Mahakarya

Gerbang Ishtar: Mengapa Gerbang Biru Babilonia di Berlin

Gerbang Ishtar dibangun pada masa Raja Nebukadnezar II sebagai pintu masuk seremonial ke Babilonia, dan rekonstruksinya di Berlin dirakit dari fragmen yang dibagi antara Irak dan Jerman. Sayap selatan Museum Pergamon, tempat gerbang itu berada, ditutup untuk renovasi dan direncanakan dibuka kembali pada 2037.

7 menit baca11 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Gerbang Ishtar: Mengapa Gerbang Biru Babilonia di Berlin
Ishtar Gate at Berlin Museum.jpg

Anda mungkin mengenal Gerbang Ishtar dari foto: dinding biru tua, deretan hewan berwarna kuning dan putih, serta pintu masuk ganda yang menjulang. Foto itu kemungkinan besar diambil di Berlin. Namun, gerbang tersebut berasal dari Babilonia (Babil), di Irak. Artikel ini menjelaskan bagaimana gerbang itu sampai di sana, apa yang Anda lihat, dan kapan Anda bisa melihatnya lagi.

Gerbang Ishtar di Babilonia: apa sebenarnya gerbang ini?

Gerbang Ishtar adalah gerbang kota yang dibangun oleh Nebukadnezar II, raja Kekaisaran Babilonia Baru. Ia memerintahkan pembangunannya atas nama Dewi Ishtar.

Gerbang ini bukan sekadar satu pintu masuk. Bagian dalam kota Babilonia dikelilingi dua tembok pertahanan yang sejajar. Gerbangnya dibangun sebagai gerbang ganda, dengan jalur yang menembus masing-masing tembok. Menurut rencana pengelolaan yang diajukan Irak kepada UNESCO, panjang kompleks gerbang ini sekitar 50 meter mengikuti arah jalan.

Namanya lebih tua daripada dinding yang Anda lihat di museum. Nama itu muncul dalam teks beraksara paku Babilonia Lama dari sekitar 1650 SM. Sisa bangunan yang kini dapat ditentukan usianya berasal dari pembangunan ulang oleh Nebukadnezar II.

Lokasi Gerbang Ishtar: tempat asalnya dibangun

Lokasi aslinya berada di bagian utara situs arkeologi Babilonia, dekat kota Hillah di Irak. Di situlah dahulu jalan melintasi gerbang ganda tersebut.

Makna Gerbang Ishtar: gerbang bagi para dewa dan arak-arakan

Gerbang ini memiliki fungsi khusus. Setiap tahun, Babilonia mengadakan perayaan Tahun Baru. Arak-arakan keagamaan menyusuri Jalan Prosesi dan melewati Gerbang Ishtar. Tujuannya adalah Kuil Marduk di tengah kota.

Bayangkan sebuah pawai di kota Anda yang mengikuti jalan utama menuju alun-alun. Rutenya menjadi bagian dari acara itu sendiri. Gerbang Ishtar adalah pintu masuk megah di jalur tersebut.

Hewan pada Gerbang Ishtar: singa, banteng, dan naga

Hewan-hewan pada gerbang dan di sepanjang Jalan Prosesi bukan sekadar hiasan. Masing-masing melambangkan satu dewa:

  • Singa melambangkan Ishtar.
  • Banteng liar melambangkan Adad, dewa cuaca.
  • Naga mušḫuššu melambangkan Marduk, dewa pelindung kota Babilonia.

Arak-arakan yang melewati hewan-hewan itu berarti melewati tiga lambang dewa.

Mengapa gerbang ini biru, dan dari apa warna itu dibuat?

Permukaan birunya bukan lapis lazuli yang dipahat. Permukaan itu terbuat dari bata berglasir yang meniru warna batu berharga tersebut.

Artikel di PLOS ONE pada 2024 menjelaskan kemungkinan asal warna itu. Warna biru tua yang khas pada glasir bata Babilonia Baru berasal dari kobalt oksida yang digunakan sebagai zat pewarna.

Gerbang ini juga berubah seiring waktu. Tiga tahap utama pembangunannya menggunakan tiga jenis bata:

  1. Bata berelief tanpa glasir.
  2. Bata berglasir tanpa relief.
  3. Bata berelief dengan glasir.

Pada masa Nebukadnezar II, permukaan gerbang dan Jalan Prosesi ditinggikan beberapa kali. Bagian-bagian dari tahap pembangunan sebelumnya akhirnya berada di bawah permukaan jalan yang lebih baru.

Gerbang Ishtar di Berlin: bagaimana fragmennya sampai di sana?

German Oriental Society menggali Babilonia dari 1899 hingga 1917 di bawah pimpinan Robert Koldewey. Struktur atas berlapis glasir biru yang kini direkonstruksi di Berlin sudah tidak berdiri ketika penggalian dimulai. Para arkeolog mengumpulkan fragmen batanya dari reruntuhan.

Ilmu pengetahuan merupakan salah satu tujuan penggalian. Menurut museum di Berlin, tujuan lain sejak awal adalah membawa benda-benda temuan ke museum-museum Berlin.

Museum tersebut menyatakan bahwa fragmen bata berglasir yang dibawa ke Berlin dialokasikan kepada pihak Jerman melalui dua pembagian temuan:

  • satu pembagian dengan Istanbul pada 1903
  • satu pembagian dengan Baghdad pada 1926

Foto-foto pada halaman pameran museum memperlihatkan peti-peti yang menunggu pengiriman di Babilonia pada 1927. Di sana juga ada foto fragmen yang dipilah di Berlin pada 1927–1928, serta foto gerbang yang telah selesai direkonstruksi.

Gerbang Ishtar di Museum Pergamon Berlin: rekonstruksinya

Versi Berlin merupakan rekonstruksi dalam koleksi Vorderasiatisches Museum, yang menempati gedung Pergamonmuseum atau Museum Pergamon. Tingginya sekitar 14 meter dan lebarnya 30 meter. Fragmen asli dilengkapi dengan bata modern. Gerbang ini dibuka untuk pengunjung pada 1930, tahun yang sama dengan pembukaan Pergamonmuseum.

Jika Anda pernah menyusun puzzle dengan beberapa keping yang hilang, Anda tahu masalahnya. Di sini, kepingan puzzle itu berupa bata berglasir. Para pemugar mengisi bagian yang kosong dengan bata baru.

Di mana Gerbang Ishtar sekarang, dan apakah bisa dikunjungi?

Per 25 Oktober 2026, sayap selatan Pergamonmuseum, tempat gerbang ini berdiri, ditutup untuk pengunjung. Rencana resmi museum memperkirakan sayap tersebut akan dibuka kembali pada 2037.

Jika Anda bepergian ke Turki alih-alih Jerman, ada kaitan yang lebih dekat. Bagian Koleksi Timur Dekat Kuno di Museum Arkeologi Istanbul menyimpan satu figur banteng dari Gerbang Ishtar di Babilonia. Anda bisa melihat bagian dari gerbang itu di sana.

Foto Gerbang Ishtar

Halaman pameran Gerbang Ishtar milik museum di Berlin memuat foto-foto bersejarah. Foto-foto itu memperlihatkan peti-peti di Babilonia pada 1927, fragmen yang dipilah di Berlin pada 1927–1928, dan gerbang setelah direkonstruksi. Dari sana, Anda dapat melihat besarnya pekerjaan yang mengubah tumpukan bata menjadi dinding yang tampak dalam foto.

Linimasa

  • Sekitar 1650 SM: Nama Gerbang Ishtar muncul dalam teks beraksara paku Babilonia Lama.
  • Masa pemerintahan Nebukadnezar II: Gerbang dibangun ulang dalam beberapa tahap.
  • 1899–1917: German Oriental Society menggali Babilonia di bawah pimpinan Robert Koldewey.
  • 1903: Dalam pembagian temuan dengan Istanbul, sebagian fragmen bata berglasir dialokasikan kepada museum-museum Berlin.
  • 1926: Pembagian temuan kedua dilakukan dengan Baghdad.
  • 1927–1928: Fragmen di Berlin dipilah dan disiapkan untuk rekonstruksi.
  • 1930: Rekonstruksi dibuka untuk umum di Pergamonmuseum.
  • 2002: Pejabat kepurbakalaan Irak, Mohammed Aziz Selman al-Ibrahim, meminta Jerman mengembalikan gerbang tersebut.
  • 2024: Sebuah penelitian arkeomagnetik menerbitkan hasil yang mendukung tiga tahap pembangunan dengan waktu yang berdekatan.
  • 2037 (rencana): Sayap selatan Pergamonmuseum dijadwalkan dibuka kembali.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

  • Garam dan parafin. Di Berlin, fragmen bata terlebih dahulu dibersihkan dari kandungan garam. Lapisan glasirnya kemudian diperkuat dengan parafin.
  • 72 hewan dalam dua tahun. Kelompok kerja yang beranggotakan hingga 30 orang merakit kembali 72 relief hewan dari fragmen dalam waktu dua tahun.
  • 46 bata untuk setiap singa. Satu figur singa di Jalan Prosesi dibuat dari 46 bata cetak yang disusun dalam 11 baris.
  • Sambungan dijauhkan dari mata. Sambungan antar-bata pada relief hewan dirancang agar tidak melintasi mata atau bagian lain yang akan terlihat janggal.
  • Pembuat yang tak diketahui namanya. Menurut pameran New York University, raja yang memerintahkan pembangunan gerbang ini diketahui identitasnya. Namun, nama para arsitek yang merancangnya dan perajin yang membuatnya sebagian besar tidak diketahui.

Hal-hal yang masih diperdebatkan sejarawan

Penelitian pada 2024 menemukan bahwa kecocokan terbaik antara data bata gerbang dan kurva acuan adalah tahun 569 SM. Penelitian itu tidak menyatakannya sebagai tahun pembangunan yang pasti.

Ada yang mengusulkan bahwa tahap-tahap terakhir dibangun setelah masa Nebukadnezar II. Penelitian pada 2024 mendukung pandangan bahwa ketiga tahap tersebut dibangun dalam waktu yang berdekatan selama pemerintahannya.

Penafsiran lain menyatakan bahwa gerbang ini dibangun untuk merayakan penaklukan Yerusalem pada 586 SM. Hal itu belum dipastikan. Penelitian pada 2024 mendukung pembangunan setelah penaklukan tersebut, tetapi tetap membiarkan motif perayaan sebagai pertanyaan terbuka.

Mengapa Irak meminta gerbang ini dikembalikan?

Museum di Berlin menjelaskan bahwa fragmen-fragmen itu dialokasikan kepada pihak Jerman melalui pembagian temuan pada 1903 dan 1926. Pada 2002, Mohammed Aziz Selman al-Ibrahim, seorang pejabat kepurbakalaan Irak, meminta Jerman mengembalikan gerbang tersebut. Kedua posisi itu tetap berdampingan: Berlin merujuk pada pembagian temuan, sedangkan negara asalnya meminta agar warisan budayanya dilindungi di tanah air sendiri.

FAQ

Di mana Gerbang Ishtar sekarang?

Rekonstruksinya berada di gedung Pergamonmuseum di Berlin, sebagai bagian dari koleksi Vorderasiatisches Museum. Lokasi aslinya berada di bagian utara Babilonia, dekat Hillah di Irak.

Apakah gerbang ini bisa dikunjungi sekarang?

Saat ini belum bisa. Sayap selatan ditutup, dan museum berencana membukanya kembali pada 2037.

Apa arti hewan-hewannya?

Singa melambangkan Ishtar, banteng liar melambangkan Adad, dan naga mušḫuššu melambangkan Marduk.

Apakah warna birunya berasal dari lapis lazuli?

Tidak. Permukaannya berupa bata berglasir yang meniru warna batu tersebut.

Apakah gerbang di Berlin itu asli?

Gerbang tersebut merupakan rekonstruksi dari fragmen asli yang dilengkapi dengan bata modern, dan dibuka pada 1930.

Sumber

  1. Wikipedia bahasa Inggris — Gerbang Ishtar en.wikipedia.org
  2. Wikipedia bahasa Turki — Gerbang Ishtar tr.wikipedia.org
  3. Staatliche Museen zu Berlin — Dari Fragmen Menjadi Monumen smb.museum
  4. Staatliche Museen zu Berlin — Renovasi Pergamonmuseum smb.museum
  5. World Monuments Fund — Gerbang Ishtar di Babilonia wmf.org
  6. SBAH Irak / UNESCO — Rencana Pengelolaan Babilonia whc.unesco.org
  7. ASOR, The Ancient Near East Today — Helen Gries anetoday.org
  8. PLOS ONE — Penelitian arkeomagnetik Gerbang Ishtar, Babilonia journals.plos.org
  9. Archaeopress — Dekorasi Bata Berglasir di Timur Dekat Kuno archaeopress.com
  10. The Guardian — Irak meminta Berlin mengembalikan gerbang Babilonia theguardian.com
  11. New York University, ISAW — Keajaiban untuk Disaksikan: Pengantar isaw.nyu.edu

Image: Ishtar Gate at Berlin Museum.jpg — Rictor Norton, CC BY 2.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait