Republik Turki · 1923 –

Kopral Seyit: Benarkah Ia Mengangkat Peluru 215 Kg?

Kopral Seyit mengangkut peluru meriam berat di Baterai Rumeli Mecidiye pada 18 Maret 1915, tetapi sumber berbeda soal bobotnya: sebagian menyebut 215 kilogram, sebagian lain 276 kilogram. Artikel ini memisahkan bagian hidupnya yang terdokumentasi dari bagian yang masih diperdebatkan, sekaligus menunjukkan lokasi monumen dan museumnya untuk Anda kunjungi.

Para sejarawan berbeda pendapat tentang topik ini: artikel ini membedakan fakta yang terdokumentasi dari penafsiran dan mencantumkan sumbernya. Kebijakan Sumber Kami →

7 menit baca10 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Kopral Seyit: Benarkah Ia Mengangkat Peluru 215 Kg?
Seyit Onbaşı (Harp Mecmuası).jpg

Jawaban singkat

Kopral Seyit adalah prajurit Utsmaniyah yang benar-benar ada. Nama lahirnya Seyit Ali. Belakangan, ia mengambil nama keluarga Çabuk. Pada 18 Maret 1915, ia bertugas di Baterai Rumeli Mecidiye saat Sekutu melancarkan serangan laut ke Selat Dardanella. Biografi-biografinya menyebut bahwa ia mengangkut peluru meriam berat secara manual di sana.

Perdebatan muncul soal bobot peluru itu. Anadolu Ajansı dan TRT Haber menyebut 215 kilogram. Wikipedia bahasa Inggris mengulang kisah tentang tiga peluru yang masing-masing berbobot 276 kilogram. Tidak ada sumber yang bisa Anda periksa yang menyajikan hasil penimbangan pada hari kejadian. Bagian-bagian berikut menjelaskan keterangan dari masing-masing pihak.

Apa yang terjadi pada 18 Maret 1915?

Seyit Ali adalah awak meriam di Baterai Rumeli Mecidiye. Pada 18 Maret 1915, armada Sekutu menyerang Selat Dardanella. Menurut Anadolu Ajansı, sistem derek untuk mengangkat peluru meriam rusak.

Peluru-peluru itu pun harus dipindahkan secara manual. Anadolu Ajansı menyebut bahwa Seyit Ali menaikkan peluru berat ke punggungnya dengan bantuan seorang rekan, Ali dari Niğde. Ia membawanya ke dudukan meriam dan menempatkannya di sana.

Menurut Wikipedia bahasa Inggris, ia naik pangkat menjadi kopral setelah serangan laut itu berhasil dipukul mundur. Karena itulah ia dikenal dalam sejarah sebagai Kopral Seyit.

Berapa kilogram yang diangkat Kopral Seyit?

Ada dua angka utama.

215 kilogram. Biografi dari Anadolu Ajansı, yang juga dimuat TRT Haber, menyebut bobot peluru yang diangkutnya sebesar 215 kilogram. Peneliti Şahin Aldoğan mengatakan kepada CNN Türk bahwa meriam nomor 3, tempat Seyit bertugas, menembakkan peluru berbobot 140, 190, dan 215 kilogram.

276 kilogram. Wikipedia bahasa Inggris memuat kisah bahwa ia mengangkut tiga peluru untuk meriam 240/35 milimeter. Masing-masing disebut berbobot 276 kilogram. Versi lain menyebut 275 kilogram.

Dalam laporan CNN Türk yang sama, İsmet Aygün membantah angka yang lebih tinggi itu. Ia merujuk pada terbitan Staf Umum: amunisi untuk meriam pantai 240/35 milimeter berbobot antara 140 dan 215 kilogram. Ia juga menjelaskan asal-usul angka yang lebih besar. Menurutnya, angka 215 keliru ditulis sebagai 215 kıyye dalam Harp Mecmuası. Kesalahan itulah, katanya, yang memunculkan kisah bobot 275–276 kilogram.

Apakah pelurunya pernah ditimbang?

Ya, tetapi ada batasannya. Rıdvan Arı dan Zafer Aydoğan menimbang sebuah peluru yang dipamerkan di Baterai Mecidiye. T24 memberitakan kegiatan tersebut. Peluru itu berkaliber 24 sentimeter. Arı berpendapat bahwa jenisnya sama dengan amunisi yang diangkut Seyit.

Timbangan menunjukkan 219 kilogram. Mereka mengurangi bobot selimut sebesar 5 kilogram. Lalu mereka menambahkan bobot sumbat sebesar 1 kilogram yang menurut mereka tidak terpasang. Hasilnya adalah 215 kilogram.

Anda perlu mencermati batas hasil ini. Yang ditimbang adalah peluru pajangan, bukan peluru yang diangkut Seyit. Hasilnya mendukung angka 215 kilogram, tetapi tidak membuktikan bobot peluru pada hari kejadian.

Bayangkan koper berat yang susah Anda angkat ke timbangan bandara. Sekarang bayangkan beban itu tanpa pegangan, di sebuah baterai meriam yang sedang dihujani tembakan dari laut. Gambaran ini membantu Anda memahami beratnya tugas tersebut, meskipun angka pastinya masih diperdebatkan.

Kapal apa yang dihantam Kopral Seyit?

Kisah yang populer menyebut kapal tempur Ocean. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Çanakkale menyatakan bahwa peluru seberat 275 kilogram menghantam perangkat kemudi Ocean. Menurut versi ini, kapal tersebut kemudian menabrak ranjau dan tenggelam.

Anzac Portal dikelola oleh Departemen Urusan Veteran Australia. Portal itu tidak memastikan kebenaran versi tersebut. Menurut keterangannya, ranjau mungkin menjadi penyebab kapal itu lumpuh. Portal itu juga menegaskan bahwa berbagai sumber memberikan keterangan berbeda.

Jadi, perlakukan pernyataan “Seyit menenggelamkan Ocean” sebagai kisah, bukan fakta yang sudah terbukti. Hal yang terdokumentasi adalah bahwa ia mengangkut peluru-peluru tersebut.

Dari mana asal Kopral Seyit?

Seyit Ali lahir pada September 1889 di Havran, Provinsi Balıkesir. Desanya saat itu bernama Manastır. Kini desa tersebut bernama Kocaseyit. Ayahnya bernama Abdurrahman dan ibunya Emine.

Menurut Wikipedia bahasa Turki, ia meninggal di desa yang sama. Makamnya berada di lingkungan Kocaseyit, Havran.

Mengapa Kopral Seyit terkenal?

Ia terkenal karena satu tindakan pada satu hari. Di tengah serangan 18 Maret 1915, ia terus memasok peluru ke sebuah meriam secara manual setelah dereknya rusak. Foto dirinya dengan Ali dari Niğde berdiri di belakangnya membuat sosoknya dikenal luas. Foto itu dimuat pada sampul edisi kedua Harp Mecmuası.

Kehidupannya setelah perang berlangsung tenang. Ia bekerja di bidang kehutanan dan pembuatan arang. Ia juga bekerja di pabrik minyak zaitun milik Hacı Osman Ağa.

Linimasa

  • September 1889: Seyit Ali lahir di desa yang kini bernama Kocaseyit, di Havran.
  • April 1909: Ia mulai menjalani dinas militer.
  • 1912: Ia ikut dalam Perang Balkan.
  • 18 Maret 1915: Ia dikenal karena peristiwa mengangkut peluru berat di Baterai Rumeli Mecidiye.
  • 1918: Ia selesai berdinas dan kembali ke desanya.
  • 1934: Ia mengambil nama keluarga Çabuk.
  • 1936: Wawancara dengan Gıyas Yetkin, yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Havran, mencatat kenangannya tentang perang.
  • 1 Desember 1939: Ia meninggal akibat pneumonia pada usia 50 tahun.
  • 2006: Monumen Koca Seyit dan museum dibangun di seberang makamnya di Havran.

Monumen dan museum Kopral Seyit: lokasi kunjungan

Ada dua lokasi. Anda bisa mengunjungi keduanya jika bepergian di kawasan ini.

Çanakkale. Monumen Kopral Seyit berdiri di Semenanjung Gallipoli (Gelibolu). Letaknya di sekitar Baterai Rumeli Mecidiye, di selatan Kilitbahir. Di sinilah peristiwa tahun 1915 itu berlangsung.

Havran. Monumen Koca Seyit dan museum dibangun pada 2006. Keduanya menghadap makamnya di lingkungan Kocaseyit. Museum ini memamerkan patung lilin Seyit. Anda juga bisa melihat pakaian, foto, dan dokumen militernya.

Setelah Anda mengunjungi baterai meriam, museum di Havran memperlihatkan sisi lain kisahnya: desa dan sosok yang pulang ke sana.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata

  • Peluru yang licin. Dalam wawancara tahun 1936 dengan Gıyas Yetkin, yang diterbitkan Pemerintah Kota Havran, Seyit mengatakan bahwa peluru berminyak itu terlepas dari tangannya. Ia menggosokkan tangannya ke tanah, lalu mengangkatnya lagi.
  • Foto yang terkenal. Foto itu memperlihatkan Seyit dengan Ali dari Niğde di belakangnya. Foto tersebut diterbitkan pada sampul edisi kedua Harp Mecmuası.
  • Foto yang direkayasa? Menurut keterangan Pemerintah Kota Havran, peluru dalam foto itu telah dikosongkan bagian dalamnya. Wikipedia bahasa Inggris menyebut bahwa peluru kayu digunakan dalam sesi pemotretan yang sama. Sumber-sumber berbeda pendapat, sehingga foto itu mungkin tidak mencerminkan bobot peluru sungguhan.
  • Pekerjaan yang tenang setelah perang. Seyit bekerja sebagai pekerja kehutanan dan pembuat arang, serta di sebuah pabrik minyak zaitun.
  • Patung di museum. Museum Kocaseyit memamerkan patung lilin dirinya bersama pakaian dan dokumen-dokumennya.

FAQ

Berapa kilogram yang diangkat Kopral Seyit?

Sumber berbeda pendapat. Anadolu Ajansı dan TRT Haber menyebut 215 kilogram. Wikipedia bahasa Inggris mengulang kisah bobot 276 kilogram. Penimbangan sebuah peluru yang dipamerkan di Baterai Mecidiye menghasilkan bobot 215 kilogram.

Dari mana asal Kopral Seyit?

Ia lahir pada September 1889 di sebuah desa di Havran, Balıkesir, yang kini bernama Kocaseyit. Nama desa itu sebelumnya adalah Manastır.

Kapal apa yang dihantam Kopral Seyit?

Menurut kisah yang populer, kapal tempur Ocean. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Çanakkale menyampaikan versi tersebut. Anzac Portal tidak membenarkannya dan menyebut bahwa ranjau mungkin telah melumpuhkan kapal itu.

Di mana monumen Kopral Seyit?

Satu monumen berada di dekat Baterai Rumeli Mecidiye, di selatan Kilitbahir, Semenanjung Gallipoli. Monumen Koca Seyit dan museum di Havran dibangun pada 2006 di seberang makamnya.

Apakah kisah Kopral Seyit benar-benar terjadi?

Tokoh dan peristiwanya tercatat dalam biografi serta wawancara tahun 1936. Bobot pasti peluru dan klaim tentang Ocean adalah bagian yang masih diperdebatkan.

Sumber

  1. Wikipedia bahasa Turki — Kopral Seyit tr.wikipedia.org
  2. Wikipedia bahasa Inggris — Seyit Çabuk en.wikipedia.org
  3. Pemerintah Kota Havran — Koca Seyit, Pahlawan Çanakkale havran.bel.tr
  4. Anadolu Ajansı — Pahlawan yang mengubah jalannya sejarah dengan peluru meriam di punggungnya aa.com.tr
  5. Anadolu Ajansı — Museum di desa Kopral Seyit menyambut pengunjung dengan wajah baru aa.com.tr
  6. CNN Türk — Klaim bahwa peluru yang diangkut Kopral Seyit berbobot 215 kilo cnnturk.com
  7. T24 — Peluru yang diangkat Kopral Seyit ternyata berbobot 214 kilo t24.com.tr
  8. TRT Haber / AA — Kopral Seyit, pahlawan Pertempuran Çanakkale, diperingati trthaber.com
  9. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Çanakkale — Kawasan Lindung-Monumen-Lapangan canakkale.ktb.gov.tr
  10. Departemen Urusan Veteran Australia — Benteng Kilitbahir dan Monumen Kopral Seyit anzacportal.dva.gov.au

FAQ

Berapa kilogram yang diangkat Kopral Seyit?

Sumber berbeda pendapat. Anadolu Ajansı dan TRT Haber menyebut 215 kilogram. Wikipedia bahasa Inggris mengulang kisah peluru seberat 276 kilogram. Penimbangan sebuah peluru yang dipamerkan di Baterai Mecidiye menghasilkan bobot 215 kilogram.

Dari mana asal Kopral Seyit?

Ia lahir pada September 1889 di sebuah desa di Havran, Balıkesir, yang kini bernama Kocaseyit. Nama desa itu sebelumnya adalah Manastır.

Kapal apa yang dihantam Kopral Seyit?

Menurut kisah yang populer, ia menghantam kapal tempur Ocean. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Çanakkale menyampaikan versi tersebut. Anzac Portal Australia tidak membenarkannya dan menyebut bahwa ranjau mungkin telah melumpuhkan kapal itu.

Di mana monumen Kopral Seyit?

Ada dua lokasi. Satu berada di dekat Baterai Rumeli Mecidiye, di selatan Kilitbahir, Semenanjung Gallipoli. Satunya lagi adalah Monumen Koca Seyit beserta museum di Havran, yang dibangun pada 2006 di seberang makamnya.

Apakah kisah Kopral Seyit benar-benar terjadi?

Tokoh dan peristiwanya terdokumentasi dalam biografi serta wawancara tahun 1936. Bobot pasti peluru dan klaim tentang Ocean adalah bagian yang masih diperdebatkan.

Image: Seyit Onbaşı (Harp Mecmuası).jpg — Harp Mecmuası, Sayı: 2, Kânûn-ı Evvel 1331 (1915), Public domain

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait