Apa yang diputuskan dalam referendum konstitusi Turki 1982?
Pada Minggu, 7 November 1982, Turki (Türkiye) mengadakan referendum keduanya. Pemilih menyetujui konstitusi baru dengan 91.37% dari suara sah. Persetujuan itu juga memberikan masa jabatan presiden selama tujuh tahun kepada Kenan Evren. Dengan demikian, pemungutan suara ini sekaligus memutuskan persoalan konstitusi dan siapa yang akan menduduki jabatan presiden dalam tatanan baru.
Jika Anda mempelajari peralihan Turki dari pemerintahan militer menuju tatanan politik baru, referendum ini merupakan peristiwa penting. Angkatan bersenjata telah merebut kekuasaan pada 12 September 1980 dan membubarkan parlemen. Konstitusi yang disetujui pada 1982 menjadi kerangka bagi pemilihan parlemen pada 1983.
Proses peralihan berlanjut setelah hari referendum. Parlemen bersidang pada 24 November 1983, lalu badan pimpinannya dibentuk pada 6 Desember. Ketentuan peralihan konstitusi mempertahankan Dewan Keamanan Nasional (Millî Güvenlik Konseyi) sampai badan pimpinan tersebut terbentuk. Ketentuan itu juga memberi dewan tersebut peran kelembagaan lanjutan setelahnya.
Siapa yang menyusun konstitusi setelah pengambilalihan kekuasaan oleh militer?
Angkatan Bersenjata Turki (Türk Silahlı Kuvvetleri) mengambil alih kekuasaan di bawah pimpinan Kenan Evren pada 12 September 1980. Parlemen dibubarkan. Karena itu, lembaga yang kemudian bertugas menyusun konstitusi lahir setelah parlemen yang ada disingkirkan.
Undang-Undang No. 2485, tertanggal 29 Juni 1981, menetapkan susunan Majelis Konstituante (Kurucu Meclis). Lembaga ini terdiri atas Dewan Keamanan Nasional dan Majelis Konsultatif (Danışma Meclisi). Seluruh 160 anggota Majelis Konsultatif diangkat oleh Dewan Keamanan Nasional.
Komisi Konstitusi (Anayasa Komisyonu) beranggotakan 15 orang yang diketuai Orhan Aldıkaçtı menyusun rancangan tersebut. Komisi menyerahkan naskahnya kepada Majelis Konsultatif pada 30 Juli 1982. Pada 23 September, majelis itu menyetujui versi yang memuat 193 pasal dan 11 pasal peralihan.
Dewan Keamanan Nasional kemudian menyetujui naskah yang akan diajukan kepada pemilih pada 18 Oktober. Versi ini memuat 177 pasal dan 15 pasal peralihan. Kedua tahap tersebut menghasilkan naskah yang berbeda, termasuk bertambahnya jumlah ketentuan yang mengatur masa peralihan.
Naskah referendum dimuat dalam Lembaran Resmi (Resmî Gazete) pada 20 Oktober 1982, edisi No. 17844. Saat menelusuri proses penyusunannya, Anda perlu membedakan penerbitan ini dari penerbitan konstitusi setelah disetujui. Penerbitan yang terakhir berlangsung pada 9 November dan menandai mulai berlakunya konstitusi.
Bagaimana referendum diselenggarakan?
Undang-Undang No. 2707, yang disahkan pada 24 September 1982, menempatkan penyelenggaraan dan pengawasan referendum di bawah Dewan Pemilihan Tertinggi (Yüksek Seçim Kurulu). Undang-undang yang sama mengatur tata cara pemungutan suara serta aturan untuk memperkenalkan konstitusi kepada masyarakat.
Pasal 5 menyatakan bahwa ketentuan dalam Undang-Undang Pemilu No. 298 mengenai kebebasan berkampanye tidak berlaku untuk referendum ini. Sejak 25 Oktober, Dewan Keamanan Nasional berwenang menentukan cara konstitusi diperkenalkan kepada masyarakat. Aturan-aturan ini merupakan bagian dari konteks untuk memahami hasilnya.
Undang-undang itu juga menetapkan warna surat suara: putih berarti setuju, sedangkan biru berarti menolak. Anda dapat membayangkannya melalui tindakan sehari-hari: memilih selembar kertas dan memasukkannya ke dalam amplop memiliki makna hukum yang pasti. Dalam pemungutan suara ini, makna tersebut bergantung pada warna kertas, sebagaimana ditetapkan dalam undang-undang referendum.
Keikutsertaan juga membawa konsekuensi hukum. Pemilih terdaftar yang tidak ikut memilih tanpa alasan yang diterima dikenai larangan memberikan suara dalam pemilu dan referendum selama lima tahun. Mereka juga dilarang mencalonkan diri dalam pemilu selama masa tersebut.
Bagaimana hasilnya?
Terdapat 20,690,914 pemilih terdaftar, dan 18,885,488 orang memberikan suara. Tingkat partisipasi mencapai 91.27%. Angka partisipasi ini mengukur berapa banyak pemilih terdaftar yang memberikan suara. Angka tersebut berbeda dari persentase dukungan terhadap konstitusi.
Konstitusi memperoleh 17,215,559 suara setuju, atau 91.37% dari suara sah. Suara menolak berjumlah 1,626,431, atau 8.63%. Dengan membedakan tingkat partisipasi dan persetujuan, Anda dapat membaca angka-angka ini secara tepat: 91.37% merujuk pada suara sah, bukan seluruh pemilih terdaftar.
Konstitusi mulai berlaku melalui penerbitannya pada 9 November 1982. Naskahnya dimuat dalam edisi tambahan Lembaran Resmi No. 17863. Referendum pada 7 November dan penerbitan pada 9 November merupakan dua tahap berbeda dalam proses pengesahannya.
Bagaimana persetujuan konstitusi menjadikan Kenan Evren presiden?
Pasal Peralihan 1 menghubungkan persetujuan konstitusi secara langsung dengan jabatan presiden. Begitu persetujuan diumumkan secara resmi, Kenan Evren memperoleh jabatan presiden selama tujuh tahun. Dengan demikian, pemungutan suara konstitusi juga menentukan masa kepresidenannya melalui ketentuan dalam naskah yang disetujui.
Pasal yang sama mempertahankan keberlakuan sumpah sebelumnya. Evren telah mengucapkan sumpah itu sebagai kepala negara pada 18 September 1980. Berdasarkan Pasal Peralihan 1, sumpah tersebut tetap berlaku selama masa kepresidenannya. Ketentuan ini menghubungkan kedudukannya pada masa pemerintahan militer dengan jabatannya berdasarkan konstitusi.
Pasal Peralihan 2 membentuk penghubung lain antara kedua masa tersebut. Dewan Keamanan Nasional akan terus menjalankan tugas sampai badan pimpinan parlemen terbentuk setelah pemilihan umum pertama. Dengan demikian, kelanjutan tugasnya bergantung pada tercapainya tahap tertentu dalam pembentukan parlemen.
Setelah parlemen mulai bekerja, pengaturan konstitusi menetapkan perubahan Dewan Keamanan Nasional menjadi Dewan Kepresidenan (Cumhurbaşkanlığı Konseyi) selama enam tahun. Peralihan ini memberi anggota badan pemerintahan militer tersebut kedudukan kelembagaan yang berlanjut dalam tatanan baru.
Pembatasan politik apa yang berlanjut dalam tatanan baru?
Pasal Peralihan 4 memberlakukan pembatasan yang berbeda bagi kelompok mantan politikus yang tercakup dalam ketentuannya. Mantan pengurus partai dikenai larangan berpolitik selama sepuluh tahun. Anggota parlemen dan senator dikenai larangan selama lima tahun. Jadi, konstitusi menetapkan masa larangan yang berbeda bagi kelompok yang berbeda.
Pasal Peralihan 9 juga mengatur perubahan konstitusi selama masa peralihan. Selama enam tahun setelah badan pimpinan parlemen pertama terbentuk, amendemen yang dikembalikan oleh presiden memerlukan mayoritas tiga perempat agar dapat disahkan kembali tanpa perubahan. Ketentuan ini menetapkan ambang khusus untuk mengesahkan kembali amendemen yang dikembalikan presiden.
Pemilihan umum parlemen pertama berdasarkan konstitusi baru berlangsung pada 6 November 1983. Parlemen bersidang pada 24 November. Badan pimpinannya dibentuk pada 6 Desember. Pembentukan ini memenuhi syarat yang ditetapkan untuk mengakhiri kelanjutan tugas Dewan Keamanan Nasional.
Pembatasan dalam Pasal Peralihan 4 tidak berlangsung sampai seluruh masa awalnya berakhir. Referendum terpisah pada 6 September 1987 mencabut larangan berpolitik tersebut. Pemungutan suara berikutnya itu membahas pembatasan yang tertanam dalam tatanan konstitusional yang disetujui pada 1982.
Linimasa
- 12 September 1980: Angkatan Bersenjata Turki merebut kekuasaan dan membubarkan parlemen.
- 29 Juni 1981: Undang-Undang No. 2485, yang bertanggal ini, menetapkan susunan Majelis Konstituante.
- 30 Juli 1982: Komisi Konstitusi menyerahkan rancangannya kepada Majelis Konsultatif.
- 23 September 1982: Majelis Konsultatif menyetujui rancangan konstitusi.
- 24 September 1982: Undang-Undang No. 2707 yang mengatur referendum disahkan.
- 18 Oktober 1982: Dewan Keamanan Nasional menyetujui naskah referendum.
- 20 Oktober 1982: Naskah tersebut dimuat dalam Lembaran Resmi.
- 7 November 1982: Pemilih menyetujui konstitusi dengan 91.37% dari suara sah.
- 9 November 1982: Konstitusi mulai berlaku.
- 6 November 1983: Pemilihan umum parlemen pertama berdasarkan konstitusi baru berlangsung.
- 24 November 1983: Parlemen bersidang setelah pemilu.
- 6 Desember 1983: Badan pimpinan parlemen terbentuk.
- 6 September 1987: Referendum terpisah mencabut larangan berpolitik dalam Pasal Peralihan 4.
Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan
Undang-undang referendum mengatur situasi penghitungan yang tidak biasa. Jika sebuah amplop berisi beberapa surat suara dengan jenis yang sama, semuanya dihitung sebagai satu suara sah. Jadi, beberapa lembar yang identik dalam satu amplop tidak otomatis membatalkan suara tersebut atau menambah jumlah suara.
Cuaca juga masuk dalam catatan resmi hasil referendum. Keputusan Dewan Pemilihan Tertinggi tertanggal 9 November 1982 membahas 730 kotak suara yang hasilnya belum tiba akibat kondisi cuaca. Kotak-kotak tersebut mewakili paling banyak 219,000 suara.
Dewan menyatakan bahwa hasilnya akan tetap sama sekalipun seluruh suara tersebut menolak konstitusi. Detail ini menjelaskan mengapa hasil yang belum masuk tidak dapat membalikkan persetujuan. Hal ini juga membedakan besarnya selisih suara yang menentukan hasil dari kendala praktis dalam menerima seluruh laporan hasil pemungutan suara.
FAQ
Apakah ini referendum pertama Turki?
Bukan. Pemungutan suara pada 7 November 1982 merupakan referendum kedua Turki. Referendum itu menyetujui konstitusi yang disusun setelah pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada 12 September 1980.
Apakah pemilih memilih presiden secara terpisah?
Pasal Peralihan 1 konstitusi mengaitkan masa kepresidenan Evren selama tujuh tahun dengan pengumuman resmi persetujuan konstitusi. Dengan demikian, perolehan jabatan presiden olehnya merupakan bagian dari paket konstitusi yang diajukan kepada pemilih.
Apa arti surat suara putih dan biru?
Surat suara putih berarti setuju. Surat suara biru berarti menolak. Undang-Undang No. 2707 menetapkan warna-warna ini sebagai bagian dari aturan pemungutan suara referendum.
Apakah pengaruh kelembagaan militer berakhir pada hari referendum?
Dewan Keamanan Nasional tetap menjalankan tugas sampai badan pimpinan parlemen terbentuk. Konstitusi juga mengatur perubahannya menjadi Dewan Kepresidenan selama enam tahun setelah parlemen mulai bekerja.
Sumber
- Vikipedi — Referendum konstitusi Turki 1982 tr.wikipedia.org
- Wikipedia — Referendum konstitusi Turki 1982 en.wikipedia.org
- TBMM — Informasi umum Konstitusi 1982 tbmm.gov.tr
- TBMM — Undang-Undang No. 2707 tentang Pengajuan Konstitusi untuk Referendum www5.tbmm.gov.tr
- TBMM — Menuju referendum tbmm.gov.tr
- TBMM — Naskah awal Konstitusi 1982 tbmm.gov.tr
- YSK — Hasil pemilihan umum anggota parlemen 6 November 1983 ysk.gov.tr
FAQ
Kapan referendum konstitusi Turki 1982 diadakan?
Referendum berlangsung pada Minggu, 7 November 1982. Ini merupakan referendum kedua dalam sejarah Turki.
Bagaimana hasil referendum tersebut?
Konstitusi disetujui dengan 17,215,559 suara setuju, atau 91.37% dari suara sah. Suara menolak berjumlah 1,626,431, atau 8.63%.
Bagaimana referendum itu menjadikan Kenan Evren presiden?
Pasal Peralihan 1 menetapkan bahwa pengumuman resmi persetujuan konstitusi akan memberikan jabatan presiden kepada Kenan Evren selama tujuh tahun.
Kapan larangan berpolitik dalam konstitusi itu dicabut?
Larangan berpolitik berdasarkan Pasal Peralihan 4 dicabut melalui referendum terpisah pada 6 September 1987.
Image: 1982 Türkiye referandum haritası.png — Atcan, CC BY-SA 4.0





