Sejarah Dunia

Aurangzeb: Bagaimana Ia Memperluas Kekaisaran Mughal?

Aurangzeb membawa Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluasnya dengan mencaplok Bijapur pada 1686 dan Golconda pada 1687. Namun, perang berkepanjangan di Dekkan membebani keuangan kekaisaran, sementara perlawanan Maratha berlanjut hingga kematiannya pada 1707.

8 menit baca13 sumberDiterbitkan: 6 November 2026Terakhir diperiksa: 6 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Aurangzeb: Bagaimana Ia Memperluas Kekaisaran Mughal?
Aurangzeb on a Boat.jpg

Aurangzeb (Evrengzib) memperluas Kekaisaran Mughal melalui penaklukan di selatan. Ia mencaplok Bijapur pada 1686 dan Golconda pada 1687. Kemenangan ini membawa kekaisaran mencapai wilayah terluasnya. Namun, kampanye militernya yang berkepanjangan di Dekkan membebani keuangan kekaisaran dan gagal mengakhiri perlawanan Maratha.

Bagaimana kekaisaran bisa mencapai batas wilayah terluasnya ketika para prajurit harus menunggu gaji selama bertahun-tahun? Masa pemerintahan Aurangzeb, dari 1658 hingga 1707, memperlihatkan hubungan antara perluasan wilayah dan biaya mempertahankannya yang terus meningkat. Anda bisa menelusuri hubungan itu melalui perebutan takhta, kampanye militer di selatan, dokumen hukum, dan warisannya yang diperdebatkan.

Bagaimana Aurangzeb mengalahkan saudara-saudaranya dalam perebutan takhta?

Aurangzeb lahir pada 1618 di Dahod, yang kini berada di Gujarat. Putra Shah Jahan dan Mumtaz Mahal ini menjadi kaisar Mughal keenam. Jalannya menuju kekuasaan melewati konflik keluarga. Dalam sistem ini, menjadi putra tertua tidak otomatis memberikan hak atas takhta.

Ketika Shah Jahan jatuh sakit pada 1657, empat putranya terlibat dalam perebutan takhta bersenjata: Dara Shukoh, Shah Shuja, Murad Bakhsh, dan Aurangzeb. Pergantian penguasa Mughal tidak otomatis mengutamakan putra tertua. Karena itu, hasil persaingan ditentukan oleh persekutuan dan kemenangan militer.

Aurangzeb bersekutu dengan Murad Bakhsh. Bersama-sama, mereka mengalahkan pasukan kekaisaran di Dharmat pada April 1658. Pada Mei, mereka mengalahkan pasukan Dara Shukoh di Samugarh. Kemenangan ini membuka jalan Aurangzeb menuju takhta.

Setelah Samugarh, Aurangzeb merebut Agra dan memenjarakan Shah Jahan di Benteng Agra. Penahanan ayahnya berlangsung seiring dengan kenaikannya ke takhta pada 1658. Kemenangan atas Dara di medan perang telah memberinya kendali atas pusat kekaisaran.

Para pesaing lainnya kemudian disingkirkan. Shah Shuja melarikan diri ke Arakan setelah dikalahkan pasukan Aurangzeb. Dara membentuk pasukan baru, tetapi kembali kalah. Ia ditangkap dan dieksekusi pada 1659. Aurangzeb juga memerintahkan penangkapan mantan sekutunya, Murad, yang kemudian dipenjarakan di Gwalior. Murad dieksekusi pada 4 Desember 1661.

Bagaimana kampanye militer di Dekkan memengaruhi wilayah dan keuangan kekaisaran?

Aurangzeb sudah mengenal Dekkan sebelum menjadi kaisar. Ia memerintah wilayah Mughal di sana pada 1636–1644 dan kembali pada 1653–1658. Jadi, kampanye militernya di selatan berlangsung setelah dua masa pengalaman langsung mengelola wilayah tersebut.

Perluasan wilayah tidak hanya berlangsung di selatan. Pada pertengahan 1660, ia mengangkat Mir Jumla sebagai gubernur Benggala, Bihar, dan Orissa untuk memulihkan kendali Mughal di timur laut. Sejarawan John F. Richards juga menghubungkan ambisi Aurangzeb yang semakin besar di selatan dengan kampanye militer yang mahal dan tidak membuahkan hasil di luar sabuk pegunungan utara pada 1660-an dan 1670-an.

Kampanye besar di Dekkan dimulai pada 1681 dan berlangsung selama 26 tahun, hingga Aurangzeb meninggal. Salah satu tujuan awalnya adalah menangkap putranya yang memberontak, Akbar, yang berlindung pada pihak Maratha. Dengan demikian, konflik dalam keluarga kekaisaran menjadi bagian dari tujuan awal kampanye tersebut.

Perluasan wilayah berikutnya berlangsung melalui penaklukan dua kesultanan. Aurangzeb mencaplok Bijapur di Dekkan bagian barat pada 1686. Golconda, di Dekkan bagian timur, menyusul pada 1687. Pencaplokan ini memperluas wilayah Mughal ke selatan dan membawa kekaisaran mencapai cakupan geografis terluasnya.

Namun, penaklukan tidak mengakhiri perlawanan. Pasukan Mughal menangkap dan membunuh penguasa Maratha, Sambhaji, pada 1689. Rajaram melanjutkan perjuangan, kemudian disusul Tarabai. Perlawanan Maratha bertahan hingga Aurangzeb meninggal pada 1707.

Beban keuangan menjadi sangat berat. Menurut materi pelajaran sejarah INFLIBNET, sebagian prajurit dan pejabat mengalami tunggakan gaji selama tiga tahun pada tahap akhir perang di Dekkan. Harta yang telah dihimpun di Agra dan Delhi dikirim ke selatan untuk menopang pasukan.

Jika Anda pernah mengatur pengeluaran sehari-hari berdasarkan tanggal gajian, tunggakan itu membantu Anda memahami tekanan keuangan tersebut. Gaji yang tertunda selama tiga tahun merupakan kegagalan nyata dalam memenuhi kewajiban. Pengiriman cadangan harta ke selatan juga menunjukkan bahwa kampanye militer menguras sumber daya yang tersimpan di wilayah lain dalam kekaisaran.

Pemerintahan ikut berpindah bersama kaisar. Richards menggambarkan pusat administrasi yang berkedudukan di Shahjahanabad-Delhi selama dua puluh tahun pertama pemerintahannya. Selama kampanye militer di Rajasthan dan Dekkan, pusat itu beralih ke perkemahan militer Aurangzeb yang terus berpindah. Perluasan wilayah mengubah tempat pemerintahan kekaisaran dijalankan.

Kronologi

  • 1618: Aurangzeb lahir di Dahod.
  • 1626: Ia dan Dara Shukoh dikirim sebagai sandera ke istana Jahangir di Lahore.
  • 1636–1644 dan 1653–1658: Ia menjabat sebagai gubernur di Dekkan selama dua masa jabatan.
  • 1657: Sakitnya Shah Jahan memicu perebutan takhta.
  • April–Mei 1658: Kemenangan di Dharmat dan Samugarh membuka jalannya menuju kekuasaan.
  • 1658: Shah Jahan dipenjarakan dan Aurangzeb menjadi kaisar.
  • 1659 dan 1661: Dara Shukoh dieksekusi pada 1659, sedangkan Murad Bakhsh pada 1661.
  • 1672: Kompilasi hukum Fatawa-i Alamgiri disusun.
  • 1679: Aurangzeb memberlakukan kembali pajak jizyah.
  • 1681: Kampanye besar terakhirnya di Dekkan dimulai.
  • 1686–1687: Bijapur dan Golconda dicaplok.
  • 1689: Sambhaji ditangkap dan dibunuh.
  • 3 Maret 1707: Aurangzeb meninggal; Bahadur Shah I menggantikannya.
  • 1724: Nizam-ul-Mulk Asaf Jah membentuk pemerintahan dinastinya sendiri yang secara efektif berkuasa di Dekkan.

Dokumen apa yang menjelaskan kebijakan pajak, agama, dan kuilnya?

Aurangzeb memberlakukan kembali jizyah, pajak bagi non-Muslim, pada 1679. Fatwa jizyah yang disajikan UCLA dalam terjemahan Anver Emon mencantumkan pengecualian bagi perempuan, anak-anak, orang sakit, penyandang tunanetra, orang yang sangat lanjut usia, serta orang miskin yang tidak bekerja. Saat mengkaji pajak ini, Anda perlu membaca pemberlakuannya kembali bersama ketentuan pengecualian yang tercantum.

Fatawa-i Alamgiri memberikan sudut pandang lain tentang pemerintahan. Kompilasi ini disusun pada 1672 oleh para ahli hukum yang ditugaskan Aurangzeb. Tujuannya adalah menyediakan rujukan hukum menyeluruh bagi gubernur dan hakim. Tujuan tersebut menghubungkan kewenangan keagamaan kekaisaran dengan praktik administrasi.

Kebijakan terhadap kuil perlu dikaji melalui berbagai jenis bukti. Indeks Maasir-i-Alamgiri karya Saqi Mustaid Khan dalam terjemahan Jadunath Sarkar mengarahkan pembaca ke halaman 55 untuk penghancuran Kuil Vishvanath di Kashi. Indeks itu menunjuk halaman 60 untuk penghancuran Kuil Keshav Rai di Mathura.

Penafsirannya juga berbeda. UCLA memandang pembatasan pada 1668–1669 dan pemberlakuan kembali jizyah pada 1679 sebagai bukti penindasan agama. Kajian Ohio State University meminta pembaca turut mempertimbangkan contoh perlindungan kuil dan izin perbaikan. Penghancuran, perlindungan, dan perpajakan semuanya perlu masuk dalam pembahasan.

Arsip administrasi memperluas cakupan bukti. Bagian Arsip Oriental di Arsip Nasional India menyimpan sekitar 150.000 dokumen. Di dalamnya terdapat farman, perintah, dan parwana yang relevan untuk meneliti masa Aurangzeb. Koleksi Inayat Jang memuat lebih dari 137.000 dokumen berbahasa Persia yang mencakup 1685–1774. Dokumen-dokumen ini berguna untuk menyelidiki administrasi provinsi dan sejarah agraria Dekkan.

Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan

Aurangzeb dan Dara Shukoh sama-sama pernah menjadi sandera saat masih muda. Pada 1626, setelah pemberontakan ayah mereka gagal, keduanya dikirim ke istana kakek mereka, Jahangir, di Lahore. Dua saudara yang kelak memperebutkan takhta itu pernah menghadapi pemindahan paksa ini bersama-sama.

Pada 1681, Aurangzeb memerintahkan pembangunan tembok yang mengelilingi Aurangabad. Kota ini merupakan pusat administrasi dan pasokan penting di Dekkan. Perintah pembangunan tersebut memperlihatkan bahwa kampanye militer berjalan bersama pekerjaan praktis untuk mengamankan pusat penopang operasi kekaisaran.

Sebuah farman yang masih tersimpan memperlihatkan wujud fisik administrasi kekaisaran. Museum Nasional di New Delhi menyimpan dekret Aurangzeb berbahasa Persia mengenai alokasi madad-i maash untuk Abdul Karim. Dokumen bertanggal 1672 ini berukuran 72 × 47,5 sentimeter dan memiliki nomor inventaris 86.152.

Kajian Ohio State juga melaporkan bahwa umat Hindu mencakup sedikit lebih dari 30 persen bangsawan Mughal pada masa Aurangzeb. Proporsi itu melampaui tingkat pada masa penguasa-penguasa sebelumnya. Angka ini menambahkan fakta penting tentang administrasi pada masa pemerintahan yang sering dibahas melalui jizyah dan penghancuran kuil.

Apakah perpecahan kekaisaran setelahnya dapat dijelaskan hanya melalui keputusan Aurangzeb?

Penafsiran sejarah yang dirujuk menolak penjelasan dengan satu penyebab. UCLA menekankan tekanan pajak terhadap petani, melemahnya persekutuan politik, dan kesulitan memerintah wilayah yang luas. Faktor-faktor ini menghubungkan persoalan kewenangan kekaisaran dengan perpajakan, kerja sama, dan jangkauan administrasi.

Kajian Ohio State University pada 2023 juga mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, politik, militer, dan lingkungan bersama keputusan Aurangzeb saat membahas kemunduran Mughal pada abad kedelapan belas. Kebijakannya tetap menjadi bagian dari penjelasan. Namun, dalam penafsiran tersebut, kebijakan itu tidak menjelaskan keseluruhannya.

Aurangzeb meninggal pada 3 Maret 1707 dan digantikan oleh putranya, Bahadur Shah I. Pada 1724, mantan jenderalnya, Nizam-ul-Mulk Asaf Jah, membentuk dinastinya sendiri yang secara efektif berkuasa di Dekkan. Peristiwa ini menjadi contoh nyata terpecahnya kekuasaan pusat Mughal menjadi kekuasaan regional setelah kematian kaisar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan Aurangzeb memerintah Kekaisaran Mughal?

Ia memerintah dari 1658 hingga 1707 sebagai kaisar Mughal keenam. Orang tuanya adalah Shah Jahan dan Mumtaz Mahal.

Penaklukan apa yang membawa kekaisaran mencapai wilayah terluasnya?

Pencaplokan Bijapur pada 1686 dan Golconda pada 1687 membawa Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluasnya.

Apakah Aurangzeb berhasil menumpas perlawanan Maratha?

Pasukannya menangkap dan membunuh Sambhaji pada 1689. Meski demikian, perlawanan berlanjut di bawah Rajaram, lalu Tarabai, hingga kematian Aurangzeb pada 1707.

Siapa yang menggantikan Aurangzeb?

Putranya, Bahadur Shah I, naik takhta Mughal setelah Aurangzeb meninggal pada 3 Maret 1707.

Sumber

  1. Vikipedi — Evrengzib tr.wikipedia.org
  2. Wikipedia — Aurangzeb en.wikipedia.org
  3. UCLA MANAS — Aurangzeb: Sejarah Politik southasia.ucla.edu
  4. John F. Richards / Cambridge University Press — Perluasan Kekaisaran di Bawah Aurangzeb 1658–1689 cambridge.org
  5. Ohio State University Origins — Aurangzeb: Kaisar Mughal origins.osu.edu
  6. INFLIBNET — Aurangzeb: Kehidupan, Politik, dan Pencapaian ebooks.inflibnet.ac.in
  7. UCLA MANAS — Aurangzeb: Kebijakan Agama southasia.ucla.edu
  8. UCLA MANAS — Fatwa Aurangzeb tentang Jizyah southasia.ucla.edu
  9. University of California eScholarship — Mughal, Utsmaniyah, dan Persoalan Kodifikasi dalam Sejarah Hukum Islam escholarship.org
  10. Arsip Nasional India — Arsip Oriental nationalarchives.nic.in
  11. Arsip Nasional India — Koleksi Dokumen Pribadi nationalarchives.nic.in
  12. Museum-Museum India / Museum Nasional, New Delhi — Farman museumsofindia.gov.in
  13. Institut Politik dan Ekonomi Gokhale — Maasir-i-Alamgiri, Daftar Isi dan Indeks dspace.gipe.ac.in

FAQ

Kapan Aurangzeb memerintah Kekaisaran Mughal?

Aurangzeb memerintah dari 1658 hingga 1707 sebagai kaisar Mughal keenam. Ia adalah putra Shah Jahan dan Mumtaz Mahal.

Penaklukan apa yang membawa kekaisaran mencapai wilayah terluasnya?

Aurangzeb mencaplok Bijapur pada 1686 dan Golconda pada 1687. Penaklukan di selatan ini membawa Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluasnya.

Apakah Aurangzeb berhasil menumpas perlawanan Maratha?

Pasukan Mughal menangkap dan membunuh Sambhaji pada 1689. Namun, perlawanan berlanjut di bawah Rajaram, lalu Tarabai, hingga kematian Aurangzeb pada 1707.

Siapa yang menggantikan Aurangzeb?

Putranya, Bahadur Shah I, menggantikannya setelah ia meninggal pada 3 Maret 1707.

Image: Aurangzeb on a Boat.jpg — unknown (Indian), Public domain

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait