Dunia Kuno · MÖ 3200 – MS 476

Prasasti Behistun: Kunci untuk Membaca Aksara Paku

Dipahat pada tebing di Iran, Prasasti Behistun menyajikan kisah Darius I tentang naik takhtanya dan kemenangan-kemenangannya dalam tiga bahasa kuno. Sumbangannya dalam menguraikan aksara paku bergantung pada perbandingan, prasasti lain, dan kerja sejumlah sarjana.

8 menit baca7 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Prasasti Behistun: Kunci untuk Membaca Aksara Paku
Behistun inscription reliefs.jpg

Prasasti Behistun: ringkasan

Prasasti Behistun adalah penuturan seorang raja yang dipahat pada Gunung Behistun di Iran untuk Darius I, penguasa Akhemeniyah. Monumen ini memadukan teks beraksara paku dengan relief batu. Pokok bahasannya adalah kekuasaan: bagaimana Darius mengklaim takhta, mengalahkan para pesaing, dan menjelaskan haknya untuk memerintah.

Tiga bahasa dalam prasasti ini juga menjadikannya berharga bagi para sarjana yang berusaha membaca aksara paku. Bahasa Persia Kuno, Elam, dan Babilonia menyajikan kisah sejajar yang dapat dibandingkan. Namun, Behistun tidak sendirian membuka jalan untuk membaca semua aksara itu. Penguraiannya melibatkan prasasti lain, penemuan terdahulu, dan sejumlah peneliti.

Di mana Prasasti Behistun berada?

Behistun terletak sekitar 30 kilometer di sebelah timur Kermanshah, Iran. Lokasinya berada pada jalur bersejarah yang menghubungkan Babilonia dengan India. Teksnya menyebut Lydia, Ionia, dan Kapadokia sebagai bagian dari wilayah kekuasaan Darius.

Menurut UNESCO, monumen bertulis ini memiliki tinggi sekitar 15 meter dan lebar 25 meter. Letaknya pada tebing batu kapur sekitar 60 meter di atas dataran. Ukuran dan ketinggian itu membantu menjelaskan mengapa pembuatan salinan yang akurat menjadi pekerjaan berat dalam upaya menguraikan aksaranya. Para sarjana harus menyalin setiap tanda dari permukaan luas yang terletak jauh di atas tanah.

Bisotun masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2006. Kawasan yang terdaftar mencakup 187 hektare dan diterima berdasarkan kriteria budaya ii dan iii. Dengan demikian, situs yang dilindungi melampaui ukuran relief bertulis itu sendiri.

Apa isi Prasasti Behistun peninggalan Darius I?

Darius memperkenalkan dirinya sebagai raja kesembilan dari dinastinya. Pada bagian I.4–5, ia mengatakan bahwa Ahuramazda memberinya kekuasaan sebagai raja. Pernyataan ini menjadi dasar argumennya: kewenangannya bertumpu pada garis keturunan kerajaan sekaligus dukungan ilahi.

Bagian I.6 mencantumkan 23 negeri di bawah kekuasaannya. Lydia, Ionia, Kapadokia, dan Mesir termasuk di dalamnya.

Penuturan itu juga menjelaskan pergantian penguasa yang menjadi inti kisah naik takhta Darius. Menurut Darius, Gaumata menyamar sebagai Bardiya, putra Koresh, lalu merebut kekuasaan. Darius mengatakan bahwa ia menggulingkan orang yang mengklaim takhta tersebut. Anda perlu terus mengingat siapa yang menyampaikan klaim itu: prasasti ini merekam penjelasan Darius tentang kenaikannya sendiri ke tampuk kekuasaan.

Reliefnya memberi bentuk visual pada argumen tersebut. Darius memegang busur, lambang kedaulatan, dan menginjak dada sosok yang terjatuh, yang diidentifikasi sebagai Gaumata. Dua pengiring berdiri di belakangnya. Sembilan tawanan dengan tangan terikat menghadap kepadanya. Bersama sosok yang terjatuh itu, jumlah orang yang dikalahkan menjadi sepuluh.

Bahasa apa saja yang digunakan dalam Prasasti Behistun?

Ketiga bahasa historisnya adalah Persia Kuno, Elam, dan dialek Babilonia dari bahasa Akkadia. Dalam inventaris CDLI, teks Persia Kuno memiliki 414 baris. Versi Elam kedua memiliki 260 baris, sedangkan teks Babilonia memiliki 112 baris. Perbedaan panjang ini langsung mengingatkan kita agar tidak membayangkan tata letak yang identik.

Monumen ini juga berkembang seiring waktu. Rüdiger Schmitt memperkirakan pembentukannya berlangsung secara bertahap sekitar 520–518 SM. Ia menjelaskan bahwa sejak awal monumen ini belum menggunakan tiga bahasa. Susunan akhirnya merekam proses penambahan dan perubahan, bukan satu kali pengerjaan pahatan.

Isinya pun tidak selalu sama. Sebuah tambahan pada kolom kelima teks Persia Kuno mengisahkan kampanye militer di Elam dan melawan bangsa Saka. Bagian itu tidak muncul dalam teks utama kedua bahasa lainnya. Karena itu, saat Anda membandingkan terjemahan, versi bahasa yang digunakan perlu diperhatikan.

Apakah Prasasti Behistun merupakan propaganda?

Penuturan Darius membangun argumen untuk membenarkan kekuasaannya. Ia mengaitkan dirinya dengan dinasti kerajaan dan Ahuramazda. Sementara itu, para pesaing yang dikalahkan digambarkan sebagai pengklaim takhta palsu. Prasasti-prasasti pendek yang menyertai lawan seperti Aššina, Nidintu-Bel, dan Arakha menuduh mereka berbohong dalam mengklaim kedudukan sebagai raja.

Kisah Gaumata sangat diperdebatkan. Sebuah hipotesis sejarah alternatif menyatakan bahwa Darius membunuh Bardiya yang asli, lalu menciptakan kisah penyamaran untuk membenarkan perebutan kekuasaan. Pierre Briant membahas kemungkinan ini sebagai hipotesis, bukan fakta yang sudah terbukti. Perbedaan itu penting karena ketegasan pernyataan dalam prasasti tidak menyelesaikan persoalannya.

Lempeng-lempeng Babilonia menegaskan bahwa seorang raja bernama Barziya atau Bardiya mendapat pengakuan resmi selama beberapa bulan. Namun, lempeng-lempeng itu saja tidak membuktikan apakah penguasa tersebut adalah Bardiya yang asli atau Gaumata. Bukti itu mendukung keberadaan masa pemerintahannya, sementara identitas sang penguasa tetap diperdebatkan.

Salinan teks Behistun telah ditemukan di Babilonia dan di Pulau Elephantine, Mesir. Jadi, penuturan Darius juga hadir di luar lokasi tebingnya. Salinan-salinan itu menunjukkan mengapa monumen ini perlu dibaca sebagai pesan kerajaan yang penyebarannya melampaui permukaan batu yang dipahat.

Bagaimana teks tiga bahasa ini membantu menguraikan aksara paku?

Salah satu cara penting untuk mulai membaca bahasa Persia Kuno adalah mencocokkan nama orang dan tempat dengan bentuk yang sudah dikenal dari sumber-sumber Yunani. Nama yang familier dapat membantu para sarjana menyelidiki tanda-tanda yang belum mereka kenal. Bayangkan Anda menemukan nama yang Anda kenali pada label yang selebihnya tidak terbaca. Pengenalan itu memberi Anda titik awal untuk membandingkan.

Kemajuan sudah dimulai sebelum Rawlinson menyalin Behistun. Grotefend membuat terobosan penting dalam penguraian aksara Persia Kuno pada 1802. Pekerjaan awal Rawlinson sendiri berkaitan dengan prasasti Elvend di dekat Hamadan. Behistun masuk ke dalam penyelidikan yang sudah memiliki hasil terdahulu dan teks lain sebagai bahan rujukan.

Rawlinson mulai menyalin teks Persia Kuno di Behistun pada Mei 1836. Ia menyelesaikan bagian yang tersisa pada pekan pertama September 1837. Pada Januari 1838, ia mengirim terjemahan dua paragraf pertamanya kepada Royal Asiatic Society. Bagian pertama dari kajiannya yang luas terbit pada 1846.

Versi-versi bahasa lainnya memperluas peluang untuk melakukan perbandingan. Namun, Westergaard dan Hincks mendasarkan penguraian awal bahasa Elam pada 1840-an pada teks dari Persepolis dan Naqsh-e Rustam. Pekerjaan itu berlangsung sebelum mereka memperoleh akses ke salinan cetak Behistun. Jalan menuju pembacaan bahasa-bahasa ini melintasi beberapa situs.

Kenneth Cathcart juga mempertanyakan anggapan bahwa Behistun sendirian memecahkan aksara paku. Teks utama Babilonia baru diterbitkan pada akhir 1851. Menurut penilaiannya, teks itu tidak menjadi faktor penentu dalam tahap awal penguraian bahasa Akkadia. Sumbangan Behistun merupakan bagian dari upaya ilmiah yang lebih luas.

Pengujian tersendiri dilakukan pada 1857. Royal Asiatic Society membandingkan terjemahan yang dibuat secara independen oleh Rawlinson, Hincks, Talbot, dan Oppert atas sebuah prasasti Tiglat-Pileser I. Kesesuaian hasil mereka menegaskan keberhasilan metode penguraiannya. Pengujian itu menggunakan prasasti lain, sehingga memperluas bukti di luar Behistun.

Teks lengkap Prasasti Behistun, terjemahan, dan PDF

Anda dapat membaca terjemahan bahasa Inggris melalui PDF Behistun 13 halaman dari Universitas Richmond. Terjemahan ini didasarkan pada karya King dan Thompson tahun 1907 dan memuat sedikit perubahan. Penomoran bagiannya memudahkan Anda menemukan bagian seperti klaim kekuasaan raja pada I.4–5 dan daftar negeri pada I.6.

Saat membaca teksnya, ingatlah perkembangan monumen tersebut. Tambahan pada kolom kelima teks Persia Kuno tidak terdapat dalam dua versi bahasa utama lainnya. Karena itu, saat membaca terjemahan, perhatikan versi dan bagian yang sedang Anda baca. Hal ini terutama penting ketika membandingkan bagian-bagian dalam bahasa yang berbeda.

Linimasa

  • Sekitar 520–518 SM: Relief dan versi-versi bahasa berkembang secara bertahap, menurut penanggalan Schmitt.
  • 1802: Grotefend membuat kemajuan awal yang penting dalam penguraian aksara Persia Kuno.
  • 1836–1837: Rawlinson menyalin teks Persia Kuno di Behistun.
  • Januari 1838: Terjemahan dua paragraf pertama dikirim kepada Royal Asiatic Society.
  • 4–10 September 1844: Rawlinson menyalin ulang teks-teks tersebut.
  • 1846: Bagian pertama kajiannya tentang teks Persia Kuno di Behistun terbit.
  • September 1847: Teks utama Babilonia disalin dengan menggunakan teleskop dan bantuan pemanjatan.
  • 1851: Kajian tentang teks utama Babilonia diterbitkan.
  • 1857: Empat terjemahan independen atas prasasti lain menegaskan keberhasilan metode penguraian.
  • 2006: Bisotun masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Teks Elam bertahan dalam dua susunan pada permukaan yang terpisah. Susunan pertama memiliki 323 baris; susunan kedua memiliki 260 baris. Ketika sosok Skunkha, pemimpin Saka yang mengenakan topi runcing, ditambahkan, sebagian susunan pertama dihapus. Teks itu kemudian dipahat ulang di tempat lain.

Keterbatasan ruang juga memengaruhi keterangan untuk masing-masing sosok. Prasasti identifikasi berbahasa Persia Kuno dengan kode DBe dipahat pada pakaian tawanan yang diidentifikasinya. Di bagian lain, endapan kapur menutupi beberapa tanda sekaligus memperlambat erosinya. Ruang yang padat dan endapan permukaan sama-sama memengaruhi apa yang dijumpai para pembaca kemudian.

Rawlinson meninggalkan jejak pribadi selama pekerjaannya pada 4–10 September 1844: ia memahat namanya sendiri di bawah monumen. Pada September 1847, ia menyalin teks utama Babilonia melalui teleskop. Seorang anak laki-laki Kurdi memanjat tebing untuk membantu membuat cetakan pada kertas.

FAQ

Di mana Prasasti Behistun berada?

Prasasti ini berada di Gunung Behistun, Iran, sekitar 30 kilometer di sebelah timur Kermanshah. Lokasinya terletak pada jalur bersejarah antara Babilonia dan India.

Bahasa apa saja yang digunakan?

Prasasti ini menggunakan bahasa Persia Kuno, Elam, dan bahasa Akkadia dialek Babilonia. Versi-versinya dibuat secara bertahap dan berbeda dalam susunan maupun isi.

Apa pesan utamanya?

Darius menyajikan garis keturunan, naik takhta, dan kemenangan-kemenangannya sebagai bukti keabsahan pemerintahannya. Ia menyatakan bahwa kekuasaannya sebagai raja berasal dari Ahuramazda dan menuduh para pesaing yang mengklaim takhta melakukan penipuan.

Di mana saya bisa menemukan PDF terjemahan bahasa Inggrisnya?

Universitas Richmond menyediakan PDF bahasa Inggris sepanjang 13 halaman berdasarkan publikasi King dan Thompson tahun 1907. Terjemahan itu disajikan dengan sedikit perubahan.

Sumber

  1. UNESCO — Bisotun whc.unesco.org
  2. CDLI — Prasasti Bīsitūn cdli.earth
  3. Encyclopaedia Iranica — Bisotun iii iranicaonline.org
  4. Encyclopaedia Iranica — Gaumāta iranicaonline.org
  5. Encyclopaedia Iranica — Rawlinson ii iranicaonline.org
  6. CDLJ — Sumbangan Paling Awal dalam Penguraian Bahasa Sumeria dan Akkadia cdli.earth
  7. Universitas Richmond — Terjemahan Bahasa Inggris Behistun facultystaff.richmond.edu

FAQ

Di mana Prasasti Behistun berada?

Prasasti ini berada di Gunung Behistun, Iran, sekitar 30 kilometer di sebelah timur Kermanshah, pada jalur bersejarah yang menghubungkan Babilonia dengan India.

Bahasa apa saja yang digunakan dalam Prasasti Behistun?

Prasasti ini menggunakan bahasa Persia Kuno, bahasa Elam, dan dialek Babilonia dari bahasa Akkadia. Versi-versi bahasanya berkembang secara bertahap dan tidak memuat materi yang persis sama.

Apa isi Prasasti Behistun?

Prasasti ini menyajikan penuturan Darius I tentang garis keturunan kerajaannya, naik takhtanya, dan kemenangan atas para pesaing. Darius mengklaim bahwa Ahuramazda memberinya kekuasaan sebagai raja dan bahwa Gaumata merebut takhta dengan menyamar sebagai Bardiya.

Di mana saya bisa membaca PDF terjemahan bahasa Inggrisnya?

Universitas Richmond menyediakan terjemahan bahasa Inggris sepanjang 13 halaman yang didasarkan pada publikasi King dan Thompson tahun 1907, dengan sedikit perubahan.

Image: Behistun inscription reliefs.jpg — Unknown artistUnknown artist, Public domain

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait