Sejarah Dunia

Vasco da Gama: Rute Tanjung ke India dan Utsmaniyah

Vasco da Gama memimpin armada Eropa pertama yang mencapai India lewat laut pada 1498, tetapi Bartolomeu Dias sudah mengitari Tanjung Harapan sepuluh tahun sebelumnya. Rute baru ini membawa Portugal ke dalam persaingan dagang dan militer panjang dengan Kesultanan Utsmaniyah, yang tetap mempertahankan perdagangan rempah melalui Laut Merah.

6 menit baca9 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Vasco da Gama: Rute Tanjung ke India dan Utsmaniyah
Gregório Lopes – Vasco da Gama (ca 1524).jpg

Siapa Vasco da Gama?

Vasco da Gama adalah panglima Portugis yang memimpin armada Eropa pertama mencapai India (Hindistan) lewat laut. Ia berlayar mengitari Afrika dalam perjalanan yang berlangsung dari 1497 hingga 1499. Itulah jawaban singkatnya. Kisah lengkapnya melibatkan perjanjian yang gagal tercapai, kapal jemaah yang dibakar, dan perang dagang yang menjangkau pelabuhan Kesultanan Utsmaniyah.

Dari mana asal Vasco da Gama?

Ia lahir di Sines, sebuah kota di Portugal (Portekiz). Tahun kelahirannya belum pasti. Sumber-sumber menyebut 1460 atau 1469. Bahkan tahun kelahiran tokoh seterkenal ini masih belum jelas.

Benarkah ia yang pertama mengitari Tanjung Harapan?

Tidak persis begitu. Orang Eropa pertama yang mengitari Tanjung Harapan adalah Bartolomeu Dias. Ia memasuki Samudra Hindia (Hint Okyanusu) pada 1488.

Pencapaian da Gama berbeda. Ia melanjutkan perjalanan hingga mencapai India. Jadi, sebutan “orang pertama yang mengitari tanjung menuju India” hanya tepat jika Anda memahaminya sebagai “orang pertama yang menuntaskan perjalanan sampai ke India”.

Ke mana Vasco da Gama berlayar?

Pelayaran pertamanya berangkat dari Lisabon (Lizbon), mengitari Afrika, lalu menyeberangi Samudra Hindia menuju India. Raja Manuel I memberinya tugas itu. Ia meninggalkan Lisabon pada 8 Juli 1497 dengan empat kapal.

Tiga kapten memimpin kapal-kapal utama:

  • Vasco da Gama memimpin São Gabriel.
  • Saudaranya, Paulo da Gama, memimpin São Rafael.
  • Nicolau Coelho memimpin Berrio.

Armada itu singgah di Malindi. Di sana, da Gama menyewa seorang pandu yang memahami angin muson. Pengetahuan itulah yang membantu kapal-kapal tersebut menyeberangi Samudra Hindia. Penyeberangan menuju India memakan waktu 23 hari.

Vasco da Gama di India: kedatangan pada 1498

Armada itu mencapai India pada 20 Mei 1498. Mereka mendarat di pesisir Kappad, dekat Kozhikode, di wilayah yang kini menjadi negara bagian Kerala.

Setelah itu, dimulailah perundingan. Da Gama bertemu Zamorin, penguasa Calicut. Pihak Portugis menginginkan perjanjian dagang. Mereka gagal mendapatkannya.

Hadiah yang dibawa pun tidak membantu. Da Gama mempersembahkan gula, minyak, dan madu. Catatan menyebutkan bahwa hadiah-hadiah itu gagal membuat istana sang penguasa terkesan. Jika Anda pernah membawa hadiah yang tidak cocok ke jamuan makan penting, Anda tahu bagaimana rasanya.

Perjalanan pulang lebih berat daripada perjalanan berangkat. Karena melawan arah angin, penyeberangan Samudra Hindia memakan waktu lebih dari 90 hari. Hampir empat kali lebih lama daripada perjalanan menuju India.

Dari empat kapal yang berangkat pada 1497, hanya dua yang berhasil kembali ke Portugal. Berrio tiba di Lisabon pada Juli 1499.

Pelayaran kedua: persekutuan dan kapal yang dibakar

Da Gama kembali berlayar pada 12 Februari 1502. Kali ini, ia memimpin dua puluh kapal perang. Orientasinya telah bergeser dari penjelajahan ke penggunaan kekuatan.

Ia menjalin persekutuan dengan penguasa Cochin dan Cannanore. Persekutuan ini memperkuat kedudukan Portugal di Samudra Hindia.

Pelayaran itu juga menyimpan sisi kelam. Armadanya menyita Mirim, kapal yang mengangkut jemaah Muslim. Pihak Portugis menjarah kapal itu lalu membakarnya ketika para penumpang masih berada di dalam. Kisah da Gama yang jujur harus memuat peristiwa ini.

Vasco da Gama dan Goa

Goa muncul pada bagian akhir kisah hidupnya. Raja João III mengangkatnya sebagai gubernur jenderal India. Ia meninggalkan Portugal pada 14 April 1524 untuk pelayaran ketiganya. Pada kedatangan terakhirnya di India ini, ia tinggal di Goa selama sekitar satu bulan. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Cochin.

Sebelum semua itu, pada 1519, Raja Manuel I telah memberinya gelar Count Vidigueira.

Bagaimana Vasco da Gama meninggal?

Ia meninggal di Cochin, yang kini bernama Kochi, pada 24 Desember 1524. Malaria terkadang disebut sebagai penyebabnya. Biografi dari Universitas NOVA tidak menyajikan penyebab itu sebagai fakta yang sudah dipastikan. Jadi, Anda perlu memahaminya sebagai kemungkinan.

Jenazahnya mula-mula dimakamkan di Gereja São Francisco di Cochin. Pada 1539, jenazah itu dipindahkan ke Portugal. Pada 1880, jenazahnya kembali dipindahkan, kali ini ke Biara Jerónimos di Lisabon.

Apa arti rute baru ini bagi Kesultanan Utsmaniyah?

Ekspansi Portugal ke Samudra Hindia dan Laut Merah memicu persaingan militer dan dagang yang panjang dengan Kesultanan Utsmaniyah sepanjang abad ke-16.

Utsmaniyah tidak mundur dari perdagangan rempah. Setelah menaklukkan Mesir dan kawasan Syam (Levant) pada 1516–1517, pemerintahannya berupaya meningkatkan volume perdagangan rempah antara Samudra Hindia dan Laut Tengah (Akdeniz). Mereka juga berusaha menambah pendapatan negara dari perdagangan itu.

Menjelang akhir 1560-an, sistem tersebut telah mencakup pejabat pembelian negara. Ada pula konvoi kapal galai tahunan yang membawa lada milik negara dari Yaman (Yemen) ke Mesir.

Lada menghubungkan kisah ini dengan dapur Anda. Lada hitam di meja Anda merupakan komoditas yang sama dengan yang diperebutkan kekaisaran-kekaisaran tersebut.

Perundingan, lada, dan batas laut

Diplomasi berlangsung beriringan dengan pertempuran. Pada 1540, perundingan damai Utsmaniyah–Portugal bahkan membahas jumlah lada yang akan diekspor dari India ke pelabuhan Utsmaniyah.

Pada 1541, Suleiman Agung mengusulkan pengangkutan 4,000 quintal lada dari Calicut dengan kapal-kapal Utsmaniyah. Ia juga mengusulkan batas laut antara Aden dan Zeila.

Apakah rute Tanjung Harapan mematikan perdagangan Utsmaniyah?

Anggapan populer menyatakan demikian. Para sejarawan membantahnya. C. R. Boxer mencatat bahwa perdagangan rempah Laut Merah kembali bangkit setelah Utsmaniyah merebut Aden pada 1538.

Angka-angkanya mendukung kebangkitan itu. Perkiraan Braudel, sebagaimana dikutip Abdulmennan Altıntaş, menyebut bahwa rempah dan lada yang tiba di Laut Tengah melalui Laut Merah pada 1565 mencapai 30,000–40,000 quintal. Jumlah itu kurang lebih setara dengan yang tiba di Lisabon.

Jadi, penilaian yang tepat adalah bahwa da Gama membuka jalan bagi pesaing yang kuat. Ia tidak mengakhiri perdagangan Utsmaniyah.

Linimasa

  • 1460 atau 1469: Vasco da Gama lahir di Sines. Tahun kelahirannya belum pasti.
  • 1488: Bartolomeu Dias mengitari tanjung dan memasuki Samudra Hindia.
  • 8 Juli 1497: Empat kapal da Gama meninggalkan Lisabon.
  • 20 Mei 1498: Armada mencapai pesisir Kappad di dekat Kozhikode.
  • 1499: Dua kapal yang tersisa kembali ke Portugal.
  • 12 Februari 1502: Da Gama berangkat dalam pelayaran keduanya ke India.
  • 1502: Armadanya membakar kapal jemaah Mirim.
  • 1516–1517: Utsmaniyah menaklukkan Syam dan Mesir.
  • 1519: Da Gama mendapat gelar Count Vidigueira.
  • 14 April 1524: Ia berlayar ke India sebagai gubernur jenderal.
  • 24 Desember 1524: Ia meninggal di Cochin.
  • 1538: Utsmaniyah merebut Aden. Perdagangan rempah Laut Merah kembali bangkit.
  • 1540–1541: Perundingan Utsmaniyah–Portugal membahas lada dan batas laut.
  • Akhir 1560-an: Sistem pembelian negara dan konvoi Utsmaniyah semakin matang.

Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata

  • Hadiah untuk penguasa. Gula, minyak, dan madu menjadi persembahan untuk Zamorin. Hadiah itu tidak berhasil meluluhkan istananya.
  • Perjalanan pulang yang lambat. Penyeberangan menuju India memakan waktu 23 hari. Perjalanan pulangnya lebih dari 90 hari.
  • Jenazah yang berpindah-pindah. Dari Cochin, lalu ke Portugal pada 1539, kemudian ke Biara Jerónimos di Lisabon pada 1880.
  • Catatan harian anonim. Satu-satunya salinan jurnal pelayaran pertama yang diketahui tidak mencantumkan nama penulis. Kajian paleografi menempatkan pembuatannya pada paruh pertama abad ke-16.
  • Diplomasi lada. Pada 1541, Suleiman mengusulkan pengiriman 4,000 quintal lada dari Calicut dengan kapal-kapal Utsmaniyah.

FAQ

Apakah Vasco da Gama menemukan Tanjung Harapan?

Tidak. Bartolomeu Dias lebih dahulu mengitarinya pada 1488. Da Gama menjadi orang pertama yang mencapai India lewat laut dari Eropa pada 1498.

Dari mana asal Vasco da Gama?

Ia lahir di Sines, Portugal, pada 1460 atau 1469.

Di mana ia meninggal?

Ia meninggal di Cochin, kini Kochi, pada 24 Desember 1524.

Bagaimana rutenya memengaruhi Kesultanan Utsmaniyah?

Rute itu memunculkan pesaing kuat dalam kekuatan laut dan perdagangan. Utsmaniyah menanggapinya dengan perdagangan rempah yang dikelola negara, konvoi, dan perundingan. Perdagangan Laut Merah kembali bangkit setelah 1538.

Apa hubungannya dengan Goa?

Pada 1524, ia tinggal di Goa selama sekitar satu bulan. Setelah itu, ia pergi ke Cochin.

Sumber

  1. Panteon Nasional Portugal, Vasco da Gama panteaonacional.gov.pt
  2. Wikipedia bahasa Turki, Vasco da Gama tr.wikipedia.org
  3. Museum Pelaut, Vasco da Gama exploration.marinersmuseum.org
  4. Wikipedia bahasa Inggris, Vasco da Gama en.wikipedia.org
  5. Universitas NOVA, Kamus Elektronik Tulisan Perjalanan Portugis, Gama, Vasco da (1469-1524) devp.fcsh.unl.pt
  6. Perpustakaan Kongres, Jurnal Pelayaran Pertama Vasco da Gama loc.gov
  7. Giancarlo Casale, Pengelolaan Perdagangan Rempah oleh Utsmaniyah jstor.org
  8. Abdulmennan M. Altıntaş, Antara perdagangan dan kesucian doi.org
  9. C. R. Boxer, Catatan tentang Tanggapan Portugis terhadap Kebangkitan Kembali Perdagangan Rempah Laut Merah cambridge.org

Image: Gregório Lopes – Vasco da Gama (ca 1524).jpg — Gregório Lopes, Public domain

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait