Valhalla (bahasa Turki: Valhalla) adalah aula agung di Asgard yang dikuasai Odin. Di sana, para prajurit terpilih yang gugur dalam pertempuran bersiap bertarung bersama para dewa pada Ragnarök. Menurut kisah-kisah Nordik yang masih tersimpan, separuh prajurit yang gugur menuju Valhalla. Separuh lainnya menuju Fólkvangr milik Freyja.
Namun, aula Odin menyimpan lebih banyak hal daripada pasukan yang menunggu pertempuran. Para prajuritnya hidup kembali setiap petang. Di atapnya terdapat hewan-hewan berkekuatan luar biasa. Bangunannya tersusun dari senjata dan perlengkapan zirah. Dengan menelusuri rincian ini, Anda dapat melihat hubungan Valhalla dengan peperangan, perjamuan, dan gambaran tentang dunia orang mati.
Arti Valhalla: apa makna namanya?
Nama Valhalla berasal dari kata bahasa Nordik Kuno Valhǫll. Artinya adalah “aula mereka yang gugur dalam pertempuran”. Makna ini langsung merujuk pada orang-orang yang dikaitkan dengan tempat tersebut: para prajurit yang hidupnya berakhir dalam pertempuran.
Aula ini milik Odin. Museum Nasional Denmark menyebut para raja, pemimpin prajurit, dan pengikut mereka sebagai kelompok yang sangat memujanya. Odin juga merupakan ayah Thor, dewa petir. Hubungan-hubungan ini menempatkan Valhalla dalam dunia yang lebih luas, yang mencakup para dewa dan manusia pemuja mereka.
Museum Sejarah Swedia mengaitkan gagasan tentang Valhalla terutama dengan kaum bangsawan dan prajurit. Kaitan ini penting saat Anda membayangkan aula tersebut. Para penghuninya yang telah mati membentuk pasukan di bawah penguasa ilahi. Perjamuan bersama mereka berlangsung dalam lingkungan militer itu.
Di mana letak Valhalla dalam kepercayaan Nordik?
Valhalla berdiri di Asgard, kediaman para dewa. Puisi Grímnismál memberikan lokasi yang lebih spesifik. Bait 8–10 menempatkan aula itu di wilayah mitologis Glaðsheimr. Nama-nama ini menunjukkan letak Valhalla dalam geografi mitologi Nordik.
Bangunannya sendiri memperlihatkan unsur-unsur peperangan. Tombak menopang atapnya, perisai emas menutupinya, dan baju zirah rantai terhampar di bangku-bangkunya. Perlengkapan para prajurit menjadi bahan bangunan dan perabot tempat tinggal mereka setelah mati.
Grímnismál juga menggambarkan 540 pintu. Melalui setiap pintu, 800 prajurit dapat lewat secara berjajar sekaligus. Rincian ini menunjukkan betapa banyak prajurit yang dapat bergerak melewati aula tersebut. Pintu-pintunya sesuai untuk berkumpulnya einherjar, para prajurit yang telah mati dan bersiap bertarung pada Ragnarök.
Siapa yang masuk Valhalla? Viking, Valkyrie, dan Freyja
Valkyrie adalah makhluk mitologis perempuan yang memilih prajurit gugur di medan perang dan membawa mereka ke Valhalla milik Odin. Peran mereka menghubungkan kematian seorang prajurit dalam pertempuran dengan penerimaannya di aula itu. Untuk tiba di sana, seorang prajurit harus dipilih oleh sosok-sosok ini.
Kisah-kisah yang masih tersimpan membagi para prajurit yang gugur antara Odin dan Freyja. Separuh menuju Valhalla, sedangkan separuh lainnya menuju Fólkvangr milik Freyja. Di dalam Fólkvangr berdiri aula bernama Sessrúmnir. Dengan demikian, Freyja memiliki tempatnya sendiri untuk menerima para prajurit yang gugur.
Jika Anda mengira setiap orang Viking yang mati masuk Valhalla, pembagian ini mengubah gambaran tersebut. Bahkan bagi mereka yang gugur dalam pertempuran, aula Odin hanyalah salah satu tujuan. Penjelasan tentang tujuan para prajurit gugur dalam kepercayaan Nordik juga perlu mencakup Fólkvangr.
Puisi-puisi Nordik Kuno juga menggambarkan Hel, alam orang mati lainnya. Keberadaannya memperluas gambaran melampaui aula Odin dan Freyja. Valhalla merupakan bagian dari kumpulan kisah tentang kematian yang lebih luas. Sumber-sumber yang masih tersimpan menyebut berbagai tujuan bagi orang mati.
Aturan kaku bahwa hanya orang yang meninggal karena sakit atau usia lanjut yang menuju Hel tidak sesuai dengan semua kisah. Baldr, dewa yang terbunuh, juga pergi ke sana. Tujuan Baldr menunjukkan bahwa pembagian sederhana tersebut tidak dapat menjelaskan seluruh kisah.
Apa yang terjadi di dalam aula Odin?
Para prajurit di Valhalla disebut einherjar. Mereka bersiap bertarung bersama para dewa pada Ragnarök. Karena itu, kehidupan mereka di aula memiliki tujuan untuk masa mendatang, meskipun kegiatan sehari-harinya mengikuti pola yang berulang.
Setiap hari, para einherjar saling bertarung. Pada petang hari, mereka hidup kembali dan mengikuti perjamuan di Valhalla. Pertarungan tidak membuat anggota pasukan itu hilang untuk selamanya. Para prajurit yang sama dapat kembali bertempur keesokan harinya.
Bayangkan pola yang akrab: hari yang melelahkan, lalu makan malam bersama. Valhalla memberi Anda versi mitologis dari keseharian itu. Para prajurit bertarung, pulih, dan makan bersama. Perbedaan utamanya adalah mereka hidup kembali sebelum perjamuan.
Hidangan mereka juga bergantung pada pembaruan. Sæhrímnir, babi hutan yang disajikan dalam perjamuan, hidup kembali meski disembelih setiap hari. Baik para prajurit maupun persediaan makanan mereka kembali tersedia. Dengan begitu, rangkaian pertarungan dan perjamuan dapat terus berlangsung setiap hari.
Rincian yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan
Senjata di Valhalla bukan sekadar perlengkapan prajurit atau bagian dari atapnya. Dalam kisah-kisah tersebut, senjata yang berkilau menerangi aula. Cahaya berasal dari benda-benda yang juga menjadi unsur utama watak militer bangunan itu.
Di atas atap berdiri kambing betina Heiðrún. Minuman madu mengalir dari ambingnya untuk diminum para prajurit. Dengan demikian, minuman perjamuan berasal dari sumber mitologis yang memiliki nama. Begitu pula dagingnya, yang berasal dari Sæhrímnir yang terus hidup kembali.
Hewan lain di atap menghubungkan aula dengan dunia yang lebih luas. Air menetes dari tanduk rusa jantan Eikþyrnir. Menurut kisah tersebut, air ini merupakan sumber sungai-sungai di dunia. Atap Valhalla menampung sumber aliran air sekaligus minuman para prajurit.
Bab 8 Ynglinga saga menambahkan rincian tentang harta benda setelah kematian. Menurut bagian itu, orang mati dapat membawa ke Valhalla barang-barang yang ditempatkan bersama mereka saat kremasi. Mereka juga dapat membawa barang yang mereka sembunyikan di dalam tanah semasa hidup.
Bagian tersebut menghubungkan Valhalla dengan benda-benda yang dimiliki sebelum kematian. Selain perjamuan dan pertarungan bersama di aula, kisah itu menggambarkan barang milik pribadi yang ikut masuk ke alam setelah kematian. Barang yang disertakan saat kremasi dan harta yang disembunyikan sama-sama disebut sebagai benda yang dapat menyertai orang mati.
Linimasa
- 800–1100 M: Tongkat Klinta berasal dari periode ini. Rumah kecil di puncaknya ditafsirkan sebagai Valhalla atau Fólkvangr milik Freyja.
- Abad ke-10: Puisi anonim Eiríksmál memperingati kematian Raja Erik Bloodaxe dan menggambarkan Valhalla.
- Abad ke-13: Edda Puisi dihimpun, dan Snorri Sturluson menulis Edda Prosa. Keduanya merupakan sumber tertulis penting tentang Valhalla.
Bagaimana puisi dan benda menggambarkan Valhalla?
Eiríksmál menghubungkan Valhalla dengan seorang raja yang disebut namanya. Puisi anonim ini ditulis untuk memperingati kematian Erik Bloodaxe dan menggambarkan Valhalla. Aula itu pun ditempatkan dalam konteks peringatan kematian tertentu.
Edda Puisi dan Edda Prosa karya Snorri Sturluson merupakan sumber tertulis utama tentang Valhalla. Bentuk himpunan atau tulisan keduanya berasal dari abad ke-13. Grímnismál memberikan sejumlah rincian paling konkret tentang aula tersebut, termasuk lokasi serta jumlah dan kapasitas pintunya.
Benda-benda perlu ditafsirkan dengan cara berbeda. Sebuah liontin perak dari Klinta di Öland, bernomor 108864_HST, ditafsirkan sebagai Valkyrie yang menyambut seorang prajurit ke Valhalla. Tafsiran lain mengidentifikasi sosok itu sebagai perempuan bangsawan yang menjadi tuan rumah dan ikut dalam upacara minum.
Tongkat Klinta menghadirkan ketidakpastian serupa. Rumah kecilnya ditafsirkan sebagai Valhalla, tetapi Fólkvangr milik Freyja juga diajukan sebagai kemungkinan. Karena itu, benda tersebut tidak dapat memastikan aula dewa mana yang hendak digambarkan pembuatnya.
Museum Sejarah Swedia menempatkan tongkat itu di vitrin 68 dalam pameran Vikingarnas värld di Stockholm. Saat Anda menelaah penafsirannya, pertimbangkan kedua aula yang diusulkan. Tafsiran-tafsiran berbeda dari museum tersebut tetap membedakan benda yang masih ada dari identitas mitologis yang dilekatkan padanya.
FAQ
Apa arti Valhalla?
Valhalla berasal dari kata bahasa Nordik Kuno Valhǫll, yang berarti “aula mereka yang gugur dalam pertempuran”. Nama ini merujuk pada aula Odin bagi para prajurit gugur yang terpilih. Kegiatan mereka mencakup pertarungan setiap hari dan perjamuan setiap petang.
Di mana letak Valhalla?
Valhalla berada di Asgard, kediaman para dewa. Grímnismál menempatkannya lebih spesifik di Glaðsheimr, wilayah mitologis yang disebut dalam bait 8–10 puisi tersebut.
Apakah semua prajurit yang gugur masuk Valhalla?
Tidak. Kisah-kisah yang masih tersimpan menempatkan separuh prajurit yang gugur dalam pertempuran di Valhalla milik Odin. Separuh lainnya menuju Fólkvangr milik Freyja. Di wilayah Freyja terdapat aula Sessrúmnir.
Apa yang dilakukan para prajurit di Valhalla?
Para einherjar saling bertarung setiap hari dan hidup kembali untuk mengikuti perjamuan malam. Mereka bersiap bertarung bersama para dewa pada Ragnarök. Persiapan ini memberi pertarungan berulang mereka tujuan yang melampaui pertempuran hari itu.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — Valhalla tr.wikipedia.org
- Museum Nasional Denmark — Para dewa Viking en.natmus.dk
- Store norske leksikon — Valhall snl.no
- Museum Sejarah Swedia — Para Valkyrie menyambut prajurit yang gugur ke Valhalla vikingar.historiska.se
- Museum Sejarah Swedia — Aula Freya bagi para prajurit yang gugur vikingar.historiska.se
- Museum Sejarah Swedia — Jalan menuju Hel vikingar.historiska.se
- Wikipedia bahasa Inggris — Valhalla en.wikipedia.org
- Museum Sejarah Swedia — Liontin 108864_HST vikingar.historiska.se
- Museum Sejarah Swedia — Tongkat Klinta historiska.se
FAQ
Apa arti Valhalla?
Valhalla berasal dari kata bahasa Nordik Kuno Valhǫll, yang berarti “aula mereka yang gugur dalam pertempuran”. Dalam mitologi Nordik, Valhalla adalah aula Odin bagi para prajurit gugur yang terpilih.
Di mana letak Valhalla?
Valhalla berada di Asgard, kediaman para dewa dalam mitologi Nordik. Bait 8–10 Grímnismál menempatkannya di wilayah mitologis bernama Glaðsheimr.
Apakah semua prajurit yang gugur masuk Valhalla?
Tidak. Kisah-kisah yang masih tersimpan membagi mereka yang gugur dalam pertempuran antara Valhalla milik Odin dan Fólkvangr milik Freyja. Masing-masing menerima separuh.
Apa yang dilakukan para prajurit di Valhalla?
Para prajurit yang disebut einherjar saling bertarung setiap hari dan hidup kembali untuk mengikuti perjamuan malam. Mereka bersiap bertarung bersama para dewa pada Ragnarök.
Image: Walhalla (1896) by Max Brückner.jpg — Max Brückner, Public domain






