Hanya sedikit nama kota di Turki yang memuat sejarah sebanyak Afyonkarahisar. Nama ini menyatukan tanaman budidaya, batu, dan benteng. Bentuk namanya yang lebih tua juga menyimpan kenangan akan seorang negarawan Seljuk. Artikel ini mengajak Anda menelusuri asal usul namanya dan sejarah kota, dari gundukan permukiman Zaman Perunggu hingga pencatatan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2023.
Dari mana asal nama Afyonkarahisar?
Nama ini memiliki dua bagian utama. Keduanya merujuk pada hal yang masih bisa Anda pahami dengan melihat kota ini.
Karahisar kurang lebih berarti “benteng gelap”. Nama ini merujuk pada batuan vulkanik gelap di tengah kota dan benteng yang dibangun di puncaknya. Batuan tersebut menjadi penanda khas kota. Namanya pun langsung menggambarkan ciri itu.
Afyon berasal dari pertanian. Tanaman opium dibudidayakan secara luas di wilayah ini sejak sangat lama. Kota ini mengambil nama dari tanaman tersebut.
Nama bersejarahnya memiliki unsur ketiga. Kota ini dahulu disebut Karahisarısâhib. Unsur “Sâhib” dikaitkan dengan Sâhib Ata Fahreddin Ali Bey, seorang negarawan Seljuk Anatolia. Jadi, nama lama itu menghubungkan benteng dengan seseorang yang mengabdi kepada negara tersebut.
Nama kota ini juga muncul dalam catatan perjalanan Eropa. Pengelana Tavernier menuliskannya sebagai “Aphiom Carassar”. Ejaan itu memperlihatkan bagaimana nama tempat dalam bahasa Turki berubah ketika didengar oleh orang asing.
Kapan namanya resmi berubah?
Selama bertahun-tahun, provinsi ini dikenal cukup dengan nama Afyon. Undang-Undang No. 5285 mengubahnya. Parlemen mengesahkannya pada 6 Januari 2005. Undang-undang itu mulai berlaku pada 11 Januari 2005. Sejak hari tersebut, nama provinsi ini menjadi Afyonkarahisar.
Sejarah Afyonkarahisar secara singkat
Masa lalu kota ini berlapis-lapis. Setiap zaman meninggalkan sesuatu yang bisa Anda kunjungi.
Permukiman awal di Kusura
Bukti tertua dalam uraian ini berasal dari Gundukan Kusura (Kusura Höyük) di distrik Sandıklı. Winifred Lamb menggalinya pada 1935–1937. Penggalian itu mengungkap tiga lapisan budaya yang berasal dari rentang 3000–1500 SM. Artinya, satu gundukan ini menyimpan jejak permukiman berulang selama sekitar 1.500 tahun. Lapisan-lapisan tersebut berasal dari Zaman Perunggu di wilayah ini.
Kawasan pedesaan pada masa Frigia dan Bizantium
Daerah sekitar Afyonkarahisar juga menyimpan situs dari masa berikutnya. Ayazini, di distrik İhsaniye, telah dihuni sejak masa Frigia (Frig). Pada masa Bizantium (Bizans), tempat ini menjadi pusat keagamaan. Bangunan yang dipahat pada batu masih bisa dilihat di sana.
Tidak jauh dari sana terdapat Danau Emre, dekat kota kecil Döğer di İhsaniye. Danau ini berada di Lembah Frigia, sekitar 50 kilometer dari kota Afyonkarahisar. Jika Anda merencanakan perjalanan sehari, kedua tempat ini cocok dikunjungi bersama.
Masa Seljuk
Peninggalan masa Seljuk paling jelas membentuk wajah kota. Pada 1235, semasa pemerintahan Alâeddin Keykubat I, tembok benteng diperbaiki. Pekerjaan itu dilakukan oleh komandan benteng yang juga seorang arsitek, Bedrettin Gevhertaş.
Sekitar empat dasawarsa kemudian, Masjid Ulu (Ulu Cami) dibangun. Pembangunannya berlangsung pada 1272–1277. Gubernur sanjak Nusretiddun Hasan memerintahkan pembangunannya. Arsiteknya adalah Emir Hacı Bey.
Pada 1278, semasa pemerintahan Gıyaseddin Keyhüsrev III, sebuah karavanserai dibangun di distrik Çay. Ebul-Mücahhit Yusufhan memerintahkan pembangunannya. Arsiteknya adalah Oğul Bey, putra Mehmet. Bangunan ini dikenal sebagai Çay Taşhan.
Karavanserai seperti ini menjadi tempat singgah di tepi jalan bagi pedagang dan hewan mereka. Keberadaannya menunjukkan bahwa wilayah ini dilalui jalur-jalur penting.
Masa Utsmaniyah
Afyonkarahisar berada di bawah kekuasaan tetap Kesultanan Utsmaniyah pada 1429. Germiyanoğlu Yâkub Bey II meninggal pada tahun itu. Sesuai wasiatnya, kota ini menjadi wilayah Utsmaniyah untuk seterusnya.
Pembangunan berlanjut pada masa Utsmaniyah. Sekitar 1472, Gedik Ahmet Pasha memerintahkan arsitek Ayas Ağa membangun Masjid İmaret (İmaret Camii). Masjid ini diperbaiki pada 1795.
Pada 1573, atas perintah Selim II, seorang bernama Mahmut Bey kembali memperbaiki benteng. Ia mengerjakan bastion, penampungan air, dan menaranya. Benteng yang diperbaiki pada 1235 lalu kembali diperbaiki pada 1573 jelas masih digunakan.
Pada pertengahan abad ke-17, Taşhan di pusat kota dibangun. Kadı Abdullah Efendi memerintahkan pembangunan gedung dua lantai ini. Para pembuat sepatu tradisional kota, yang disebut yemeni, turut menyumbang. Bangunan ini juga dikenal sebagai Hoca Üveys Han.
Pada 1914, Bedesten dibangun kembali. Pasar tertutup ini terdiri atas 71 toko yang berjajar berdampingan.
Pembebasan pada 1922
Babak modern ini ditutup dengan Serangan Besar. Pada 27 Agustus 1922, Afyonkarahisar dibebaskan dari pendudukan Yunani. Tanggal itu tetap menjadi hari peringatan utama dalam sejarah modern kota.
Benteng di atas batuan gelap
Benteng Afyonkarahisar (Afyonkarahisar Kalesi) berdiri di atas massa batuan vulkanik di pusat kota. Batuan itu menjulang setinggi 226 meter. Anda bisa melihatnya dari banyak bagian kota. Pemandangan ini menjelaskan unsur “Karahisar” dalam nama kota.
Perbaikan pada 1235 dan 1573 menunjukkan bahwa penguasa dari zaman berbeda mencurahkan sumber daya untuk benteng ini. Mula-mula penguasa Seljuk, lalu Utsmaniyah, sama-sama menjaganya agar tetap berfungsi.
Masjid Ulu: empat puluh tiang kayu
Masjid Ulu adalah bangunan Seljuk di kota ini. Atapnya ditopang oleh 40 tiang kayu. Tiang-tiang tersebut tersusun dalam lima baris, masing-masing berisi delapan tiang.
Pada 2023, masjid ini masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO. Masjid Ulu merupakan satu dari lima bangunan dalam situs serial “Masjid-Masjid Anatolia Abad Pertengahan dengan Ruang Hipostil Bertiang Kayu”. Ruang hipostil berarti ruangan yang atapnya ditopang oleh banyak tiang.
Pasar dan rumah: kehidupan sehari-hari kota
Sejarah di sini juga hadir dalam kegiatan berbelanja, selain pada masjid dan benteng.
Ingat kembali saat Anda berjalan-jalan di pasar tertutup. Anda membandingkan harga, berhenti untuk minum teh, lalu memilih toko. Deretan 71 toko di Bedesten dibangun untuk kegiatan sehari-hari seperti itu. Sebagian biaya pembangunan Taşhan berasal dari para perajin sepatu. Jadi, bangunan ini tumbuh dari kegiatan perdagangan, bukan dari istana.
Taşhan dipugar oleh Direktorat Regional Wakaf Kütahya. Bangunan ini dibuka untuk kegiatan budaya dan pariwisata pada Maret 2018.
Rumah-rumahnya juga penting. Kompilasi Portal Kebudayaan pada 2016 menyebutkan bahwa Afyonkarahisar memiliki sekitar 400 rumah bersejarah terdaftar yang bagian luarnya dilindungi. Di sekitar benteng, Rumah Besar Mihrioğlu (Mihrioğlu Konağı) dan Rumah Besar Şehitoğlu (Şehitoğlu Konağı) telah dipugar dan dibuka untuk pengunjung.
Linimasa
- 3000–1500 SM: Tiga lapisan budaya yang ditemukan di Gundukan Kusura berasal dari periode ini.
- 1235: Tembok benteng diperbaiki pada masa Alâeddin Keykubat I.
- 1272–1277: Masjid Ulu dibangun.
- 1278: Karavanserai Çay dibangun.
- 1429: Kota ini berada di bawah kekuasaan tetap Utsmaniyah sesuai wasiat Yâkub Bey II.
- Sekitar 1472: Gedik Ahmet Pasha memerintahkan pembangunan Masjid İmaret.
- 1573: Benteng diperbaiki atas perintah Selim II.
- Pertengahan abad ke-17: Taşhan di pusat kota dibangun.
- 1914: Bedesten dibangun kembali.
- 27 Agustus 1922: Kota ini dibebaskan dari pendudukan Yunani.
- 1935–1937: Winifred Lamb menggali Gundukan Kusura.
- 11 Januari 2005: Undang-Undang No. 5285 menetapkan nama provinsi menjadi Afyonkarahisar.
- Maret 2018: Taşhan di pusat kota dibuka setelah dipugar.
- 12 Desember 2020: Patung persembahan Kibele (Kybele) kembali dari Amerika Serikat.
- 2023: Masjid Ulu masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.
Patung Kibele pulang
Sejarah terbaru kota ini juga memuat kisah pemulangan benda budaya. Sebuah patung persembahan Kibele dari abad ke-3 M diselundupkan keluar dari Afyonkarahisar. Patung itu dikembalikan dari Amerika Serikat dan tiba di Turki pada 12 Desember 2020.
Kasus ini memperlihatkan cara perlindungan warisan budaya berjalan dalam praktik. Bukti lebih menentukan daripada klaim.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan
- Ejaan seorang pengelana. Tavernier menulis nama kota ini sebagai “Aphiom Carassar”. Ucapkan dengan lantang, dan Anda bisa mendengar kedua bagian nama Turkinya.
- Nasib kepala tiang Masjid Ulu. Antara 1946 dan 1953, hiasan masjid mengalami kerusakan dan sebagian kepala tiangnya diganti. Beberapa kepala tiang kayu lama dipamerkan di Museum Afyonkarahisar dan di ruang terbuka.
- Macan tutul di atas pintu. Di atas pintu masuk Karavanserai Çay terdapat lambang macan tutul. Lambang ini disebut sebagai simbol sang arsitek.
- Bagian luarnya juga dipahat. Pada gereja di Ayazini, bentuk apsis dan kubah juga dipahat pada batuan tuf di sisi luar bangunan.
- Satu gereja, dua penanggalan. Salah satu perkiraan menempatkan pembangunan Gereja Perawan Maria (Meryem Ana Kilisesi) di Ayazini sekitar 1000 M. Portal Kebudayaan mencatat bahwa beberapa sumber menempatkannya pada abad ke-8 hingga ke-10.
- Cara membuktikan asal Kibele. Beberapa jenis bukti digunakan bersama. Salah satunya adalah kemiripan patung ini dengan temuan Kovalık yang ditemukan di desa Çavdarlı pada 1964. Bukti lainnya adalah kesaksian saksi mata. Bukti ketiga berasal dari arsip pribadi Hasan Tahsin Uçankuş, mantan direktur museum.
FAQ
Mengapa kota ini bernama Afyonkarahisar?
“Afyon” berasal dari budidaya tanaman opium yang sejak lama dilakukan di wilayah ini. “Karahisar” merujuk pada batuan vulkanik gelap di pusat kota dan benteng di atasnya.
Siapa Sâhib dalam nama lama Karahisarısâhib?
Unsur “Sâhib” dikaitkan dengan Sâhib Ata Fahreddin Ali Bey, seorang negarawan Seljuk Anatolia.
Kapan nama provinsi ini resmi menjadi Afyonkarahisar?
Undang-Undang No. 5285 disahkan pada 6 Januari 2005 dan mulai berlaku pada 11 Januari 2005. Undang-undang itu mengubah nama provinsi dari Afyon menjadi Afyonkarahisar.
Kapan kota ini berada di bawah kekuasaan tetap Utsmaniyah?
Setelah Germiyanoğlu Yâkub Bey II meninggal pada 1429, wasiatnya diberlakukan. Kota ini kemudian berada di bawah kekuasaan tetap Utsmaniyah.
Apakah ada Situs Warisan Dunia UNESCO di Afyonkarahisar?
Ada. Masjid Ulu masuk daftar pada 2023 sebagai bagian dari situs serial yang mencakup lima masjid Anatolia abad pertengahan dengan ruang hipostil bertiang kayu.
Sumber
- Ensiklopedia Islam TDV — Afyonkarahisar islamansiklopedisi.org.tr
- TBMM — Undang-Undang No. 5285 www5.tbmm.gov.tr
- Portal pariwisata Pemerintah Provinsi Afyonkarahisar — Penggalian dan Survei Permukaan afyondayiz.gov.tr
- Pemerintah Provinsi Afyonkarahisar — Benteng Afyonkarahisar afyonkarahisar.gov.tr
- Portal Kebudayaan — Masjid Ulu Afyonkarahisar kulturportali.gov.tr
- UNESCO — Keputusan Komite Warisan Dunia 45 COM 8B.46 whc.unesco.org
- Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Afyonkarahisar — Masjid afyon.ktb.gov.tr
- Portal Kebudayaan — Taşhan kulturportali.gov.tr
- Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Afyonkarahisar — Bazar, Bedesten afyon.ktb.gov.tr
- Portal Kebudayaan — Karavanserai Çay kulturportali.gov.tr
- Portal Kebudayaan — Rumah Bersejarah Afyon kulturportali.gov.tr
- Portal Kebudayaan — Reruntuhan Ayazini kulturportali.gov.tr
- Pemerintah Distrik İhsaniye — Danau Emre ihsaniye.gov.tr
- Direktorat Jenderal Warisan Budaya dan Museum — Pemulangan Kibele kvmgm.ktb.gov.tr
FAQ
Mengapa kota ini bernama Afyonkarahisar?
“Afyon” berasal dari budidaya tanaman opium yang sejak lama dilakukan secara luas di wilayah ini. “Karahisar” merujuk pada batuan vulkanik gelap di tengah kota dan benteng di puncaknya.
Siapa Sâhib dalam nama lama Karahisarısâhib?
Unsur “Sâhib” dalam nama bersejarah Karahisarısâhib dikaitkan dengan Sâhib Ata Fahreddin Ali Bey, seorang negarawan Seljuk Anatolia.
Kapan nama provinsi ini resmi menjadi Afyonkarahisar?
Undang-Undang No. 5285, yang disahkan pada 6 Januari 2005 dan mulai berlaku pada 11 Januari 2005, mengubah nama provinsi ini dari Afyon menjadi Afyonkarahisar.
Kapan kota ini berada di bawah kekuasaan tetap Utsmaniyah?
Afyonkarahisar berada di bawah kekuasaan tetap Utsmaniyah setelah Germiyanoğlu Yâkub Bey II meninggal pada 1429 dan wasiatnya diberlakukan.
Apakah ada Situs Warisan Dunia UNESCO di Afyonkarahisar?
Ada. Masjid Ulu Afyonkarahisar masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2023. Masjid ini merupakan satu dari lima bangunan dalam situs serial “Masjid-Masjid Anatolia Abad Pertengahan dengan Ruang Hipostil Bertiang Kayu”.
Image: Afyonkarahisar Kalesi havadan.jpg — Nabbegat, CC BY-SA 4.0






