Anda mungkin mengenal Bagan (nama Turki: Bagan) lewat foto: dataran yang rata, sungai, dan puncak-puncak kuil di segala arah. Di balik pemandangan itu ada ibu kota yang nyata, kerajaan yang nyata, serta perdebatan di kalangan sejarawan. Artikel ini mengajak Anda menelusuri ketiganya.
Bagan, Myanmar: Di Mana Letaknya?
Bagan, yang dahulu disebut Pagan, berada di Wilayah Mandalay, Myanmar. Letaknya di dataran tengah, pada kelokan Sungai Ayeyarwady. Jika Anda mencari “di mana letak Bagan” atau “lokasi Bagan Myanmar”, jawaban singkatnya adalah dataran sungai di bagian tengah negara itu.
Sungai tersebut juga penting dalam penetapan kawasan warisannya. UNESCO menjelaskan bahwa kawasan warisan Bagan terdiri atas delapan komponen. Salah satunya berada di seberang Sungai Ayeyarwady, terpisah dari tujuh komponen lainnya.
Apa Itu Bagan?
Bagan merupakan ibu kota Kerajaan Pagan. Kerajaan ini berkuasa antara abad ke-9 dan ke-13. Wilayah-wilayah yang kelak membentuk Myanmar modern dipersatukan oleh kerajaan tersebut.
Kota ini juga menjadi pusat kegiatan di luar politik. Menurut perkiraan yang dikutip Wikipedia bahasa Turki, lebih dari 10,000 kuil Buddha, pagoda, dan biara dibangun di dataran itu antara abad ke-11 dan ke-13. Jumlah tersebut menunjukkan pembangunan berskala sangat besar dalam beberapa abad.
UNESCO menjelaskan pendorongnya. Sumbangan untuk memperoleh pahala keagamaan membiayai pembangunan kuil-kuil tersebut. Pembangunan mencapai puncaknya pada abad ke-13.
Ada Berapa Kuil di Bagan? Dua Angka, Dua Makna
Sebutan “2,000 kuil” merupakan angka pembulatan. Ada dua angka dengan dasar sumber yang lebih kuat. Keduanya menghitung hal yang berbeda.
- Wikipedia bahasa Turki menyebut lebih dari 2,200 kuil dan pagoda masih berdiri.
- Inventaris UNESCO mencatat 3,595 monumen. Kategori ini lebih luas, mencakup stupa, kuil, dan bangunan Buddha lainnya.
Bayangkan laporan rekening Anda. Satu baris menunjukkan saldo rekening, sementara bagian lain mencatat seluruh transaksi yang pernah Anda lakukan. Keduanya benar. Yang diukur saja berbeda. Begitu pula dengan angka-angka Bagan.
Kawasan yang terdaftar sangat luas. Bagan masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2019. Kawasan yang ditetapkan mencakup 5,005.49 hektare.
Para Raja yang Membangun Bagan
Berkas nominasi Bagan menyebut Anawrahta sebagai penguasa Bagan pertama yang keberadaannya didukung bukti kuat. Ia memerintah pada 1044–1077. Rentang ini memberi Anda titik acuan untuk memahami sejarah awal kerajaan tersebut.
Tiga bangunan memperlihatkan perkembangan kota sepanjang abad ke-12:
- Kuil Ananda. Dibangun pada awal abad ke-12. Survei Arkeologi India kemudian melakukan konservasi struktur dan perawatan kimia di sana.
- Thatbyinnyu. Berasal dari 1150–1151. Dengan tinggi 66 meter, bangunan ini merupakan kuil tertinggi di Bagan.
- Dhammayangyi. Inilah kuil terbesar di Bagan. Pembangunannya diperkirakan berlangsung pada 1167–1170, pada masa pemerintahan Raja Narathu.
Jadi, kuil tertinggi dan kuil terbesar adalah dua bangunan berbeda. Ingat hal ini saat Anda merencanakan kunjungan: yang satu menjulang tinggi, sementara yang lain memiliki ukuran bangunan paling besar.
Kubilai Khan dan Kerajaan Pagan
Konflik dengan bangsa Mongol berawal dari tuntutan upeti. Pada 1271–1272, bangsa Mongol meminta upeti dari Pagan. Raja Narathihapate menolak. Kubilai Khan (Kubilay Han) kemudian mengirim utusan kedua pada 1273.
Perang pun menyusul. Rangkaian serangan Mongol pertama dalam perang antara Dinasti Yuan yang dipimpin Kubilai Khan dan Kerajaan Pagan berlangsung pada 1277–1287.
Dalam serangan pada 1283–1285, pasukan Mongol maju hingga Tagaung dan Hanlin. Mereka memaksa Narathihapate melarikan diri ke Burma Hilir.
Sang raja tidak bertahan lama setelah krisis itu. Pada Juli 1287, putranya, Thihathu, membunuhnya. Akibatnya, kekuasaan pusat yang seharusnya dapat melaksanakan kesepakatan kerajaan dengan bangsa Mongol pun runtuh.
Benarkah Bangsa Mongol Menghancurkan Bagan?
Kisah tradisional menyebut bangsa Mongol merebut Bagan pada 1287. Dari sinilah muncul ungkapan dramatis tentang “kerajaan yang dihancurkan Kubilai Khan”.
Penelitian yang lebih baru memberikan pandangan berbeda. Menurut penelitian tersebut, pasukan Mongol kemungkinan tidak pernah mencapai kota itu. Kalaupun sampai, kerusakan yang mereka timbulkan terbatas.
Penjelasan lain melangkah lebih jauh. Sejarawan Michael Aung-Thwin lebih mengaitkan kemunduran Bagan dengan para penguasa daerah daripada dengan penghancuran oleh bangsa Mongol. Invasi tersebut memperkuat para penguasa daerah, yang kemudian membangun pusat-pusat kekuasaan baru.
Akhir resminya datang belakangan. Pada Desember 1297, Kerajaan Myinsaing menjadi kekuatan baru di Burma Hulu. Bagan pun resmi kehilangan status sebagai ibu kota.
Kesimpulan yang paling dapat diandalkan adalah sebagai berikut. Serangan Mongol sangat melemahkan kerajaan dan memaksa rajanya melarikan diri. Namun, apakah mereka benar-benar meratakan kotanya masih diragukan.
Kronologi
- 650–830 M: Sebagian gundukan sisa produksi keramik di Otein Taung ditentukan berasal dari rentang ini melalui penanggalan radiokarbon.
- 1044–1077: Anawrahta memerintah. Ia merupakan penguasa Bagan pertama yang keberadaannya didukung bukti kuat.
- Awal abad ke-12: Kuil Ananda dibangun.
- 1150–1151: Kuil Thatbyinnyu, setinggi 66 meter, dibangun.
- 1167–1170: Kuil Dhammayangyi diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Raja Narathu.
- 1277–1287: Perang Mongol pertama antara Dinasti Yuan dan Kerajaan Pagan berlangsung.
- Juli 1287: Narathihapate dibunuh dan kekuasaan pusat runtuh.
- Desember 1297: Bagan resmi kehilangan status sebagai ibu kota.
- 1975: Gempa bumi merusak parah banyak monumen.
- 2015: Prasasti Myazedi masuk Register Memori Dunia UNESCO.
- Agustus 2016: Gempa bermagnitudo 6.8 merusak ratusan monumen di Bagan.
- 2019: Bagan masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.
Detail yang Tidak Akan Anda Temukan dalam Buku Panduan Wisata
Penanggalan radiokarbon dari masa sebelum kuil-kuil berdiri. Sebuah penelitian pada 2001 oleh Hudson, Nyein Lwin, dan Win Maung menggunakan penanggalan radiokarbon pada sebagian gundukan sisa produksi keramik di Otein Taung. Hasilnya menunjukkan rentang 650–830 M.
Tiruan tempat suci di India. Kuil Mahabodhi di Bagan, yang diperkirakan berasal dari sekitar 1218, merupakan tiruan kecil Kuil Mahabodhi di Bodh Gaya, India.
Batu bertuliskan empat bahasa. Prasasti Myazedi dari abad ke-12 memuat tulisan pada keempat sisinya dalam bahasa Pyu, Mon, Burma, dan Pali. UNESCO memasukkannya ke Register Memori Dunia pada 2015.
Pemindaian tepat sebelum gempa. Pada Juni 2016, CyArk mengumpulkan gambar dan hasil pemindaian di empat kuil Bagan. Gempa terjadi tak lama kemudian. Data tersebut digunakan sebagai pembanding untuk mengukur kerusakan.
Perbaikan lama justru merusak. Setelah gempa, Institut Riset Nasional untuk Properti Budaya Tokyo memeriksa lukisan dinding pada September 2016. Pemeriksaan itu menemukan bahwa beberapa bahan yang digunakan dalam pemugaran sebelumnya telah merusak lukisan.
Gempa Bumi dan Perbaikan
Monumen-monumen ini telah bertahan selama berabad-abad, tetapi tetap mengalami kerusakan. Gempa 1975 merusak parah banyak di antaranya. Setelah itu, proyek konservasi UNESCO dan UNDP memulihkan sejumlah lukisan dinding yang dipilih.
Lalu terjadi gempa pada Agustus 2016. Menurut berkas nominasi Bagan untuk UNESCO, gempa bermagnitudo 6.8 tersebut merusak 389 monumen. Sebanyak 17 monumen kecil hancur total.
Bagan tetap menjadi tempat yang hidup. Penilaian ICCROM pada 2016 menyebutnya sebagai pusat ibadah dan ziarah yang aktif. Lebih dari 300 kuilnya memiliki lukisan dinding yang penting.
Jika Anda berkunjung, ingatlah bahwa kuil-kuil ini bukan sekadar benda pajangan museum. Orang-orang masih beribadah di dalamnya.
FAQ
Di mana letak Bagan?
Bagan berada di Wilayah Mandalay, Myanmar, di dataran tengah yang terletak pada kelokan Sungai Ayeyarwady.
Apakah Bagan memiliki 2,000 kuil?
Jumlahnya lebih banyak. Wikipedia bahasa Turki menyebut lebih dari 2,200 kuil dan pagoda masih berdiri. UNESCO mencatat 3,595 monumen. Kategori ini lebih luas karena mencakup stupa, kuil, dan bangunan Buddha lainnya.
Apakah Kubilai Khan menghancurkan Bagan?
Pasukannya berperang melawan Kerajaan Pagan antara 1277 dan 1287 serta turut menyebabkan perpecahannya. Kisah lama menyebut bangsa Mongol merebut Bagan pada 1287. Penelitian yang lebih baru menyatakan pasukan itu kemungkinan tidak pernah mencapai kota tersebut. Kalaupun sampai, kerusakan yang ditimbulkannya terbatas.
Kapan Bagan berhenti menjadi ibu kota?
Bagan resmi kehilangan status sebagai ibu kota pada Desember 1297, ketika Kerajaan Myinsaing menjadi kekuatan baru di Burma Hulu.
Kapan Bagan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO?
UNESCO menetapkan Bagan sebagai Situs Warisan Dunia pada 2019. Kawasan yang terdaftar mencakup 5,005.49 hektare.
Sumber
- Pusat Warisan Dunia UNESCO — Bagan whc.unesco.org
- Wikipedia bahasa Turki — Bagan tr.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Inggris — Bagan en.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Inggris — Invasi Mongol pertama ke Burma en.wikipedia.org
- Myanmar — Berkas nominasi Warisan Dunia Bagan, Volume I whc.unesco.org
- Hudson, Nyein Lwin dan Win Maung — Asal-usul Bagan: Penanggalan Baru dan Penduduk Lama researchgate.net
- Memori Dunia UNESCO — Prasasti Batu Myazedi dalam Empat Bahasa unesco.org
- Kantor Perdana Menteri India — Perdana Menteri mengunjungi Kuil Ananda, Bagan pmindia.gov.in
- Delegasi Tetap Jepang untuk UNESCO — Kawasan Bersejarah Bagan, Myanmar unesco.emb-japan.go.jp
- Institut Riset Nasional untuk Properti Budaya Tokyo — Pemeriksaan Lukisan Dinding yang Rusak di Bagan tobunken.go.jp
- CyArk — Menggunakan Teknologi untuk Membantu Memulihkan Bagan artsandculture.google.com
- ICCROM — ICCROM mendukung Myanmar setelah gempa bumi iccrom.org
FAQ
Di mana letak Bagan?
Bagan berada di Wilayah Mandalay, Myanmar, di dataran tengah yang terletak pada kelokan Sungai Ayeyarwady.
Apakah Bagan memiliki 2,000 kuil?
Jumlahnya lebih banyak. Wikipedia bahasa Turki menyebut lebih dari 2,200 kuil dan pagoda masih berdiri. UNESCO mencatat 3,595 monumen. Kategori ini lebih luas karena mencakup stupa, kuil, dan bangunan Buddha lainnya.
Apakah Kubilai Khan menghancurkan Bagan?
Pasukannya berperang melawan Kerajaan Pagan antara 1277 dan 1287 serta turut menyebabkan perpecahannya. Kisah lama menyebut bangsa Mongol merebut Bagan pada 1287. Penelitian yang lebih baru menyatakan pasukan itu kemungkinan tidak pernah mencapai kota tersebut. Kalaupun sampai, kerusakan yang ditimbulkannya terbatas.
Kapan Bagan berhenti menjadi ibu kota?
Bagan resmi kehilangan status sebagai ibu kota pada Desember 1297, ketika Kerajaan Myinsaing menjadi kekuatan baru di Burma Hulu.
Kapan Bagan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO?
UNESCO menetapkan Bagan sebagai Situs Warisan Dunia pada 2019. Kawasan yang terdaftar mencakup 5,005.49 hektare.
Image: Bagan, Myanmar, Htilominlo Temple and other Buddhist stupas in Bagan plain.jpg — Vyacheslav Argenberg, CC BY 4.0






