Malik Syah I adalah sultan yang membawa Seljuk Raya mencapai wilayah terluasnya. Ia memerintah dari 1072 hingga 1092. Dalam dua puluh tahun itu, pasukannya merebut kota-kota dari Suriah hingga Asia Tengah. Para cendekiawannya juga mengubah cara menghitung tahun. Jika Anda berencana mengunjungi Isfahan atau mempelajari Seljuk untuk tugas sekolah, penguasa ini perlu Anda kenal.
Siapa Malik Syah I?
Malik Syah I adalah putra Alp Arslan. Ia merupakan sultan ketiga Seljuk Raya dan memerintah dari 1072 hingga 1092.
Namanya merupakan gabungan dua kata. Malik berasal dari bahasa Arab, sedangkan syah berasal dari bahasa Persia. Keduanya berarti “raja”.
Sumber-sumber berbeda pendapat tentang tanggal kelahirannya. Ensiklopedia Islam TDV mencantumkan 6 Agustus 1055. Encyclopaedia Iranica menyebut 16 Agustus 1055. Wikipedia bahasa Inggris mencatat tempat kelahirannya di Isfahan, wilayah Iran sekarang. Ia menghabiskan masa kecil dan tumbuh besar di sekitar kota itu. Jadi, Isfahan sudah menjadi rumahnya jauh sebelum menjadi tempat pemakamannya.
Sejarah Malik Syah I: dari pangeran menjadi sultan
Pada 1066, Alp Arslan secara resmi menunjuknya sebagai pewaris takhta. Ia juga memberikan Isfahan kepadanya sebagai ikta, yakni hak atas pendapatan suatu wilayah. Sejak kecil, Malik Syah sudah memiliki ikatan dengan kota itu.
Pada 1071, ketika ayahnya bergerak menuju Manzikert, Malik Syah tetap berada di Aleppo.
Ia naik takhta pada 1072. Nizam al-Mulk tetap dipertahankannya sebagai wazir.
Sultan baru itu langsung menghadapi tantangan. Pamannya, Kavurd, menuntut takhta. Pada April 1073, Malik Syah mengalahkannya di dekat Arak sekarang dan mengukuhkan kekuasaannya.
Seberapa luas wilayah kekaisarannya?
Pada masa pemerintahannya, wilayah kekaisaran meluas ke tiga arah.
Suriah. Pada 1076, Atsiz ibn Uvak merebut Damaskus. Ia memerintahkan agar nama Sultan Malik Syah disebut dalam khotbah Jumat. Penyebutan nama penguasa dalam khotbah itu menjadi tanda terbuka tentang kekuasaan siapa yang diakui kota tersebut. Pada Agustus 1086, Malik Syah sendiri berangkat dari Isfahan menuju Aleppo dan merebut kota itu.
Mesopotamia Hulu. Pada 1085, pasukan Seljuk merebut Amid dan Mayyafariqin. Penaklukan itu mengakhiri kekuasaan Dinasti Marwaniyah di kawasan tersebut.
Transoksiana. Menurut Encyclopaedia Iranica, Malik Syah merebut Samarkand pada 1089. Ia menawan Ahmad Khan, penguasa Karakhaniyah Barat. Ia kemudian bergerak maju ke kawasan Tujuh Sungai (Semirechye). Penguasa Karakhaniyah Timur yang menguasai Kashgar mengakui kekuasaan tertingginya.
Coba Anda perhatikan kembali daftar itu. Seorang penguasa yang berangkat dari Isfahan memiliki kekuasaan di Damaskus, Aleppo, Amid, dan Samarkand.
Siapa saja istri Malik Syah I?
Di antara istrinya adalah Terken Khatun dari Dinasti Karakhaniyah dan Zubaidah Khatun dari keluarga Seljuk. Tāj al-Dīn Safariyya Khatun adalah ibu dari dua putranya.
Pernikahan-pernikahan itu menghubungkan sang sultan dengan dua keluarga penguasa. Yang pertama adalah keluarga Karakhaniyah di Asia Tengah. Yang kedua adalah keluarga Seljuk, keluarganya sendiri.
Anak Malik Syah I: siapa saja putranya?
Putra-putra yang disebut dalam sumber adalah:
- Berkyaruk, yang ibunya adalah Zubaidah Khatun.
- Muhammad Tapar dan Ahmad Sanjar, yang ibunya adalah Tāj al-Dīn Safariyya Khatun.
- Mahmud, yang ibunya adalah Terken Khatun. Ia didudukkan di takhta Seljuk pada 1092, setelah ayahnya meninggal.
Beberapa putra dari ibu yang berbeda berarti ada beberapa calon pewaris. Keadaan ini membuka jalan bagi peristiwa-peristiwa setelah kematiannya.
Makam Malik Syah I: di mana ia dimakamkan?
Malik Syah meninggal di Bagdad pada November 1092. Jenazahnya tidak tetap berada di sana. Atas perintah Terken Khatun, jenazah itu dibawa ke Isfahan dan dimakamkan di sebuah madrasah.
Isfahan adalah kota tempat ia tumbuh besar. Kota itu pula yang diberikan ayahnya ketika ia masih menjadi pewaris muda. Pemakamannya di sana membawa perjalanan hidupnya kembali ke tempat awalnya.
Bagaimana Malik Syah I meninggal?
Tidak ada yang mengetahui penyebabnya secara pasti. Sebagian riwayat menyebut ia sengaja diracun. Riwayat lain menyebut demam atau keracunan daging hewan buruan. Sebuah artikel ilmiah di DergiPark mencatat riwayat-riwayat yang berbeda ini. Penyebab kematiannya masih belum dapat dipastikan.
Yang pasti adalah apa yang terjadi sesudahnya. Setelah 1092, perang antara para penuntut takhta yang bersaing dan para gubernur daerah memecah wilayah Seljuk.
Reformasi kalender: sultan yang membenahi perhitungan tahun
Malik Syah memerintahkan pembetulan kalender. Sebuah dewan yang dipimpin Omar Khayyam menyusun kalender matahari Jalali, yang mulai menghitung tahun pada 1079.
Namanya berasal dari gelar sang sultan, Jalal al-Dawla. Kalender ini juga disebut kalender Maliki.
Ingatlah kapan terakhir kali Anda memeriksa tanggal di ponsel. Dahulu, seseorang harus menentukan cara menghitung satu tahun. Dalam kisah ini, seorang sultan memberikan perintahnya. Seorang matematikawan sekaligus penyair memimpin pengerjaannya.
Linimasa
- 1055: Malik Syah lahir. Sumber-sumber menyebut tanggal kelahiran yang berbeda.
- 1066: Alp Arslan menunjuknya sebagai pewaris takhta.
- 1071: Ia tetap berada di Aleppo ketika Alp Arslan pergi ke Manzikert.
- 1072: Ia naik takhta Seljuk Raya setelah Alp Arslan.
- 1073: Ia mengalahkan pamannya, Kavurd, yang menuntut takhta.
- 1076: Namanya disebut dalam khotbah di Damaskus.
- 1079: Kalender Jalali memulai perhitungan tahunnya.
- 1085: Amid dan Mayyafariqin jatuh, mengakhiri kekuasaan Dinasti Marwaniyah.
- 1086: Ia merebut Aleppo.
- 1087: Khalifah menyematkan dua pedang kepadanya di Bagdad.
- 1089: Samarkand direbut, menurut penanggalan Iranica.
- 1092: Ia meninggal di Bagdad dan dimakamkan di Isfahan.
Hal-hal yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
Dua pedang. Pada 24 April 1087, Khalifah al-Muqtadi menyematkan dua pedang kepada Malik Syah di Bagdad. Keduanya melambangkan kekuasaan atas timur dan barat.
Menara dari hasil buruan. Malik Syah memerintahkan pembangunan dua menara isyarat dari tanduk dan kuku hewan buruan. Satu berdiri di jalan Bagdad–Makkah. Yang lain berdiri di Transoksiana.
Kalender yang dinamai dari sebuah gelar. Kalender Jalali mengambil nama dari gelarnya, Jalal al-Dawla. Itulah sebabnya kalender ini juga dikenal sebagai kalender Maliki.
Kubah dengan nama sang wazir. UNESCO menyebut kubah Masjid Jumat Isfahan, yang menyandang nama wazirnya, Nizam al-Mulk, sebagai kubah berusuk dengan dua lapisan pertama di dunia Islam.
Tempat yang bisa Anda kunjungi di Isfahan
Masjid Jumat Isfahan masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Arahkan pandangan Anda ke kubah yang terkait dengan Nizam al-Mulk. Itulah peninggalan fisik terbaik dari zaman sang sultan yang bisa Anda kunjungi.
FAQ
Siapa Malik Syah I?
Ia adalah putra Alp Arslan dan sultan ketiga Seljuk Raya. Ia memerintah dari 1072 hingga 1092. Pada masa pemerintahannya, Seljuk Raya mencapai wilayah terluasnya.
Siapa saja istri Malik Syah I?
Di antara istrinya adalah Terken Khatun dari Dinasti Karakhaniyah dan Zubaidah Khatun dari keluarga Seljuk. Tāj al-Dīn Safariyya Khatun adalah ibu dari dua putranya.
Siapa saja putra Malik Syah I?
Berkyaruk adalah putra Zubaidah Khatun. Muhammad Tapar dan Ahmad Sanjar adalah putra Tāj al-Dīn Safariyya Khatun. Mahmud, putra Terken Khatun, didudukkan di takhta pada 1092.
Di mana Malik Syah I dimakamkan?
Ia meninggal di Bagdad pada November 1092. Atas perintah Terken Khatun, jenazahnya dibawa ke Isfahan dan dimakamkan di sebuah madrasah.
Bagaimana Malik Syah I meninggal?
Penyebabnya belum dapat dipastikan. Sebagian riwayat menyebut ia sengaja diracun. Riwayat lain menyebut demam atau keracunan daging hewan buruan.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — I. Melikşah tr.wikipedia.org
- Ensiklopedia Islam TDV — Melikşah islamansiklopedisi.org.tr
- Encyclopaedia Iranica — Malekšāh iranicaonline.org
- Wikipedia bahasa Inggris — Malik-Shah I en.wikipedia.org
- Ensiklopedia Islam TDV — Kalender Jalali islamansiklopedisi.org.tr
- UNESCO — Masjid Jumat Isfahan whc.unesco.org
- DergiPark — Artikel ilmiah USAD dergipark.org.tr
FAQ
Siapa Malik Syah I?
Ia adalah putra Alp Arslan dan sultan ketiga Seljuk Raya. Ia memerintah dari 1072 hingga 1092. Pada masa pemerintahannya, Seljuk Raya mencapai wilayah terluasnya.
Siapa saja istri Malik Syah I?
Di antara istrinya adalah Terken Khatun dari Dinasti Karakhaniyah dan Zubaidah Khatun dari keluarga Seljuk. Tāj al-Dīn Safariyya Khatun adalah ibu dari dua putranya.
Siapa saja putra Malik Syah I?
Berkyaruk adalah putra Zubaidah Khatun. Muhammad Tapar dan Ahmad Sanjar adalah putra Tāj al-Dīn Safariyya Khatun. Mahmud, putra Terken Khatun, didudukkan di takhta pada 1092.
Di mana Malik Syah I dimakamkan?
Ia meninggal di Bagdad pada November 1092. Atas perintah Terken Khatun, jenazahnya dibawa ke Isfahan dan dimakamkan di sebuah madrasah.
Bagaimana Malik Syah I meninggal?
Penyebabnya belum dapat dipastikan. Sebagian riwayat menyebut ia sengaja diracun. Riwayat lain menyebut demam atau keracunan daging hewan buruan.
Image: Malik-Shah I.jpg — Rashid Al-Din, Public domain






