Sejarah Dunia

Mengapa Menara Perawan Baku Dibangun? Sejarah dan Legenda

Menara Perawan Baku pernah berfungsi sebagai pertahanan, sementara tujuan awal pembangunannya ditafsirkan sebagai benteng, kuil api, atau observatorium. Prasasti, sumur di dalam dinding, dan legendanya menawarkan berbagai cara untuk memahami monumen yang menjadi museum pada 1964 ini.

8 menit baca5 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Mengapa Menara Perawan Baku Dibangun? Sejarah dan Legenda
Maiden Tower in Baku 2015.jpg

Mengapa Menara Perawan Baku dibangun?

Penggunaan Menara Perawan Baku (Kız Kulesi) untuk pertahanan tercatat dalam sejarah. Namun, ada beberapa penjelasan yang bersaing mengenai tujuan awal pembangunannya: benteng, kuil api Zoroastrian, dan observatorium. Keterangan resmi museum menyatakan bahwa menara ini berfungsi untuk pertahanan dalam waktu yang lama. Karena itu, penafsiran sebagai benteng memiliki dasar dalam riwayat penggunaannya. Teori kuil dan observatorium menawarkan pembacaan lain atas bangunan tersebut.

UNESCO menyebut monumen yang berdiri sekarang sebagai bangunan abad ke-12. Bangunan ini didirikan di atas sisa struktur yang lebih tua dari abad ke-7–6 SM. Kedua penanggalan itu merujuk pada lapisan situs yang berbeda. Jika Anda ingin memahami sejarah menara ini, bedakan struktur terdahulu dengan monumen yang oleh UNESCO ditarikhkan ke abad ke-12.

Di mana letak Menara Perawan di Baku, Azerbaijan?

Nama menara ini dalam bahasa Azerbaijan adalah Qız qalası. Letaknya di Baku, ibu kota Azerbaijan, pada bagian tenggara tembok Icherisheher. Bulevar tepi laut berada di dekatnya. Posisi ini menempatkan menara di dalam kota tua bertembok, sekaligus dekat dengan pesisir.

Dari atapnya, Anda dapat melihat jalan-jalan dan menara masjid di Icherisheher, Bulevar Baku, serta Teluk Baku. Pemandangan ini memperlihatkan hubungan menara dengan kota di sekitarnya. Di bawah atap, bagian dalamnya terbagi menjadi delapan lantai dengan langit-langit berkubah dari batu yang dipahat rapi.

Deskripsi resmi monumen mencatat diameternya sebesar 16.5 meter. Tingginya 28 meter di satu sisi dan 31 meter di sisi lainnya. Perbedaan ini mengikuti kondisi permukaan tanah di sekelilingnya. Jadi, kedua ukuran tinggi tersebut merujuk pada bangunan yang sama.

Sejarah Menara Perawan: apa yang diungkap penanggalan dan prasastinya?

Penanggalan abad ke-12 oleh UNESCO juga sesuai dengan bentuk huruf pada prasasti Kufi di menara. Prasasti itu berada sekitar 14 meter di atas tanah dan memuat nama Masud ibn Davud. Bentuk tulisannya ditarikhkan ke abad ke-12.

Nama tersebut perlu ditafsirkan dengan cermat. Pembahasan Perpustakaan Kepresidenan mempertanyakan anggapan bahwa Masud ibn Davud adalah arsiteknya. Prasasti itu tidak menyertakan gelar yang berarti arsitek atau ahli bangunan. Tercantumnya nama seseorang tidak serta-merta menunjukkan profesinya.

Sejarawan Sara Ashurbeyli mengajukan kronologi lain. Ia menempatkan pembangunan menara pada abad ke-4–6 M. Penafsiran ini berbeda dari penanggalan UNESCO untuk monumen yang masih berdiri. Pendapat tersebut perlu disajikan sebagai teori alternatif dengan tetap menyebut pengusulnya.

Penggalian pada 1962–1963 memberikan bukti tentang fondasinya. Penggalian itu mengungkap bahwa menara bertumpu pada batu besar yang melandai ke arah laut. Hasilnya juga menunjukkan bahwa bagian menonjol yang menyatu dengan menara berfungsi menopang struktur. Temuan ini menjelaskan peran fisik bagian tersebut dalam bangunan.

Apakah Menara Perawan merupakan benteng, kuil, atau observatorium?

Teori pertahanan menghubungkan menara dengan sistem perbentengan Syirwansyah. Menurut penafsiran ini, saat bahaya datang, sinyal peringatan dikirim dari menara ke benteng-benteng lain di Absheron. Dengan demikian, fungsi yang diajukan berkaitan dengan jaringan pertahanan yang lebih luas.

Pendukung teori ini menunjuk pada dinding tebal dan sumur air yang tersembunyi di dalam dinding. Keduanya ditafsirkan sebagai ciri benteng yang mampu bertahan saat dikepung. Sumur menjadi penting karena argumen ini mencakup ketersediaan pasokan di dalam bangunan, selain kekuatan bagian luarnya.

Davud Akhundov menawarkan penafsiran keagamaan. Ia menggambarkan Menara Perawan sebagai kuil api Zoroastrian dengan tujuh lubang keluarnya api di bagian puncak. Ini merupakan rekonstruksi khusus mengenai tujuan bangunan. Ketujuh lubang tersebut merupakan bagian dari teori Akhundov dan perlu dipahami dalam kerangka penafsirannya.

Teori observatorium yang dikaitkan dengan Ahmedov berfokus pada tonjolan batu. Ia menghubungkan 30 tonjolan di bagian bawah dan 31 di bagian atas dengan jumlah hari dalam bulan. Menurut penjelasannya, susunan ini menjadi bukti adanya fungsi yang berkaitan dengan kalender.

Argumen-argumen tersebut menggunakan unsur yang berbeda: dinding dan air untuk pertahanan, lubang api untuk peribadatan, serta jumlah tonjolan untuk pengamatan. Keterangan resmi museum memberikan pernyataan yang lebih tegas tentang riwayat penggunaannya: menara berfungsi untuk pertahanan dalam waktu yang lama sebelum menjadi museum pada 1964.

Bagaimana kisah legenda Menara Perawan?

Salah satu legenda berpusat pada putri seorang penguasa dan pernikahan yang tidak diinginkannya. Ketika ayahnya hendak menikahkannya dengan seseorang yang tidak ia kehendaki, sang putri meminta agar sebuah menara dibangun untuknya terlebih dahulu. Setelah menara selesai, ia melompat dari sana dan meninggal.

Dalam versi ini, menara menjadi bagian dari kisah penolakan sang putri. Bangunan yang dimintanya dan lompatan terakhirnya menghubungkan monumen dengan sosok gadis dalam legenda. Kisah ini merupakan penjelasan berdasarkan legenda, terpisah dari bukti prasasti dan arkeologi.

Legenda lain memberi peran berbeda kepada sang gadis. Seorang perempuan muda berambut api muncul dari api suci ketika kota sedang dikepung. Ia mengalahkan panglima musuh dalam duel dan menyelamatkan kota. Dalam kisah ini, sang gadis berperan sebagai pembela kota, berbeda dari putri penguasa yang menghadapi pernikahan.

Ada pula penafsiran nama yang tidak bergantung pada kedua kisah tersebut. Kata “perawan” dipahami sebagai lambang menara yang tidak dapat direbut musuh. Penjelasan ini hadir berdampingan dengan penafsiran yang mengaitkan namanya dengan legenda.

Linimasa

  • Abad ke-7–6 SM: UNESCO menarikhkan struktur terdahulu di bawah menara ke periode ini.
  • Abad ke-4–6 M: Teori alternatif Sara Ashurbeyli menempatkan pembangunan menara pada abad-abad ini.
  • Abad ke-12: UNESCO menarikhkan monumen yang masih berdiri ke abad ini. Bentuk huruf prasastinya juga ditempatkan pada periode yang sama.
  • 1962–1963: Penggalian mengungkap batu besar di bawah menara dan fungsi penopang dari bagian menonjol yang menyatu dengannya.
  • 1964: Menara mulai beroperasi sebagai museum.
  • 2000: Kota Bertembok Baku, termasuk menara dan Istana Syirwansyah, masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.
  • 2003–2009: Situs Warisan Dunia ini tercantum dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya UNESCO.
  • April 2011: Pemugaran menara dimulai.
  • Januari 2013: Menara ditutup bagi pengunjung selama pemugaran.
  • 2 Januari 2014: Menara dibuka kembali.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Pada susunan aslinya, tidak ada tangga batu yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai di atasnya. Orang berpindah melalui lubang di langit-langit dengan bantuan tangga portabel atau tali. Jika Anda membandingkannya dengan menaiki tangga di rumah, perbedaannya jelas: perpindahan antara kedua lantai ini bergantung pada alat bantu panjat tersendiri.

Sumur tersembunyi itu berdiameter sekitar 70 sentimeter dan berkedalaman 21 meter. Ukuran tersebut memberikan dasar konkret bagi penafsiran pertahanan. Letaknya di dalam dinding juga menjadi bagian dari argumen para pendukung teori benteng.

Lubang-lubang bundar pada langit-langit berkubah di setiap lantai berada pada satu sumbu vertikal. Detail ini membantu Anda membayangkan bagian dalam menara yang terdiri dari delapan lantai. Lubang-lubang tersebut membentuk susunan yang sejajar sepanjang bangunan.

Pemugaran juga memperhatikan burung walet yang menghuni menara. Para pekerja memasang 500 sarang burung khusus pada bangunan di sebelahnya. Mereka juga mempertahankan sekitar 150 tempat bersarang di dalam menara. Pekerjaan ini menangani struktur fisik monumen sekaligus penggunaannya oleh burung.

Untuk mengisi retakan dan rongga, pemugar menyuntikkan suspensi kapur dan ester asam silikat. Bahan-bahan tersebut merupakan bagian dari riwayat konservasi menara pada masa belakangan. Ini memberikan detail yang lebih teknis dibandingkan kisah sang gadis yang sudah dikenal atau berbagai teori tentang tujuan awal bangunannya.

Harga tiket masuk Menara Perawan Baku dan cara menuju ke sana

Alamat resmi untuk pengunjung adalah 99 Neftchilar Avenue. Menara berada di tenggara Icherisheher, dekat bulevar tepi laut. Anda dapat menggunakan alamat dan posisinya di dalam kota bertembok untuk memastikan monumen yang dituju saat merencanakan kunjungan.

Halaman resmi museum yang diakses pada 31 Oktober 2026 mencantumkan jam buka setiap hari pukul 10:00–19:00. Tarif pada tanggal tersebut adalah 19 manat Azerbaijan untuk pengunjung asing dewasa dan 9 manat untuk pengunjung asing berusia 5–17 tahun.

Menara telah beroperasi sebagai museum sejak 1964. Pemugarannya dimulai pada April 2011, disusul penutupan pada Januari 2013 dan pembukaan kembali pada 2 Januari 2014. Dari atapnya, Anda dapat melihat jalan-jalan di bawah, bulevar, dan Teluk Baku.

FAQ

Berapa tinggi Menara Perawan Baku?

Deskripsi resmi mencatat tinggi 28 dan 31 meter pada dua sisi dengan permukaan tanah berbeda. Diameter menara adalah 16.5 meter, dengan delapan lantai di bagian dalam.

Apakah Masud ibn Davud membangun menara ini?

Namanya tercantum pada prasasti Kufi. Perpustakaan Kepresidenan mempertanyakan identifikasinya sebagai arsitek karena prasasti tersebut tidak memuat gelar yang menyebutnya sebagai arsitek atau ahli bangunan.

Apakah Menara Perawan merupakan situs Warisan Dunia UNESCO?

Menara ini merupakan bagian dari situs Warisan Dunia Kota Bertembok Baku, bersama Istana Syirwansyah. UNESCO memasukkan situs tersebut ke dalam daftar pada 2000.

Legenda Menara Perawan mana yang melibatkan api?

Legenda api menggambarkan seorang gadis berambut api yang muncul dari api suci. Ia mengalahkan panglima musuh dalam duel dan menyelamatkan kota yang terkepung.

Sumber

  1. Pusat Warisan Dunia UNESCO — Kota Bertembok Baku whc.unesco.org
  2. Perpustakaan Kepresidenan Azerbaijan — Menara Perawan unesco.preslib.az
  3. Administrasi Cagar Sejarah dan Arsitektur Negara Icherisheher — Menara Perawan icherisheher.gov.az
  4. Administrasi Cagar Sejarah dan Arsitektur Negara Icherisheher — Museum icherisheher.gov.az
  5. Administrasi Icherisheher — Pemugaran Menara Perawan icherisheher.gov.az

FAQ

Mengapa Menara Perawan Baku dibangun?

Teori pertahanan menghubungkannya dengan sistem perbentengan Syirwansyah. Teori lain menyebutnya sebagai kuil api Zoroastrian atau observatorium. Keterangan resmi museum menyatakan bahwa menara ini digunakan untuk pertahanan dalam waktu yang lama.

Berapa usia Menara Perawan Baku?

UNESCO menyebutnya sebagai monumen abad ke-12 yang dibangun di atas struktur lebih tua dari abad ke-7–6 SM. Sejarawan Sara Ashurbeyli mengajukan perkiraan alternatif, yaitu pembangunan pada abad ke-4–6 M.

Bagaimana kisah legenda Menara Perawan?

Salah satu legenda mengisahkan putri seorang penguasa yang meminta dibangunkan menara sebelum menjalani pernikahan yang tidak diinginkannya. Ia kemudian melompat dari menara dan meninggal. Legenda lain bercerita tentang seorang gadis berambut api yang mengalahkan panglima musuh dan menyelamatkan kota yang terkepung.

Berapa harga tiket masuk Menara Perawan Baku?

Tarif resmi yang diakses pada 31 Oktober 2026 mencantumkan harga tiket 19 manat Azerbaijan untuk pengunjung asing dewasa dan 9 manat untuk pengunjung asing berusia 5–17 tahun.

Image: Maiden Tower in Baku 2015.jpg — AlixSaz, CC BY-SA 4.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait