Mahakarya

Perunggu Benin: Harta Jarahan dan Perdebatan Restitusi

Pasukan Inggris menjarah istana Kerajaan Benin pada 1897, membuat harta istananya tersebar ke berbagai koleksi museum. Pengembalian ke Nigeria kini memperlihatkan perbedaan antara pengalihan kepemilikan, pemulangan benda, dan peminjaman benda yang tetap berada di luar negeri.

Para sejarawan berbeda pendapat tentang topik ini: artikel ini membedakan fakta yang terdokumentasi dari penafsiran dan mencantumkan sumbernya. Kebijakan Sumber Kami →

9 menit baca14 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Perunggu Benin: Harta Jarahan dan Perdebatan Restitusi
Benin Bronzes, Horniman Museum.jpg

Sejarah Perunggu Benin: benda apa saja yang termasuk di dalamnya?

Perunggu Benin adalah sebutan untuk beberapa ribu benda yang berkaitan dengan istana Kerajaan Benin. Benda-benda ini berasal dari Kota Benin, di wilayah yang kini menjadi Negara Bagian Edo, Nigeria. Pasukan Inggris menjarah istana tersebut pada 1897. Benda-bendanya kemudian masuk ke berbagai koleksi di luar negeri. Dari sinilah muncul sengketa kepemilikan yang melatarbelakangi perdebatan restitusi saat ini.

Namanya bisa mengecoh Anda. Sebagian besar benda logam yang disebut Perunggu Benin sebenarnya terbuat dari kuningan. Sebutan kolektif ini juga mencakup benda dari gading, kayu, dan keramik. Jadi, restitusi menyangkut beragam benda istana, bukan hanya patung perunggu.

Seniman Edo terutama memakai teknik pengecoran lilin hilang untuk membuat karya logam. Plakat relief kuningan istana menggambarkan penguasa, prajurit, pejabat istana, dan peristiwa dalam sejarah kerajaan. Tema-tema ini menghubungkan benda tersebut dengan kekuasaan raja dan kehidupan istana. Tema itu juga memberi Anda petunjuk konkret saat mengamati sebuah plakat atau fotonya.

Apakah Perunggu Benin merupakan barang curian?

Pasukan Inggris menjarah dan membakar istana Benin dalam ekspedisi Februari 1897. Penguasanya, Oba Ovonramwen, dibuang ke pengasingan. Menyebut benda-benda ini sebagai harta jarahan menjelaskan keadaan saat benda tersebut diambil dari istana. Kemunculannya di museum terjadi setelah perampasan itu.

Ekspedisi tersebut berlangsung setelah serangan terhadap delegasi James Phillips pada Januari 1897. Menurut uraian Smithsonian, enam pejabat Inggris dan sekitar 200 pengangkut barang asal Afrika tewas. Kematian orang-orang Afrika harus tercatat dalam kisah ini bersama kematian para pejabat Inggris. Kedua kelompok menjadi korban serangan yang mendahului ekspedisi tersebut.

Alasan di balik operasi militer Inggris masih diperdebatkan. Versi resmi Inggris menyebutnya sebagai pembalasan atas serangan terhadap delegasi Phillips. Sebaliknya, sejarawan Dan Hicks menjelaskan ekspedisi itu melalui tujuan imperial dan ekonomi yang sudah terbentuk sebelumnya. Keduanya merupakan penafsiran yang bersaing tentang tujuan ekspedisi. Penjarahan dan pembakaran istana merupakan bagian dari rangkaian peristiwa yang terdokumentasi.

Jual beli Perunggu Benin: bagaimana jarahan masuk ke pasar

Otoritas Inggris membagikan sebagian harta rampasan istana kepada para perwira. Banyak benda lainnya dilelang di London untuk membantu menutup biaya ekspedisi. Dengan demikian, penjualan menjadi bagian dari penyebaran benda-benda tersebut setelah 1897. Kisah jual belinya tidak baru dimulai setelah harta itu masuk ke galeri museum.

Pelelangan tersebut menjelaskan mengapa frasa “Perunggu Benin dijual” berkaitan dengan perdebatan restitusi. Perpindahan sebuah benda melalui transaksi jual beli tidak mengubah keadaan saat benda itu dirampas dari istana. Riwayat pembelian harta ini harus dibaca bersama riwayat pengambilannya.

Perunggu Benin di British Museum

British Museum menyimpan lebih dari 900 benda Benin. Koleksinya termasuk salah satu koleksi Benin terbesar di dunia. Jumlah ini menempatkan museum tersebut di pusat pembahasan tentang keberadaan benda-benda itu sekarang dan lembaga mana yang sudah mengembalikannya.

Kewenangan museum untuk mengeluarkan benda secara permanen dari koleksinya dibatasi oleh British Museum Act 1963. Kerangka hukum ini penting saat membandingkan posisinya dengan lembaga yang telah mengalihkan kepemilikan. Setiap museum mengambil keputusan dalam kondisi kelembagaan yang berbeda. Hal ini tetap berlaku meskipun benda-bendanya sama-sama terkait dengan penjarahan 1897.

Laporan Live Science tertanggal 14 September 2026 menyatakan bahwa British Museum belum secara resmi mengembalikan Perunggu Benin miliknya. Anda perlu selalu menyertakan tanggal tersebut saat mengutip pernyataan ini. Tanggal itu membedakan posisi museum yang dilaporkan saat itu dari pengalihan yang telah diselesaikan Smithsonian, Berlin, dan Cambridge.

Pengembalian Perunggu Benin: benda mana yang kembali ke Nigeria?

Jesus College, Cambridge, menyerahkan patung ayam jantan jarahan bernama Okukor kepada Komisi Nasional Museum dan Monumen Nigeria pada 27 Oktober 2021. Ini merupakan penyerahan fisik sebuah benda yang disebutkan namanya. Patung itu tiba di kampus tersebut pada 1905 sebagai hadiah dari ayah seorang mahasiswa.

Pada 2022, Horniman Museum mengumumkan keputusan untuk mengalihkan kepemilikan 72 benda kepada Nigeria. Benda-benda ini diambil secara paksa dari Kota Benin pada Februari 1897. Keputusan tersebut mencakup lebih dari sekadar plakat kuningan yang biasa dikaitkan dengan Perunggu Benin.

Belanda mengembalikan 119 benda Benin kepada Nigeria pada 19 Juni 2025. Benda-benda itu mencakup figur manusia dan hewan, plakat, benda kerajaan, serta sebuah lonceng. Pengembalian ini memperlihatkan keragaman bahan dan bentuk yang tercakup dalam restitusi, melampaui gambaran kepala raja yang sudah dikenal.

Museum Arkeologi dan Antropologi Cambridge mencatat pengalihan kepemilikan secara hukum lainnya pada 27 Januari 2026. Kepemilikan 116 benda Benin beralih kepada Komisi Nasional Museum dan Monumen Nigeria. Tujuh belas benda dalam pengalihan itu dipinjamkan kembali kepada museum untuk pameran dan penelitian hingga Januari 2029.

Perunggu Benin di Smithsonian: apa yang berubah?

Museum Nasional Seni Afrika Smithsonian mengalihkan kepemilikan 29 benda Benin pada 11 Oktober 2022. Kaitan benda-benda tersebut dengan penjarahan 1897 telah dipastikan. Komisi Nasional Museum dan Monumen Nigeria menerima kepemilikan melalui pengalihan itu.

Ini merupakan penerapan pertama kebijakan Smithsonian yang mengizinkan pengembalian atas dasar etika. Kebijakan tersebut diadopsi pada 2022. Pameran Benin di lembaga itu, yang dimulai pada 3 Juni 2024, menjelaskan bahwa sembilan benda yang kepemilikannya telah dialihkan tetap berada di Washington berdasarkan perjanjian pinjaman. Keberadaan benda-benda itu di sana tidak berarti kepemilikannya tetap di tangan Smithsonian.

Pemulangan Perunggu Benin: di mana benda-benda itu sekarang?

Museum Etnologi Berlin mengalihkan kepemilikan 514 benda Benin kepada Nigeria pada 2022. Dari jumlah itu, 168 tetap berada di Berlin sebagai pinjaman. Bersama pengaturan Smithsonian dan Cambridge, hal ini menunjukkan mengapa jumlah benda di luar negeri saja tidak dapat memberi tahu Anda siapa pemiliknya.

Perbandingan sehari-harinya adalah meminjamkan barang kepada seseorang. Tempat barang berada bisa berbeda dari tempat pemiliknya berada. Sebanyak 168 benda pinjaman di Berlin memperjelas perbedaan tersebut. Dalam pemberitaan restitusi, “kepemilikan dialihkan” dan “dikembalikan secara fisik” menjelaskan tindakan yang berbeda. Keduanya penting saat menilai sebuah pengumuman.

Digital Benin menawarkan cara lain untuk memahami persebaran geografisnya. Katalog awalnya menghimpun 5,246 benda bersejarah Benin yang disumbangkan oleh 131 museum dan lembaga di 20 negara. Angka-angka itu menggambarkan katalog perdana proyek tersebut. Katalog ini memberikan gambaran luas tentang koleksi yang tersebar.

Kontroversi Perunggu Benin: siapa yang mengklaim hak atasnya?

Restitution Study Group menentang pengembalian dengan alasan bahwa keturunan orang-orang yang diperbudak di benua Amerika juga memiliki hak atas benda-benda tersebut karena kaitannya dengan perdagangan budak. Ini merupakan klaim yang diajukan dalam sengketa tersebut. Klaim itu perlu dibedakan dari pengalihan kepemilikan kepada Nigeria yang telah diselesaikan Smithsonian.

Smithsonian menyatakan bahwa lembaga itu mengalihkan kepemilikan pada 2022 dan tetap menyimpan sembilan benda melalui perjanjian pinjaman standar. Dengan demikian, kontroversi ini mencakup klaim hak yang saling bersaing serta ketentuan yang memungkinkan museum tetap menyimpan benda-benda tersebut. Sembilan benda pinjaman itu menjadi contoh konkret pemisahan antara kepemilikan dan penguasaan fisik.

Gambar Perunggu Benin: apa yang perlu Anda perhatikan?

Saat mengamati gambar plakat istana, perhatikan sosok penguasa, prajurit, dan pejabat istana yang ditampilkan. Mereka termasuk subjek yang digambarkan oleh seniman Edo. Katalog Digital Benin memungkinkan Anda menelusuri karya yang tersebar di berbagai lembaga melalui satu sumber digital bersama.

Sebutan kolektifnya juga penting saat menafsirkan gambar. Benda ukiran gading atau kayu bisa termasuk dalam kelompok sejarah yang sama dengan plakat kuningan cor. Jika Anda hanya memperhatikan kepala logam, Anda akan melewatkan bahan dan jenis benda lain yang tercakup dalam sebutan Perunggu Benin.

Linimasa

  • 1892: Oba Ovonramwen menandatangani perjanjian perdagangan dengan Britania Raya.
  • Januari 1897: Delegasi Phillips diserang; pejabat Inggris dan pengangkut barang asal Afrika tewas.
  • Februari 1897: Pasukan Inggris menjarah dan membakar istana kerajaan di Kota Benin.
  • 1935: Permintaan atas dua takhta kerajaan yang disimpan di Jerman mendapat tanggapan berupa tawaran replika dengan biaya ditanggung sang penguasa.
  • 27 Oktober 2021: Jesus College menyerahkan Okukor kepada perwakilan Nigeria.
  • 2022: Kepemilikan 514 benda Benin di Berlin beralih kepada Nigeria.
  • 11 Oktober 2022: Smithsonian mengalihkan kepemilikan 29 benda.
  • 5 April 2023: Penelitian yang menghubungkan logam benda-benda tersebut dengan produksi kuningan Rheinland diterbitkan.
  • 19 Juni 2025: Belanda mengembalikan 119 benda kepada Nigeria.
  • 27 Januari 2026: Kepemilikan secara hukum atas 116 benda Cambridge beralih kepada Nigeria.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

Kelompok 72 benda Horniman mencakup 12 plakat kuningan dan sebuah kunci yang diidentifikasi sebagai milik istana raja. Kunci itu memperlihatkan secara konkret luasnya cakupan keputusan restitusi. Benda yang berkaitan dengan istana tidak terbatas pada karya yang biasanya dibahas sebagai patung.

Kepala ibu suri dari abad kedelapan belas milik Cambridge, E 1902.94, memiliki berat 12.6 kilogram. Benda itu menopang sebuah gading gajah di altar leluhur. Beratnya memberi Anda detail fisik yang tidak dapat disampaikan oleh foto.

Tobias Skowronek dan rekan-rekannya menerbitkan penelitian pada 5 April 2023 berdasarkan analisis kimia dan isotop timbal terhadap 67 manilla. Mereka mengajukan kesimpulan bahwa kuningan dari Rheinland, Jerman, merupakan sumber logam penting untuk karya-karya Benin. Temuan itu menambahkan hubungan material dalam sejarah benda-benda tersebut, di samping jalur penjarahan dan penyebarannya yang terdokumentasi.

FAQ

Apakah semua Perunggu Benin terbuat dari perunggu?

Tidak. Sebagian besar benda logamnya terbuat dari kuningan. Sebutan kolektif ini juga mencakup benda dari gading, kayu, dan keramik yang berkaitan dengan istana Benin.

Apakah semua benda yang dikembalikan sudah keluar secara fisik dari museum di luar negeri?

Tidak. Setelah pengalihan kepemilikan, 168 benda tetap berada di Berlin sebagai pinjaman. Sembilan tetap berada di Washington. Cambridge mencatat peminjaman 17 benda hingga Januari 2029.

Apakah British Museum sudah mengembalikan koleksinya?

Menurut laporan Live Science tertanggal 14 September 2026, museum tersebut belum secara resmi mengembalikan Perunggu Benin miliknya. Museum ini menyimpan lebih dari 900 benda Benin.

Di mana Anda bisa menelusuri gambar dari berbagai koleksi?

Katalog awal Digital Benin menghimpun 5,246 benda bersejarah dari 131 museum dan lembaga di 20 negara. Katalog itu menyatukan koleksi yang tersebar secara digital.

Sumber

  1. Wikipedia — Perunggu Benin en.wikipedia.org
  2. Smithsonian — Perunggu Benin: Duta Sang Oba africa.si.edu
  3. The Art Newspaper — Survei global: di mana saja Perunggu Benin berada? theartnewspaper.com
  4. Live Science — Kepala untuk memperingati leluhur livescience.com
  5. Jesus College — Jesus College mengembalikan Perunggu Benin untuk pertama kalinya di dunia jesus.cam.ac.uk
  6. Horniman Museum — Horniman akan mengembalikan kepemilikan Perunggu Benin kepada Nigeria horniman.ac.uk
  7. Smithsonian — Smithsonian Mengembalikan 29 Perunggu Benin si.edu
  8. Smithsonian — Pameran Perunggu Benin si.edu
  9. The Art Newspaper — Kelompok kampanye AS menggugat Smithsonian atas pengembalian Perunggu Benin kepada Nigeria theartnewspaper.com
  10. Mauritshuis — Perunggu Benin mauritshuis.nl
  11. Associated Press — Belanda mengembalikan 119 artefak jarahan yang dikenal sebagai Perunggu Benin kepada Nigeria apnews.com
  12. Museum Arkeologi dan Antropologi Cambridge — Benda E 1902.94 collections.maa.cam.ac.uk
  13. PLOS ONE — Kuningan Jerman untuk Perunggu Benin journals.plos.org
  14. Weltmuseum Wien — Digital Benin weltmuseumwien.at

FAQ

Apakah Perunggu Benin merupakan barang curian?

Pasukan Inggris menjarah istana Kerajaan Benin dalam ekspedisi Februari 1897. Sebagian harta rampasan diberikan kepada para perwira. Banyak lainnya dilelang di London untuk membantu menutup biaya ekspedisi.

Apakah Perunggu Benin sudah dikembalikan?

Sejumlah lembaga telah mengalihkan kepemilikan kepada Nigeria, termasuk Smithsonian, Museum Etnologi Berlin, dan Cambridge. Belanda mengembalikan 119 benda pada 19 Juni 2025. Sementara itu, sebagian benda dalam pengalihan lainnya tetap berada di luar negeri sebagai pinjaman.

Apakah British Museum sudah mengembalikan Perunggu Benin miliknya?

Menurut laporan Live Science tertanggal 14 September 2026, British Museum belum secara resmi mengembalikan Perunggu Benin miliknya. Kewenangannya untuk mengeluarkan benda secara permanen dari koleksi dibatasi oleh British Museum Act 1963.

Di mana Anda bisa menemukan gambar Perunggu Benin?

Digital Benin menghimpun benda bersejarah Benin yang tersebar melalui platform daring. Katalog awalnya mencakup 5,246 benda dari kontribusi 131 museum dan lembaga di 20 negara.

Image: Benin Bronzes, Horniman Museum.jpg — Photograph by Mike Peel (www.mikepeel.net)., CC BY-SA 4.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait