerpen pada November 1576 merupakan contoh yang paling dikenal.

Mengapa Antwerpen dijarah pada 1576?

Gaji yang belum dibayar menjadi keluhan utama para tentara. Kematian gubernur jenderal juga meninggalkan kekosongan pemerintahan, sementara pasukan yang saling bermusuhan berkumpul di kota dan bentengnya.

Berapa orang tewas dalam penjarahan Antwerpen?

Jumlahnya masih diperdebatkan. MAS membandingkan perkiraan 8,000 korban tewas dalam catatan sezaman dengan perkiraan sejarawan modern sebesar 2,000–2,500.

Apakah penjarahan pada 1576 sama dengan penyerahan Antwerpen pada 1585?

Tidak. Penjarahan berlangsung pada 4–7 November 1576. Antwerpen menyerah kepada Alexander Farnese pada 17 Agustus 1585 setelah pengepungan terpisah yang berlangsung empat belas bulan.

Image: Jan Portant – The Spanish Fury rages on the Market Place.jpg — unknown, Public domain

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait