Akar Kota

Sejarah Kota Van dan Asal Usul Namanya: 5.000 Tahun

Van terletak di antara Danau Van dan perbatasan Iran, dengan bukit permukiman di bentengnya yang menyimpan jejak hunian sekitar 5.000 tahun. Tushpa menjadi ibu kota Urartu pada abad ke-9 SM, sementara asal usul nama Van masih diperdebatkan.

8 menit baca13 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Sejarah Kota Van dan Asal Usul Namanya: 5.000 Tahun
Hoşap Kalesi (Van, Türkiye).JPG

Van adalah sebuah provinsi di Anatolia Timur, Turki, di antara Danau Van dan perbatasan Iran. Kisahnya bermula di punggung bukit berbatu di tepi danau. Manusia telah tinggal di sana selama sekitar 5.000 tahun. Artikel ini mengajak Anda menelusuri kisah itu, dari penghuni pertama hingga masjid-masjid Utsmaniyah. Anda juga akan memahami mengapa asal usul nama “Van” belum bisa dipastikan.

Sejarah singkat Van

Lapisan tertua berada di bawah Benteng Van (Van Kalesi). Penggalian di bukit permukiman benteng menunjukkan jejak hunian sejak tahun 3000-an SM. Artinya, usia situs ini sekitar 5.000 tahun.

Bentengnya berdiri di punggung bukit berbatu. Menurut berkas pengajuan UNESCO, batuan ini memiliki panjang sekitar 1.345 meter, lebar 200 meter, dan tinggi 100 meter.

Perubahan besar berikutnya terjadi pada abad ke-9 SM. Pada masa Raja Sarduri I, kota Tushpa didirikan sebagai ibu kota Urartu. Inilah periode paling awal ketika Van tercatat sebagai ibu kota, bukan sekadar permukiman.

Asal usul nama Van

Belum ada jawaban pasti tentang asal nama ini. Ada dua kelompok penjelasan.

Penjelasan pertama berasal dari kajian bahasa. Ensiklopedia Islam TDV mengemukakan teori bahwa “Van” berasal dari kata Biane atau Viane dalam bahasa Urartu. Ensiklopedia itu menempatkannya sebagai penjelasan ilmiah paling kuat. Portal Kebudayaan Turki menyebut akar kata yang sama, dengan penulisan bian.

Kelompok kedua berasal dari cerita rakyat. Sebagian cerita menyebut nama kota ini diambil dari seorang penguasa bernama Van. Cerita lain mengaitkannya dengan tempat suci bernama Vank. Portal Kebudayaan memuat keduanya, tetapi menandainya sebagai legenda tanpa kepastian sejarah.

Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi mengambil sikap hati-hati. Lembaga ini menyatakan bahwa asal nama Van belum dipastikan. Jadi, jika Anda menemukan satu jawaban yang disampaikan dengan penuh kepastian di blog wisata, sikapilah dengan hati-hati. Teori bahasa Urartu memiliki dukungan paling kuat, tetapi tetap merupakan teori.

Tushpa: ibu kota Urartu

Sarduri I bukan hanya mendirikan kota. Ia juga meninggalkan catatan tentang pendiriannya. Di sisi barat benteng, pada lokasi bernama Sardurburç, sebuah prasasti berbahasa Asyur mengumumkan pendirian ibu kota. Teks itu diulang enam kali pada batu.

Punggung bukit ini menyimpan jejak kekuasaan kerajaan lainnya. Di lereng utara, sebuah ruangan yang dipahat pada batu disebut Kandang Menua karena prasasti di pintu masuknya. Meski namanya demikian, Anda perlu memahaminya sebagai sebutan yang diambil dari teks, bukan penjelasan tentang fungsi ruangan tersebut.

Tushpa, benteng, bukit permukiman, dan kota tua kini membentuk satu situs. UNESCO memasukkan “Tushpa/Benteng Van, Bukit Permukiman, dan Kota Tua Van” ke Daftar Tentatif Warisan Dunia pada 13 April 2016.

Akdamar: gereja kerajaan di sebuah pulau

Monumen besar berikutnya berada jauh dari punggung bukit itu. Letaknya di Pulau Akdamar, di Danau Van. Gereja Salib Suci (Surp Haç Kilisesi) dibangun antara 915 dan 921 oleh Gagik I, raja Armenia dari Vaspurakan. Arsiteknya bernama Manuel. Bangunan ini berfungsi sebagai gereja istana.

Dinding luarnya dihiasi ukiran relief. Anda akan menemukan adegan Alkitab, juga kehidupan istana, perburuan, hewan, dan motif tumbuhan. Gereja ini menampilkan kehidupan lingkungan kerajaan sekaligus kisah kitab suci.

Bangunan tersebut dipugar pada 2005–2006. Pada 2007, gereja ini dibuka sebagai museum monumen.

Van pada masa Utsmaniyah

Babak Kesultanan Utsmaniyah dimulai dengan pengepungan. Dalam kampanye militer Sulaiman yang Agung pada 1548, Benteng Van dikepung. Kota ini kemudian berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah.

Tak lama kemudian, sejumlah monumen dibangun di kota ini. Masjid Hüsrev Pasha (Hüsrev Paşa Camii) di Van Lama memiliki prasasti berbahasa Persia dan Arab yang ditandatangani Yusuf. Prasasti tersebut mencantumkan tahun pembangunan 975 Hijriah, yang bertepatan dengan 1567–1568.

Identitas arsiteknya masih diperdebatkan. Masjid dan madrasahnya secara tradisional dikaitkan dengan Mimar Sinan. Cendekiawan Semavi Eyice menilai atribusi ini kurang kuat karena kedua bangunan hanya tercantum dalam daftar berjudul Tuhfetü’l-mi’mârîn. Ia mengusulkan kemungkinan bahwa bangunan tersebut dikerjakan oleh seorang tukang terampil yang diutus Sinan.

Kompleks ini mencakup masjid, madrasah, dapur umum, makam berkubah, pancuran wudu, dan halaman. Perbaikan besar berlangsung antara 2007 dan 2013.

Masjid-masjid lain memperlihatkan lapisan zaman yang berbeda:

  • Masjid Kaya Çelebi (Kaya Çelebi Camii). Menurut akta wakafnya, Kaya Çelebizade Koçi Bey mulai membangunnya pada 1660.
  • Masjid Menara Merah (Kızıl Minareli). Menaranya berasal dari masa Seljuk, sedangkan ruang salatnya berasal dari masa Utsmaniyah. Satu bangunan menyimpan dua zaman.
  • Masjid Agung Van (Van Ulu Camii). Waktu pembangunannya diperdebatkan. Satu teori menyebut Sökmen I atau II dari dinasti Ahlatshah sebagai pembangunnya. Teori lain menyatakan bahwa masjid ini dibangun pada masa Kara Yusuf, penguasa Kara Koyunlu.

Jika Anda ingin mendalami periode ini, sejarawan Orhan Kılıç menerbitkan XVI. ve XVII. Yüzyıllarda Van: 1548–1648 pada 1997. Ensiklopedia TDV menggunakan buku ini sebagai salah satu sumber untuk entri Van.

Kehancuran Van Lama

Kota tua terletak di sebelah selatan benteng. Kawasan ini mengalami kehancuran parah dalam peristiwa 1915 dan ditinggalkan setelahnya. Karena itulah kawasan Van Lama kini terasa seperti situs peninggalan, bukan lingkungan permukiman. Masjid-masjid yang Anda lihat di sana merupakan bangunan yang bertahan dari sebuah kota yang sudah tidak ada lagi di sekelilingnya.

Kota modern tumbuh di lokasi lain. Sebagian cara hidup lama bertahan di kawasan Rumah Bersejarah Van (Tarihi Van Evleri Mahallesi), di lingkungan Kalecik. Letaknya sekitar 5 kilometer dari pusat kota, pada ketinggian 1.830 meter di atas permukaan laut.

Rumah Van dan kehidupan sehari-hari

Rumah tradisional Van umumnya memiliki satu atau dua lantai. Fondasinya terbuat dari batu, dengan dinding bata tanah yang dikeringkan tanpa dibakar. Atap datarnya ditopang kayu. Tata ruangnya berpusat pada sebuah ruang tengah di bagian dalam.

Beberapa rumah dua lantai yang didokumentasikan Portal Kebudayaan memiliki dua tungku tandır di dapur. Satu dinyalakan setiap hari. Satu lagi dinyalakan seminggu sekali.

Jejak sejarah di keranjang belanja Anda

Sejarah juga hadir dalam kegiatan sehari-hari. Jika Anda membeli keju di Van, Anda mungkin akan mendatangi Pasar Keju Bersejarah (Peynirciler Çarşısı). Pasar ini bermula pada 1934. Saat itu, Wali Kota Şaban Boysan memerintahkan pembangunan pasar sayur beratap di lahan seluas 1.586 meter persegi.

Penjualan keju dimulai di sana setelah dekade 1980-an. Antara 1990 dan 1995, bangunan ini berubah menjadi pasar pedagang keju dan jeroan. Pasar tersebut dipugar pada 2018 dan kini seluruhnya digunakan sebagai pasar keju. Jadi, kios yang Anda datangi untuk membeli bahan sarapan berada di bangunan dari masa awal Republik.

Museum Van

Museum ini merupakan tempat terbaik untuk memahami hubungan semua peninggalan tersebut. Awalnya adalah sebuah bangunan penyimpanan dari 1932. Prasasti Urartu serta batu nisan berbentuk domba jantan dan domba dikumpulkan di sana. Gedung baru dibuka untuk pengunjung pada 2019 dan memiliki 23 ruang pameran.

Museum ini juga menangani persoalan penjarahan. Dalam operasi di Özalp pada 2013, petugas menyita 13 botol air mata yang utuh dan dua yang pecah. Direktorat Museum Van mengidentifikasinya sebagai benda Romawi. Pada 2019, operasi yang menyasar seorang penumpang dalam perjalanan dari Erciş ke Ankara menemukan 25 koin emas dan sebuah benda berbentuk singa. Kedua kasus ini diberitakan oleh kantor berita DHA.

Linimasa

  • 3000-an SM: Permukiman di bukit Benteng Van.
  • Abad ke-9 SM: Tushpa didirikan sebagai ibu kota Urartu pada masa Sarduri I.
  • 915–921: Gereja Salib Suci di Akdamar dibangun.
  • 1548: Van berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah pada masa Sulaiman yang Agung.
  • 1567–1568: Tahun pembangunan yang tercantum pada prasasti Masjid Hüsrev Pasha.
  • 1660: Pembangunan Masjid Kaya Çelebi dimulai.
  • 1915: Van Lama mengalami kehancuran parah dan ditinggalkan.
  • 1932: Bangunan penyimpanan yang menjadi cikal bakal Museum Van didirikan.
  • 1934: Pasar Keju yang ada sekarang dibangun sebagai pasar sayur beratap.
  • 1997: Buku Orhan Kılıç tentang Van pada 1548 hingga 1648 diterbitkan.
  • 2007: Gereja Akdamar dibuka sebagai museum monumen.
  • 2016: Benteng Van, bukit permukiman, dan Van Lama masuk Daftar Tentatif UNESCO.
  • 2018: Pasar Keju dipugar.
  • 2019: Gedung baru Museum Van dibuka.

Detail yang tidak Anda temukan di buku panduan

  • Prasasti berbahasa Asyur di Sardurburç mengulang pengumuman pendirian yang sama sebanyak enam kali.
  • Ruangan batu yang disebut Kandang Menua mendapat namanya dari tulisan di pintu masuknya.
  • Sebagian rumah Van memiliki dua tungku tandır. Satu digunakan setiap hari dan satu lagi untuk memanggang setiap minggu.
  • Pasar Keju awalnya merupakan balai pasar sayur. Nama orang yang memerintahkan pembangunannya, Şaban Boysan, tercatat.
  • Museum Van bermula dari bangunan penyimpanan prasasti dan batu nisan berbentuk domba jantan pada 1932.
  • Air Terjun Muradiye (Muradiye Şelalesi) terletak 80 kilometer dari pusat kota, di aliran Bendimahi. Tingginya 18 meter. Menurut Portal Kebudayaan, namanya diambil dari Murad IV.

FAQ

Berapa usia Kota Van?

Penggalian di bukit permukiman Benteng Van menunjukkan jejak hunian sejak tahun 3000-an SM. Usianya sekitar 5.000 tahun.

Dari mana asal nama Van?

Teori ilmiah terkuat mengarah pada kata Biane atau Viane dalam bahasa Urartu. Cerita tentang penguasa bernama Van atau tempat suci bernama Vank merupakan legenda. Direktorat provinsi menyatakan bahwa asal namanya belum dipastikan.

Siapa yang mendirikan Tushpa?

Sarduri I mendirikannya sebagai ibu kota Urartu pada abad ke-9 SM.

Kapan Utsmaniyah menguasai Van?

Pada 1548, dalam kampanye militer Sulaiman yang Agung, setelah Benteng Van dikepung.

Apakah Benteng Van termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO?

Belum. Situs ini masuk Daftar Tentatif pada 13 April 2016.

Sumber

  1. Wikipedia — Provinsi Van en.wikipedia.org
  2. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Van — Van Menurut Distrik van.ktb.gov.tr
  3. Ensiklopedia Islam TDV — Van islamansiklopedisi.org.tr
  4. Portal Kebudayaan — Legenda Van kulturportali.gov.tr
  5. UNESCO — Tushpa/Benteng Van, Bukit Permukiman, dan Kota Tua Van whc.unesco.org
  6. Direktorat Jenderal Warisan Budaya dan Museum — Museum Monumen Akdamar kvmgm.ktb.gov.tr
  7. Ensiklopedia Islam TDV — Kompleks Hüsrev Pasha islamansiklopedisi.org.tr
  8. Portal Kebudayaan — Masjid dan Kompleks Hüsrev Pasha kulturportali.gov.tr
  9. Portal Kebudayaan — Kawasan Rumah Bersejarah Van kulturportali.gov.tr
  10. Portal Kebudayaan — Rumah Van / Rumah Dua Lantai kulturportali.gov.tr
  11. Cihangir dan Demirhan — Pasar Keju Bersejarah Van, Kent Akademisi, 2021 dergipark.org.tr
  12. Portal Kebudayaan — Museum Van kulturportali.gov.tr
  13. Portal Kebudayaan — Air Terjun Muradiye kulturportali.gov.tr

FAQ

Berapa usia Kota Van?

Penggalian di bukit permukiman Benteng Van menunjukkan jejak hunian sejak tahun 3000-an SM. Dengan demikian, situs ini memiliki sejarah sekitar 5.000 tahun.

Dari mana asal nama Van?

Penjelasan ilmiah yang paling kuat mengaitkannya dengan kata Biane atau Viane dalam bahasa Urartu. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi menyatakan bahwa asal namanya belum dipastikan. Cerita tentang penguasa bernama Van atau tempat suci bernama Vank merupakan legenda, bukan sejarah.

Siapa yang mendirikan Tushpa?

Tushpa didirikan sebagai ibu kota Urartu pada abad ke-9 SM, pada masa pemerintahan Sarduri I.

Kapan Utsmaniyah menguasai Van?

Sulaiman yang Agung mengepung Benteng Van dalam kampanye militernya pada 1548. Kota ini kemudian berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah.

Apakah Benteng Van termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO?

Belum. Tushpa/Benteng Van, Bukit Permukiman, dan Kota Tua Van masuk Daftar Tentatif UNESCO pada 13 April 2016. Ini merupakan langkah pertama menuju pencantuman penuh sebagai Situs Warisan Dunia.

Image: Hoşap Kalesi (Van, Türkiye).JPG — Mevlüt Kılıç, CC BY-SA 3.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait