Dunia Kuno · MÖ 3200 – MS 476

Tembok Besar China: Kapan Dibangun dan Apa Tujuannya

Tembok Besar China bukan satu tembok, melainkan rangkaian garis pertahanan yang dibangun sejak abad ke-7 SM hingga masa Dinasti Ming. Artikel ini membahas kapan dan mengapa tembok dibangun, panjangnya, tempat untuk berkunjung, serta penjelasan NASA dan ESA tentang penampakannya dari luar angkasa.

Para sejarawan berbeda pendapat tentang topik ini: artikel ini membedakan fakta yang terdokumentasi dari penafsiran dan mencantumkan sumbernya. Kebijakan Sumber Kami →

7 menit baca9 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Tembok Besar China: Kapan Dibangun dan Apa Tujuannya
Badaling China Great-Wall-of-China-01.jpg

Tembok Besar China adalah sebutan untuk seluruh rangkaian garis pertahanan bersejarah. Jalurnya membentang di China utara, melewati sebelah utara Beijing dan mencapai wilayah di selatan Gurun Gobi. Jika Anda membayangkan satu tembok yang dibangun oleh satu kaisar, segera tinggalkan gambaran itu. Kisah sebenarnya lebih panjang, lebih rumit, dan lebih menarik.

Kapan Tembok Besar China Dibangun?

Tembok ini tidak pernah selesai dalam satu proyek pembangunan. Inventaris bangunan Getty mencatat bahwa benteng-benteng yang membentuk Tembok Besar mulai dibangun pada abad ke-7 SM. UNESCO menempatkan tahap utama pembangunan pada masa kekaisaran dalam rentang abad ke-3 SM hingga abad ke-17 M. Rentang itu mencakup sekitar 1,900 tahun.

Jadi, jawaban yang tepat untuk pertanyaan kapan tembok ini dibangun adalah: berkali-kali, oleh banyak penguasa.

Bayangkan jalan di dekat rumah Anda. Satu kelompok pekerja membangunnya, kelompok lain melebarkannya, lalu kelompok berikutnya memperbaikinya setelah musim dingin yang parah. Tembok ini berkembang dengan cara serupa. Setiap penguasa menambah, menyambungkan, atau memperbaiki bagian yang sudah berdiri.

Sejarah Tembok Besar China: Dari Tembok Terpisah Menjadi Satu Sistem

Sebelum China disatukan di bawah satu kaisar, sejumlah negara membangun tembok pertahanan sendiri. Di antaranya adalah Qin, Wei, Zhao, Qi, dan Yan. Setiap tembok melindungi satu negara, bukan seluruh negeri.

Keadaan berubah sekitar 220 SM. Menurut UNESCO, Qin Shi Huang menyambungkan bagian-bagian benteng lama menjadi pertahanan bersama untuk menghadapi serangan dari utara. Tembok di sepanjang perbatasan utara Qin diperpanjang terutama untuk menghadapi Xiongnu.

Babak besar berikutnya berlangsung pada masa Dinasti Ming. Antara 1368 dan 1644, Ming membangun bagian-bagian tembok yang paling dikenal sekarang. Penguatan ini dilakukan untuk menghadapi serangan Mongol yang berulang. Bagian di dekat ibu kota, Beijing, mendapat alokasi sumber daya khusus.

Linimasa

  • Abad ke-7 SM: Pembangunan benteng pertahanan awal berbagai negara dimulai. Benteng-benteng ini kemudian diperhitungkan sebagai bagian dari sistem Tembok Besar.
  • Sekitar 220 SM: Di bawah Qin Shi Huang, bagian-bagian benteng lama disambungkan menjadi pertahanan bersama di utara.
  • 1368–1644: Dinasti Ming membangun dan memperkuat bagian-bagian tembok yang paling dikenal sekarang.
  • 1567–1570: Di bawah Jenderal Qi Jiguang, 1,200 menara pengawas dibangun pada jalur dari Shanhaiguan hingga Changping.
  • 1644: Setelah Beijing jatuh ke tangan pasukan Li Zicheng, bangsa Manchu melintasi Tembok Besar.
  • 1987: Tembok Besar masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.
  • 2012: Survei resmi mengumumkan panjang keseluruhan 21,196.18 kilometer.
  • 2021: ESA menerbitkan foto tembok yang diambil Thomas Pesquet dari stasiun luar angkasa dengan lensa telefoto.
  • 2023: Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kerak biologis dapat melindungi bagian-bagian tembok dari erosi.

Mengapa Tembok Besar China Dibangun?

Alasan pertamanya adalah pertahanan. Tembok dibangun untuk meredam serangan dari utara. Qin memperpanjang tembok perbatasannya untuk menghadapi Xiongnu. Ming memperkuat temboknya untuk menghadapi serangan Mongol.

Namun, tembok ini juga menjalankan fungsi administrasi sehari-hari:

  • memungut pajak atas barang yang melintas di Jalur Sutra;
  • mengatur perdagangan;
  • mengendalikan siapa yang melintasi perbatasan.

Tembok dengan gerbang dan menara pengawas bekerja seperti pos pemeriksaan. Prajurit dapat mengawasi perbatasan, sementara pejabat memeriksa apa yang melewatinya.

Tembok ini tidak selalu berhasil menghentikan pasukan. Bangsa Manchu berhasil melewatinya pada 1644, setelah Beijing jatuh ke tangan pasukan Li Zicheng.

Bahan Penyusun Tembok Besar China

Sistem ini lebih luas daripada sekadar tembok batu. UNESCO menggambarkannya sebagai gabungan tembok, menara pengawas, benteng, celah lintasan, jalan di atas tembok, dan tempat berlindung.

Para pembangun memakai bahan yang tersedia di setiap daerah. Berbagai bagian menggunakan batu, bata, tanah yang dipadatkan, dan kayu. Itulah sebabnya bagian berbata yang terkenal tampak sangat berbeda dari bagian berbahan tanah.

Berapa Panjang Tembok Besar China dalam km?

Panjangnya bergantung pada bagian yang Anda hitung. Angka yang paling sering dikutip berasal dari survei resmi yang diumumkan pada 5 Juni 2012. Survei itu mencatat panjang gabungan sisa Tembok Besar dari berbagai periode sebesar 21,196.18 kilometer. Bangunan-bangunan tersebut tercatat tersebar di 15 provinsi, daerah otonom, dan kota setingkat provinsi yang diperintah langsung oleh pemerintah pusat.

Angka dengan cakupan lebih sempit berlaku untuk jalur Ming saja. Artikel pengukuran tahun 2010 menyebut panjang keseluruhan garis pertahanan Ming sebesar 8,851.8 kilometer.

Jadi, kedua angka itu benar. Keduanya menjawab pertanyaan berbeda: gabungan seluruh periode atau hanya jalur Ming.

Peta Tembok Besar China: Di Mana Letaknya?

Untuk membaca peta tembok ini, mulailah dari kedua ujungnya. Ringkasan rute UNESCO menempatkan ujung timur di Shanhaiguan, Hebei, dan ujung barat di Jiayuguan, Gansu.

Sumber lain menggambarkan jalurnya secara berbeda. Uraian Getty yang lebih luas tentang rute Ming membentang dari Gunung Hu di dekat Dandong di timur hingga Celah Jiayu di barat. Titik ujungnya berubah sesuai cakupan sejarah yang dipilih.

Pada peta, Anda akan melihat garis-garis di sebelah utara Beijing yang kemudian membentang ke arah Gurun Gobi. Karena itu, jawaban sederhana tentang lokasinya adalah “China utara”. Tidak ada satu alamat tunggal.

Tembok Besar China Terlihat dari Luar Angkasa: Fakta atau Mitos?

Ini salah satu klaim tentang tembok yang paling sering diulang. Menurut penilaian NASA, klaim bahwa tembok terlihat dengan mata telanjang dari orbit tidak benar. Astronaut pertama China, Yang Liwei, juga melaporkan bahwa ia tidak dapat melihatnya. NASA menambahkan bahwa tembok tidak terlihat dari Bulan.

Ada pendapat tandingan. Gary Li dan Guorong Wang menganalisis cara manusia melihat objek berbentuk garis. Mereka berpendapat bahwa dalam kondisi yang sesuai, tembok mungkin terlihat dengan mata telanjang hingga ketinggian sekitar 500 kilometer. Ini adalah penelitian teoretis, bukan pendirian NASA.

Foto adalah persoalan berbeda. Melihat tembok dengan mata Anda dan memotretnya memakai lensa panjang merupakan dua hal terpisah. Stasiun luar angkasa mengorbit pada ketinggian sekitar 400 kilometer, dan tembok pernah difoto dari sana. Rinciannya ada di bawah.

Foto Tembok Besar China dari Orbit

Pada 28 Mei 2021, ESA menerbitkan foto-foto Tembok Besar yang diambil astronaut Thomas Pesquet. Ia memotretnya dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, pada ketinggian sekitar 400 kilometer, menggunakan lensa 1,150 milimeter.

Jadi, tembok dapat difoto dari luar angkasa dengan peralatan yang tepat. Hal itu berbeda dari klaim “terlihat dengan mata telanjang”.

Bagian Tembok Besar China yang Bisa Dikunjungi

Bagian yang paling banyak dikunjungi adalah Badaling, di Distrik Yanqing, Beijing. Letaknya sekitar 80 kilometer di barat laut pusat kota. Jika Anda punya waktu satu hari, inilah bagian yang dipilih sebagian besar pengunjung.

Dua tempat lain penting untuk memahami rutenya. Shanhaiguan di Hebei merupakan ujung timur dalam ringkasan UNESCO. Jiayuguan di Gansu merupakan ujung baratnya. Para pembangun menggunakan batu, bata, tanah yang dipadatkan, dan kayu sesuai daerahnya.

Tembok Besar masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1987.

Detail yang Tidak Akan Anda Temukan di Buku Panduan

  • Sebagian besar jalur Ming berupa tembok, tetapi tidak seluruhnya. Dari panjang jalur Ming sebesar 8,851.8 kilometer, sebanyak 6,259.6 kilometer merupakan tembok buatan manusia. Sisanya terdiri atas penghalang alami sepanjang 2,232.5 kilometer dan parit sepanjang 359.7 kilometer.
  • 1,200 menara dalam tiga tahun. Antara 1567 dan 1570, di bawah Jenderal Qi Jiguang, para pembangun mendirikan 1,200 menara pengawas pada jalur dari Shanhaiguan hingga Changping.
  • Naga di pertemuan tembok dan laut. Di dekat Celah Shanhai, bagian tempat tembok bertemu laut disebut Kepala Naga Tua.
  • Kerak hidup sebagai pelindung. Penelitian tahun 2023 dalam Science Advances menemukan bahwa kerak biologis menutupi 67 persen bagian tembok yang diteliti. Kerak ini meningkatkan kekuatan mekanis dan mengurangi erosi.
  • Foto dari stasiun luar angkasa. Foto-foto ESA tahun 2021 diambil dari ketinggian sekitar 400 kilometer menggunakan lensa 1,150 milimeter.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Tembok Besar China dibangun?

Benteng-benteng awal berasal dari abad ke-7 SM. Qin Shi Huang menyambungkan bagian-bagian lama sekitar 220 SM. Dinasti Ming membangun bagian-bagian yang paling dikenal antara 1368 dan 1644.

Berapa panjangnya?

Survei resmi tahun 2012 mencatat panjang sisa bangunan dari seluruh periode sebesar 21,196.18 kilometer. Jalur Ming saja memiliki panjang 8,851.8 kilometer.

Apakah tembok terlihat dari luar angkasa?

Menurut NASA, tembok tidak terlihat dengan mata telanjang dari orbit maupun dari Bulan. Lensa telefoto di stasiun luar angkasa pernah menangkap gambarnya.

Di mana letaknya?

Tembok membentang di China utara. Dalam ringkasan UNESCO, rutenya dari Shanhaiguan di Hebei hingga Jiayuguan di Gansu.

Ke mana Anda sebaiknya berkunjung?

Badaling, sekitar 80 kilometer di barat laut pusat Beijing, merupakan bagian yang paling banyak dikunjungi.

Sumber

  1. UNESCO — Tembok Besar whc.unesco.org
  2. Getty Research Institute — Tembok Besar China getty.edu
  3. Wikipedia — Tembok Besar China en.wikipedia.org
  4. Xinhua / China.org.cn — Survei: panjang Tembok Besar China mencapai 21,196 km china.org.cn
  5. Chinese Science Bulletin — Pengukuran tiga dimensi Tembok Besar Ming berbasis penginderaan jauh sciengine.com
  6. NASA Johnson Space Center — Pertanyaan yang Sering Diajukan esrs.jsc.nasa.gov
  7. Li dan Wang — Tembok Besar China Dapat Terlihat dari Luar Angkasa tandfonline.com
  8. ESA — Tembok Besar China dari luar angkasa esa.int
  9. Cao dkk. — Kerak biologis melindungi Tembok Besar China dari erosi pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

Image: Badaling China Great-Wall-of-China-01.jpg — CEphoto, Uwe Aranas, CC BY-SA 3.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait