Dunia Kuno · MÖ 3200 – MS 476

Siapa Candragupta Maurya? Kekaisaran dan Ketidakpastian

Candragupta Maurya mendirikan Kekaisaran Maurya dengan menggantikan kekuasaan Nanda di Pataliputra, lalu memperkuat kedudukannya melalui perjanjian dengan Seleukos I. Tradisi yang muncul belakangan dan catatan yang tidak utuh membuat asal-usul, kampanye militer, hubungannya dengan Chanakya, serta tahun-tahun terakhir hidupnya tetap diperdebatkan.

8 menit baca10 sumberDiterbitkan: 7 November 2026Terakhir diperiksa: 7 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Siapa Candragupta Maurya? Kekaisaran dan Ketidakpastian
Chandragupta Maurya Empire c.290 BCE.png

Candragupta Maurya (Chandragupta Maurya) mendirikan Kekaisaran Maurya yang berpusat di Magadha. Ia memerintah sekitar 322–298 SM. Ia menggantikan kekuasaan Nanda dengan merebut ibu kotanya, Pataliputra, lalu mencapai perjanjian dengan Seleukos I. Masa kecil, rincian kampanye militer, dan keadaan pada tahun-tahun terakhir hidupnya masih diperdebatkan.

Perebutan Pataliputra menjadi titik awal yang kuat. Namun, kisah-kisah di seputarnya lebih sulit diurai. Jika Anda mengikuti perjalanan Candragupta dari ibu kota Nanda hingga perjanjiannya dengan Seleukos, Anda akan menjumpai beragam bukti. Ada narasi keagamaan yang muncul belakangan, catatan yang dilestarikan melalui penulis lain, dan prasasti yang mengenang peristiwa masa lalu. Perbedaan di antara sumber-sumber itu menjelaskan mengapa pendirian kekaisarannya lebih jelas daripada banyak episode kehidupan sang pendiri.

Bagaimana Candragupta menggantikan kekuasaan Nanda?

Candragupta merebut Pataliputra, ibu kota penguasa Nanda terakhir, Dhanananda. Dinastinya kemudian menggantikan pemerintahan Nanda. Pataliputra berada di lokasi Patna sekarang, di negara bagian Bihar, India. Dengan demikian, Anda dapat menemukan pusat politik kekaisarannya pada peta modern.

Masa pemerintahannya diperkirakan berlangsung pada 322–298 SM. Urutan kampanye militer yang membawanya ke tampuk kekuasaan masih diperdebatkan. Dalam berbagai rekonstruksi, penguatan kekuasaannya di Punjab ditempatkan sebelum atau sesudah penggulingan Nanda. Kisah tentang kemajuan yang mulus tanpa hambatan akan menutupi perbedaan pendapat tersebut.

Mahavamsa Tika dan Parishishtaparvan mengisahkan serangan pertama ke ibu kota yang gagal. Menurut kedua sumber itu, Candragupta dan para pendukungnya kemudian beralih ke wilayah perbatasan sebelum menguasai pusat pemerintahan. Kisah ini memberi penjelasan yang jelas tentang strategi mereka. Namun, catatan sezaman tidak mengonfirmasi urutan tersebut.

Latar belakang keluarganya juga belum pasti. Tradisi Brahmanis menyebutnya sebagai putra Nanda dan Mura. Tradisi Jain memberikan asal-usul yang berbeda. Kisah-kisah yang bersaing ini tidak cukup untuk menyusun riwayat masa kecil yang pasti. Pergantian dinasti Nanda memiliki landasan bukti yang lebih kuat daripada kisah keluarga yang dilekatkan pada penakluknya.

Sumber apa yang mendasari kisah hubungannya dengan Chanakya?

Bantuan Chanakya dikisahkan dalam drama Mudrarakshasa karya Vishakhadatta, kronik Buddha, dan teks Jain. Karya-karya itu ditulis berabad-abad setelah masa hidup Candragupta. Semuanya melestarikan kisah hubungan keduanya. Namun, jaraknya dari peristiwa membatasi kepastian dalam merekonstruksi setiap episode.

Parishishtaparvan karya Hemachandra dari abad ke-12 menyajikan kisah terperinci dalam bab kedelapan. Narasinya membantu menjelaskan kedudukan Candragupta dan Chanakya dalam tradisi Jain. Meski demikian, banyaknya rincian tidak menghapus jarak waktu antara suatu peristiwa dan karya yang masih bertahan untuk mengisahkannya.

Arthashastra menghadirkan persoalan lain. Teks berbahasa Sanskerta tentang prinsip pemerintahan ini secara tradisional dianggap sebagai karya Chanakya, yang juga disebut Kautilya. Kajian UCLA menunjukkan adanya perbedaan bahasa dan gaya. Perbedaan itu membuat seluruh teks yang masih bertahan tidak dapat dengan yakin dianggap sebagai karya satu penulis.

Jika Anda membaca Arthashastra untuk memahami Candragupta, bedakan pedoman tentang cara memerintah dari catatan tentang praktik pemerintahan. Karya ini tidak dapat dijadikan catatan sejarah langsung tentang pemerintahannya. Kaitan tradisionalnya dengan Chanakya juga tidak membuktikan bahwa setiap kebijakan di dalamnya dijalankan pada masa Candragupta.

Mengapa rincian konflik dan perjanjiannya dengan Seleukos diperdebatkan?

Pertemuan Candragupta dengan Seleukos I, mantan panglima Aleksander Agung, beserta perjanjian damai mereka umumnya diperkirakan terjadi sekitar 305–303 SM. Kesepakatan itu mencakup penyerahan wilayah, pengaturan perkawinan, dan gajah. Garis besarnya lebih jelas daripada peristiwa militer yang mendahuluinya.

Kajian Sushma Jansari mempertanyakan pernyataan tegas bahwa salah satu penguasa meraih kemenangan militer yang menentukan. Sumber-sumber awal tidak menunjukkan pemenang yang jelas. Karena itu, keberadaan perjanjian saja tidak dapat memberi tahu Anda secara pasti bagaimana pertempuran berakhir atau siapa yang menentukan syarat-syaratnya.

Strabo dan Plutarkhos melaporkan bahwa Candragupta memberikan 500 gajah kepada Seleukos. Jansari mengingatkan bahwa kedua laporan itu mungkin berasal dari sumber yang sama. Jadi, dua penulis yang karyanya masih bertahan dapat melestarikan satu catatan dasar, alih-alih memberikan dua konfirmasi independen atas jumlah tersebut.

Ketentuan perkawinan juga menjadi titik perdebatan. Penafsirannya sebagian bergantung pada makna kata kēdos yang digunakan Appian dan epigamia yang digunakan Strabo. Keduanya mendasari beragam penafsiran, dari perkawinan pribadi antardinasti hingga hak perkawinan antarkomunitas. Karena itu, suatu perkawinan kerajaan tertentu tidak boleh dianggap sebagai fakta yang sudah pasti.

Strabo juga menyatakan bahwa Seleukos menyerahkan wilayah kepada Candragupta. Namun, ia tidak merinci dengan jelas tempat-tempat yang diserahkan. Redaksi yang masih bertahan tidak memungkinkan batas wilayah hasil perjanjian itu dipetakan secara tepat.

Apa yang diungkap catatan yang dinisbatkan kepada Megasthenes tentang pemerintahan Maurya?

Seleukos mengirim Megasthenes sebagai utusan ke Pataliputra. Catatan asli Megasthenes tentang India telah hilang. Isinya bertahan melalui penulis-penulis kemudian, termasuk Strabo dan Arrian. Jadi, apa yang dapat dibaca sekarang bergantung pada bagian-bagian yang diteruskan oleh para penulis tersebut.

Catatan yang dinisbatkan kepada Megasthenes menggambarkan Pataliputra memiliki panjang sekitar sembilan mil dan lebar dua mil. Kota itu dikelilingi parit dan tembok kayu. Rincian ini memberi gambaran konkret tentang ibu kota, meskipun sampai kepada kita melalui penuturan ulang pada masa kemudian.

Uraian Megasthenes membagi masyarakat menjadi tujuh kelompok. Prajurit, pengawas pemerintahan, dan penasihat kerajaan disebut sebagai kelompok yang terpisah. Pengelompokan ini menunjukkan pembedaan antara pekerjaan militer dan administrasi. Catatan itu memberi gambaran tentang pembagian tanggung jawab khusus dalam kerajaan, bukan hanya tentang sosok penguasanya.

Penafsiran Thomas R. Trautmann pada 2021 menempatkan sumber daya militer sebagai kunci keberhasilan Candragupta. Ia menafsirkan Megasthenes sebagai penulis yang menggambarkan monopoli kerajaan atas kuda, gajah, dan senjata. Penguasaan sumber daya itu membantu menjelaskan kemampuan sang penguasa mempertahankan kekuatan militer yang terorganisasi.

Trautmann juga membaca catatan itu sebagai bukti bahwa prajurit menerima upah pada masa perang maupun damai. Petani dilucuti dari senjata, sementara prajurit dipisahkan dari kegiatan produksi pertanian. Untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, bayangkan perbedaan antara Anda menerima upah tetap untuk pekerjaan khusus dan Anda menghasilkan makanan sendiri. Dalam penafsiran ini, dinas militer merupakan pekerjaan tersendiri yang tetap ditopang di luar masa pertempuran.

Kronologi

  • Sekitar 322 SM: Masa pemerintahan Candragupta dimulai. Dinasti Maurya yang didirikannya menggantikan kekuasaan Nanda, tetapi urutan kampanye militernya masih diperdebatkan.
  • Sekitar 305–303 SM: Pertemuan dengan Seleukos berakhir dengan perjanjian yang mencakup wilayah, pengaturan perkawinan, dan gajah.
  • Sekitar 298 SM: Masa pemerintahan Candragupta berakhir. Putranya, Bindusara, menggantikannya.
  • Abad ke-2 M: Prasasti Rudradaman secara retrospektif menyebut Pushyagupta, gubernur pada masa Candragupta, sebagai pembangun Danau Sudarshana.
  • Abad ke-7 M: Sebuah prasasti di Shravanabelagola menyebut Prabhacandra. Kaitannya dengan Candragupta masih diperdebatkan.
  • Abad ke-12 M: Hemachandra memasukkan kisah terperinci tentang Candragupta dan Chanakya ke dalam Parishishtaparvan.

Rincian yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Catatan yang dinisbatkan kepada Megasthenes menyebut bahwa Candragupta terkadang berpindah tempat tidur karena takut akan persekongkolan. Rincian kecil ini memperlihatkan rasa tidak aman pribadi di tengah pertahanan ibu kota dan sumber daya militer kerajaan yang terorganisasi. Keterangan itu tetap merupakan laporan tentang kehidupan istana, bukan pernyataan Candragupta yang dilestarikan secara langsung.

Trautmann menghubungkan kekuatan militer Maurya dengan penguasaan atas dua lingkungan yang berbeda. Daerah aliran Sungai Indus yang kering menyediakan sumber daya kuda. Daerah aliran Sungai Gangga yang lembap menyediakan sumber daya gajah. Menurut penafsirannya, penguasaan kedua kawasan membantu menempatkan hewan-hewan militer itu di bawah satu otoritas kerajaan.

Prasasti Rudradaman dari abad ke-2 menyebut Pushyagupta, gubernur di bawah Candragupta, sebagai pembangun Danau Sudarshana di Gujarat. Penyebutan itu dicatat setelah peristiwanya berlalu. Catatan tersebut menghubungkan pemerintahan Candragupta dengan seorang gubernur yang disebut namanya dan sebuah proyek pembangunan tertentu. Namun, ada jarak waktu yang jelas antara pembangunan dan prasasti tersebut.

Dua rincian lain menunjukkan mengapa tanggal dan atribusi penting. Arthashastra ditemukan kembali dalam kajian modern pada 1905. Jauh kemudian, jawaban Kementerian Kebudayaan India bertanggal 9 Desember 2024 mengonfirmasi penggalian sebuah balai dengan 80 tiang di Kumrahar. Namun, jawaban itu tidak menyebut bangunan tersebut sebagai peninggalan Candragupta.

Seberapa kuat bukti tentang tradisi Jain dan pengunduran dirinya dari takhta?

Bindusara menggantikan ayahnya di takhta Maurya. Tradisi Jain menambahkan bahwa Candragupta turun takhta, menyertai Bhadrabahu ke Shravanabelagola, lalu meninggal melalui puasa. Vincent A. Smith menerima kisah ini, sambil mengakui bahwa buktinya belum meyakinkan secara pasti.

Prasasti abad ke-7 di Shravanabelagola menjadi pusat perdebatan tentang identitas tokoh. Lewis Rice mengidentifikasi Prabhacandra dalam prasasti itu sebagai Candragupta Maurya. J. F. Fleet menolak penafsiran tersebut. Jadi, relevansi prasasti itu bergantung pada identifikasi yang telah diperdebatkan para sarjana.

Brhatkathakosa karya Harisena menimbulkan kesulitan lain. Candragupta dalam karya itu berasal dari Ujjain dan tidak disebut sebagai seorang Maurya. Ciri-ciri tersebut mendukung pandangan bahwa kisahnya membahas orang lain. Kesamaan nama saja tidak cukup untuk menghubungkan narasi ini secara pasti dengan pendiri Kekaisaran Maurya.

Tanya jawab

Siapa Candragupta Maurya?

Ia mendirikan Kekaisaran Maurya yang berpusat di Magadha dan memerintah sekitar 322–298 SM. Ia membangun dinastinya setelah merebut Pataliputra dari kekuasaan Nanda.

Apakah Chanakya membantu Candragupta membangun kekuasaannya?

Kronik Buddha, teks Jain, dan Mudrarakshasa mengisahkan bantuannya. Sumber-sumber ini ditulis berabad-abad kemudian, sehingga rincian episodenya lebih sulit diverifikasi.

Apakah Candragupta mengalahkan Seleukos I?

Pertemuan mereka berakhir dengan perjanjian sekitar 305–303 SM. Sumber-sumber awal tidak menunjukkan pemenang militer yang jelas.

Apakah Candragupta menjadi pertapa Jain?

Tradisi Jain mengisahkan bahwa ia turun takhta, bepergian bersama Bhadrabahu, dan meninggal melalui puasa. Identifikasi tokoh dalam teks dan prasasti yang masih diperdebatkan membuat kisah itu belum dapat dipastikan.

Sumber

  1. IGNCA, Periode Maurya ignca.gov.in
  2. INFLIBNET, Kekaisaran Maurya ebooks.inflibnet.ac.in
  3. Wikipedia, Pataliputra en.wikipedia.org
  4. Wikipedia, Chandragupta Maurya en.wikipedia.org
  5. Wikipedia bahasa Turki, Chandragupta Maurya tr.wikipedia.org
  6. UCLA MANAS, Kautilya dan Arthashastra southasia.ucla.edu
  7. Sushma Jansari, Chandragupta Maurya, UCL Press discovery.ucl.ac.uk
  8. Thomas R. Trautmann, Megasthenes tentang Hewan Militer Chandragupta dan Pembentukan Kekaisaran India Pertama cambridge.org
  9. Vincent A. Smith, Sejarah India Oxford, 1923 penelope.uchicago.edu
  10. Kementerian Kebudayaan India, Pertanyaan Lok Sabha 2122 sansad.in

FAQ

Siapa Candragupta Maurya?

Candragupta Maurya mendirikan Kekaisaran Maurya yang berpusat di Magadha dan memerintah sekitar 322–298 SM. Ia menggantikan kekuasaan Nanda setelah merebut Pataliputra.

Apakah Chanakya membantu Candragupta membangun kekuasaannya?

Kronik Buddha, teks Jain, dan drama Mudrarakshasa karya Vishakhadatta mengisahkan bantuan Chanakya. Karya-karya ini ditulis berabad-abad setelah peristiwanya, sehingga rincian kisahnya perlu disikapi dengan hati-hati.

Apakah Candragupta mengalahkan Seleukos I?

Pertemuan mereka sekitar 305–303 SM berakhir dengan perjanjian. Sumber-sumber awal tidak menunjukkan pemenang militer yang jelas. Ketentuan tentang wilayah dan perkawinan juga masih diperdebatkan.

Apakah Candragupta menjadi pertapa Jain?

Menurut tradisi Jain, ia turun takhta, pergi bersama Bhadrabahu ke Shravanabelagola, lalu meninggal melalui puasa. Identitas tokoh-tokoh dalam teks dan prasasti terkait masih diperdebatkan.

Image: Chandragupta Maurya Empire c.290 BCE.png — Levakpitam, CC0

Bagikan

Menemukan kesalahan di artikel ini? Beri tahu kami →

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait