Mengapa Observatorium Istanbul milik Taqiyuddin dihancurkan?
Observatorium Istanbul (İstanbul Rasathanesi) milik Taqiyuddin dihancurkan pada Januari 1580 atas perintah Murad III. Penjelasannya melibatkan keberatan agama, astrologi, dan politik istana. Berbagai catatan mengaitkan penentangan terhadap observatorium dengan komet 1577 dan wabah yang menyusul. Sejarawan Salim Aydüz memberi perhatian khusus pada permusuhan antara dua tokoh berpengaruh: Kadızâde Ahmed Şemseddin Efendi dan pendukung observatorium, Hoca Sâdeddin Efendi.
Lembaga ini juga didirikan pada masa Murad III, dengan dukungan Sokullu Mehmed Paşa dan Hoca Sâdeddin Efendi. Penguasa yang mendukung pendiriannya kemudian memerintahkan penghancurannya. Jika Anda ingin memahami mengapa observatorium itu lenyap, perubahan sikap ini penting. Kegiatannya bergantung pada dukungan istana, tempat para pelindungnya juga menghadapi permusuhan politik.
Penghancurannya sendiri dipastikan terjadi pada Januari 1580. Namun, motifnya perlu dijelaskan dengan lebih cermat. Catatan Atâî yang disampaikan J. H. Mordtmann menggambarkan keberatan terhadap pengamatan langit. Aydüz berpendapat bahwa persaingan politik berada di balik alasan agama tersebut. Catatan-catatan ini memberi penekanan berbeda pada kekuatan yang menyebabkan kehancuran observatorium.
Siapa Taqi ad-Din Muhammad ibn Ma’ruf?
Taqi ad-Din Muhammad ibn Ma’ruf adalah cendekiawan Utsmaniyah yang menekuni astronomi, matematika, mekanika, dan optika. Ia juga dikenal sebagai Takiyüddin. Menurut TDV İslâm Ansiklopedisi, ia lahir di Damaskus pada 14 Juni 1526. Karya-karyanya mencantumkan nama yang lebih panjang: Ebû Bekir Takıyyüddin Muhammed b. Zeynüddin Ma‘rûf b. Ahmed er-Râsıd ed-Dımaşkī.
Sebelum bekerja di Observatorium Istanbul, ia mengajar di madrasah Şeyhûniyye dan Sargatmışıyye di Kairo (Kahire). Pada 1571, Selim II mengangkatnya sebagai kepala ahli nujum, atau müneccimbaşı. Jadi, tafsirnya atas komet 1577 merupakan bagian dari karier yang mencakup pengamatan astronomi sekaligus astrologi istana.
Ia juga menulis tentang perangkat mekanis. El-Kevâkibü’d-dürriyye membahas pembuatan jam mekanis. Et-Turuku’s-seniyye membahas jam, tuas, dan pompa. Bidang-bidang ini membantu menjelaskan mengapa instrumen dan pengukuran waktu yang akurat mendapat tempat bersama tabel astronomi dalam pekerjaannya.
Untuk apa Observatorium Istanbul dibangun?
Taqiyuddin mengusulkan observatorium baru untuk memperbaiki kesalahan pengamatan dalam tabel astronomi Ulugh Beg. Pengukuran baru menjadi inti tujuan tersebut. Karya astronominya, Sidretü müntehe’l-efkâr, juga disusun untuk memperbaiki tabel Ulugh Beg. Observatorium menyediakan tempat khusus bagi proyek ini di dataran tinggi Tophane.
Lembaga itu bernama Dâru’r-rasadi’l-cedîd. Kompleksnya terdiri atas dua bangunan, satu besar dan satu kecil, serta memiliki perpustakaan. Menurut Aydüz, stafnya mencakup delapan pengamat, empat juru tulis, dan empat asisten. Jumlah 16 orang ini memberi Anda gambaran lebih konkret tentang lembaga tersebut: pengamatan, pencatatan, dan pekerjaan pendukung dibagi di antara anggota tim.
Taqiyuddin melanjutkan pengamatan di observatorium Tophane mulai 1577. Sebelum pindah ke sana, ia juga melakukan pengamatan dari Menara Galata (Galata Kulesi). Namun, pembangunannya sudah dimulai sebelum 1577. Dokumen bertanggal 6 Juni 1575 memerintahkan penambahan ruangan pada ruangan yang sudah ada.
Instrumen apa yang digunakan Taqiyuddin?
Observatorium memiliki zâtü’l-halâk untuk mengukur koordinat bintang. Kuadran dinding digunakan untuk pengamatan meridian, sedangkan kuadran berskala mengukur ketinggian sudut. Setiap instrumen memiliki tugas pengukuran tertentu. Semuanya mendukung tujuan yang lebih besar: memeriksa dan memperbaiki tabel astronomi melalui pengamatan.
Instrumen pengamatan ciptaan Taqiyuddin sendiri mencakup zâtü’l-evtâr dan müşebbehe bi’l-menâtık. Ia menggunakan instrumen kedua untuk mengamati Venus. Jam astronominya dapat menampilkan detik maupun menit. Karena itu, pengukuran waktu juga perlu diperhatikan bersama instrumen pengamatan berukuran lebih besar saat membahas perlengkapan observatorium.
Minatnya pada perhitungan juga terlihat dalam Cerîdetü’d-dürer. Karya ini memuat tabel astronomi berbasis pecahan desimal. Bersama jam dan instrumen pengamatannya, karya tersebut menunjukkan ragam alat yang ia gunakan dalam astronomi: pengukuran langit, pengukuran waktu, dan tabel angka.
Bagaimana komet 1577 menjadi bagian dari kontroversi?
Komet yang terlihat dari Istanbul pada November 1577 menjadi bagian dari kisah observatorium. Taqiyuddin menyampaikan tafsir astrologi tentang komet itu kepada Murad III. Dengan demikian, komet tersebut merupakan peristiwa langit yang diamati sekaligus objek penafsiran bagi penguasa.
Türk Dünyası Ansiklopedisi melaporkan bahwa Taqiyuddin menganggap komet itu sebagai pertanda kemenangan melawan Iran. Sumber ini juga mengaitkan wabah dan kematian yang menyusul dengan meningkatnya permusuhan terhadap observatorium. Dalam catatan ini, tafsir baik tentang komet menjadi bagian dari penjelasan atas penentangan yang kemudian muncul.
Atribusi catatan tersebut perlu dipertahankan. Hubungan antara komet, wabah, dan penentangan adalah penjelasan yang dilaporkan Türk Dünyası Ansiklopedisi. Sementara itu, penjelasan Aydüz menekankan permusuhan politik di sekitar Hoca Sâdeddin Efendi. Keduanya perlu dimuat dalam pembahasan penghancuran observatorium, tanpa menjadikan salah satunya sebagai penyebab tunggal yang tidak diperdebatkan.
Apa peran keberatan agama dan persaingan istana?
Dalam kisah Atâî yang disampaikan Mordtmann, Şeyhülislâm Kadızâde berpendapat bahwa mengamati langit mendatangkan kemalangan bagi negara. Ia digambarkan berhasil membujuk Murad III untuk menghancurkan observatorium. Otoritas agama dan ungkapan tentang kemalangan menjadi unsur utama dalam versi peristiwa ini.
Aydüz menawarkan penjelasan politik di balik pembenaran agama tersebut. Ia menunjuk permusuhan antara Kadızâde Ahmed Şemseddin Efendi dan Hoca Sâdeddin Efendi, pelindung Taqiyuddin. Penafsirannya menghubungkan nasib observatorium dengan konflik yang melibatkan salah satu pendukung utamanya.
Pembedaan ini penting karena observatorium mendapat dukungan Hoca Sâdeddin Efendi dan Sokullu Mehmed Paşa. Argumen Aydüz menempatkan perlindungan tersebut sebagai bagian dari penjelasan atas penghancurannya. Saat Anda menimbang berbagai catatan, bedakan keberatan yang dinyatakan tentang pengamatan langit dari argumen sejarawan mengenai motif politik.
Linimasa
- 14 Juni 1526: Taqiyuddin lahir di Damaskus, menurut TDV.
- 1571: Selim II mengangkatnya sebagai kepala ahli nujum.
- 6 Juni 1575: Sebuah dokumen memerintahkan penambahan ruangan baru pada ruangan observatorium yang sudah ada.
- 1577: Ia melakukan pengamatan di observatorium di dataran tinggi Tophane.
- November 1577: Sebuah komet terlihat dari Istanbul, dan Taqiyuddin menyampaikan tafsir astrologinya kepada Murad III.
- 21 April 1578: Sebuah perintah menginstruksikan agar buku astronomi dan geometri milik Lütfullah Müneccim dicari dan diserahkan kepadanya.
- Januari 1580: Murad III memerintahkan penghancuran observatorium. TDV mencatat tanggalnya sebagai 22 Januari.
- 1585: Taqiyuddin meninggal di Istanbul.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
Dokumen bertanggal 6 Juni 1575 mengubah cara awal pembangunan observatorium perlu dijelaskan. Dokumen yang diterbitkan İsmet Miroğlu ini memerintahkan penambahan pada ruangan yang sudah ada. Redaksinya menegaskan bahwa pembangunan telah berlangsung sebelum pengamatan yang dikaitkan dengan 1577. Tahun itu termasuk dalam riwayat pengamatannya, sedangkan riwayat bangunannya bermula lebih awal.
Beberapa instrumen pengamatan yang peka membutuhkan kayu yang didatangkan dari Mesir. Detail ini menambahkan sisi praktis pada perlengkapan observatorium. Instrumen-instrumennya membutuhkan bahan yang harus diperoleh dan diolah, di samping perhitungan serta pengamatan yang menjadi tujuan penggunaannya.
Sebuah perintah administratif juga menyangkut buku-buku yang diperuntukkan bagi Taqiyuddin. Pada 21 April 1578, para pejabat diperintahkan mencari buku astronomi dan geometri milik mendiang Lütfullah Müneccim, lalu menyerahkannya kepada Taqiyuddin. Perintah ini menghubungkan pekerjaan observatorium dengan perolehan koleksi buku khusus yang sudah ada.
Untuk melihat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, bayangkan kegiatan memasak. Dalam karya mekanika bertahun 1551, Taqiyuddin menjelaskan alat pemanggang bertusuk yang diputar dengan tenaga uap. Anda dapat menghubungkan perangkat itu dengan kegiatan memutar makanan saat dipanggang. Minat mekanikanya mencakup penerapan di dapur ini, selain jam, tuas, dan pompa.
Bagaimana observatorium dihancurkan?
Murad III memberikan perintah penghancuran kepada Kılıç Ali Paşa, sang Kaptan-ı Deryâ. Observatorium dihancurkan pada Januari 1580. Tanggal persisnya berbeda dalam berbagai catatan: TDV menyebut 22 Januari, sedangkan kisah yang disampaikan Mordtmann menyebut 21 Januari.
Cara penghancurannya juga perlu disertai atribusi. Türk Dünyası Ansiklopedisi menyatakan bahwa observatorium dihancurkan dengan tembakan meriam. Catatan Atâî yang disampaikan Mordtmann menggambarkan pengeluaran personel, pemotongan tali instrumen, dan penimbunan sebuah sumur. Uraian-uraian ini harus tetap dapat dikenali sebagai catatan terpisah tentang penghancurannya.
Bagi pengunjung, lokasi observatorium perlu dijelaskan dengan kehati-hatian serupa. Observatorium diterima sebagai bangunan yang pernah berdiri di dataran tinggi Tophane, tetapi posisi persisnya masih diperdebatkan. Menara Galata merupakan tempat kegiatan pengamatan Taqiyuddin yang lebih awal. Menara itu perlu dibedakan dari observatorium yang dibangun kemudian, dengan dua bangunan dan perpustakaannya.
FAQ
Apakah Taqiyuddin dibunuh ketika observatoriumnya dihancurkan?
Taqiyuddin meninggal di Istanbul pada 1585. Observatoriumnya dihancurkan pada Januari 1580. Jadi, kematiannya terjadi setelah penghancuran tersebut dalam urutan waktu.
Apakah Observatorium Istanbul dihancurkan dengan tembakan meriam?
Türk Dünyası Ansiklopedisi menggambarkan penghancuran dengan tembakan meriam. Kisah Atâî yang disampaikan Mordtmann menggambarkan pengeluaran staf, pemotongan tali instrumen, dan penimbunan sebuah sumur. Catatan tentang meriam harus dikaitkan dengan sumbernya.
Bisakah Anda menunjukkan lokasi persisnya di Istanbul?
Observatorium berdiri di dataran tinggi Tophane, tetapi lokasi persisnya masih diperdebatkan. Taqiyuddin juga melakukan pengamatan di Menara Galata sebelum pindah ke observatorium baru.
Apa yang ingin dicapai Taqiyuddin di sana?
Ia berupaya memperbaiki kesalahan dalam tabel astronomi Ulugh Beg melalui pengamatan baru. Karyanya, Sidretü müntehe’l-efkâr, disusun dengan tujuan tersebut, sedangkan Cerîdetü’d-dürer memuat tabel astronomi berbasis pecahan desimal.
Sumber
- Ensiklopedia Islam TDV — Takıyyüddin er-Râsıd islamansiklopedisi.org.tr
- Salim Aydüz, Belleten — Lembaga Kepala Ahli Nujum di Kesultanan Utsmaniyah belleten.gov.tr
- Melek Dosay Gökdoğan, Ensiklopedia Dunia Turkik — Takiyüddin turkdunyasiansiklopedisi.gov.tr
- İsmet Miroğlu, Jurnal Institut Sejarah Universitas Istanbul — Dokumen tentang Observatorium Istanbul isamveri.org
- J. H. Mordtmann, diterjemahkan oleh Cem Pulathaneli, Kajian Sains Utsmaniyah — Observatorium Takiyüddin di Pera dergipark.org.tr
FAQ
Mengapa Observatorium Istanbul dihancurkan?
Berbagai catatan mengaitkan penghancurannya dengan keberatan agama, penentangan setelah tafsir Taqiyuddin atas komet 1577, dan persaingan istana. Salim Aydüz berpendapat bahwa permusuhan politik antara Kadızâde Ahmed Şemseddin Efendi dan Hoca Sâdeddin Efendi berada di balik pembenaran agama tersebut.
Siapa yang memerintahkan penghancuran Observatorium Istanbul?
Murad III memerintahkan Kılıç Ali Paşa untuk menghancurkan observatorium pada Januari 1580. TDV mencatat tanggal penghancurannya pada 22 Januari, sedangkan catatan yang disampaikan Mordtmann menyebut 21 Januari.
Di mana observatorium Taqiyuddin berada?
Observatorium itu berdiri di dataran tinggi Tophane di Istanbul, meskipun lokasi persisnya masih diperdebatkan. Taqiyuddin juga melakukan pengamatan di Menara Galata sebelum pindah ke observatorium baru.
Apakah Taqiyuddin meninggal ketika observatoriumnya dihancurkan?
Taqiyuddin meninggal di Istanbul pada 1585. Observatoriumnya telah dihancurkan pada Januari 1580.
Image: Taqi al din.jpg — Ala ad-Din Mansur-Shirazi, Public domain






