Peradaban Anatolia · MÖ 9600 – MÖ 546

Hattusa: Ibu Kota Bangsa Het dan Panduan Wisatanya

Hattusa merupakan ibu kota bangsa Het di distrik Boğazkale, provinsi Çorum, Turki, dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1986. Panduan ini membahas lokasi, tinggalan kota, batu hijau yang masih diperdebatkan, tembok bata tanah yang dibangun ulang, serta urutan kunjungan yang praktis untuk Anda.

7 menit baca11 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Hattusa: Ibu Kota Bangsa Het dan Panduan Wisatanya
Lion Gate, Hattusa 01.jpg

Hattusa merupakan ibu kota bangsa Het pada Zaman Perunggu Akhir. Kini, Hattusa menjadi situs arkeologi di distrik Boğazkale, provinsi Çorum, Turki. Anda bisa melewati gerbangnya, berdiri di kawasan kuil, dan melihat bagian tembok yang dibangun ulang dengan tanah liat.

Panduan ini menjelaskan letak Hattusa, tinggalan yang ada di sana, dan bagian yang sebaiknya Anda lihat lebih dahulu. Batu hijau yang paling sering ditanyakan pengunjung juga dibahas di sini.

Hattusa, Turki: mengenal situsnya

Nama kota ini memiliki beberapa ejaan. Sumber berbahasa Turki menuliskannya sebagai Hattuşa atau Hattuşaş. Bangsa Hatti menyebut kota ini Hattuş. Pada masa kekuasaan bangsa Het, namanya dikenal sebagai Hattuşa.

Reruntuhannya berada di dalam lengkungan besar Sungai Kızılırmak di Anatolia. Situs ini terletak di ujung selatan Dataran Budaközü. Kota dibangun di lereng yang menjulang sekitar 300 meter di atas dasar lembah.

Riwayat permukiman manusia di sini jauh lebih tua daripada negara Het. Jejak permukiman paling awal berasal dari milenium ke-6 SM. Pada abad ke-19 dan ke-18 SM, para pedagang Asyur mendirikan permukiman dagang di Kota Bawah.

Sekitar 1700 SM, Anitta, Raja Kuşşara, menghancurkan kota ini. Ia meninggalkan sebuah kutukan. Isinya meminta Dewa Badai di langit menghukum raja mana pun yang kembali memukimi tempat tersebut.

Kutukan itu tidak bertahan. Sekitar 1650–1600 SM, pada masa Hattusili I, Hattusa dipilih menjadi ibu kota Het.

UNESCO memasukkan Hattusa ke Daftar Warisan Dunia pada 1986 sebagai situs budaya.

Lokasi Hattusa dan cara menuju ke sana

Hattusa terletak di Boğazkale, sebuah distrik di provinsi Çorum. Menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Boğazköy-Hattusa berada 82 kilometer di barat daya pusat kota Çorum. Gunakan jarak itu sebagai acuan jika Anda berangkat dari Çorum.

Koordinat acuannya sekitar 40.01972° N dan 34.61528° E. Bayangkan saat Anda membagikan pin lokasi kepada teman untuk bertemu. Masukkan angka tersebut ke aplikasi peta di ponsel dengan cara yang sama. Peta akan menunjukkan lokasi reruntuhan.

Pemerintah Kota Boğazkale menyediakan panduan kunjungan. Rutenya disarankan dimulai dari pusat distrik dan kawasan museum. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kuil Agung, Batu Hijau, Gerbang Singa, dan Yazılıkaya. Urutan ini praktis untuk merencanakan kunjungan sehari.

Peta Hattusa: tata letak kota

Sungai kecil Kızlarkayası membelah kota menjadi dua. Kota Bawah berada di utara. Kota Atas berada di selatan.

Saat melihat peta, bayangkan kota ini seperti mangkuk yang menanjak di lereng bukit. Kuil Agung berada di Kota Bawah. Gerbang dan tembok pertahanan berada di Kota Atas.

Kediaman kerajaan berdiri di punggung bukit tinggi yang kini dikenal sebagai Büyükkale. Pada denah kota, tempat ini merupakan tengara tersendiri, terpisah dari kuil dan gerbang.

Yazılıkaya berada di luar denah kota. Letaknya tidak jauh, sekitar 2 kilometer ke arah timur laut.

Reruntuhan Hattusa: tempat utama yang perlu dilihat

Tembok dan gerbang

Menurut UNESCO, tembok monumental yang mengelilingi Hattusa panjangnya lebih dari 8 kilometer. Kota Atas memiliki sistem pertahanan tembok ganda. Sistem ini memiliki lebih dari seratus menara dan lima gerbang yang diketahui.

Tiga gerbang berikut mudah ditemukan pada denah:

  • Gerbang Singa berada di barat daya kota.
  • Gerbang Raja berada di tenggara.
  • Gerbang Sfinks berada di selatan.

Gerbang Sfinks terletak di Yerkapı. Gerbang ini berdiri di atas gundukan buatan dengan lereng berlapis batu. Di bawahnya terdapat terowongan dengan atap lengkung dari batu.

Kuil Agung

Kuil Agung berada di Kota Bawah. UNESCO menyebutnya sebagai tinggalan kuil Het yang paling terawat dan memperkirakan asalnya dari abad ke-13 SM. Kuil ini mengingatkan bahwa Hattusa juga merupakan pusat keagamaan, selain sebuah benteng.

Büyükkale dan Nişantepe

Büyükkale adalah punggung bukit tempat kediaman kerajaan dibangun. Nişantepe berada di Kota Atas. Di sana terdapat prasasti hieroglif Het terpanjang yang diketahui dari masa Kekaisaran Het.

Yazılıkaya

Yazılıkaya merupakan tempat suci batu sekitar 2 kilometer di timur laut Hattusa. Tempat ini memiliki dua ruang terbuka di antara singkapan batuan alami. Relief batunya menggambarkan para dewa dan dewi. Ada pula penggambaran Raja Agung Tudhaliya IV.

Batu hijau Hattusa

Batu hijau merupakan salah satu objek di Hattusa yang paling sering ditanyakan. Anda bisa melihatnya di kawasan Kuil Agung di Kota Bawah. Panduan kunjungan Pemerintah Kota Boğazkale mencantumkannya sebagai pemberhentian antara Kuil Agung dan Gerbang Singa.

Terbuat dari apa batu ini? Andreas Schachner, pemimpin penggalian, memberikan jawaban pada 2019. Menurutnya, batu itu merupakan serpentinit atau nefrit. Ia menambahkan bahwa batu sejenis ditemukan di wilayah ini.

Warga setempat terkadang menyebutnya Batu Permohonan. Nama itu mencerminkan kepercayaan populer tentang kegunaan batu tersebut. Menurut Schachner, makna batu itu dalam pemujaan kuno dan masa penggunaannya tidak dapat ditentukan.

Ia juga menjelaskan posisi batu tersebut. Letaknya sekitar 1 meter di bawah ambang gerbang Het di sebelahnya. Karena itu, menurutnya, batu tersebut tidak digunakan pada posisinya sekarang pada masa Het.

Anda tetap bisa menikmati keunikan batu ini. Namun, pahami kisah permohonan itu sebagai kepercayaan populer, bukan praktik bangsa Het yang terdokumentasi.

Rekonstruksi Hattusa: tembok yang dibangun ulang

Salah satu pemberhentian yang paling membantu Anda memahami kota ini adalah bagian tembok yang dibangun ulang. Institut Arkeologi Jerman merekonstruksi tembok bata tanah sepanjang 65 meter pada 2003–2005. Bagian ini mencakup dua menara. Pembangunannya merupakan proyek arkeologi eksperimental.

Angka-angkanya menunjukkan skala pekerjaan tersebut. Tim membuat 64,000 bata tanah. Bersama mortar dan plester, tembok itu menghabiskan sekitar 2,700 ton tanah kaya lempung.

Para pembangunnya tidak menebak-nebak bentuknya. Untuk menara, jendela, dan bagian atas tembok yang bergerigi, mereka menggunakan model arsitektur terakota kuno. Model-model ini menghiasi tepian bejana besar untuk pemujaan. Bentuknya berupa tiruan kecil dari tanah liat yang memperlihatkan rupa bangunan Het.

Museum Boğazköy dan patung sfinks

Museum Boğazköy dibuka pada 12 September 1966. Museum ini memamerkan temuan dari penggalian Hattusa. Mengunjunginya bersama situs arkeologi merupakan pilihan yang masuk akal. Reruntuhan saja tidak memperlihatkan benda-benda tersebut kepada Anda.

Ada satu detail yang perlu diketahui. Sebuah patung sfinks Boğazköy dikembalikan dari Berlin. Sejak 26 November 2011, patung itu dipamerkan di museum bersama pasangannya yang berasal dari Museum Arkeologi Istanbul.

Linimasa

  • Milenium ke-6 SM: jejak permukiman paling awal di situs Hattusa.
  • Abad ke-19–18 SM: pedagang Asyur mendirikan permukiman dagang di Kota Bawah.
  • Sekitar 1700 SM: Anitta menghancurkan Hattusa dan meninggalkan kutukan terhadap siapa pun yang kembali memukiminya.
  • Sekitar 1650–1600 SM: Hattusa menjadi ibu kota Het pada masa Hattusili I.
  • Abad ke-13 SM: masa asal Kuil Agung menurut UNESCO.
  • 1906: Hugo Winckler dan Theodor Makridy memulai penggalian sistematis.
  • 1966: Museum Boğazköy dibuka.
  • 1986: UNESCO menetapkan Hattusa sebagai Situs Warisan Dunia.
  • 2003–2005: bagian tembok bata tanah sepanjang 65 meter dibangun ulang.
  • 2011: kedua patung sfinks Boğazköy mulai dipamerkan bersama di museum.

Detail yang tidak akan Anda temukan di buku panduan

  • Kutukan Anitta. Raja yang menghancurkan kota sekitar 1700 SM ini meminta Dewa Badai menghukum siapa pun yang kembali memukiminya. Meski demikian, Hattusili I tetap memilihnya sebagai ibu kota.
  • Posisi batu hijau yang rendah. Batu ini terletak sekitar 1 meter di bawah ambang gerbang Het di sebelahnya. Itulah alasan Schachner menyatakan bahwa batu tersebut tidak digunakan di posisi itu pada masa Het.
  • Tembikar sebagai rancangan bangunan. Menara, jendela, dan bagian atas tembok rekonstruksi yang bergerigi mengikuti model pada tepian bejana pemujaan kuno.
  • Tembok dalam angka. Rekonstruksinya membutuhkan 64,000 bata dan sekitar 2,700 ton tanah kaya lempung.
  • Pertemuan kembali dua sfinks. Sfinks yang dikembalikan dari Berlin berdiri di samping pasangannya dari Istanbul sejak 26 November 2011.
  • Penggalian awal. Penggalian sistematis pertama berlangsung pada 1906. Pemimpinnya adalah Hugo Winckler dan Theodor Makridy, seorang arkeolog dari Museum Istanbul.

FAQ

Di mana letak Hattusa?

Hattusa berada di distrik Boğazkale, provinsi Çorum, Turki. Letaknya 82 kilometer di barat daya pusat kota Çorum. Koordinatnya sekitar 40.01972° N, 34.61528° E.

Mengapa Hattusa menjadi Situs Warisan Dunia?

UNESCO menetapkannya sebagai situs budaya pada 1986. Hattusa memiliki tembok keliling sepanjang lebih dari 8 kilometer, gerbang monumental, kuil, dan tempat suci batu Yazılıkaya.

Apa batu hijau itu?

Batu ini berada di kawasan Kuil Agung. Pada 2019, Schachner mengatakan bahwa batu tersebut merupakan serpentinit atau nefrit. Perannya dalam pemujaan kuno belum diketahui.

Apakah temboknya asli?

Bagian sepanjang 65 meter dengan dua menara merupakan rekonstruksi. Institut Arkeologi Jerman membangunnya pada 2003–2005.

Apakah Yazılıkaya berada di dalam kota?

Tidak. Letaknya sekitar 2 kilometer di timur laut Hattusa. Tempat ini memiliki dua ruang terbuka di antara bebatuan alami.

Sumber

  1. Vikipedi — Hattuşaş tr.wikipedia.org
  2. Wikipedia — Hattusa en.wikipedia.org
  3. UNESCO — Hattusha: Ibu Kota Het whc.unesco.org
  4. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Tempat untuk Dikunjungi tanitma.ktb.gov.tr
  5. Direktorat Jenderal Warisan Budaya dan Museum — Hattuşa kvmgm.ktb.gov.tr
  6. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Hattuşa ktb.gov.tr
  7. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Hattuşaş (Boğazköy) ekitap.ktb.gov.tr
  8. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Museum Boğazköy muze.gov.tr
  9. Pemerintah Kota Boğazkale — Panduan Kunjungan Hattuşa bogazkale.bel.tr
  10. TRT Haber / Anadolu Ajansı — Batu Hijau di Kota Kuno Masih Menyimpan Misteri trthaber.com
  11. Jürgen Seeher — Sepotong Tembok Kota di Hattuša archaeologie-online.de

Image: Lion Gate, Hattusa 01.jpg — Bernard Gagnon, CC BY-SA 3.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait