Republik Turki · 1923 –

10 November 1938: Hari-Hari Terakhir Atatürk di Dolmabahçe

Atatürk wafat di Istana Dolmabahçe pada 10 November 1938 pukul 09:05, setelah berbulan-bulan menjalani pengobatan sirosis. Jam di kamar tidurnya tetap menunjukkan waktu itu, sementara perjalanan jenazahnya berlangsung dari Istanbul ke Ankara dan, kemudian, ke Anıtkabir.

8 menit baca11 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
10 November 1938: Hari-Hari Terakhir Atatürk di Dolmabahçe
Dolmabahçe Sarayı6.jpg

10 November 1938: Saat-saat terakhir Atatürk

Atatürk wafat pada Kamis, 10 November 1938, pukul 09:05 di Istana Dolmabahçe (Dolmabahçe Sarayı), Istanbul. Ia berada di Kamar 71, di bagian kediaman pribadi istana. Jam di kamar itu masih menunjukkan waktu wafatnya. Waktu yang tercatat secara tepat ini menghubungkan kamar tidur, penyakit pada akhir hidupnya, dan kisah kematiannya.

Jika Anda mengenal kisah ini lewat jam yang berhenti, mulailah dari kamarnya. Kamar 71 terletak di antara Aula Biru dan Aula Merah Muda. Atatürk memakai Kamar 69 di sebelahnya sebagai ruang kerja. Jadi, kamar tidur dan ruang kerjanya berada tepat bersebelahan di dalam istana.

Kisah jam itu juga perlu dijelaskan dengan cermat. Jam kamar tidur menunjukkan pukul 09:05. Namun, pernyataan bahwa seluruh jam istana terus berhenti pada waktu itu sejak 1938 merupakan klaim yang lebih luas. Uraian Wikipedia berbahasa Inggris menyebutkan bahwa jam-jam di luar kamar tidur diatur mengikuti waktu berjalan. Perbedaan ini penting saat Anda membayangkan Dolmabahçe masa kini.

Dari Savarona ke istana

Pada bulan-bulan terakhir hidupnya, Atatürk sempat tinggal di kapal pesiar Savarona. Kapal itu tiba di Istanbul pada 1 Juni 1938. Ia naik dan mulai tinggal di kapal pada hari yang sama. Dalam laporan mereka, dokter yang menangani penyakit hatinya pada 1938 mengidentifikasi penyakit tersebut sebagai sirosis.

Ketika kondisinya memburuk, Atatürk meninggalkan Savarona dan pindah ke Istana Dolmabahçe pada malam 25 Juli. Kepindahan ini menempatkan istana dalam rangkaian panjang perjalanan penyakitnya. Hari-hari terakhirnya di sana berlangsung setelah masa pengobatan yang juga mencakup tinggal di kapal pesiar tersebut.

Di Dolmabahçe, Atatürk menulis surat wasiat pada 5 September 1938. Ia menyerahkannya kepada Notaris Keenam Istanbul pada 6 September. Kedua tanggal ini membedakan waktu penulisan dokumen dari penyerahan resminya. Keduanya terjadi dalam rentang bulan antara kepulangannya ke istana dan wafatnya.

Pada 29 Oktober, para siswa SMA Militer Kuleli melewati Dolmabahçe dengan kapal feri. Mereka sedang pulang dari upacara Hari Republik. Saat melewati istana, mereka menyanyikan İstiklal Marşı untuk memberi penghormatan kepada Atatürk. Peristiwa ini menghubungkan upacara di luar istana dengan keberadaannya di dalam Dolmabahçe.

Pada 1 November, Perdana Menteri Celâl Bayar membacakan pidato Atatürk untuk pembukaan Majelis Nasional Agung. Pada 7 November, delapan liter cairan dikeluarkan dari perut Atatürk. Ia mengalami koma berat untuk kedua kalinya pada 8 November. Ia tidak sadar kembali hingga wafat pada 10 November.

Apa yang dikenang lewat jam di Dolmabahçe?

Jam di kamar Atatürk merupakan hadiah dari sahabat dekatnya, Nuri Conker. Tampilan pukul 09:05 pada jam itu mempertemukan sebuah benda pribadi dengan waktu kematian yang tercatat. Bagi Anda, keterangan ini memberi pemahaman yang lebih spesifik daripada sekadar melihatnya sebagai perabot istana tanpa kisah pribadi.

Kisah populer tentang jam-jam yang berhenti di seluruh Dolmabahçe dapat mengaburkan perbedaan tersebut. Jam kamar tidur adalah hadiah dari Nuri Conker. Secara terpisah, uraian Wikipedia berbahasa Inggris menyebutkan bahwa jam-jam istana lainnya menunjukkan waktu berjalan. Kedua hal itu tidak mengharuskan adanya klaim bahwa setiap jam terus berhenti sejak 1938.

Ada kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari: Anda biasanya melihat jam untuk mengetahui waktu saat ini. Di Kamar 71, waktu yang ditampilkan justru mengarahkan perhatian pada peristiwa masa lalu. Pukul 09:05 merujuk pada wafatnya Atatürk pada 10 November 1938. Rujukan itulah yang memberi jam tersebut tempat dalam kisah kamar ini.

Kronologi

  • 1 Juni 1938: Atatürk mulai tinggal di Savarona saat kapal pesiar itu tiba di Istanbul.
  • 25 Juli 1938: Ia pindah dari Savarona ke Istana Dolmabahçe pada malam hari.
  • 5 September 1938: Ia menulis surat wasiat di Dolmabahçe.
  • 1 November 1938: Celâl Bayar membacakan pidatonya untuk pembukaan Majelis Nasional Agung.
  • 7 November 1938: Delapan liter cairan dikeluarkan dari perutnya.
  • 8 November 1938: Ia mengalami koma berat untuk kedua kalinya.
  • 10 November 1938, 09:05: Ia wafat di Istana Dolmabahçe.
  • 11 November 1938: İsmet İnönü terpilih sebagai presiden.
  • 16 November 1938: Peti jenazah Atatürk diletakkan di atas panggung persemayaman di Dolmabahçe.
  • 19 November 1938: Salat jenazahnya dilaksanakan. Jenazah kemudian dibawa melalui Sarayburnu dan lewat laut menuju İzmit.
  • 20 November 1938: Kereta jenazah tiba di Ankara.
  • 21 November 1938: Jenazahnya ditempatkan di Museum Etnografi setelah upacara kenegaraan.
  • 10 November 1953: Jenazahnya dipindahkan ke Anıtkabir.

Wafat dan pemakaman kenegaraan Mustafa Kemal Atatürk

Pergantian kepemimpinan berlangsung sehari setelah Atatürk wafat. Pada 11 November 1938, Majelis Nasional Agung memilih İsmet İnönü sebagai presiden kedua Republik Turki. Seluruh 348 anggota majelis memilihnya. Pemilihan ini berlangsung sebelum peti jenazah Atatürk dipindahkan dari Istanbul ke Ankara.

Karena penguburan harus ditunda, jenazah Atatürk diawetkan. Profesor Lütfi Aksu, ahli patologi yang datang dari Gülhane di Ankara, melakukan prosedur tersebut. Pada 16 November, peti jenazah yang diselimuti bendera Turki diletakkan di atas panggung persemayaman di aula upacara Istana Dolmabahçe.

Salat jenazah dilaksanakan di dalam istana pada pagi 19 November. Mehmet Şerafettin Yaltkaya mengimaminya di Aula Muayede. Dengan demikian, salat tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara di Dolmabahçe sebelum peti jenazah memulai perjalanan melintasi Istanbul dan selanjutnya menuju Ankara.

Iring-iringan jenazah berangkat pukul 09:00 pada 19 November. Rutenya melewati Tophane, Karaköy, Jembatan Galata, Eminönü, dan Taman Gülhane sebelum mencapai Sarayburnu. Jika Anda mengikuti perjalanan ini melalui Istanbul, tempat-tempat tersebut menandai bagian perjalanan darat sebelum pemindahan jenazah di laut.

Pada pukul 12:42, jenazah Atatürk dipindahkan ke kapal torpedo Zafer. Pada pukul 13:20, jenazah dipindahkan ke kapal tempur Yavuz. Dua waktu yang tercatat itu menunjukkan tahapan perjalanan yang berbeda. Yavuz kemudian membawa peti jenazah ke İzmit pada malam itu.

Pada pukul 20:23, peti jenazah ditempatkan di gerbong putih kereta yang pernah dipakai Atatürk untuk perjalanan keliling negeri. Dari İzmit, perjalanan dilanjutkan dengan kereta api. Rangkaian ini menghubungkan iring-iringan melalui Istanbul, pengangkutan dengan kapal, dan perjalanan kereta menuju Ankara.

Jenazah tiba di Ankara pada 20 November. Presiden İsmet İnönü, Ketua Majelis Abdülhalik Renda, dan Kepala Staf Umum Fevzi Çakmak menyambutnya di Stasiun Ankara. Pada 21 November, satuan militer dari sembilan negara asing turut mengiringi prosesi jenazah di Ankara.

Jenazah Atatürk ditempatkan di tempat persemayaman sementara di Museum Etnografi Ankara pada 21 November 1938. Anıtkabir merupakan tahap berikutnya. Pemindahan ke sana berlangsung pada 10 November 1953, tepat pada peringatan kelima belas tahun wafatnya. Dengan membedakan tanggal-tanggal ini, Anda dapat mengikuti perjalanan jenazah tanpa tertukar mengenai tempat tujuannya.

Detail kamar dan pemakaman

Bendera Turki yang menutupi tempat tidur Atatürk memiliki sejarah tersendiri. Bendera itu dibuat dengan sulaman dival pada kain satin sutra. Institut Olgunlaşma menyerahkannya kepada Istana Dolmabahçe. Detail ini berkaitan dengan penutup tempat tidur di kamar, yang berbeda dari bendera penyelimut peti jenazah.

Laporan TRT Haber yang terbit pada 2019 menjelaskan jejak fisik lain dari pengobatannya. Sebagian obat yang digunakan selama Atatürk sakit disimpan di lemari dekat pintu masuk kamar mandi, di seberang kamar tempat ia wafat. Laporan itu menempatkan benda-benda tersebut dekat dengan kamar tidur yang lekat dengan pukul 09:05.

Keputusan tentang salat jenazah juga melibatkan pembicaraan khusus. Setelah Makbule Atadan mengajukan pertanyaan mengenai hal itu, pendapat Rıfat Börekçi, kepala urusan agama, diminta. Ia menyatakan bahwa salat jenazah boleh dilaksanakan di luar masjid. Salat tersebut kemudian dilaksanakan di Aula Muayede, di dalam istana.

Di Ankara, penjagaan kehormatan di depan Majelis Nasional Agung mengikuti jadwal yang tercatat. Penjagaan berlangsung dari pukul 10:30 pada 20 November hingga pukul 09:00 pada 21 November. Sebanyak empat puluh lima pos penjagaan dilibatkan, masing-masing terdiri atas enam perwira. Angka-angka ini menunjukkan durasi dan susunan penjagaan yang jelas dalam rangkaian pemakaman.

FAQ

Apa penyakit Atatürk pada bulan-bulan terakhir hidupnya?

Laporan dokter mengidentifikasi penyakit hatinya sebagai sirosis. Ia menjalani pengobatan selama 1938. Pada 7 November, delapan liter cairan dikeluarkan dari perutnya. Ia mengalami koma berat untuk kedua kalinya pada 8 November dan wafat dua hari kemudian.

Di mana tepatnya Atatürk wafat?

Ia wafat di Kamar 71, di bagian kediaman pribadi Istana Dolmabahçe, Istanbul. Kamar itu terletak di antara Aula Biru dan Aula Merah Muda. Ruang kerjanya berada di Kamar 69, tepat di sebelahnya.

Mengapa jam kamar tidur menunjukkan pukul 09:05?

Atatürk wafat pada 10 November 1938 pukul 09:05. Jam yang menunjukkan waktu tersebut merupakan hadiah dari Nuri Conker. Uraian Wikipedia berbahasa Inggris membedakan jam ini dari jam-jam lain di istana yang diatur mengikuti waktu berjalan.

Apakah Anıtkabir menjadi tujuan pemakaman pada 1938?

Rangkaian pemakaman pada 1938 berakhir dengan penempatan sementara jenazah Atatürk di Museum Etnografi Ankara pada 21 November. Jenazahnya dipindahkan dari museum ke Anıtkabir pada 10 November 1953. Tanggal itu menandai lima belas tahun sejak ia wafat di Dolmabahçe.

Sumber

  1. Kementerian Pertahanan Nasional — Wafatnya Atatürk ata.msb.gov.tr
  2. Ensiklopedia Atatürk — Pemindahan Jenazah Atatürk dari Istanbul ke Ankara ataturkansiklopedisi.gov.tr
  3. Kementerian Pertahanan Nasional — Kronologi Atatürk ata.msb.gov.tr
  4. Kantor Gubernur Istanbul — Atatürk ataturk.istanbul.gov.tr
  5. Ensiklopedia Atatürk — Atatürk dan Istana Dolmabahçe ataturkansiklopedisi.gov.tr
  6. Portal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Istana Dolmabahçe kulturportali.gov.tr
  7. Wikipedia — Istana Dolmabahçe en.wikipedia.org
  8. TRT Haber — 81 Tahun Duka di Kamar Nomor 71 trthaber.com
  9. Vikipedi — Wafat dan Upacara Pemakaman Kenegaraan Mustafa Kemal Atatürk tr.wikipedia.org
  10. Wikipedia — Wafat dan Pemakaman Kenegaraan Mustafa Kemal Atatürk en.wikipedia.org
  11. Ensiklopedia Atatürk — Pemindahan Jenazah Atatürk ke Anıtkabir ataturkansiklopedisi.gov.tr

FAQ

Kapan dan di mana Atatürk wafat?

Atatürk wafat pada Kamis, 10 November 1938, pukul 09:05 di Kamar 71, Istana Dolmabahçe, Istanbul.

Apakah semua jam di Dolmabahçe berhenti pada pukul 09:05?

Jam di kamar tidur Atatürk menunjukkan pukul 09:05. Uraian Wikipedia berbahasa Inggris membedakannya dari jam-jam di bagian lain istana, yang diatur mengikuti waktu berjalan.

Di mana salat jenazah Atatürk dilaksanakan?

Salat jenazahnya dilaksanakan di Aula Muayede, Istana Dolmabahçe, pada pagi 19 November 1938. Mehmet Şerafettin Yaltkaya mengimami salat tersebut.

Apakah jenazah Atatürk langsung dibawa ke Anıtkabir pada 1938?

Tidak. Jenazahnya ditempatkan di tempat persemayaman sementara di Museum Etnografi Ankara pada 21 November 1938. Jenazah itu dipindahkan ke Anıtkabir pada 10 November 1953.

Image: Dolmabahçe Sarayı6.jpg — Sitomon, CC BY-SA 2.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait