Uluru (nama dalam bahasa Turki: Uluru) adalah batu pasir raksasa di bagian tengah Australia. Tingginya mencapai 348 meter di atas dataran sekitarnya. Selama puluhan tahun, wisatawan mendakinya. Sejak 26 Oktober 2019, kegiatan itu tidak lagi diperbolehkan. Panduan ini menjelaskan apa itu Uluru, siapa pemiliknya, dan mengapa pendakiannya dihentikan.
Di mana letak Uluru di Australia?
Uluru berada di Wilayah Utara Australia, di dalam Taman Nasional Uluru–Kata Tjuta. Kawasan ini terletak di pedalaman benua yang kering. Jika Anda membuka peta, cari Alice Springs terlebih dahulu. Uluru berada sekitar 335 kilometer di sebelah barat daya kota itu jika diukur dalam garis lurus.
Batu ini juga dikenal sebagai Ayers Rock. Kedua nama tersebut merujuk pada tempat yang sama. Anda akan menemukan keduanya pada papan penunjuk, peta, dan buku.
Ukurannya luar biasa besar. Batu ini menjulang 348 meter dari dataran di sekitarnya. Keliling bagian dasarnya mencapai 9,4 kilometer. Bayangkan satu bongkah batu setinggi gedung pencakar langit. Anda perlu berjam-jam untuk berjalan mengelilingi bagian dasarnya.
Batu Uluru terbentuk dari apa?
Uluru tersusun dari batu pasir. Menurut Parks Australia, kisah pembentukannya bermula sekitar 550 juta tahun lalu. Saat itu, sedimen yang terbawa aliran air dari Pegunungan Petermann mulai menumpuk. Sekitar 500 juta tahun lalu, laut menutupi kawasan ini. Di bawah laut tersebut, endapan pasir terpadatkan menjadi batu pasir Uluru. Endapan berbatu menjadi batuan konglomerat yang membentuk tetangganya, Kata Tjuta.
Kata Tjuta merupakan kumpulan 36 kubah batu. Kubah-kubah ini tersebar di area seluas lebih dari 20 kilometer persegi. Kubah tertingginya menjulang 546 meter di atas dataran, lebih tinggi daripada Uluru sendiri.
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Uluru berwarna merah. Batuan ini adalah arkosa, dan warna aslinya abu-abu. Warna merah pada permukaan luarnya berasal dari oksidasi besi yang terkandung di dalamnya. Proses yang sama membuat paku tua atau rantai sepeda yang terlupakan di kebun lembap berubah menjadi jingga. Uluru perlahan berkarat. Karat itulah yang Anda lihat.
Siapa masyarakat Anangu dan apa itu Tjukurpa?
Pemilik tradisional Uluru dan Kata Tjuta adalah masyarakat Anangu, penduduk Aborigin di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat Anangu, batu ini bukan sekadar pemandangan. Menurut kepercayaan mereka, bentuk-bentuk permukaan Uluru dan Kata Tjuta menyimpan jejak tindakan makhluk leluhur. Makhluk-makhluk ini muncul dalam kisah Tjukurpa.
Tjukurpa adalah sistem hukum adat dan pemikiran keagamaan. Sistem ini mengatur hubungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan tanah. Tjukurpa juga berfungsi sebagai peta lisan. Kisah-kisahnya mewariskan pengetahuan tentang letak tempat penting, rute yang perlu ditempuh, serta lokasi dan waktu untuk menemukan air dan makanan.
Inilah kunci untuk memahami perdebatan tentang pendakian Uluru. Pendakian bukan sekadar persoalan selera atau sopan santun. Kegiatan itu menyentuh sistem hukum dan agama yang masih dijalankan.
Dari Ayers Rock menjadi Uluru: riwayat penamaannya
Nama Uluru berasal dari bahasa Pitjantjatjara. Nama itu merupakan nama batu tersebut, bukan deskripsi yang bisa diterjemahkan menjadi kata lain.
Pada 19 Juli 1873, William Gosse melihat batu itu. Ia menamainya Ayers Rock untuk menghormati Sir Henry Ayers, Sekretaris Utama Australia Selatan. Nama tersebut bertahan selama beberapa generasi di peta buatan orang luar.
Pada masa modern, nama resminya berubah melalui dua tahap:
- Pada 15 Desember 1993, nama ganda Ayers Rock / Uluru ditetapkan.
- Pada 6 November 2002, urutannya dibalik menjadi Uluru / Ayers Rock.
Urutan kata itu penting. Urutan tersebut menunjukkan nama mana yang didahulukan dalam penggunaan resmi.
Jalan, taman nasional, dan pengembalian tanah pada 1985
Jalan pertama menuju Uluru dibangun pada 1948. Ayers Rock menjadi taman nasional pada 1950. Sejak itu, pengunjung bisa mencapai batu tersebut, dan banyak yang mendakinya.
Tanahnya sendiri baru dikembalikan kemudian. Pada 26 Oktober 1985, dokumen hak atas tanah Uluru–Kata Tjuta diserahkan kembali kepada masyarakat Anangu. Upacara penyerahannya dihadiri Gubernur Jenderal Sir Ninian Stephen.
Setelah pengembalian itu, masyarakat Anangu menyewakan taman nasional tersebut kepada Australian National Parks and Wildlife Service selama 99 tahun. Dewan pengelolaan bersama kemudian dibentuk. Anggota Anangu menjadi mayoritas di dalamnya.
Pengakuan internasional menyusul. Taman nasional ini masuk Daftar Warisan Dunia karena nilai alamnya pada 1987. Nilai budayanya ditambahkan pada 1994.
Mengapa pendakian Uluru dilarang?
Menurut hukum Tjukurpa, mendaki Uluru pada umumnya tidak diperbolehkan. Selama bertahun-tahun, pemilik tradisionalnya meminta pengunjung agar tidak mendaki batu tersebut.
Kisah-kisah Anangu memberikan alasan khusus. Rute yang digunakan wisatawan mengikuti sebuah jalur suci. Jalur itu dahulu ditempuh oleh para lelaki leluhur Mala ketika tiba di Uluru. Menapakinya untuk bersenang-senang berarti menginjak kisah yang disakralkan masyarakat Anangu.
Keselamatan juga menjadi bagian dari persoalan ini. Pada 26 Oktober 2019, ABC News melaporkan bahwa sedikitnya 37 orang telah meninggal saat mendaki Uluru.
Keputusannya berlangsung secara bertahap:
- Rencana pengelolaan 2010 menetapkan syarat-syarat yang memungkinkan jalur pendakian ditutup. Salah satu dari tiga syarat alternatif itu adalah turunnya proporsi pengunjung yang mendaki hingga di bawah 20 persen.
- Pada 1 November 2017, dewan pengelola taman nasional memutuskan dengan suara bulat untuk menutup jalur pendakian mulai 26 Oktober 2019.
- Pada 26 Oktober 2019, jalur pendakian ditutup secara permanen. Tanggal itu bertepatan dengan peringatan ke-34 pengembalian tanah pada 1985.
Kini, larangan tersebut bukan sekadar imbauan. Parks Australia menyebut pendakian Uluru sebagai pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati.
Uluru Statement from the Heart
Nama Uluru juga muncul dalam dokumen bersejarah lain. Keduanya mudah tertukar. Uluru Statement from the Heart tidak membahas pendakian.
Pada Mei 2017, lebih dari 250 delegasi masyarakat Aborigin dan penduduk Kepulauan Selat Torres berkumpul di Mutitjulu, dekat Uluru. Mereka menandatangani pernyataan tersebut. Isinya menyerukan mekanisme perwakilan masyarakat adat yang dijamin dalam konstitusi.
Pertemuan itu berlangsung pada tahun yang sama dengan keputusan dewan pengelola taman nasional untuk menutup pendakian. Tempatnya sama. Pokok bahasannya berbeda.
Apa yang bisa Anda lakukan di Uluru sekarang?
Anda tidak boleh mendaki, tetapi Anda bisa berjalan mengelilinginya. Jalur Base Walk mengitari Uluru sepanjang sekitar 10 kilometer. Dari jalur ini, Anda bisa melihat setiap sisi batu tersebut dari permukaan tanah.
Ada satu aturan yang perlu Anda ketahui sebelum mengangkat ponsel. Area suci dan area dengan akses terbatas di Uluru–Kata Tjuta tidak boleh difoto. Penggunaan gambar taman nasional untuk keperluan komersial juga memerlukan izin. Jadi, foto liburan untuk album pribadi berbeda ketentuannya dengan foto untuk bisnis atau situs stok foto.
Linimasa
- Sekitar 550 juta tahun lalu: Sedimen yang kelak membentuk Uluru dan Kata Tjuta mulai menumpuk.
- Sekitar 500 juta tahun lalu: Laut menutupi kawasan ini dan endapannya berubah menjadi batuan.
- Sekitar 400 juta tahun lalu: Pergerakan tektonik memutar lapisan-lapisan Uluru sekitar 90 derajat.
- 19 Juli 1873 William Gosse melihat batu tersebut dan menamainya Ayers Rock.
- 1948 Jalan pertama menuju Uluru dibangun.
- 1950 Ayers Rock menjadi taman nasional.
- 26 Oktober 1985 Dokumen hak atas tanah diserahkan kembali kepada masyarakat Anangu.
- 1987 Nilai alam taman nasional dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia.
- 15 Desember 1993 Nama ganda Ayers Rock / Uluru diresmikan.
- 1994 Nilai budaya taman nasional ditambahkan dalam pencatatan Warisan Dunia.
- 6 November 2002 Urutan nama resminya menjadi Uluru / Ayers Rock.
- 2010 Rencana pengelolaan menetapkan syarat penutupan jalur pendakian.
- Mei 2017 Uluru Statement from the Heart ditandatangani di dekat Uluru.
- 1 November 2017 Dewan pengelola taman nasional memutuskan untuk menutup jalur pendakian.
- 26 Oktober 2019 Pendakian dilarang secara permanen.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
- Lapisan-lapisan batu ini dahulu mendatar. Pergerakan tektonik sekitar 400 juta tahun lalu memutarnya sekitar 90 derajat.
- Warna asli batu Uluru adalah abu-abu. Warna merahnya merupakan lapisan luar besi yang teroksidasi.
- Pada 2018, Northern Territory Geological Survey menghitung massa bagian Uluru yang terlihat. Hasilnya sekitar 1 miliar 425 juta ton. Angka itu hanya mencakup bagian di atas tanah.
- Kisah Tjukurpa berfungsi sebagai peta lisan. Kisah-kisah ini menjelaskan letak situs penting, rute yang perlu diikuti, serta lokasi dan waktu untuk menemukan air dan makanan.
- Rute pendakian wisatawan mengikuti jalur suci para lelaki leluhur Mala ketika mereka tiba di Uluru.
- Larangan mulai berlaku pada tanggal peringatan pengembalian tanah pada 1985. Tepat 34 tahun telah berlalu sejak dokumen hak atas tanah diserahkan kembali.
FAQ
Di mana letak Uluru?
Uluru berada di Wilayah Utara Australia, di dalam Taman Nasional Uluru–Kata Tjuta. Letaknya sekitar 335 kilometer di sebelah barat daya Alice Springs jika diukur dalam garis lurus.
Apakah mendaki Uluru sekarang melanggar hukum?
Ya. Jalur pendakiannya ditutup secara permanen pada 26 Oktober 2019. Parks Australia menyebut pendakian Uluru sebagai pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati.
Mengapa pendakian Uluru dilarang?
Menurut hukum Tjukurpa masyarakat Anangu, mendaki Uluru pada umumnya tidak diperbolehkan. Selama bertahun-tahun, pemilik tradisionalnya meminta pengunjung agar tidak mendaki. Pada 1 November 2017, dewan pengelola taman nasional memutuskan dengan suara bulat untuk menutup jalur pendakian.
Siapa pemilik Uluru?
Masyarakat Anangu adalah pemilik tradisionalnya. Dokumen hak atas tanah dikembalikan pada 26 Oktober 1985. Mereka menyewakan taman nasional itu kepada dinas taman nasional dan mengelolanya bersama.
Apa itu Uluru Statement from the Heart?
Uluru Statement from the Heart adalah pernyataan yang ditandatangani pada Mei 2017 di Mutitjulu, dekat Uluru, oleh lebih dari 250 delegasi masyarakat Aborigin dan penduduk Kepulauan Selat Torres. Pernyataan ini menyerukan mekanisme perwakilan masyarakat adat yang dijamin dalam konstitusi.
Sumber
- Wikipedia — Uluru en.wikipedia.org
- Vikipedi — Uluru tr.wikipedia.org
- Parks Australia — Fakta menakjubkan uluru.gov.au
- Parks Australia — Geologi uluru.gov.au
- Parks Australia — Kata Tjuṯa uluru.gov.au
- Parks Australia — Tjukurpa uluru.gov.au
- Parks Australia — Penutupan pendakian Uluṟu uluru.gov.au
- Parks Australia — Pendakian Uluṟu akan ditutup pada 2019 uluru.gov.au
- Parks Australia — Jalur jalan kaki mengelilingi kaki Uluṟu uluru.gov.au
- Parks Australia — Menghormati budaya uluru.gov.au
- UNESCO — Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta whc.unesco.org
- National Museum of Australia — Pengembalian Uluru kepada masyarakat Anangu nma.gov.au
- DCCEEW — Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta dcceew.gov.au
- ABC News — Pendakian Uluru ditutup secara permanen abc.net.au
FAQ
Di mana letak Uluru?
Uluru berada di Wilayah Utara Australia, di dalam Taman Nasional Uluru–Kata Tjuta. Letaknya sekitar 335 kilometer di sebelah barat daya Alice Springs jika diukur dalam garis lurus.
Apakah mendaki Uluru sekarang melanggar hukum?
Ya. Jalur pendakiannya ditutup secara permanen pada 26 Oktober 2019. Parks Australia menyebut pendakian Uluru sebagai pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati.
Mengapa pendakian Uluru dilarang?
Menurut hukum Tjukurpa masyarakat Anangu, mendaki Uluru pada umumnya tidak diperbolehkan. Selama bertahun-tahun, pemilik tradisionalnya meminta pengunjung agar tidak mendaki. Pada 1 November 2017, dewan pengelola taman nasional memutuskan dengan suara bulat untuk menutup jalur pendakian.
Siapa pemilik Uluru?
Masyarakat Anangu adalah pemilik tradisionalnya. Dokumen hak atas tanah dikembalikan kepada mereka pada 26 Oktober 1985. Mereka menyewakan taman nasional itu kepada dinas taman nasional dan mengelolanya bersama.
Apa itu Uluru Statement from the Heart?
Uluru Statement from the Heart adalah pernyataan yang ditandatangani pada Mei 2017 di Mutitjulu, dekat Uluru, oleh lebih dari 250 delegasi masyarakat Aborigin dan penduduk Kepulauan Selat Torres. Pernyataan ini menyerukan mekanisme perwakilan masyarakat adat yang dijamin dalam konstitusi.
Image: ULURU.jpg — Ek2030372672, CC BY-SA 4.0






