Di mana letak Arycanda?
Arycanda (Arykanda) adalah kota kuno Likia di Arif, distrik Finike, Provinsi Antalya. Letaknya di sebelah selatan Pegunungan Bey, di bawah tebing curam bernama Şahinkaya. Posisi di lereng berbatu ini menjelaskan pemandangan yang Anda jumpai: sebuah kota yang tersusun di atas teras-teras, dengan bangunan pada ketinggian berbeda di lereng bukit.
Jalur menuju situs mengikuti jalan Finike–Elmalı. Anda bisa mencapai situs arkeologi ini dengan kendaraan pribadi atau naik dolmuş dari Finike menuju Elmalı. Untuk menemukan lokasinya, ingat hubungan ketiga nama ini: Antalya adalah provinsi, Finike adalah distrik, dan Arif adalah lingkungan tempat kota kuno ini berada.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menghubungkan nama kota ini dengan kata Arykawanda dalam bahasa Luwia. Artinya dijelaskan sebagai “tempat di samping batu tinggi”. Jadi, Şahinkaya bukan sekadar bagian dari pemandangan. Menurut penafsiran kementerian, nama kota itu sendiri berkaitan dengan bentang berbatu tempat permukiman ini berkembang.
Bagaimana Arycanda dibangun di lereng bukit?
Arycanda menempati lima teras besar di lereng gunung. Bangunannya tersebar secara vertikal, bukan terkumpul pada satu bidang datar. Stadion termasuk bangunan yang letaknya paling tinggi, di bawah menara pengawas. Teater menempati teras di bawah stadion, sedangkan kompleks besar pemandian dan gimnasium berada di teras yang lebih rendah.
Hubungan antarlokasi ini membantu Anda memahami peninggalan yang ada. Sebuah tangga di sekitar bagian tengah stadion mengarah turun ke teater. Jalur ini memperlihatkan dengan jelas tata kota berteras tersebut. Hubungan antarbangunan di sini juga mencakup selisih ketinggian dan tangga yang menghubungkan setiap tingkat.
Kota ini juga memiliki agora, bouleuterion atau gedung dewan kota, serta vila dengan lantai yang sebagian tertutup mosaik. Di akropolis terdapat sisa kuil yang dipersembahkan kepada Trajanus dan Dewa Matahari Helios. Bangunan pemerintahan, rumah, dan bangunan keagamaan di berbagai tingkat itu merupakan bagian dari permukiman yang sama di lereng bukit.
Berapa usia Arycanda dan kapan masa kejayaannya?
Sejarah awal Arycanda perlu ditelaah dengan cermat. Dugaan bahwa kota ini didirikan pada milenium ke-2 SM melampaui apa yang dapat dipastikan dari sebagian besar temuannya. Portal Kebudayaan menyatakan bahwa, selain sebuah kapak batu, temuan yang ada belum cukup untuk menempatkan awal permukiman sebelum abad ke-5 SM. Benda dari masa awal dan bukti waktu berdirinya sebuah permukiman adalah dua jenis bukti yang berbeda.
Koin milik Kuprili dan Aquwami, penguasa pada abad ke-5 SM, telah ditemukan di Arycanda. Pada abad ke-2 SM, kota ini sudah mencetak koin sebagai anggota Liga Likia. Temuan tersebut memberikan titik waktu yang jelas untuk menelusuri sejarah kota, tanpa menganggap dugaan tentang masa pendirian paling awalnya sebagai kepastian.
Arycanda menjadi kaya terutama melalui perdagangan kayu. Kota ini berada di jalur transportasi penting di Likia timur, sehingga kemakmurannya berkaitan dengan pergerakan barang. Masa paling makmur berlangsung pada abad ke-2 dan ke-3 M. Sejarahnya menghubungkan lingkungan pegunungan dengan perdagangan di jalur regional yang penting.
Linimasa
- Abad ke-5 SM: Koin Kuprili dan Aquwami termasuk temuan dari periode ini di Arycanda.
- Abad ke-2 SM: Arycanda mencetak koin sebagai anggota Liga Likia.
- Abad ke-1 M: Stadion dibangun di bagian tinggi lereng bukit.
- Abad ke-2–ke-3 M: Kota mengalami masa paling makmur.
- 240 M: Gempa besar merusak kota, yang kemudian diperbaiki sebagian.
- Abad ke-11: Bukti menunjukkan bahwa permukiman Bizantium yang dikenal sebagai Akalanda atau Orykanda masih ada hingga abad ini.
- 1838: Menurut catatan museum kementerian, Charles Fellows mengidentifikasi Arycanda melalui prasasti makam dan koin yang ditemukan di permukaan tanah.
- 1971: Cevdet Bayburtluoğlu memulai penggalian sistematis.
- 2011: Vahit Macit Tekinalp dari Universitas Hacettepe mengambil alih kepemimpinan penggalian.
Apa saja yang bisa dilihat di Arycanda?
Stadion dibangun pada abad ke-1 M. Letaknya yang tinggi menjadikannya salah satu bangunan tertinggi di kota setelah menara pengawas. Teater berada di teras bawahnya. Dengan melihat kedua bangunan ini bersama-sama, Anda dapat memahami susunan bagian atas kota melalui penghubung yang terdokumentasi: tangga yang menurun dari stadion.
Odeon berasal dari masa pemerintahan Kaisar Hadrianus. Di bagian lain terdapat bouleuterion, bangunan yang digunakan oleh dewan kota. Bersama teater dan stadion, bangunan-bangunan ini merupakan bagian dari arsitektur publik Arycanda. Masing-masing menambah jenis bangunan yang dapat dikenali di antara peninggalan yang tersebar di teras-teras kota.
Di agora, toko dibuat dengan memahat batu. Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari mudah dibayangkan: ingat toko-toko yang Anda lewati saat berbelanja. Di Arycanda, ruang toko yang masih tersisa menghadirkan gambaran kegiatan perdagangan. Toko-toko itu juga memperlihatkan hubungan langsung antara bangunan kota dan tanah berbatunya.
Vila-vila masih menyimpan lantai yang sebagian tertutup mosaik. Di teras yang lebih rendah, kompleks besar pemandian dan gimnasium termasuk bangunan Arycanda yang paling terawat. Peninggalan ini memperluas cakupan kunjungan melampaui bangunan publik di bagian atas. Rumah dan kompleks pemandian sama jelasnya menjadi bagian dari kota yang tersisa seperti teater dan stadionnya.
Di akropolis, sisa-sisa kuil dikaitkan dengan Trajanus dan Helios. Peninggalan masa Kristen mencakup basilika di Nal Tepe dan sebuah gereja di nekropolis timur. Dengan demikian, bangunan keagamaan Arycanda mewakili berbagai periode permukiman. Buktinya ditemukan di akropolis maupun di luar kawasan itu.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan
Stadion hanya memiliki tempat duduk di satu sisi. Setelah titik tertentu, lintasan larinya juga membentuk trapesium. Selain penanggalannya ke abad ke-1 M, detail-detail ini patut diperhatikan. Saat memeriksa denah stadion, amati posisi tempat duduk dan perubahan bentuk lintasannya.
Arycanda tidak memiliki tembok kota. Sebagai gantinya, dinding teras menjalankan sebagian fungsi pertahanan. Teras yang mengatur posisi bangunan di lereng bukit sekaligus membantu melindungi kota. Ini merupakan ciri khusus tata ruang Arycanda: susunan bertingkatnya memiliki peran selain menyediakan tempat untuk bangunan.
Sistem airnya memberikan contoh lain pengerjaan dengan memahat batu. Jalur utamanya terdiri atas saluran yang dipahat pada empat tingkat terpisah di batu tempat Aykırıçay muncul. Jumlah tingkat ini penting. Sistem tersebut tersusun melalui beberapa saluran pahatan batu, melengkapi infrastruktur kota di samping teras, toko, dan bangunan publiknya.
Menurut informasi pengunjung dari kementerian, luas nekropolis beberapa kali lebih besar daripada kawasan yang ditempati bangunan resmi dan pribadi. Di nekropolis timur, makam-makam monumental membentuk teras yang saling bersandar. Makam-makam ini berasal dari abad ke-2 M. Dengan demikian, kawasan pemakaman meneruskan pola berteras hingga ke luar area bangunan utama.
Penggalian di sebelah utara Pemandian Lereng Bukit menghasilkan 77 koin. Peneliti dapat membaca 67 di antaranya dan menentukan bahwa koin-koin tersebut berasal dari rentang abad ke-4 SM hingga abad ke-4 M. Perbedaan antara jumlah keseluruhan dan kelompok yang terbaca perlu diperhatikan: rentang waktu itu berlaku untuk koin yang berhasil diidentifikasi.
Di area sepanjang sekitar 29 meter di sebelah utara pemandian yang sama, penggali mengidentifikasi enam ruang yang berbagi dinding. Mereka juga menemukan tungku pembakaran kapur yang dibangun di atas sebuah bengkel dalam rangkaian tahap penggunaan kawasan tersebut. Temuan ini menunjukkan bagaimana penggalian dapat membedakan perubahan dalam area kecil, di samping mengungkap bangunan besar yang terlihat di seluruh kota.
Gambar kepala dengan pancaran sinar pada koin Arycanda juga memunculkan penafsiran berbeda. Sejumlah publikasi mengidentifikasinya sebagai Sozon. Tekinalp dan Sancaktar menilai Helios lebih mungkin, berdasarkan bukti kuil dan prasasti di kota ini. Pembacaan mereka tetap merupakan penafsiran yang didukung temuan lain tersebut, bukan identifikasi yang diterima tanpa perdebatan.
Apa yang terjadi setelah gempa?
Gempa besar melanda Arycanda pada 240 M. Setelahnya, kota diperbaiki sebagian. Batasan ini penting: tindakan yang tercatat adalah perbaikan sebagian. Peristiwa tersebut terjadi dalam rentang masa kejayaan Arycanda, yang menurut kementerian berlangsung pada abad ke-2 dan ke-3 M.
Pada masa Bizantium, permukiman ini disebut Akalanda atau Orykanda. Keberadaannya dapat ditelusuri hingga abad ke-11. Basilika di Nal Tepe dan gereja di nekropolis timur termasuk peninggalan masa Kristen yang menjadi bagian dari sejarah akhir situs ini.
Bagaimana Arycanda diidentifikasi dan digali?
Catatan museum kementerian menyebut Charles Fellows sebagai orang yang mengidentifikasi Arycanda pada 1838 melalui prasasti makam dan koin yang ditemukan di permukaan tanah. Kedua jenis bukti itu membantu mengenali situs ini. Identifikasi tersebut menghubungkan peninggalan makam dengan bukti koin yang juga membantu menetapkan sebagian kronologi kuno kota.
Cevdet Bayburtluoğlu memulai penggalian sistematis pada 1971 dan memimpinnya hingga 2010. Vahit Macit Tekinalp dari Universitas Hacettepe mengambil alih pada 2011. Publikasi mengenai koin dan ruang-ruang di sebelah utara Pemandian Lereng Bukit menambahkan bukti arkeologi terperinci pada stadion, kuil, makam, dan peninggalan besar lainnya.
FAQ
Di mana letak Arycanda di Turki?
Arycanda berada di Arif, distrik Finike, Provinsi Antalya. Letaknya di sebelah selatan Pegunungan Bey, di kaki Şahinkaya.
Bagaimana cara mencapai Arycanda dari Finike?
Ikuti jalan Finike–Elmalı. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau naik dolmuş yang berangkat dari Finike menuju Elmalı.
Apa saja peninggalan utama di Arycanda?
Peninggalannya mencakup stadion, teater, odeon, agora, gedung dewan kota, vila berlantai mosaik, kompleks pemandian dan gimnasium, kuil, serta makam monumental.
Berapa usia Arycanda?
Koin dari abad ke-5 SM memberikan bukti awal yang dapat ditentukan waktunya. Pendirian pada milenium ke-2 SM pernah diajukan, tetapi temuan yang ada belum cukup untuk memastikannya.
Sumber
- Portal Kebudayaan — Kota Kuno Arykanda kulturportali.gov.tr
- Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Situs Arkeologi Arykanda muze.gov.tr
- Wikipedia — Arycanda en.wikipedia.org
- Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Direktorat Jenderal Promosi — Tempat untuk Dikunjungi tanitma.ktb.gov.tr
- Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Antalya — Arykanda antalya.ktb.gov.tr
- Universitas Yozgat Bozok — Proyek Penggalian: Arykanda bozok.edu.tr
- Tekinalp dan Sancaktar — Höyük, 2024, Edisi 13 hoyuk.gov.tr
FAQ
Di mana letak Arycanda?
Arycanda berada di Arif, distrik Finike, Provinsi Antalya. Letaknya di sebelah selatan Pegunungan Bey, di bawah tebing curam bernama Şahinkaya.
Bagaimana cara ke Arycanda dari Finike?
Anda dapat mencapai situs ini melalui jalan Finike–Elmalı dengan kendaraan pribadi atau naik dolmuş dari Finike menuju Elmalı.
Apa saja yang bisa dilihat di Arycanda?
Peninggalannya mencakup stadion, teater, odeon, agora, gedung dewan kota, vila dengan lantai yang sebagian tertutup mosaik, kompleks pemandian dan gimnasium, kuil, serta makam monumental.
Berapa usia Arycanda?
Koin Kuprili dan Aquwami berasal dari abad ke-5 SM. Dugaan bahwa permukiman ini bermula pada milenium ke-2 SM masih belum pasti karena temuan selain sebuah kapak batu belum cukup mendukung penanggalan yang lebih awal tersebut.
Image: Arycanda 3894.jpg — Dosseman, CC BY-SA 4.0






