Bayangkan Anda memimpin armada berisi 13 kapal perang untuk menghadapi sedikitnya 133 kapal musuh. Kebanyakan komandan akan menganggap kekalahan sudah di depan mata. Laksamana Yi Sun-sin (dalam bahasa Turki: Yi Sun-sin) justru melihat peluang. Ia pun menang.
Artikel ini menjelaskan bagaimana seorang laksamana Korea menghentikan invasi lewat laut pada akhir 1500-an. Anda juga akan mengenal kapal kura-kura, kisah kematiannya, dan tempat-tempat yang mengenang jasanya hingga kini.
Mengapa Jepang Menyerbu Korea pada 1592?
Perang dimulai pada musim semi 1592. Toyotomi Hideyoshi melancarkan invasi itu. Sasaran sebenarnya adalah Tiongkok di bawah Dinasti Ming. Ia ingin menaklukkannya. Korea hendak dijadikan jalur lintasan dan pangkalan operasi.
Konflik ini dikenal sebagai Perang Imjin. Perang berlangsung dari 1592 hingga 1598. Korea tidak berjuang sendirian. Tiongkok di bawah Dinasti Ming mengirim pasukan darat dan laut untuk membantu perlawanan.
Laut menjadi penentu karena pasukan yang menyeberangi laut juga membutuhkan pasokan lewat laut. Kemenangan armada Korea atas angkutan laut Jepang mempersulit pasukan penyerbu mempertahankan jalur pasokan vital mereka. Inilah inti kisahnya. Yi Sun-sin tidak perlu mengalahkan setiap prajurit. Ia perlu membuat laut menjadi wilayah yang tidak aman bagi Jepang.
Siapa Laksamana Yi Sun-sin?
Yi Sun-sin hidup dari 28 April 1545 hingga 16 Desember 1598, pada masa Dinasti Joseon. Ia lahir di Geoncheon-dong, yang kini termasuk distrik Jung-gu di Seoul.
Kariernya bermula di darat. Pada 1576, ia lulus ujian militer. Ia ditempatkan di pos perbatasan Dongguibibo di wilayah Hamgyeong. Jabatan pertamanya di angkatan laut datang pada Juli 1580. Saat itu, ia diangkat menjadi komandan Balpojin. Balpojin berada di bawah Distrik Angkatan Laut Kiri Jeolla.
Pada 1593, ia menjadi panglima tertinggi angkatan laut tiga provinsi. Saat itu, ia sudah menjalani pertempuran-pertempuran yang mengharumkan namanya.
Apa Itu Kapal Kura-kura?
Kapal kura-kura adalah kapal perang Korea dengan geladak tertutup. Mitos yang sering beredar menyebut Yi Sun-sin sebagai penciptanya. Itu keliru. Ia menyempurnakan rancangan Korea yang sudah ada sebelum masanya dan menyesuaikannya dengan taktik tempurnya.
Perbedaan ini penting agar Anda memahami kisahnya dengan tepat. Yi bukan penemu tunggal dengan senjata ajaib. Ia mengambil sarana yang sudah tersedia dan menggunakannya dengan terampil.
Pengetahuan kita tentang kapal ini juga terbatas. Hanya sedikit uraian dari zamannya yang masih bertahan. U.S. Naval Institute mencatat bahwa rekonstruksi modern yang paling dihormati sekalipun memuat unsur spekulatif. Saat melihat replika, Anda sedang melihat perkiraan yang dibuat berdasarkan pengetahuan yang tersedia.
Bagaimana Korea Mengalahkan Angkatan Laut Jepang?
Rangkaian operasi Yi pada 1592 memperlihatkan pola yang jelas. Ia memadukan daya tembak dengan penempatan armada yang cerdik.
- Okpo: Armadanya membombardir kapal-kapal Jepang dengan artileri.
- Sacheon: Sebuah kapal kura-kura memimpin serangan Korea. Kapal itu menghancurkan 12 kapal Jepang.
- Hansan: Yi memancing kapal-kapal Jepang ke perairan terbuka. Lalu ia mengepung mereka dengan formasi sayap bangau yang berbentuk setengah lingkaran.
Polanya sederhana. Pilih lokasi. Tembakkan meriam. Tutup kepungan. Kapal kura-kura hanyalah salah satu bagian dari rencana itu. Artileri dan taktik sama pentingnya.
Bayangkan sebuah pertandingan sepak bola. Pelatih yang baik tidak hanya mengandalkan satu pemain bintang. Ia mengatur seluruh tim agar sang bintang bisa tampil maksimal. Yi melakukan hal serupa dengan armadanya.
Pencopotan, Bencana, dan Myeongnyang
Pada 1597, Yi dicopot dari jabatannya. Ia menolak perintah yang dicurigainya sebagai siasat Jepang. Won Gyun menggantikannya.
Hasilnya adalah bencana. Pada Agustus 1597, armada Korea di bawah Won Gyun mengalami kekalahan telak di Chilchonryang. Yi kemudian diangkat kembali sebagai panglima.
Lalu tibalah pertempuran di Myeongnyang pada 1597. Yi menang dengan 13 kapal perang Korea melawan sedikitnya 133 kapal perang Jepang. Ini merupakan salah satu kemenangan laut paling terkenal dalam sejarah. Perbandingan jumlah kapalnya menjelaskan alasannya.
Ada satu hal yang mengejutkan banyak pembaca. Tak satu pun dari 13 kapal itu merupakan kapal kura-kura. Kemenangan tersebut lahir dari kepemimpinan sang laksamana, bukan dari kapal khusus.
Bagaimana Yi Sun-sin Meninggal?
Yi Sun-sin gugur pada 16 Desember 1598. Ia tewas akibat luka tembak dalam Pertempuran Noryang. Noryang adalah pertempuran laut besar terakhir dalam perang tersebut.
Ia tidak sempat menyaksikan berakhirnya perang. Namun, saat itu perjuangannya di laut sudah membuat Jepang jauh lebih sulit melanjutkan invasi.
Linimasa
- 28 April 1545: Yi Sun-sin lahir di wilayah yang kini menjadi Seoul.
- 1576: Ia lulus ujian militer dan mulai bertugas di pos perbatasan.
- Juli 1580: Ia diangkat menjadi komandan angkatan laut di Balpojin.
- 1592: Invasi Jepang dimulai. Korea menang di Okpo, Sacheon, dan Hansan.
- 1593: Ia menjadi panglima tertinggi angkatan laut tiga provinsi.
- 1597: Ia dicopot. Setelah kekalahan di Chilchonryang, ia diangkat kembali dan menang di Myeongnyang.
- 16 Desember 1598: Ia gugur dalam Pertempuran Noryang.
- 1795: Catatan hariannya dimasukkan ke dalam kumpulan karyanya dengan judul Nanjung Ilgi.
- 2013: Nanjung Ilgi masuk dalam Register Memory of the World UNESCO.
Detail yang Tidak Akan Anda Temukan dalam Buku Panduan Wisata
- Duri tersembunyi. Kapal kura-kura memiliki duri besi di atapnya. Tujuannya untuk mencegah prajurit musuh melompat naik. Saat pertempuran, duri-duri itu disembunyikan di bawah tikar jerami.
- Kepala naga. Kepala naga di haluan kapal kura-kura dapat digunakan untuk menembakkan meriam atau mengeluarkan asap belerang.
- Perdebatan lapisan besi. Ada yang menyebut kapal kura-kura sebagai kapal perang berlapis besi pertama di dunia. Sejarawan Marc Jason Gilbert tidak sependapat. Menurutnya, lapisan pelindung logam yang berat akan menimbulkan masalah bobot dan keseimbangan.
- Tidak ada kapal kura-kura di Myeongnyang. Tak satu pun dari 13 kapal di sana merupakan kapal kura-kura.
- Judul yang tidak pernah ia pilih. Yi tidak menamai catatan hariannya Nanjung Ilgi. Judul itu diberikan pada 1795, saat catatan hariannya dimasukkan ke dalam kumpulan karyanya atas perintah Raja Jeongjo.
- Angka pada sebuah jembatan. Jembatan Yi Sun-sin menghubungkan Gwangyang dan Yeosu. Bentang utamanya sepanjang 1.545 meter. Angka itu melambangkan tahun kelahirannya.
Catatan Harian Perang: Nanjung Ilgi
Yi meninggalkan catatan langsung dari pengalamannya. Catatan harian perang tulisan tangannya, Nanjung Ilgi, terdiri atas tujuh jilid. Isinya mencakup catatan hampir setiap hari dari Januari 1592 hingga November 1598.
UNESCO memasukkannya ke dalam Register Internasional Memory of the World pada 2013. Jika Anda ingin mendengar kisah sang laksamana melalui kata-katanya sendiri, inilah sumbernya.
Patung, Alun-alun, dan Jembatan Yi Sun-sin
Jika berwisata ke Korea, Anda bisa mengunjungi beberapa tempat yang berkaitan dengannya.
- Patung: Patung Laksamana Yi Sun-sin berdiri di Alun-alun Gwanghwamun di Seoul, dengan alamat 175 Sejong-daero.
- Alun-alun: Alun-alun Yi Sunsin berada di distrik Jungang-dong, Yeosu. Di sana terdapat replika kapal kura-kura berukuran asli yang bisa Anda masuki. Ingat penjelasan sebelumnya: replika seperti ini memuat sebagian unsur perkiraan.
- Jembatan: Jembatan Yi Sun-sin menghubungkan Gwangyang dan Yeosu.
Ada pula cara sederhana untuk menjumpainya dalam keseharian. Wajahnya tertera pada koin 100 won Korea Selatan. Jika suatu saat mendapatkannya sebagai uang kembalian, Anda sedang menggenggam sosok sang laksamana.
Yi Sun-sin di Korea Utara dan Korea Selatan
Ia tidak hanya diakui oleh satu pihak di perbatasan. Sebuah penelitian akademis pada 2019 oleh Cho dan Hong menyatakan bahwa Yi Sun-sin diterima sebagai pahlawan nasional di Korea Utara maupun Korea Selatan.
Yi Sun-sin dalam Film
Sutradara Kim Han-min membuat trilogi tentang dirinya.
FAQ
Apakah Yi Sun-sin menciptakan kapal kura-kura?
Tidak. Ia menyempurnakan rancangan Korea yang lebih dahulu ada dan menyesuaikannya dengan taktiknya.
Bagaimana Yi Sun-sin meninggal?
Ia gugur akibat luka tembak pada 16 Desember 1598 dalam Pertempuran Noryang, pertempuran laut besar terakhir dalam perang tersebut.
Apakah kapal kura-kura dilapisi besi?
Hal ini masih diperdebatkan. Marc Jason Gilbert berpendapat bahwa lapisan pelindung logam yang berat akan menimbulkan masalah bobot dan keseimbangan.
Di mana saya bisa melihat replika kapal kura-kura?
Alun-alun Yi Sunsin di Yeosu memiliki replika berukuran asli yang bisa dimasuki pengunjung.
Apakah ia juga menjadi pahlawan di Korea Utara?
Ya. Sebuah penelitian pada 2019 menyatakan bahwa kedua Korea menerimanya sebagai pahlawan nasional.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — Yi Sun-sin tr.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Inggris — Yi Sun-sin en.wikipedia.org
- Sejong Center — Kisah Laksamana Yi Sunshin sejongpac.or.kr
- U.S. Naval Institute — Kunci-Kunci yang Saling Melengkapi untuk Kemenangan di Laut usni.org
- Education About Asia — Marc Jason Gilbert, Laksamana Yi Sun–Shin, Kapal Kura-kura, dan Sejarah Asia Modern educationaboutasia.org
- UNESCO — Nanjung Ilgi: Catatan Harian Perang Laksamana Yi Sun-sin unesco.org
- Portal Korea Memory of the World — Struktur dan pendaftaran Nanjung Ilgi kmowkc.org
- Organisasi Pariwisata Korea — Patung Laksamana Yi Sun-Shin english.visitkorea.or.kr
- Organisasi Pariwisata Korea — Alun-alun Yi Sunsin english.visitkorea.or.kr
- Universitas Kyung Hee — Pahlawan bagi Kedua Korea khu.elsevierpure.com
Image: 020250905 Statue of Admiral Yi Sun-sin, Seul.jpg — Marsilar, CC BY-SA 4.0






