Anda mungkin pernah melihat gambarnya: batu tinggi berwarna gelap, seorang raja berdiri di hadapan dewa, dan deretan tanda kecil berbentuk baji di bawahnya. Itulah Hukum Hammurabi. Teks ini termasuk teks hukum paling terkenal dari dunia kuno. Anda dapat melihatnya langsung di Paris. Panduan ini menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan: apa isinya, berapa jumlah pasalnya, apakah benar memuat aturan “mata ganti mata”, dan di mana prasastinya berada.
Pengertian Hukum Hammurabi
Hukum Hammurabi adalah kumpulan hukum tertulis dari peradaban Babilonia di Mesopotamia. Namanya diambil dari Hammurabi, raja keenam Dinasti Babilonia Pertama. Menurut kronologi tengah, ia memerintah sekitar 1792 hingga 1750 SM.
Teksnya menggunakan aksara paku. Bahasanya adalah dialek Babilonia Kuno dari bahasa Akkadia. Catatan Louvre menyebut asal prasasti ini dari Mesopotamia, di dalam wilayah Irak sekarang.
Jadi, pengertian singkatnya adalah teks hukum Babilonia yang dipahat pada batu dan dinamai menurut raja yang memerintahkan pembuatannya.
Apakah ini hukum tertulis pertama?
Tidak. Sebutan “hukum tertulis pertama” memang sering dipakai sebagai penyederhanaan, tetapi tidak tepat. Ada kumpulan hukum yang lebih tua. Kumpulan hukum Ur-Nammu berasal dari sekitar 2100 SM. Kumpulan hukum Lipit-Ishtar berasal dari sekitar 1930 SM. Keduanya mendahului Hammurabi.
Keistimewaan Hukum Hammurabi terletak pada hal lain. Prasasti tunggal ini memuat banyak ketentuan hukum yang terpelihara dengan baik. Itulah sebabnya teks ini begitu sering dikutip.
Jumlah pasal Hukum Hammurabi
Menurut penomoran tradisional, Hukum Hammurabi memuat 282 ketentuan hukum. Namun, ada catatan di balik angka itu. Tujuh kolom tulisan di bagian bawah prasasti telah dihapus pada zaman kuno. Sebagian besar teks yang hilang sudah dilengkapi berdasarkan salinan lain.
Ketentuannya mencakup banyak sisi kehidupan sehari-hari. Menurut Louvre, isinya mengatur keluarga, harta benda, perdagangan, dan hubungan kerja.
Cara penulisan ketentuan hukumnya
Sebagian besar ketentuan mengikuti pola “jika… maka…”. Bagian pertama menjelaskan suatu kasus. Bagian kedua menetapkan akibat atau hukumannya. Pola ini membuat teks mudah ditelusuri. Anda mencari kasus yang sesuai, lalu membaca ketentuannya.
Daftar Hukum Hammurabi: contoh pasal yang bisa Anda periksa
Tidak ada daftar singkat yang dapat mencakup seluruh 282 pasal. Namun, beberapa pasal terkenal berikut menunjukkan luas cakupannya:
- Pasal 196: Jika seorang awīlum membutakan mata awīlum lain, matanya sendiri harus dibutakan.
- Pasal 198: Jika korbannya seorang muškēnum dan matanya dibutakan atau tulangnya dipatahkan, dendanya adalah satu mina perak.
- Pasal 199: Untuk mata atau tulang seorang budak, pembayaran yang ditetapkan adalah setengah dari nilai budak tersebut.
- Pasal 200: Seorang laki-laki yang merontokkan gigi orang sederajat harus kehilangan giginya sendiri.
- Pasal 218: Jika operasi yang dilakukan seorang tabib menyebabkan pasien meninggal atau kehilangan mata, tangan tabib itu harus dipotong.
- Pasal 229: Jika rumah yang dibuat seorang pembangun tidak kokoh, lalu roboh dan membunuh pemiliknya, pembangun itu harus dihukum mati.
Hukum Hammurabi dan aturan “mata ganti mata”
Gagasan terkenal itu memang ada, tetapi hanya berlaku sebagian. Pasal 196 dan 200 menerapkannya ketika kedua orang memiliki kedudukan sosial yang sama. Mata dibalas dengan mata. Gigi dibalas dengan gigi.
Namun, perhatikan pasal-pasal berikutnya. Jika orang yang terluka adalah seorang muškēnum, hukumannya menjadi denda satu mina perak. Jika yang terluka adalah seorang budak, pemiliknya menerima pembayaran setengah dari nilai budak tersebut. Hukuman berubah menurut status orang-orang yang terlibat.
Dengan demikian, Hukum Hammurabi tidak memperlakukan semua orang secara sama. Kedudukan yang setara berarti hukuman yang setara. Jika kedudukannya berbeda, ketentuannya pun berbeda.
Prasasti Hukum Hammurabi: bentuk dan ukurannya
Prasasti ini terbuat dari batu basal. Inventaris Louvre mencatat ukurannya: tinggi 225 sentimeter, lebar 79 sentimeter, dan tebal 47 sentimeter. Tingginya jauh melampaui kebanyakan orang dewasa.
Di bagian atas terdapat relief. Hammurabi berdiri menghadap Shamash, dewa matahari dan keadilan. Di bawah relief, teks beraksara paku memenuhi permukaan batu. Louvre memperkirakan hukum-hukum itu dipahat pada prasasti sekitar 1750 SM.
Di mana prasasti ini pertama kali didirikan?
Menurut Louvre, prasasti ini kemungkinan pertama kali didirikan di Sippar, kota Shamash. Museum itu juga menegaskan bahwa lokasi tersebut belum pasti. Dewa keadilan dan kota yang dipersembahkan kepadanya memang tampak cocok, tetapi penempatannya di sana tetap merupakan kemungkinan.
Dari Babilonia ke Paris: perjalanan prasasti
Prasasti ini tidak ditemukan di wilayah Babilonia. Lokasi penemuannya adalah Susa, di Iran sekarang. Bagaimana prasasti itu sampai di sana? Louvre menjelaskan bahwa raja Elam, Shutruk-Nahhunte, membawanya ke Susa sebagai rampasan perang. Ia memerintah sekitar 1185 hingga 1160 SM.
Prasasti itu kemudian berada di sana untuk waktu yang sangat lama. Tim penggalian Prancis yang dipimpin Jacques de Morgan menemukannya pada 1901–1902.
Lokasi Hukum Hammurabi di Museum Louvre
Prasasti ini berada di Museum Louvre di Paris. Di dalam museum, pergilah ke sayap Richelieu. Cari lantai 0 dan ruang 227. Nomor inventarisnya adalah SB 8. Jika Anda mencari “Code de Hammurabi, SB 8” di situs koleksi Louvre, Anda akan menemukan catatan resminya.
Saran praktis: catat nomor ruang sebelum masuk. Louvre sangat luas. Nomor ruang akan menghemat waktu Anda.
Teks lengkap Hukum Hammurabi dan PDF
Anda tidak perlu bepergian untuk membacanya. Dua sumber daring gratis berikut dapat digunakan:
- Avalon Project milik Yale Law School menyediakan terjemahan bahasa Inggris secara daring. Isinya mencakup prolog, ketentuan bernomor, dan epilog.
- Perpustakaan Princeton Theological Seminary menyediakan tautan PDF edisi Robert Francis Harper tahun 1904. Edisi ini memuat teks bahasa Akkadia, transliterasi, dan terjemahan bahasa Inggris.
Untuk membaca dengan cepat, gunakan Yale. Untuk melihat tanda aksara aslinya dan melakukan perbandingan ilmiah, gunakan edisi Harper.
Apakah hukum ini benar-benar diterapkan?
Hal ini masih diperdebatkan. Salah satu teori menafsirkan teks tersebut sebagai perundang-undangan yang berlaku di negeri Babilonia. Teori lain memandangnya sebagai kumpulan putusan pengadilan terdahulu atau sebagai karya pemikiran hukum.
Karena itu, berhati-hatilah dengan klaim seperti “inilah hukum yang dipatuhi semua orang”. Teks dan ketentuannya memang nyata. Namun, bagaimana pengadilan menggunakannya belum dapat dipastikan.
Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari
Ingat kembali saat Anda terakhir menandatangani kontrak sewa atau mempekerjakan seseorang untuk memperbaiki rumah. Anda tentu mengharapkan aturan tentang siapa yang harus membayar ketika terjadi masalah. Pasal 229 adalah bentuk awal gagasan itu. Seorang pembangun yang rumah buatannya tidak kokoh, lalu roboh dan membunuh pemiliknya, harus membayar dengan nyawanya. Hukumannya lebih keras daripada hukuman apa pun saat ini. Namun, pertanyaannya tetap sama: siapa yang bertanggung jawab atas rumah yang dibangun dengan buruk?
Linimasa
- Sekitar 2100 SM: Kumpulan hukum Ur-Nammu, yang mendahului Hammurabi, disusun.
- Sekitar 1930 SM: Kumpulan hukum Lipit-Ishtar, yang juga mendahului Hammurabi, disusun.
- Sekitar 1792–1750 SM: Menurut kronologi tengah, Hammurabi memerintah sebagai raja Babilonia.
- Sekitar 1750 SM: Menurut Louvre, hukum-hukum dipahat pada prasasti basal.
- Sekitar 1185–1160 SM: Pada masa Shutruk-Nahhunte, prasasti dibawa ke Susa sebagai rampasan perang.
- 1901–1902: Prasasti ditemukan dalam penggalian Prancis di Susa.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan
- Ditemukan dalam keadaan terpecah. Kini prasasti tampak seperti satu bongkah utuh. Saat digali, prasasti ditemukan dalam tiga pecahan besar yang kemudian disatukan kembali.
- Disalin oleh para pelajar. Teks ini digunakan untuk melatih juru tulis. Telah ditemukan salinan yang berasal dari sekitar seribu tahun setelah prasasti dibuat.
- Hakim harus mempertanggungjawabkan putusannya. Pasal 5 mengatur hakim yang menjatuhkan putusan keliru akibat kesalahannya sendiri. Ia harus membayar dua belas kali hukuman dalam perkara tersebut dan diberhentikan secara permanen dari jabatan hakim.
- Kerja untuk melunasi utang memiliki batas waktu. Menurut pasal 117, seorang istri dan anak-anak yang diserahkan untuk bekerja demi melunasi utang harus mengabdi selama tiga tahun. Pada tahun keempat, mereka dibebaskan.
- Kelalaian dalam pengairan harus dibayar dengan biji-bijian. Pasal 55 mengatur orang yang membuka saluran irigasinya secara ceroboh hingga membanjiri ladang tetangga. Ia harus mengganti hasil panen yang hilang dengan biji-bijian.
FAQ
Berapa jumlah pasal dalam Hukum Hammurabi?
Menurut penomoran tradisional, ada 282 ketentuan.
Di mana Hukum Hammurabi berada sekarang?
Di Louvre di Paris, sayap Richelieu, lantai 0, ruang 227 (SB 8).
Apakah ini hukum tertulis pertama?
Tidak. Hukum Ur-Nammu (sekitar 2100 SM) dan Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM) lebih tua.
Bisakah saya membacanya secara daring?
Bisa. Avalon Project milik Yale menyediakan terjemahan bahasa Inggris, dan perpustakaan Princeton menyediakan tautan ke edisi Harper tahun 1904.
Sumber
- Museum Louvre — Hukum Hammurabi louvre.fr
- Koleksi Louvre — Code de Hammurabi, SB 8 collections.louvre.fr
- Wikipedia bahasa Inggris — Hukum Hammurabi en.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Turki — Hammurabi Kanunları tr.wikipedia.org
- Fakultas Hukum Yale, Avalon Project — Hukum Hammurabi avalon.law.yale.edu
- Universitas Negeri Oregon — Hukum Hammurabi open.oregonstate.education
- Princeton Theological Seminary — Theological Commons, edisi Harper commons.ptsem.edu
Image: P1050763 Louvre code Hammurabi face rwk.JPG — Mbzt, CC BY 3.0






