Sejarah Dunia

Peristiwa Tunguska 1908: Apa yang Merobohkan 80 Juta Pohon?

Pada pagi 30 Juni 1908, ledakan di atmosfer di atas Siberia merobohkan hutan seluas sekitar 2,150 kilometer persegi dengan pola menyerupai kupu-kupu. Penjelasan yang paling luas diterima adalah asteroid yang pecah di udara, sedangkan angka terkenal 80 juta pohon merupakan perkiraan kasar, bukan hasil penghitungan.

Para sejarawan berbeda pendapat tentang topik ini: artikel ini membedakan fakta yang terdokumentasi dari penafsiran dan mencantumkan sumbernya. Kebijakan Sumber Kami →

7 menit baca11 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Peristiwa Tunguska 1908: Apa yang Merobohkan 80 Juta Pohon?
Tunguska event effect areas 3.png

Pada pagi 30 Juni 1908, ledakan dahsyat di udara mengguncang hutan Siberia di dekat Sungai Podkamennaya Tunguska. Kini kejadian itu dikenal sebagai peristiwa Tunguska. Tidak ada kawah yang jelas ditinggalkannya. Yang tersisa justru hamparan luas pepohonan yang tumbang.

Panduan ini mengajak Anda memahami apa yang terjadi, di mana lokasinya, apa penyebabnya, dan mengapa angka terkenal 80 juta pohon perlu ditelaah dengan cermat.

Peristiwa Tunguska 1908: Apa yang Terjadi?

Peristiwa Tunguska adalah ledakan besar di atmosfer. Kejadian ini berlangsung pada pagi 30 Juni 1908 di dekat Sungai Podkamennaya Tunguska, Siberia.

Tanggalnya bisa membingungkan Anda. Kekaisaran Rusia masih menggunakan kalender Julian pada 1908. Menurut kalender itu, kejadiannya berlangsung pada 17 Juni. Dalam kalender Gregorian yang digunakan sebagian besar dunia, tanggalnya adalah 30 Juni.

Kajian NASA tahun 2023 menyebut bahwa penjelasan yang paling luas diterima adalah asteroid yang pecah di atmosfer lalu meledak.

Lokasi Peristiwa Tunguska: Di Mana Kejadiannya?

Kawasan ledakan berada di wilayah Evenkiysky, Krai Krasnoyarsk, Rusia. Koordinatnya sekitar 60.903° lintang utara dan 101.910° bujur timur.

Jika Anda mencari peta peristiwa Tunguska, carilah titik tersebut. Letaknya dekat Sungai Podkamennaya Tunguska.

Survei udara dan darat yang dilakukan kemudian memperlihatkan pola kerusakan jika dilihat dari atas. Hutan yang tumbang membentuk kawasan menyerupai kupu-kupu seluas sekitar 2,150 kilometer persegi. Banyak sumber menggambarkan bentuk ini.

Kini Cagar Alam Tunguska mencakup kawasan ledakan tersebut. Cagar alam ini didirikan pada 1995 dan melindungi lahan seluas 296,562 hektare.

Seberapa Dahsyat Ledakannya?

Lokakarya NASA Ames berlangsung pada 16 Januari 2018. Laporannya menyebut bahwa model-model Tunguska yang paling mungkin memberikan satu hasil yang sejalan. Ledakan itu melepaskan energi setara 10–20 megaton TNT pada ketinggian sekitar 10 kilometer.

Laporan tersebut juga memperkirakan ukuran bendanya. Jika benda itu merupakan asteroid batuan seperti yang meledak di Chelyabinsk, diameternya sekitar 50–80 meter.

Pernyataan ESA tahun 2018 memberikan angka berbeda: diameter 30–40 meter dan ketinggian ledakan 6–10 kilometer. Kedua lembaga memberikan perkiraan berbeda karena benda tersebut tidak pernah ditemukan kembali. Angka-angka ini merupakan hasil pemodelan, bukan pengukuran. Anda perlu berhati-hati terhadap setiap angka tunggal yang menyatakan ukuran asteroid Tunguska.

Penelitian tahun 2019 dalam jurnal Icarus memperlihatkan betapa sulitnya persoalan ini. Wheeler dan Mathias menguji 50 juta skenario tumbukan asteroid untuk mempelajari kerusakan seperti di Tunguska.

Benarkah Ada 80 Juta Pohon yang Tumbang?

Angka itu muncul di berbagai judul berita. Observatorium Armagh juga mengulanginya. Namun, angka tersebut tidak boleh dipahami sebagai hasil penghitungan langsung.

Tinjauan kritis tahun 2026 oleh Boslough dan rekan-rekannya menelusuri asal angka itu hingga sebuah perkiraan kasar. Astapovich membuat perkiraan tersebut pada 1933. Ia mengasumsikan luas kawasan yang hancur sekitar 8,000 kilometer persegi.

Luas itu jauh melampaui 2,150 kilometer persegi yang ditemukan melalui survei-survei berikutnya. Jadi, 80 juta merupakan perkiraan kasar yang mudah dijadikan judul berita. Angka itu bukan hasil pendataan pohon satu per satu.

Pernyataan yang lebih aman adalah: ledakan tersebut merobohkan hutan di kawasan seluas sekitar 2,150 kilometer persegi.

Kawah Peristiwa Tunguska: Mengapa Tidak Ada Kawah?

Batu yang jatuh dan menghantam tanah biasanya membentuk kawah. Di Tunguska, Leonid Kulik mencapai kawasan yang hancur pada 1927 dan tidak menemukan kawah tumbukan yang jelas.

Itulah salah satu alasan utama para ilmuwan menduga benda tersebut pecah di udara sebelum mencapai tanah.

Kulik menemukan hal ganjil di dekat pusat ledakan. Sejumlah pohon kehilangan cabang dan kulit batangnya, tetapi tetap berdiri tegak seperti tiang telegraf.

Ia juga mengira sebuah cekungan bernama cekungan Suslov adalah kawah meteor. Cekungan itu kemudian dikeringkan. Di dasarnya terdapat tunggul pohon tua yang menunjukkan bahwa penafsiran tersebut keliru.

Perdebatan tentang Danau Cheko

Danau Cheko terletak sekitar 8 kilometer di barat laut pusat ledakan. Sebagian peneliti menduga danau itu mengisi kawah yang terbentuk akibat pecahan benda Tunguska.

Pada 2009, Gasperini dan rekan-rekannya berupaya mendukung dugaan tersebut dengan sampel inti sedimen. Penelitian tahun 2008 oleh Collins dan rekan-rekannya sebelumnya sudah mengajukan argumen sebaliknya. Mereka menilai dugaan kawah tumbukan sangat kecil kemungkinannya karena tiga alasan:

  • tidak ditemukan material dari benda penumbuk di danau;
  • bentuk danau tidak sesuai;
  • pohon-pohon dewasa tumbuh di tepinya.

Karena itu, asal-usul Danau Cheko masih diperdebatkan.

Korban Peristiwa Tunguska: Apakah Ada yang Meninggal?

Selama bertahun-tahun, orang menyebut tidak ada korban jiwa. Laporan NASA tahun 2018 mempertanyakan klaim tersebut. Laporan itu menyebut adanya kesaksian yang cukup dapat dipercaya tentang beberapa kematian di perkemahan masyarakat nomaden, sekitar 25 kilometer dari pusat ledakan.

Para saksi juga menggambarkan kekuatan ledakan dari tempat yang jauh. Kesaksian yang dihimpun dalam laporan tersebut menyebut:

  • kaca pecah pada jarak 200–300 kilometer;
  • luka bakar pada kulit yang tidak tertutup hingga jarak 50 kilometer.

Anda bisa membayangkannya lewat pengalaman sehari-hari. Pikirkan dentuman keras yang membuat jendela apartemen Anda bergetar. Sekarang bayangkan getaran itu, disertai kaca yang pecah, terjadi ratusan kilometer dari sumbernya. Begitulah skala ledakan ini.

Kronologi

  • 30 Juni 1908: Ledakan di atmosfer terjadi di dekat Podkamennaya Tunguska.
  • 1921: Leonid Kulik mencoba menyurvei wilayah tersebut, tetapi tidak berhasil mencapai pusat ledakan.
  • 1927: Kulik mencapai kawasan ledakan dan mempelajari kehancuran hutannya.
  • 1930: F. J. W. Whipple mengajukan penjelasan bahwa penyebabnya adalah komet.
  • 1975: Negatif foto udara tim Kulik dimusnahkan. Foto cetaknya disimpan.
  • 1995: Cagar Alam Tunguska didirikan.
  • 2008: Collins dan rekan-rekannya menerbitkan penelitian yang menentang teori Danau Cheko sebagai kawah tumbukan.
  • 2016: Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 30 Juni sebagai Hari Asteroid Internasional.
  • 16 Januari 2018: NASA Ames mengadakan lokakarya yang mengkaji Tunguska dengan model-model modern.
  • 2026: Boslough dan rekan-rekannya menerbitkan penelitian kritis tentang penyebaran angka 80 juta pohon.

Mengapa Para Ilmuwan Menunggu 19 Tahun?

Kulik mencapai kawasan ledakan pada 1927, hampir 19 tahun setelah kejadian. Sulitnya akses menuju wilayah tersebut menjadi salah satu penyebabnya.

Perang Dunia I, Revolusi Rusia, dan perang saudara juga menghambat penelitian.

Pada 1930, astronom Inggris F. J. W. Whipple berpendapat bahwa penyebabnya adalah komet. Kini penjelasan bahwa penyebabnya asteroid lebih luas diterima.

Tunguska Sekarang: Bagaimana Kondisi Lokasinya?

Kawasan ledakan berada di dalam Cagar Alam Tunguska. Menurut paparan pihak cagar alam, hutan taiga yang terkena bencana tumbuh kembali selama kurang lebih seratus tahun berikutnya.

Peristiwa ini juga meninggalkan jejak dalam kalender. Pada 2016, Perserikatan Bangsa-Bangsa memilih 30 Juni, tanggal peringatan ledakan tersebut, sebagai Hari Asteroid Internasional.

Foto Peristiwa Tunguska: Apa yang Masih Tersimpan?

Tim Kulik juga mengambil foto udara. Negatifnya dimusnahkan pada 1975. Pemusnahan itu merupakan bagian dari kegiatan rutin menyingkirkan film nitrat yang berbahaya. Foto cetaknya tetap tersimpan.

Detail yang Tidak Akan Anda Temukan dalam Buku Panduan

  • Batang pohon yang tetap berdiri. Di dekat pusat ledakan, Kulik melihat pohon-pohon yang kehilangan cabang dan kulit batangnya, tetapi tetap berdiri seperti tiang telegraf.
  • Cekungan yang dikeringkan. Ketika cekungan Suslov dikeringkan, ditemukan tunggul pohon tua di dasarnya. Temuan itu menunjukkan bahwa cekungan tersebut bukan kawah meteor.
  • Baju terasa terbakar. Seorang saksi di Vanavara, sekitar 65 kilometer dari pusat ledakan, mengatakan panasnya terasa seolah bajunya terbakar. Ia mengatakan gelombang tekanan melemparkannya beberapa meter dari kursinya.
  • Malam terang di tempat yang jauh. Setelah Tunguska, malam yang luar biasa terang dilaporkan hingga ke Inggris dan Irlandia.
  • Negatif yang hilang. Negatif foto udara dimusnahkan pada 1975 dalam kegiatan penyingkiran film nitrat. Foto cetaknya masih ada.

Apakah Ini Uji Coba Senjata Tesla?

Salah satu klaim populer menghubungkan Tunguska dengan uji coba senjata Nikola Tesla dari Menara Wardenclyffe miliknya. Wikipedia bahasa Inggris menggolongkan klaim ini sebagai legenda urban yang bertentangan dengan bukti sejarah.

Peristiwa Tunguska: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagian FAQ di bawah menjawab pertanyaan yang paling sering dicari. Bagi Anda yang ingin berkunjung: kawasan ledakan berada di wilayah Evenkiysky, Krai Krasnoyarsk, di dalam sebuah cagar alam.

Sumber

  1. Wikipedia bahasa Turki, Peristiwa Tunguska tr.wikipedia.org
  2. Wikipedia bahasa Inggris, Peristiwa Tunguska en.wikipedia.org
  3. NASA, 115 Tahun Lalu: Peristiwa Tumbukan Asteroid Tunguska nasa.gov
  4. NASA, Lokakarya Tunguska, 2018 ntrs.nasa.gov
  5. Observatorium dan Planetarium Armagh, Peristiwa Tunguska armagh.space
  6. Boslough dan rekan-rekan, Meteoritics & Planetary Science, 2026 onlinelibrary.wiley.com
  7. ESA, Kehancuran di Tunguska esa.int
  8. Wheeler dan Mathias, Icarus, Penilaian Probabilistik Tumbukan Asteroid Berskala Tunguska sciencedirect.com
  9. Gasperini dan rekan-rekan, Terra Nova, Sedimen dari Danau Cheko onlinelibrary.wiley.com
  10. Collins dan rekan-rekan, Terra Nova, Bukti bahwa Danau Cheko Bukan Kawah Tumbukan onlinelibrary.wiley.com
  11. Wikipedia bahasa Inggris, Cagar Alam Tunguska en.wikipedia.org

FAQ

Di mana peristiwa Tunguska terjadi?

Peristiwa ini terjadi di dekat Sungai Podkamennaya Tunguska di Siberia. Kini kawasan ledakannya berada di wilayah Evenkiysky, Krai Krasnoyarsk, Rusia, pada sekitar 60.903° LU dan 101.910° BT.

Apakah ada kawah Tunguska?

Tidak ditemukan kawah tumbukan yang jelas di kawasan hancur yang dicapai Leonid Kulik pada 1927. Ketiadaan kawah menjadi salah satu alasan utama para ilmuwan menduga benda itu pecah di atmosfer sebelum menghantam tanah.

Apakah ada korban jiwa dalam peristiwa Tunguska?

Laporan NASA tahun 2018 menyebut adanya kesaksian yang cukup dapat dipercaya tentang beberapa kematian di perkemahan masyarakat nomaden, sekitar 25 kilometer dari pusat ledakan. Kesaksian ini bertentangan dengan klaim bahwa tidak ada korban jiwa.

Seberapa besar benda penyebab Tunguska?

Belum ada yang mengukurnya. Laporan NASA tahun 2018 memperkirakan ukurannya sekitar 50–80 meter jika benda itu merupakan asteroid batuan seperti yang meledak di Chelyabinsk. ESA memberikan angka 30–40 meter. Anda perlu memahami keduanya sebagai perkiraan berdasarkan model.

Image: Tunguska event effect areas 3.png — own work and chatGPT 4o and 3 AI, Public domain

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait