Dunia Kuno · MÖ 3200 – MS 476

Gereja Apostolik Armenia: Asal Usul dan Tradisi Khasnya

Gereja Apostolik Armenia memadukan tradisi pendirian oleh para rasul dengan bukti tertulis dari abad ketiga dan dukungan kerajaan sejak abad keempat. Tradisi khasnya berkembang melalui otonomi kelembagaan, terjemahan bahasa Armenia, penolakan terhadap Konsili Kalsedon, dan kedudukan Echmiadzin sebagai pusat keagamaan.

9 menit baca11 sumberDiterbitkan: 7 November 2026Terakhir diperiksa: 7 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Gereja Apostolik Armenia: Asal Usul dan Tradisi Khasnya
Holy Saviour's Church, Gyumri, Armenia (2026).jpg

Gereja Apostolik Armenia (Ermeni Apostolik Kilisesi) menelusuri asal usulnya ke Rasul Tadeus dan Bartolomeus. Sementara itu, bukti tertulis mencatat seorang uskup Armenia sekitar 260. Dukungan kerajaan memperkuat agama Kristen pada abad keempat, yang menurut tradisi bermula pada 301. Tradisi khas gereja ini berkembang melalui otonomi kelembagaan, teks keagamaan berbahasa Armenia, serta penolakan terhadap Konsili Kalsedon melalui konsili-konsili berikutnya di Dvin.

Sepucuk surat, sebuah alfabet, dan sebuah katedral memperlihatkan sisi yang berbeda dari sejarah ini. Jika Anda menelusuri Kekristenan Armenia saat bepergian di Turki, Patriarkat Istanbul merupakan bagian dari struktur gereja yang juga mencakup Echmiadzin, Kilikia, dan Yerusalem. Untuk memahami struktur itu, Anda perlu membedakan tradisi para rasul dari bukti yang dapat ditentukan waktunya.

Bagaimana membedakan tradisi pendirian oleh para rasul dari sejarah yang terdokumentasi?

Menurut tradisi pendirian gereja, Tadeus dan Bartolomeus menjalankan misi di Armenia (Ermenistan) pada abad pertama. Sebutan “apostolik”, yang berarti berkaitan dengan para rasul, menyatakan hubungan tersebut. Tradisi itu menjelaskan cara gereja memahami awal keberadaannya. Rujukan tertulis yang masih bertahan memberikan jenis bukti yang berbeda.

Sekitar 260, Dionisius dari Aleksandria menyebut Meruzanes, uskup Armenia, dalam sepucuk surat. Surat ini merupakan salah satu jejak dokumenter awal Kekristenan Armenia. Surat tersebut mencatat keberadaan seorang uskup berabad-abad sebelum konsili-konsili yang kemudian membantu menentukan kedudukan gereja ini dalam Kekristenan.

Kisah yang dikaitkan dengan Agathangelos memerlukan pembedaan lain. Kisah itu menceritakan perpindahan agama sang raja. Namun, Robert W. Thomson menempatkan penyusunan versi bahasa Armenianya pada paruh kedua abad kelima. Klaim penulis sebagai saksi mata tidak sesuai dengan waktu penyusunan yang lebih belakangan itu.

Saat Anda membaca asal usul gereja ini, bedakan lapisan-lapisan tersebut. Misi para rasul termasuk dalam tradisi pendiriannya. Penyebutan Meruzanes merupakan jejak tertulis yang dapat ditentukan waktunya. Agathangelos menyimpan kisah perpindahan agama, tetapi versi bahasa Armenianya yang bertahan berasal dari masa setelah peristiwa yang diceritakan.

Bagaimana penanggalan agama Kristen sebagai agama negara Armenia ditentukan?

Tradisi gereja menyebut 301 sebagai tahun agama Kristen menjadi agama resmi negara Armenia. Tanggal ini menjadi patokan dalam kisah gereja tentang perpindahan agama kerajaan. Meski demikian, tanggal tersebut perlu dibedakan dari pendapat para peneliti tentang pembaptisan Raja Trdat.

Robin Darling Young menilai 314 lebih mungkin sebagai tahun pembaptisan sang raja. Argumennya menempatkan peristiwa itu setelah agama Kristen diizinkan di Romawi. Thomson juga mengusulkan sekitar 314 untuk penahbisan Gregorius Sang Pencerah sebagai uskup Armenia di Kaisarea (Kayseri), Kapadokia (Kapadokya). Ia menerima penahbisan tersebut sebagai peristiwa sejarah.

Kedua penanggalan itu tidak berarti seluruh negeri menjadi Kristen sekaligus. Young menjelaskan adanya kegiatan misi bertahap yang terhubung dengan wilayah tetangga berbahasa Suryani dan Yunani. Karena itu, perpindahan agama kerajaan dan penyebaran agama Kristen di kalangan penduduk merupakan dua proses yang berkaitan, tetapi berbeda.

Kemandirian kelembagaan juga berkembang pada abad keempat. Pada masa Raja Pap, Gereja Armenia berhenti meminta persetujuan Kaisarea di Kapadokia untuk pengangkatan katolikosnya. Perubahan ini memberi gereja kendali lebih besar atas pengangkatan pemimpinnya sendiri.

Bagaimana bahasa Armenia membentuk tradisi gereja?

Sekitar 405, Mesrop Mashtots menciptakan alfabet Armenia. Setelah itu, Alkitab dan teks liturgi diterjemahkan. Bahasa Armenia pun menjadi sarana untuk mewariskan Kitab Suci dan ibadah melalui teks tertulis.

Arti penting pekerjaan penerjemahan ini melampaui ibadah gereja sendiri. Sejumlah tulisan Kristen awal hanya bertahan melalui terjemahan Armenia kuno. Salah satu contohnya ialah Pembuktian Pewartaan Para Rasul karya Ireneus. Dengan demikian, tradisi teks Armenia melestarikan karya-karya yang keberlangsungannya bergantung pada terjemahan tersebut.

Penciptaan alfabet dan otonomi kelembagaan merupakan perkembangan yang berbeda. Di bawah Pap, gereja memperoleh kendali atas pengangkatan pemimpinnya tanpa persetujuan Kaisarea. Setelah Mashtots, terjemahan Armenia memberi Kitab Suci dan liturgi landasan bahasa tertulis. Keduanya membantu menjelaskan terbentuknya tradisi gerejawi yang khas.

Apa peran Kalsedon dan konsili-konsili Dvin dalam perpecahan gereja?

Gereja Apostolik Armenia menerima tiga konsili ekumenis pertama. Gereja ini tidak menerima Konsili Kalsedon (Kadıköy), yang berlangsung pada 451. Perwakilan Armenia tidak hadir karena pemberontakan telah menimbulkan kekacauan politik di negeri tersebut.

Perpecahan berkembang melalui konsili-konsili berikutnya. Sebuah konsili di Dvin pada 506 menyetujui Henotikon dari Kaisar Zeno. Dokumen itu dimaksudkan untuk mendamaikan gereja-gereja. Keputusan tersebut menjadi bagian dari sejarah upaya mencapai kesepakatan setelah Kalsedon.

Sebuah konsili Armenia kemudian menolak kewenangan ekumenis Kalsedon dan rumusan dua kodrat setelah persatuan. McGuckin menempatkan konsili ini pada 555. Kronologi lain menyebut 554 sebagai tahun Konsili Dvin Kedua. Perbedaannya menyangkut tahun pelaksanaan. Penolakan tersebut tetap menjadi inti arti penting konsili itu.

Konsili Dvin Ketiga, yang berlangsung pada 609–610, membahas hubungan dengan Gereja Georgia. Gereja tersebut telah menerima Kristologi Kalsedon. Dengan demikian, Dvin menjadi tempat serangkaian keputusan tentang doktrin dan hubungan antargereja, jauh setelah konsili awal pada 451.

Gereja Armenia menyebut pendiriannya sebagai miafisit. Gereja ini menegaskan kesatuan keilahian dan kemanusiaan Kristus serta menolak ajaran Nestorius maupun Eutikes. Penolakannya terhadap Kalsedon perlu dipahami bersama penegasan tersebut.

Apa perbedaan historis antara Gereja Apostolik Armenia, Katolik Armenia, dan Ortodoks Timur?

Gereja Apostolik Armenia merupakan gereja nasional yang mengatur dirinya sendiri dalam keluarga Ortodoks Oriental. Gereja-gereja Ortodoks Timur dalam tradisi Bizantium menerima tujuh konsili ekumenis pertama. Penerimaan Gereja Apostolik Armenia atas tiga konsili pertama menjadi salah satu perbedaan utama antara kedua keluarga gereja tersebut.

Gereja Katolik Armenia merupakan gereja Katolik Timur tersendiri yang berada dalam persekutuan dengan Takhta Roma. Pada 1742, Paus Benediktus XIV mengukuhkan Abraham Ardzivian sebagai Patriark Katolik Armenia untuk Kilikia (Kilikya), yang berkedudukan di Lebanon. Ardzivian sebelumnya merupakan uskup Apostolik Armenia.

Jika Anda menemukan nama-nama ini, penerimaan atas konsili dan hubungan persekutuan dengan Roma membantu membedakan sejarahnya. Sebutan “Armenia” saja tidak selalu berarti “Apostolik Armenia”. Gereja Katolik Armenia juga memakai nama Armenia, tetapi berada dalam persekutuan gerejawi yang berbeda.

Dialog pada masa berikutnya juga penting. Pada 13 Desember 1996, Paus Yohanes Paulus II dan Katolikos Karekin I mengeluarkan deklarasi bersama. Mereka menegaskan keyakinan bersama bahwa Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati. Kesepakatan ini perlu dilihat bersama sejarah perpecahan doktrinal sebelumnya.

Mengapa Echmiadzin menjadi pusat keagamaan penting?

Echmiadzin (Eçmiyazin) memadukan kisah pendirian yang sakral, katedral bersejarah, dan takhta katolikos. UNESCO menempatkan pendirian katedral pada 301–303 serta mengaitkannya dengan Raja Trdat III dan Gregorius Sang Pencerah. Dengan demikian, tradisi pendiriannya berada dalam masa kristenisasi kerajaan.

Sejarah arsitektur bangunan ini memerlukan kronologi tersendiri. Fresno State membedakan gereja pertama dari abad keempat dengan denah berbentuk salib yang ada sekarang. Menurut lembaga tersebut, dasar denah itu berasal dari pembangunan kembali di bawah Vahan Mamikonian pada 480-an. Jadi, tanggal pendirian dan denah yang bertahan menggambarkan tahap yang berbeda.

Pada 1441, takhta katolikos kembali dari Sis di Kilikia ke Echmiadzin di Vagharshapat. Kepulangan ini menambahkan kedudukan kelembagaan pada makna sakral katedral. Echmiadzin merupakan pusat rohani utama gereja ini. Struktur gerejanya yang lebih luas juga mencakup Katolikosat Kilikia serta Patriarkat Istanbul dan Yerusalem (Kudüs).

Pada 2000, UNESCO memasukkan Katedral Echmiadzin, gereja-gereja bersejarah di sekitarnya, dan situs arkeologi Zvartnots ke dalam Daftar Warisan Dunia. Bagi Anda yang berkunjung, sejarah katedral ini mencakup pendirian awal sekaligus pembangunan kembali pada masa berikutnya.

Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan

“Echmiadzin” berarti “turunnya Sang Putra Tunggal”. Nama itu merujuk pada penglihatan Gregorius yang dikisahkan Agathangelos. Dalam penglihatan tersebut, Kristus memukul tanah dengan palu emas. Nama tempat ini sendiri menyimpan bagian dari kisah sakral pendirian katedral.

Penyelidikan pada 1955–1956 dan 1959 menemukan sisa perapian kuil api di bawah altar apsis timur. Temuan ini menambahkan lapisan arkeologis di bawah sejarah arsitektur Kristen katedral tersebut.

Sebuah relief abad kelima di dinding utara katedral mengidentifikasi Santo Paulus dan Santa Tekla dalam bahasa Yunani, bukan bahasa Armenia. Detail ini melengkapi sejarah penerjemahan Armenia yang lebih luas setelah penciptaan alfabet sekitar 405.

Kalender gereja memberi kaitan dengan kehidupan sehari-hari. Natal dirayakan bersama Teofani pada 6 Januari, bukan sebagai perayaan tersendiri pada akhir Desember. Jika Anda menyiapkan jamuan keluarga untuk perayaan Natal Gereja Armenia, tanggal yang perlu dicatat ialah 6 Januari.

Linimasa

  • Abad pertama: Tradisi gereja menempatkan misi Tadeus dan Bartolomeus di Armenia.
  • Sekitar 260: Dionisius dari Aleksandria menyebut Meruzanes, uskup Armenia.
  • 301: Tahun tradisional agama Kristen menjadi agama negara.
  • 301–303: Penanggalan UNESCO untuk pendirian Katedral Echmiadzin.
  • Sekitar 314: Tahun yang diusulkan untuk penahbisan Gregorius dan tahun alternatif untuk pembaptisan Trdat.
  • Abad keempat: Di bawah Pap, pengangkatan katolikos tidak lagi memerlukan persetujuan Kaisarea.
  • Sekitar 405: Mesrop Mashtots menciptakan alfabet Armenia.
  • 451: Konsili Kalsedon berlangsung tanpa perwakilan Armenia.
  • 480-an: Echmiadzin dibangun kembali di bawah Vahan Mamikonian.
  • 506: Dvin menyetujui Henotikon.
  • 554/555: Konsili Dvin Kedua menolak kewenangan Kalsedon; terdapat perbedaan kronologi.
  • 609–610: Konsili Dvin Ketiga membahas hubungan dengan Gereja Georgia.
  • 1441: Takhta katolikos kembali dari Sis ke Echmiadzin.
  • 1742: Benediktus XIV mengukuhkan Ardzivian sebagai Patriark Katolik Armenia.
  • 13 Desember 1996: Yohanes Paulus II dan Karekin I mengeluarkan deklarasi bersama.
  • 2000: Echmiadzin dan Zvartnots masuk dalam Daftar Warisan Dunia.

FAQ

Apakah sebutan “apostolik” membuktikan pendirian pada abad pertama?

Sebutan itu menyatakan tradisi gereja tentang pendiriannya melalui Tadeus dan Bartolomeus. Rujukan dokumenter tersendiri mencatat Uskup Meruzanes sekitar 260.

Apakah 301 satu-satunya tahun yang digunakan untuk perpindahan agama kerajaan?

Tidak. Tradisi gereja menggunakan 301, sedangkan Robin Darling Young lebih mendukung 314 sebagai tahun pembaptisan Trdat. Ia juga menekankan penyebaran agama Kristen yang bertahap.

Apakah Apostolik Armenia sama dengan Katolik Armenia?

Tidak. Gereja Apostolik Armenia termasuk dalam keluarga Ortodoks Oriental. Gereja Katolik Armenia berada dalam persekutuan dengan Roma.

Apakah denah Echmiadzin saat ini berasal dari 301–303?

UNESCO menyebut 301–303 sebagai masa pendiriannya. Fresno State mengaitkan dasar denah berbentuk salib yang ada sekarang dengan pembangunan kembali pada 480-an.

Sumber

  1. Dewan Gereja-Gereja Sedunia — Gereja Apostolik Armenia, Takhta Induk Echmiadzin Suci oikoumene.org
  2. Wikipedia bahasa Turki — Ermeni Apostolik Kilisesi tr.wikipedia.org
  3. John A. McGuckin — Kekristenan Armenia, Ensiklopedia Ringkas Kekristenan Ortodoks, hlm. 40–43 catalogimages.wiley.com
  4. Robert W. Thomson, Encyclopaedia Iranica — Agathangelos iranicaonline.org
  5. Robin Darling Young — Perpindahan Agama Armenia sebagai Karya Sastra umnlibraries.manifoldapp.org
  6. Wikipedia bahasa Inggris — Gereja Apostolik Armenia en.wikipedia.org
  7. Ronald Roberson, CNEWA — Gereja Ortodoks cnewa.org
  8. Ronald Roberson, CNEWA — Gereja Katolik Armenia cnewa.org
  9. Vatikan — Yohanes Paulus II, Audiensi Umum, 22 Januari 1997 vatican.va
  10. UNESCO — Katedral dan Gereja-Gereja Echmiatsin serta Situs Arkeologi Zvartnots whc.unesco.org
  11. Program Studi Armenia Fresno State — Etchmiadzin cah.fresnostate.edu

FAQ

Siapa yang mendirikan Gereja Apostolik Armenia?

Tradisi gereja menelusuri pendiriannya ke misi Tadeus dan Bartolomeus pada abad pertama. Salah satu rujukan tertulis awal berasal dari sekitar 260, ketika Dionisius dari Aleksandria menyebut Meruzanes, uskup Armenia.

Armenia menerima agama Kristen pada 301 atau 314?

Menurut tradisi gereja, agama Kristen menjadi agama negara pada 301. Robin Darling Young menilai 314 lebih mungkin sebagai tahun pembaptisan Raja Trdat dan menekankan bahwa proses kristenisasi berlangsung bertahap.

Apakah Gereja Apostolik Armenia termasuk Ortodoks Timur?

Gereja ini termasuk dalam keluarga Ortodoks Oriental. Gereja ini menerima tiga konsili ekumenis pertama, sedangkan gereja-gereja Ortodoks Timur dalam tradisi Bizantium menerima tujuh konsili pertama.

Mengapa Echmiadzin penting?

Echmiadzin memadukan tradisi pendirian yang sakral dengan sebuah katedral bersejarah. Takhta katolikos kembali ke sana dari Sis pada 1441, dan Echmiadzin tetap menjadi pusat rohani utama gereja ini.

Image: Holy Saviour's Church, Gyumri, Armenia (2026).jpg — Petar Milošević, CC BY-SA 4.0

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait