Apa itu Boston Tea Party? Ringkasan peristiwa
Boston Tea Party, atau Pesta Teh Boston, adalah protes politik pada malam 16 Desember 1773. Para kolonis menaiki tiga kapal di Pelabuhan Boston dan membuang muatan tehnya ke air. Sasaran mereka adalah kebijakan Inggris mengenai teh, perdagangan, dan pajak. Ketiga kapal itu bernama Dartmouth, Eleanor, dan Beaver.
Pemicu langsungnya adalah Undang-Undang Teh atau Tea Act, yang disahkan Parlemen Inggris pada 10 Mei 1773. Undang-undang ini membantu British East India Company yang sedang kesulitan keuangan untuk menjual teh dengan harga lebih murah. Namun, para kolonis menentang hak istimewa perdagangan perusahaan itu. Mereka juga menolak kewenangan Parlemen untuk memajaki orang-orang yang tidak memiliki wakil terpilih di sana.
Jika Anda hanya mengingat satu hal, ingatlah ini: Undang-Undang Teh tidak memberlakukan pajak teh baru. Bea yang sudah ada tetap berlaku. Perbedaan ini menjelaskan mengapa penurunan harga tidak mengakhiri perselisihan. Yang dipersoalkan adalah siapa yang berhak menetapkan pajak, sekaligus siapa yang mengendalikan perdagangan.
Mengapa kolonis membuang teh padahal harganya lebih murah?
Salah satu tujuan Undang-Undang Teh adalah menyelamatkan East India Company dari kesulitan keuangan. Undang-undang ini menyingkirkan perantara perdagangan sehingga harga teh perusahaan turun. Pada saat yang sama, para pedagang di koloni menghadapi keadaan yang pada praktiknya merupakan monopoli perusahaan. Jadi, teh yang lebih murah membawa konsekuensi bagi perdagangan setempat.
Anda bisa menghubungkannya dengan pilihan saat membeli teh sehari-hari. Harga dapat memengaruhi pembelian Anda, begitu pula syarat yang ditetapkan penjual. Pada 1773, para kolonis memboikot teh perusahaan yang lebih murah. Membelinya berarti menerima pajak dari Parlemen tempat mereka tidak memiliki wakil terpilih.
Pada awalnya, para pemrotes menuntut agar teh dikembalikan ke Inggris tanpa membayar bea masuk. Membuangnya ke pelabuhan bukan tuntutan awal mereka. Konfrontasi berkembang karena mereka menghalangi pembongkaran muatan, sementara gubernur Massachusetts, Thomas Hutchinson, menolak mengizinkan kapal-kapal itu berangkat.
Kapan Boston Tea Party terjadi, dan mengapa waktunya penting?
Protes berlangsung pada 16 Desember 1773, setelah konfrontasi selama berminggu-minggu. Dartmouth tiba di Pelabuhan Boston pada 28 November dengan membawa 114 peti teh. Kedatangannya membawa perselisihan tentang Undang-Undang Teh ke pelabuhan, tempat muatannya harus memenuhi ketentuan bea cukai.
Menurut hukum, teh harus dibongkar dan beanya dibayar dalam waktu 20 hari. Jika tidak, petugas bea cukai dapat menyita muatan tersebut. Tenggat ini mempersempit pilihan. Para pemrotes ingin teh dikirim pergi tanpa dikenai pajak. Namun, penolakan Hutchinson untuk memberikan izin keberangkatan membuat kapal-kapal itu tetap berada di Boston.
Pada 29 November, pertemuan protes dimulai di Faneuil Hall. Jumlah peserta begitu besar sehingga pertemuan harus dipindahkan ke Old South Meeting House yang lebih luas. Di sana, para pemrotes menuntut agar teh dikembalikan ke Inggris. Pertemuan itu menegaskan bahwa hasil yang mereka inginkan adalah keberangkatan kapal tanpa pembayaran bea.
Di mana Boston Tea Party berlangsung?
Para kolonis membuang teh ke Pelabuhan Boston dari kapal-kapal yang berada di Griffin’s Wharf. National Park Service memperkirakan sekitar 150 peserta bergerak menuju kapal-kapal tersebut. Sasaran mereka adalah muatan teh di Dartmouth, Eleanor, dan Beaver. Ketiga nama itu adalah kapal yang terlibat dalam pemusnahan teh.
Old South Meeting House juga menjadi lokasi penting. Menurut National Park Service, diperkirakan 5,000 kolonis menghadiri pertemuan di sana pada 16 Desember. Saat Anda menelusuri peristiwa ini melalui lokasi-lokasinya, bedakan pertemuan di gedung tersebut dengan pemusnahan teh di tepi pelabuhan.
Sebagian peserta menyamar sebagai orang Mohawk. Penyamaran ini dimaksudkan untuk menyembunyikan identitas mereka dan melindungi Boston agar tidak dipersalahkan. Penyamaran itu bukan bukti bahwa orang Mohawk melakukan protes tersebut. Para pesertanya adalah kolonis yang menentang kebijakan teh Inggris.
Apa yang terjadi di atas kapal pada 1773?
Pemusnahan berlangsung sekitar tiga jam. Jumlah yang diterima secara luas adalah 342 peti berisi sekitar 92,000 pon teh, atau 41.7 ton metrik. Para peserta menumpahkan muatan itu ke pelabuhan. Barang impor yang disengketakan tersebut pun menjadi kerugian bagi perusahaan karena tidak bisa lagi dijual.
Jumlah peti yang umum disebut itu memiliki persoalan dalam catatan dokumennya. Sebagian besar kisah menyebut 342 peti. Namun, rincian per kapal dalam tuntutan ganti rugi East India Company pada 1774 menunjukkan jumlah 340 peti. Perbedaan ini menyangkut jumlah pastinya. Kedua angka tersebut sama-sama menggambarkan pemusnahan ratusan peti dari tiga kapal.
Klaim mengenai Samuel Adams juga perlu dicermati. Ucapan terakhirnya dalam pertemuan terkadang dianggap sebagai isyarat yang sudah direncanakan untuk memulai aksi. Namun, laporan saksi mata menyebutkan bahwa massa baru berangkat 10–15 menit kemudian. Kisah tentang isyarat itu muncul sekitar satu abad setelah peristiwa tersebut, sehingga penafsiran itu menjadi kurang kuat.
Kronologi
- 10 Mei 1773: Parlemen mengesahkan Undang-Undang Teh, pemicu langsung perselisihan teh di Boston.
- 28 November 1773: Dartmouth tiba di Pelabuhan Boston dengan membawa muatan teh.
- 29 November 1773: Pertemuan protes dipindahkan dari Faneuil Hall ke Old South Meeting House. Para pemrotes menuntut agar teh dikembalikan ke Inggris.
- 16 Desember 1773: Setelah gubernur menolak mengizinkan kapal-kapal berangkat, para kolonis membuang teh dari Dartmouth, Eleanor, dan Beaver ke Pelabuhan Boston.
- 1774: Parlemen mengesahkan Coercive Acts sebagai tanggapan atas pemusnahan teh di Boston.
- Juni 1774: Pelabuhan Boston ditutup untuk perdagangan.
- 1774: Kongres Kontinental Pertama berkumpul di Philadelphia.
- 19 April 1775: Pertempuran di Lexington dan Concord mengawali Perang Kemerdekaan Amerika.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
Kedatangan Beaver sempat tertunda karena alasan kesehatan masyarakat. Selama krisis teh, kapal itu menjalani karantina sekitar satu minggu di lepas pantai akibat cacar. Jadi, sebelum terlibat dalam protes, kapal tersebut sudah lebih dahulu dipisahkan dari aktivitas pelabuhan oleh pembatasan untuk mencegah penularan penyakit.
Sebuah laporan surat kabar bertanggal 23 Desember 1773 menceritakan penggantian gembok milik seorang kapten yang rusak. Gembok baru dikirim setelah gembok sebelumnya rusak selama aksi. Detail ini menunjukkan bahwa pemusnahan teh tidak berarti semua barang yang rusak diabaikan begitu saja.
Laporan yang sama juga mencatat upaya menghentikan pencurian untuk kepentingan pribadi. Satu atau dua orang mencoba memasukkan teh ke dalam saku. Orang-orang lain mencegah dan memperlakukan mereka dengan kasar. Dalam laporan itu, mengambil teh untuk digunakan sendiri dianggap melanggar batas, sekalipun muatannya sedang dimusnahkan.
Kapal teh keempat, William, tidak pernah bergabung dengan tiga kapal yang terlibat pada 16 Desember. Kapal itu kandas di dekat Cape Cod pada Desember 1773. Itulah sebabnya kisah tentang pengiriman teh menuju Boston dapat menyebut kapal lain tanpa menambah jumlah kapal yang terlibat dalam protes di pelabuhan.
Bahkan nama peristiwa yang kini dikenal luas baru muncul belakangan. Pada 1773, aksi itu disebut sebagai pemusnahan teh. Nama Boston Tea Party mulai dikenal sekitar 50 tahun kemudian. Jadi, istilah yang Anda cari hari ini bukan nama asli yang digunakan untuk aksi tersebut.
Boston Tea Party Ships & Museum: peti yang masih bertahan
Boston Tea Party Ships & Museum memamerkan Robinson Half Chest. Menurut museum, peti itu merupakan satu dari dua peti teh dari peristiwa tersebut yang diketahui masih bertahan. Benda ini menjadi penghubung fisik dengan protes yang biasanya diceritakan melalui kapal, kerumunan, dan jumlah muatan yang dimusnahkan.
Menurut kisah yang disampaikan museum, John Robinson yang berusia 15 tahun menemukan sebuah peti teh di pantai dekat Dorchester Heights pada pagi 17 Desember 1773. Ia membawanya pulang. Kisah tersebut menghubungkan benda yang masih bertahan itu dengan pagi tepat setelah pemusnahan teh di Pelabuhan Boston.
Apa yang terjadi setelah Inggris menghukum Boston?
Parlemen menanggapi peristiwa itu pada 1774 dengan Coercive Acts, yang disebut para kolonis sebagai Intolerable Acts. Berdasarkan Boston Port Act, pelabuhan ditutup untuk perdagangan pada Juni 1774 dan berada di bawah blokade Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Tanggapan Inggris membuat dampak peristiwa ini meluas melampaui muatan teh yang dimusnahkan.
Undang-undang yang bersifat menghukum itu memperkuat perlawanan di seluruh koloni dan turut mendorong pertemuan Kongres Kontinental Pertama di Philadelphia. Sekitar 16 bulan setelah protes teh, pertempuran di Lexington dan Concord mengawali Perang Kemerdekaan Amerika pada 19 April 1775. Protes di pelabuhan itu mendahului konflik bersenjata yang lebih luas tersebut.
FAQ
Kapan tepatnya Boston Tea Party terjadi?
Peristiwa ini terjadi pada malam 16 Desember 1773. Pemusnahan di atas tiga kapal berlangsung sekitar tiga jam. Aksi itu menyusul konfrontasi mengenai apakah teh boleh meninggalkan Boston tanpa pembayaran bea.
Ke mana para kolonis membuang teh?
Mereka membuangnya ke Pelabuhan Boston dari Dartmouth, Eleanor, dan Beaver di Griffin’s Wharf. Pertemuan umum besar yang berkaitan dengan protes itu berlangsung di Old South Meeting House.
Apakah Undang-Undang Teh memberlakukan pajak teh baru?
Tidak. Bea yang sudah berlaku berdasarkan kebijakan Townshend tetap dipertahankan. Undang-Undang Teh menurunkan harga teh perusahaan, tetapi tetap mempertahankan persoalan pemajakan dan memberikan keuntungan perdagangan kepada East India Company.
Apa yang bisa Anda lihat di Boston Tea Party Ships & Museum?
Museum ini memamerkan Robinson Half Chest. Museum menyebut benda tersebut sebagai satu dari dua peti teh dari protes itu yang diketahui masih bertahan. Museum juga menghubungkannya dengan penemuan John Robinson pada 17 Desember 1773.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — Boston Çay Partisi tr.wikipedia.org
- Wikipedia — Boston Tea Party en.wikipedia.org
- Library of Congress — Koloni-Koloni Menuju Pemberontakan Terbuka, 1773 hingga 1774 loc.gov
- National Park Service — Kronologi Boston Tea Party nps.gov
- The National Archives — Boston Tea Party nationalarchives.gov.uk
- National Park Service — Old South Meeting House nps.gov
- National Archives Museum — Peringatan 250 Tahun Boston Tea Party visit.archives.gov
- U.S. Census Bureau — Desember 2023: Boston Tea Party Tahun 1773 census.gov
- Boston Tea Party Ships & Museum — Peti yang Layak Disimpan bostonteapartyship.com
FAQ
Kapan tepatnya Boston Tea Party terjadi?
Peristiwa ini berlangsung pada malam 16 Desember 1773. Pemusnahan teh berlangsung sekitar tiga jam.
Ke mana para kolonis membuang teh?
Mereka membuangnya ke Pelabuhan Boston dari kapal Dartmouth, Eleanor, dan Beaver di Griffin’s Wharf.
Apakah Undang-Undang Teh memberlakukan pajak teh baru?
Tidak. Undang-Undang Teh mempertahankan pajak yang sudah berlaku berdasarkan kebijakan Townshend, sekaligus menurunkan harga teh East India Company.
Apa yang bisa Anda lihat di Boston Tea Party Ships & Museum?
Museum ini memamerkan Robinson Half Chest. Menurut museum, benda tersebut merupakan satu dari dua peti teh dari peristiwa itu yang diketahui masih bertahan.
Image: Boston Tea Party Currier colored.jpg — Nathaniel Currier, Public domain






