Virgil (Vergilius dalam bahasa Turki) adalah penyair Romawi yang menurut penanggalan tradisional hidup pada 70–19 SM. Ia menulis Eclogues, Georgics, dan Aeneid. Aeneid menghubungkan asal-usul Roma dengan pelarian Aeneas dari Troya (Truva dalam bahasa Turki). Epos ini juga mengaitkan masa depan Roma dengan Augustus, sekaligus memperlihatkan dampak perang, kehilangan, dan amarah.
Bagaimana seorang penyintas Troya menjadi pembawa masa depan Roma? Jika Anda tertarik pada Aeneid karena kisah Troya, ikuti tiga hubungan ini: perjalanan Aeneas ke Italia, kedudukan keturunannya dalam tradisi asal-usul Roma, dan gambaran Augustus dalam puisi tersebut. Pembunuhan pada akhir cerita kemudian menguji gagasannya tentang kewajiban dan belas kasihan.
Bagaimana masa hidup Virgil berkaitan dengan perang saudara Romawi?
Menurut tradisi, Publius Vergilius Maro lahir pada 15 Oktober 70 SM di Andes, dekat Mantua di Italia utara. Usianya dua puluhan ketika perang saudara antara pendukung Caesar dan Pompeius berlangsung pada 49–45 SM. Pembunuhan Caesar pada 44 SM memicu konflik lanjutan semasa hidup sang penyair.
Latar sejarah kariernya mencakup pertempuran di Philippi pada 42 SM, penyitaan tanah di Italia pada 41 SM, dan pertempuran di Actium pada 31 SM. Peristiwa-peristiwa ini membantu menjelaskan mengapa pengusiran, kehidupan pedesaan, dan peperangan saling berkaitan dalam puisinya. Pedesaan dalam Eclogues ikut terdampak perebutan kekuasaan.
Virgil juga menyaksikan terbentuknya kekuasaan Augustus. Octavianus menerima gelar Augustus pada 27 SM, ketika Aeneid sedang ditulis. Menurut penanggalan tradisional, Virgil meninggal pada 21 September 19 SM di Brundisium, yang kini bernama Brindisi.
Dalam situasi sejarah seperti apa Eclogues, Georgics, dan Aeneid ditulis?
Eclogues, yang juga disebut Bucolica, ditulis sekitar 42–38 SM, pada masa perang saudara Triumvirat Kedua. Kumpulan ini berisi sepuluh puisi dengan metrum heksameter daktilik. Puisi pastoralnya mengikuti model penyair Yunani Theocritus. Namun, latar pedesaannya juga menampung pergolakan Italia pada masa itu.
Puisi pertama dan kesembilan dalam Eclogues membahas penyitaan tanah serta dampaknya bagi penduduk pedesaan Italia. Anda dapat menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari: kehilangan akses ke tanah yang menjadi sumber nafkah mengubah pekerjaan sekaligus kehidupan di rumah. Puisi pastoral Virgil membawa ketidakpastian penghidupan itu ke dunia pedesaannya.
Georgics menyusul sekitar 37–29 SM. Penulisannya berlangsung sejak pergulatan Octavianus melawan Antonius hingga masa setelah Actium. Empat bukunya membahas tanaman ladang, pepohonan, ternak, dan pemeliharaan lebah. Rangkaian ini memberi kerja pertanian tempat yang berkelanjutan dalam karya Virgil.
Perang saudara juga masuk secara langsung ke dalam puisi pertanian ini. Dalam Georgics 1.461–514, kekacauan setelah pembunuhan Caesar muncul bersama ketidakteraturan alam. Pertanian dan kekerasan politik hadir dalam bagian yang sama. Karena itu, pembahasan praktis tentang bercocok tanam juga memuat pengalaman masyarakat yang kehidupannya terguncang oleh konflik.
Aeneid ditulis sekitar 29–19 SM, bertepatan dengan pembentukan tatanan baru di bawah Augustus. Epos ini terdiri atas dua belas buku. Pembacaan struktur yang umum menghubungkan perjalanan dalam enam buku pertama dengan Odyssey, serta peperangan dalam enam buku terakhir dengan Iliad. Perjalanan berujung pada perjuangan lain untuk mendapatkan tempat menetap.
Bagaimana kisah Aeneas menghubungkan Troya dengan Roma?
Dalam kisah mitologis Aeneid, Aeneas selamat dari kehancuran Troya dan memimpin kaumnya menuju Italia. Kedatangannya mengawali proses yang dikaitkan dengan pendirian Lavinium dan sejarah Roma kemudian. Hubungan itu terbentuk lintas generasi. Putra Aeneas, Ascanius, mendirikan Alba Longa. Dari kota itulah Romulus dan Remus kemudian berasal.
Perbedaan ini penting ketika Anda menelusuri cerita dari Troya menuju Roma. Aeneas mengawali rangkaian leluhur yang kelak melahirkan Roma; ia sendiri tidak mendirikan kota itu. Lavinium dan Alba Longa menjadi mata rantai di antaranya. Epos ini memberi Roma masa lalu Troya melalui perpindahan penduduk, permukiman, dan garis keturunan.
Silsilah tersebut juga memuat klaim sebuah keluarga. Ascanius memiliki nama lain, Iulus. Keluarga Julius menganggap Iulus sebagai leluhur mereka sekaligus asal nama keluarga itu. Dengan demikian, mereka menghubungkan keluarga mereka dengan para pahlawan Troya. Cerita asal-usul dapat melayani identitas bersama Roma sekaligus kepentingan satu garis keturunan.
Virgil mewarisi hubungan Troya–Roma tersebut. Sebelumnya, Bellum Punicum karya Naevius sudah mengisahkan Anchises dan Aeneas meninggalkan Troya lalu mencapai Latium. Sumbangan Virgil terletak pada bentuk dan pengembangan eposnya, bukan pada penciptaan hubungan leluhur itu sendiri.
Puisi ini juga memberi penjelasan mitologis bagi permusuhan pada masa berikutnya. Dalam Buku 4, harapan Dido agar permusuhan terus berlangsung, yang ia sampaikan sebelum bunuh diri, mengarah pada konflik Roma dan Kartago di kemudian hari. Tragedi pribadi menjadi bagian dari penjelasan puisi ini tentang hubungan antarmasyarakat.
Bisakah Aeneid dibaca hanya sebagai pujian terhadap cita-cita kekaisaran?
Aeneid secara terang-terangan menempatkan Augustus dalam masa depan yang dijanjikan bagi Roma. Dalam Buku 6, Anchises memperlihatkan para pahlawan Romawi masa depan kepada Aeneas di dunia arwah. Di antara mereka terdapat Romulus, Julius Caesar, dan Augustus. Adegan itu menempatkan zaman Augustus dalam rangkaian leluhur panjang yang dapat dilihat oleh sang pahlawan Troya.
Buku 8 membangun hubungan politik itu melalui sebuah benda. Di tengah perisai Aeneas terdapat gambaran Actium, tempat Octavianus mengalahkan Antonius dan Cleopatra pada 31 SM. Pertempuran yang terjadi semasa hidup Virgil tampil pada perlengkapan yang dibawa tokoh dari masa lalu mitologis Roma.
Kewajiban menjadi penghubung lain antara sang pahlawan dan cita-cita Romawi. Kebajikan utama Aeneas, pietas, mencakup penghormatan kepada para dewa, kesetiaan kepada keluarga dan tanah air, tanggung jawab, serta pengendalian diri. Menerjemahkannya hanya sebagai kesalehan beragama akan mempersempit kewajiban yang dibebankan kepadanya.
Anchises memberi kewajiban tersebut bentuk politik dalam 6.851–853. Ia menggambarkan tugas bangsa Romawi sebagai memerintah bangsa-bangsa, menegakkan tatanan perdamaian, mengampuni pihak yang kalah, dan menundukkan mereka yang angkuh. Kekuasaan disajikan bersama tuntutan untuk menahan diri.
Akhir cerita membuat tuntutan itu sulit dituntaskan. Dalam Buku 12, Aeneas hampir mengampuni Turnus yang telah kalah. Lalu ia melihat sabuk Pallas yang telah terbunuh pada tubuh lawannya. Amarah menguasainya, dan ia membunuh Turnus. Janji belas kasihan kepada pihak yang kalah berhadapan dengan tindakan balas dendam pada akhir cerita.
Penafsiran para sarjana terhadap kematian ini beragam. Ada yang membenarkan Aeneas dan masa depan Roma, ada pula yang melihat kritik terhadap pemerintahan Augustus. Banyak pembacaan berada di antara kedua posisi itu. Karena itu, Anda dapat mengakui janji-janji kekaisaran dalam puisi ini sambil tetap memperhitungkan amarah dan berbagai kehilangannya. Adegan terakhir membuat sebutan pujian semata tidak memadai.
Seberapa dapat dipercaya kisah hidup Virgil dan keinginannya membakar Aeneid?
Biografi yang dikaitkan dengan Donatus dan Servius berasal dari abad keempat M. Para sarjana modern menghadapi kesulitan serius dalam menilai keakuratannya. Jarak waktu dari masa hidup Virgil perlu diperhitungkan ketika sebuah anekdot pribadi yang hidup diperlakukan sebagai catatan pasti tentang tindakannya.
Tradisi biografi kuno menyatakan bahwa Virgil ingin Aeneid dibakar dan bahwa Augustus memastikan penerbitannya. Namun, kisah-kisah tentang pesan terakhirnya sangat bertentangan. Cerita pembakaran itu termasuk dalam tradisi yang diperdebatkan tersebut. Statusnya harus tetap dipahami sebagai keinginan yang dilaporkan oleh sumber.
Puisi itu sendiri memberi bukti yang lebih konkret tentang keadaannya yang belum selesai. Beberapa larik masih belum lengkap secara metrum ketika Virgil meninggal. Hal ini mendukung penilaian bahwa revisi terakhirnya belum tuntas. Namun, bukti itu sendiri tidak memastikan apa yang ia inginkan terjadi pada naskahnya.
Linimasa
- 70 SM: Kelahiran Virgil di dekat Mantua menurut tradisi.
- 49–45 SM: Perang saudara antara pendukung Caesar dan Pompeius.
- 44 SM: Pembunuhan Caesar dan pecahnya kembali konflik.
- 42 SM: Pertempuran Philippi.
- Sekitar 42–38 SM: Penulisan Eclogues.
- 41 SM: Penyitaan tanah di Italia.
- Sekitar 37–29 SM: Penulisan Georgics.
- 31 SM: Octavianus mengalahkan Antonius dan Cleopatra di Actium.
- Sekitar 29–19 SM: Penulisan Aeneid.
- 27 SM: Octavianus menerima gelar Augustus.
- 23 SM: Kematian Marcellus, yang diratapi dalam Buku 6.
- 19 SM: Virgil meninggal sebelum revisi terakhir selesai.
- Abad keempat M: Masa penyusunan biografi Donatus dan Servius.
- 1450–1474: Rentang waktu yang ditetapkan untuk penyalinan Harley MS 2761.
Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan
Tradisi kuno mengisahkan pembacaan panjang Georgics yang telah selesai pada 29 SM. Virgil dan Maecenas dikabarkan bergantian membacakannya kepada Octavianus selama empat hari. Anekdot ini menempatkan puisi pertanian tersebut di hadapan pemenang Actium. Namun, kisah itu tetap merupakan penuturan dalam tradisi kuno.
Aeneas tidak memahami peristiwa masa depan yang tergambar pada perisainya. Dalam 8.729–731, ia menikmati gambar-gambar itu tanpa mengetahui maknanya dan memanggul kemasyhuran keturunannya di bahu. Pembaca dapat mengenali masa depan sejarah yang belum dapat ditafsirkan oleh sang pahlawan.
Buku 6 juga menyela gambaran kebesaran Roma dengan perkabungan. Di dalamnya terdapat ratapan bagi keponakan Augustus, Marcellus, yang meninggal pada 23 SM. Dengan demikian, kehilangan hadir dalam gambaran masa depan Roma yang juga mencakup Augustus.
Naskah-naskah dari masa berikutnya menunjukkan tiga karya utama Virgil beredar bersama. British Library menetapkan tarikh Harley MS 2761 dari Firenze pada 1450–1474. Naskah itu menyatukan ketiganya dalam satu jilid perkamen dengan 239 lembar bernomor. Naskah Italia lain dari abad kelima belas, Add MS 39648, memuat ringkasan Aeneid sepanjang satu larik dan sepuluh larik bersama ketiga karya tersebut.
FAQ
Siapa Virgil?
Virgil adalah penyair Romawi bernama Publius Vergilius Maro, yang menurut penanggalan tradisional hidup pada 70–19 SM. Ia menulis Eclogues, Georgics, dan Aeneid sepanjang masa perang saudara dan kebangkitan Augustus.
Apakah Aeneas mendirikan Roma?
Aeneas mengawali rangkaian leluhur melalui kedatangannya di Italia dan pendirian Lavinium. Ascanius mendirikan Alba Longa, kota asal Romulus dan Remus pada generasi berikutnya.
Bagaimana Augustus muncul dalam Aeneid?
Anchises memperlihatkan Augustus di antara para pahlawan masa depan Roma dalam Buku 6. Dalam Buku 8, perisai Aeneas menggambarkan kemenangan Octavianus di Actium.
Apakah Virgil meminta Aeneid dibakar?
Biografi kuno melaporkan keinginan tersebut, tetapi kisah-kisah tentang pesannya saling bertentangan. Larik-larik yang belum lengkap secara metrum memberi bukti tersendiri bahwa revisi terakhir puisi itu belum selesai.
Sumber
- Wikipedia — Publius Vergilius Maro tr.wikipedia.org
- Randall T. Ganiban — Vergil: Aeneid, Buku 1–6, pengantar eclass.upatras.gr
- William J. Dominik — Virgil (70–19 SM), Wiley onlinelibrary.wiley.com
- Wikipedia — Virgil en.wikipedia.org
- Poetry Foundation — Virgil poetryfoundation.org
- Jaclyn Neel — Alba Longa, Ensiklopedia Sejarah Kuno onlinelibrary.wiley.com
- Stephen J. Harrison — Ascanius, Kamus Klasik Oxford academic.oup.com
- Peter Jones — Membaca Virgil: Aeneid I dan II, Cambridge University Press assets.cambridge.org
- The Open University — Ringkasan singkat Aeneid open.edu
- The Open University — Apa itu pietas? open.edu
- The Open University — Balas dendam dan belas kasihan dalam Aeneid open.edu
- Dickinson College Commentaries — Pengantar dcc.dickinson.edu
- Oxford Research Archive — Apollonios dan akhir Aeneid ora.ox.ac.uk
- British Library — Harley MS 2761 searcharchives.bl.uk
- British Library — Add MS 39648 searcharchives.bl.uk
FAQ
Siapa Virgil?
Virgil, atau Publius Vergilius Maro, adalah penyair Romawi yang menurut penanggalan tradisional hidup pada 70–19 SM. Tiga karya utamanya adalah Eclogues, Georgics, dan Aeneid.
Apakah Aeneas mendirikan Roma?
Dalam tradisi asal-usul Roma, Aeneas mengawali rangkaian menuju berdirinya Roma melalui kedatangannya di Italia dan pendirian Lavinium. Putranya, Ascanius, mendirikan Alba Longa, kota asal Romulus dan Remus pada generasi berikutnya.
Apakah Aeneid hanya memuji Augustus?
Puisi ini menghubungkan Augustus dengan masa depan Roma yang telah ditakdirkan dan menggambarkan kemenangannya di Actium. Namun, berbagai kehilangan serta tindakan Aeneas membunuh Turnus dalam amarah membuatnya sulit dibaca semata-mata sebagai pujian bagi kekaisaran.
Apakah Virgil ingin Aeneid dibakar?
Biografi kuno menyebut keinginan itu dan menyatakan bahwa Augustus memastikan penerbitannya. Kisah tentang pesan terakhir Virgil saling bertentangan, sehingga cerita tersebut perlu disikapi dengan hati-hati.
Image: Virgil city hall virgil kansas 3-15-2005.jpg — Flickr user Out.of.Focus, CC BY-SA 2.0






