Kesultanan Utsmaniyah · 1299 – 1922

Masjid Eyüp Sultan: Sejarah dan Mengapa Begitu Dihormati

Arti penting Masjid Eyüp Sultan dalam kehidupan keagamaan berakar pada Abu Ayyub al-Ansari, yang menerima Nabi Muhammad sebagai tamu di rumahnya di Madinah selama tujuh bulan. Makamnya, upacara penyematan pedang Utsmani, dan pembangunan kembali masjid pada masa Selim III menghubungkan pengabdian pribadi dengan sejarah kekuasaan kekaisaran.

8 menit baca7 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Masjid Eyüp Sultan: Sejarah dan Mengapa Begitu Dihormati
Eyup Sultan Mosque DSCF9633.jpg

Masjid Eyüp Sultan di Istanbul: mengapa begitu dihormati?

Masjid Eyüp Sultan (Eyüp Sultan Camii) berdiri di samping makam Abu Ayyub al-Ansari (Ebû Eyyûb el-Ensârî). Dialah yang menerima Nabi Muhammad sebagai tamu di rumahnya di Madinah selama tujuh bulan. Hubungan itu menjelaskan arti penting tempat ini dalam kehidupan keagamaan. Para penguasa Utsmani menambahkan makna lain melalui upacara penyematan pedang di Eyüp. Keluarga juga menjadikan kunjungan ke makam ini bagian dari tradisi mereka, termasuk sebelum khitan.

Ada dua masa pembangunan utama masjid ini. Mehmed II memerintahkan pembangunan bangunan pertama pada 1458–1459. Masjid yang berdiri sekarang dibangun kembali pada masa Selim III dan diresmikan pada 1800. Saat Anda berkunjung, Anda menjumpai sebuah lembaga keagamaan yang asal-usul dan arsitektur tersisanya berasal dari masa berbeda dalam sejarah Utsmani.

Di mana letak Masjid Eyüp Sultan?

Masjid ini berada di distrik Eyüpsultan, Istanbul, di luar tembok darat bersejarah dan dekat Tanduk Emas. Portal Kebudayaan mencantumkan alamatnya sebagai Eyüp Merkez Mahallesi, Eyüp, Istanbul. Letaknya di luar tembok menempatkan kompleks ini di luar batas daratan kota bersejarah.

Kawasan pemakaman di sekitarnya membantu menjelaskan lingkungan masjid. Makam di dekat Eyüp Sultan mencakup makam Sokollu Mehmed Paşa, Lala Mustafa Paşa, Siyavuş Paşa, dan Mihrişah Valide Sultan. Dengan demikian, masjid dan makam keramat ini berada di antara tempat peristirahatan para negarawan Utsmani dan anggota dinasti.

Masjid dan makam Eyüp Sultan: siapa Abu Ayyub?

Nama pribadi Abu Ayyub al-Ansari adalah Khalid bin Zaid (Hâlid bin Zeyd). Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad tinggal di rumahnya selama tujuh bulan. Keramahtamahan ini membuatnya mendapat gelar Mihmandâr-ı Nebî, yang berarti tuan rumah Nabi. Nama Eyüp Sultan mempertahankan kaitannya dengan makam keramat di Istanbul ini.

Kematiannya berkaitan dengan sejarah pengepungan Istanbul. Ensiklopedia Islam TDV menyebut tahun 669, sekaligus mencatat riwayat lain yang menyebut 670, 672, atau 675. Ia jatuh sakit saat pengepungan dan meninggal dunia. Perbedaan tahun itu perlu tetap dicantumkan dalam setiap uraian tentang kehidupannya.

Identifikasi makamnya juga memiliki lebih dari satu jalur bukti. Sumber-sumber Utsmani menceritakan bahwa Akşemseddin menemukan lokasi makam melalui penyingkapan spiritual. Namun, pengelana Herevî, yang meninggal pada 1215, mencatat kunjungannya ke makam itu sebelum penaklukan Utsmani. Kunjungan yang lebih awal ini menunjukkan bahwa makam tersebut sudah dikenal sebelum kisah penemuan yang muncul kemudian.

Sejarah Masjid Eyüp Sultan: kapan dibangun?

Masjid asli yang dibangun atas perintah Mehmed II berasal dari 1458–1459, bertepatan dengan 863 dalam kalender Hijriah. Masjid itu merupakan bagian dari külliye, yaitu kompleks yang menaungi beberapa lembaga. Selain masjid dan makam, terdapat madrasah, dapur umum atau imaret, serta pemandian. Lembaga ini menyatukan ibadah, pendidikan, dan layanan untuk kebutuhan sehari-hari.

Gempa besar merusak masjid pada 1766. Wazir Agung Derviş Mehmed Paşa memperbaikinya pada 1776. Perbaikan itu disusul pengerjaan yang lebih besar pada masa Selim III. Pada 1798, masjid dibongkar dengan menyisakan menara-menaranya, lalu pembangunan kembali dimulai.

Pembangunan selesai pada 7 Juli 1800. Peresmiannya berlangsung pada 25 Oktober 1800 dengan upacara selâmlık. Kedua tanggal ini membedakan selesainya bangunan dari peresmiannya secara seremonial. Tanggal-tanggal itu juga menjelaskan mengapa masjid yang Anda lihat sekarang perlu dipahami secara terpisah dari bangunan asli Mehmed II.

Linimasa

  • Setelah hijrah ke Madinah: Nabi Muhammad tinggal di rumah Abu Ayyub al-Ansari di Madinah selama tujuh bulan.
  • 669: TDV menetapkan tahun ini sebagai tahun wafat Abu Ayyub saat pengepungan Istanbul. Riwayat lain menyebut 670, 672, atau 675.
  • 1458–1459: Mehmed II memerintahkan pembangunan Masjid Eyüp Sultan pertama.
  • 1607–1608: Ahmed I memugar sumur di dalam bangunan makam.
  • Awal abad ketujuh belas: Sejak masa pemerintahan Ahmed I, arak-arakan pedang menjadi salah satu upacara utama kedaulatan Utsmani.
  • 1766: Gempa merusak masjid dengan parah.
  • 1776: Derviş Mehmed Paşa memperbaiki bangunan.
  • 1798: Pembangunan kembali dimulai pada masa Selim III setelah masjid dibongkar dengan menyisakan menara-menaranya.
  • 7 Juli 1800: Pembangunan masjid baru selesai.
  • 25 Oktober 1800: Masjid diresmikan dengan upacara selâmlık.

Apa yang perlu Anda perhatikan dalam foto Masjid Eyüp Sultan?

Masjid yang berdiri sekarang memadukan denah terpusat klasik dengan dekorasi barok Utsmani. Tata ruangnya mengikuti pendekatan arsitektur yang digunakan Sinan pada abad keenam belas. Kubah utamanya berdiameter 16 meter dan bertumpu pada sistem delapan penyangga. Jika Anda memotret bagian dalamnya, penyangga ini membantu menjelaskan susunan ruang utama.

Makam menempati bangunan tersendiri di sisi utara halaman dalam. Letaknya menghadap pintu masuk ruang salat utama. Bangunan dari batu potong ini berdenah segi delapan dan memiliki satu kubah. Karena itu, foto halaman dapat memperlihatkan hubungan fisik antara masjid dan makam keramat yang menjadi asal namanya.

Perhatikan fasad makam yang menghadap serambi. Ubin İznik di sana berasal dari masa yang berbeda-beda. Ubin-ubin itu dipasang bersama saat pembangunan kembali masjid pada 1798–1799. Susunannya berasal dari pengerjaan tersebut, meskipun usia ubinnya tidak semuanya sama.

Bagian pintu masuk bangunan makam memiliki sebuah ruang yang menyimpan jejak kaki yang diyakini sebagai jejak kaki Nabi Muhammad. Keyakinan tersebut merupakan bagian dari kehidupan keagamaan di makam keramat ini. Bersama peran Abu Ayyub sebagai tuan rumah Nabi, hal itu membantu menjelaskan mengapa makna makam ini melampaui arsitekturnya.

Mengapa para sultan Utsmani datang ke Eyüp?

Sejak pemerintahan Ahmed I, penyematan pedang di Eyüp menjadi salah satu simbol utama kedaulatan Utsmani. Upacara ini menghubungkan kewenangan penguasa dengan tempat yang dihormati karena kaitannya dengan Abu Ayyub. Arti penting Eyüp pun meluas ke penegasan kekuasaan dinasti di hadapan publik.

Salah satu riwayat menyebut Mehmed II sebagai perintis tradisi ini dengan mengenakan pedang di Eyüp. TDV membedakan klaim itu dari arak-arakan resmi yang terdokumentasi dengan kuat. TDV tidak menemukan catatan sezaman yang meyakinkan untuk membuktikan adanya arak-arakan pedang resmi sebelum awal abad ketujuh belas. Kedudukan penting upacara ini yang dapat dibuktikan melalui dokumentasi berasal dari masa yang lebih kemudian tersebut.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Pedang yang digunakan dalam upacara ini tidak terbatas pada pedang yang dinisbatkan kepada Osman Gazi. Pedang yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad, Umar, atau sultan-sultan lain juga dapat digunakan. Dengan demikian, upacara ini memiliki beberapa kemungkinan kaitan tokoh, alih-alih bergantung pada satu pedang saja.

Arak-arakan dalam perjalanan pulang juga membawa permohonan rakyat biasa. Para pejabat mengumpulkan petisi yang diajukan kepada sultan baru dan membawanya ke istana. Untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, bayangkan Anda mengajukan permohonan tertulis kepada seseorang yang berwenang. Di Eyüp, tindakan praktis itu menjadi bagian dari perjalanan seremonial kekaisaran.

Di dalam bangunan makam, sebuah prasasti berbentuk syair mencatat pemugaran sumur oleh Ahmed I pada 1607–1608. Pengerjaan ini lebih kecil daripada pembangunan kembali masjid pada masa berikutnya. Prasasti itu memberikan tanggal yang pasti tentang perhatian penguasa terhadap salah satu bagian di dalam makam keramat tersebut.

Di sisi selatan halaman luar, sebuah lorong tertutup yang ditinggikan memberi sultan akses pribadi ke masjid dan galeri sultan. Lorong ini menambahkan detail fisik pada sejarah kunjungan penguasa. Jalur yang dilalui sultan menjadi bagian dari bangunan kompleks.

Pagar halaman dihiasi motif topi Mevlevi. Portal Kebudayaan menghubungkan motif ini dengan afiliasi Selim III pada tarekat Mevlevi. Saat Anda mengamati halaman, detail ini memberi cara lain untuk mengenali penguasa yang terkait dengan pembangunan kembali masjid.

Bagaimana makam keramat ini terhubung dengan kehidupan keluarga?

TDV mencatat tradisi berkunjung ke Makam Eyüp Sultan sebelum khitan. Karena itu, makam keramat ini menjadi bagian dari tonggak kehidupan keluarga, selain kisah para sultan dan negarawan. Sejarahnya mencakup upacara resmi kedaulatan sekaligus kunjungan yang berkaitan dengan kehidupan seorang anak.

Makam-makam di sekitarnya menambahkan bentuk keterikatan lain pada tempat ini. Sokollu Mehmed Paşa, Lala Mustafa Paşa, Siyavuş Paşa, dan Mihrişah Valide Sultan termasuk di antara mereka yang dimakamkan di sekitar Eyüp Sultan. Kehadiran mereka mempertemukan pilihan tempat pemakaman kalangan elite dengan tradisi kunjungan keluarga yang tercatat.

Dari Masjid Eyüp Sultan ke Pierre Loti

Di belakang masjid, Pemakaman Eyüp (Eyüp Mezarlığı) membentang naik di lereng menuju Bukit Pierre Loti (Pierre Loti Tepesi), yang menghadap Tanduk Emas. Hubungan ini mengaitkan lingkungan terdekat masjid dengan kawasan pemakaman di lereng bukit. Pemakaman tersebut menjadi bagian dari penghubung geografis antara makam keramat dan bukit itu.

Tanya jawab

Di mana letak Masjid Eyüp Sultan?

Masjid ini berada di Eyüpsultan, di luar tembok darat bersejarah Istanbul dan dekat Tanduk Emas. Portal Kebudayaan mencantumkan alamatnya sebagai Eyüp Merkez Mahallesi, Eyüp, Istanbul.

Kapan Masjid Eyüp Sultan dibangun?

Masjid pertama berasal dari 1458–1459. Bangunan yang berdiri sekarang selesai pada 7 Juli 1800 dan diresmikan pada 25 Oktober 1800, setelah dibangun kembali pada masa Selim III.

Mengapa Masjid Eyüp Sultan begitu dihormati?

Arti pentingnya dalam kehidupan keagamaan berpusat pada Abu Ayyub al-Ansari, yang menerima Nabi Muhammad sebagai tamu selama tujuh bulan. Upacara pedang Utsmani dan kunjungan keluarga sebelum khitan menambahkan tradisi lain di sekitar makamnya.

Sumber

  1. Ensiklopedia Islam TDV — Kompleks Eyüp Sultan islamansiklopedisi.org.tr
  2. Ensiklopedia Islam TDV — Ebû Eyyûb el-Ensârî islamansiklopedisi.org.tr
  3. Ensiklopedia Islam TDV — Arak-arakan Pedang islamansiklopedisi.org.tr
  4. Ensiklopedia Islam TDV — Eyüp islamansiklopedisi.org.tr
  5. Portal Kebudayaan — Masjid Eyüp Sultan kulturportali.gov.tr
  6. Metro İstanbul — Jalur Trem T5 Eminönü–Alibeyköy metro.istanbul
  7. Kantor Gubernur Istanbul — Jam Kunjungan, 1 Mei–1 Oktober 2026, salinan TÜRSAB tursab.org.tr

FAQ

Di mana letak Masjid Eyüp Sultan?

Masjid ini berada di distrik Eyüpsultan, Istanbul, di luar tembok darat bersejarah dan dekat Tanduk Emas. Portal Kebudayaan mencantumkan alamatnya sebagai Eyüp Merkez Mahallesi, Eyüp, Istanbul.

Kapan Masjid Eyüp Sultan dibangun?

Mehmed II memerintahkan pembangunan masjid pertama pada 1458–1459. Masjid yang berdiri sekarang dibangun kembali pada masa Selim III, selesai pada 7 Juli 1800, dan diresmikan pada 25 Oktober 1800.

Mengapa Masjid Eyüp Sultan begitu dihormati?

Arti pentingnya berpusat pada makam Abu Ayyub al-Ansari, yang menerima Nabi Muhammad sebagai tamu di rumahnya di Madinah selama tujuh bulan. Upacara penyematan pedang Utsmani dan tradisi kunjungan keluarga menambah makna tempat ini.

Image: Eyup Sultan Mosque DSCF9633.jpg — R Prazeres, CC BY-SA 4.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait