Rasul Yohanes (Yuhanna) adalah putra Zebedeus, saudara Yakobus, dan salah satu dari dua belas rasul Yesus. Para penulis gereja awal mengaitkannya dengan Efesus (Efes). Menurut tradisi, ia tinggal dan dimakamkan di sana. Tradisi gereja juga menyebutnya sebagai penulis Injil Yohanes. Namun, teks Injil itu tidak mencantumkan nama penulis. Kemungkinan adanya beberapa tahap penyuntingan juga membuat atribusi tersebut diperdebatkan.
Di Ayasuluk, Selçuk, Anda dapat menghubungkan pertanyaan ini dengan sebuah tempat nyata: reruntuhan basilika yang dibangun di atas makam yang diyakini sebagai makam Yohanes. Namun, bangunan itu, kisah kehidupannya, dan persoalan siapa penulis Injil merupakan jenis bukti yang berbeda. Menelusuri masing-masing secara terpisah membantu menjelaskan arti penting Efesus tanpa menjadikan basilikanya sebagai penentu dalam perdebatan tentang kepengarangan.
Apa kata teks Perjanjian Baru tentang Yohanes putra Zebedeus?
Kisah-kisah Injil Sinoptik memperkenalkan Yohanes dan Yakobus sebagai dua bersaudara yang bekerja bersama ayah mereka, Zebedeus. Mereka sedang menangkap ikan di Danau Galilea ketika Yesus memanggil mereka menjadi murid-Nya. Hubungan keluarga ini menjadi dasar pengenalan identitas Yohanes sebelum muncul pertanyaan-pertanyaan belakangan tentang kitab-kitab yang menyandang namanya.
Yohanes juga muncul dalam kelompok yang lebih kecil bersama Petrus dan Yakobus. Markus 5:37 menempatkan ketiganya dalam peristiwa dibangkitkannya putri Yairus. Matius 17:1 menyertakan mereka dalam peristiwa Yesus berubah rupa. Matius 26:37 kembali mempertemukan mereka di Getsemani. Ayat-ayat ini berulang kali menghubungkan Yohanes dengan dua murid yang sama.
Kisah Para Rasul melanjutkan kaitan Yohanes dengan Petrus. Pasal 3–4 memperlihatkan Yohanes mendampingi Petrus di Yerusalem, termasuk ketika mereka ditangkap. Kisah Para Rasul 8:14 menyebut Petrus dan Yohanes sebagai orang-orang yang diutus ke Samaria. Dengan demikian, Yohanes tampil dalam kisah kegiatan jemaat sekaligus dalam kisah tentang Yesus.
Paulus memberikan rujukan lain dalam Galatia 2:9. Ia menyebut Yakobus, Kefas, dan Yohanes sebagai orang-orang yang dipandang sebagai sokoguru jemaat. Secara keseluruhan, ayat-ayat ini membentuk gambaran Yohanes dalam Perjanjian Baru: putra Zebedeus, saudara Yakobus, murid yang dekat dengan Petrus, dan tokoh yang diakui dalam jemaat.
Sumber apa yang mendukung tradisi bahwa Yohanes tinggal di Efesus?
Ireneus memberikan kaitan yang tegas antara Yohanes, Efesus, dan sebuah Injil. Dalam Melawan Ajaran Sesat III.1.1, ia menyatakan bahwa Yohanes, yang bersandar pada dada Yesus, menerbitkan sebuah Injil ketika tinggal di Efesus, di Asia. Keterangan itu menghubungkan tempat tinggal dan kegiatan penulisannya dalam satu pernyataan.
Jalur tradisi yang berbeda membahas pemakaman Yohanes. Eusebius melestarikan surat dari Polikrates, uskup Efesus, kepada Viktor, uskup Roma. Dalam Sejarah Gereja III.31, Polikrates menyebut bahwa Yohanes dimakamkan di Efesus. Yohanes kembali digambarkan melalui kedekatannya dengan Yesus. Ini merupakan tradisi tentang pemakaman, yang berbeda dari pernyataan Ireneus tentang penerbitan sebuah Injil.
Eusebius juga mencatat tradisi mengenai lamanya Yohanes tinggal di sana. Dalam Sejarah Gereja III.23, dengan merujuk pada Ireneus, ia mengatakan bahwa Yohanes tetap berada di Efesus hingga masa pemerintahan Trajanus. Catatan-catatan ini menjadi landasan tertulis penting bagi kaitan Yohanes dengan Efesus.
Jika Anda berkunjung ke Efesus, bedakan setiap klaim tersebut. Tinggal di sana, menerbitkan Injil di sana, dan dimakamkan di sana memang saling berkaitan. Namun, masing-masing memiliki rumusan dan sumber tersendiri. Ireneus dan Polikrates mendukung bagian-bagian yang berbeda dari tradisi yang kemudian diwujudkan dalam bangunan monumental di Ayasuluk.
Apakah Rasul Yohanes, Yohanes Penginjil, dan Yohanes dari Patmos adalah orang yang sama?
Tradisi gereja menyatukan ketiga identitas ini. Tradisi tersebut mengaitkan Injil Yohanes, tiga surat Yohanes, dan Kitab Wahyu dengan Rasul Yohanes. Penyamaan ini menempatkan lima kitab Perjanjian Baru di bawah nama sang rasul. Namun, teks-teks itu sendiri tidak semuanya memperkenalkan penulisnya dengan cara yang sama.
Injil Yohanes tidak menyebut nama penulisnya secara tegas. Yohanes 21:24 menghubungkan kisahnya dengan murid yang digambarkan sebagai murid yang dikasihi Yesus. Ayat itu menampilkan murid tersebut sebagai saksi dan penulis, tetapi tidak memberikan nama pribadinya. Karena itu, menyebutnya sebagai Yohanes putra Zebedeus memerlukan penyamaan identitas yang melampaui bunyi eksplisit ayat tersebut.
Kitab Wahyu menggunakan pendekatan berbeda. Penulisnya menyebut dirinya Yohanes dan menyatakan dalam 1:9 bahwa ia berada di Patmos. Ia tidak menyebut dirinya putra Zebedeus ataupun salah satu dari dua belas rasul. Kesamaan nama mendukung kaitan tradisional tersebut, tetapi tidak cukup untuk membuktikannya.
Perbedaan pendapat ini juga berakar pada zaman kuno. Ireneus menerima penyamaan penulis Kitab Wahyu dengan sang rasul. Dionisius dari Aleksandria menolaknya. Jadi, persoalan ini sudah ada sebelum kajian modern, meskipun pembahasan modern juga meneliti perbedaan kosakata, tata bahasa, dan gaya penulisan.
Eusebius menambahkan persoalan lain melalui pembacaannya atas Papias. Ia menafsirkan dua penyebutan nama Yohanes sebagai rujukan kepada dua orang berbeda: sang rasul dan Yohanes sang Penatua. Ensiklopedia Katolik menolak pembacaan tersebut. Menurutnya, Papias dapat menyebut orang yang sama dua kali karena ia menerima informasi secara tidak langsung sekaligus secara langsung.
Mengapa tradisi gereja dan kajian modern berbeda pendapat tentang penulis Injil Yohanes?
Perbedaan pendapat ini menyangkut cara menghubungkan kesaksian, identitas pribadi, dan kitab yang sudah selesai disusun. Tradisi gereja menyamakan murid yang dikasihi Yesus dengan sang rasul. Pembahasan modern juga mempertanyakan apakah orang yang menjadi sumber kesaksian pasti menghasilkan setiap bagian Injil dalam bentuk yang sampai kepada kita.
Tidak dicantumkannya nama penulis Injil menjadi hal penting di sini. Perbandingan sehari-harinya adalah membaca sebuah kisah tanpa tanda tangan penulis. Mengenali seorang saksi di dalam cerita tidak otomatis mengungkap identitas semua orang yang menyiapkan teksnya. Dalam Yohanes 21:24, murid yang dikasihi Yesus menghubungkan kisah itu dengan kesaksian dan penulisan, sementara nama pribadinya tetap tidak disebutkan.
Pengantar USCCB menempatkan penyuntingan akhir Injil ini sekitar tahun 90–100 M. Pengantar itu juga membahas alasan untuk mengusulkan beberapa tahap penyusunan. Yohanes 20:30–31 terbaca sebagai penutup, tetapi pasal 21 menyusul sesudahnya. Perbedaan gaya penulisan menjadi alasan lain untuk meneliti bagaimana kitab ini mencapai bentuk akhirnya.
Kajian Eric D. Huntsman tahun 2019 menjelaskan bagaimana kesaksian murid yang dikasihi Yesus mungkin dikembangkan oleh penulis atau penyunting yang hidup kemudian. Pendekatan ini membedakan sumber kesaksian dari orang yang bertanggung jawab atas teks yang telah selesai. Dengan demikian, pembahasan kepengarangan dapat mencakup lebih dari satu peran.
Kajian lain lebih mendukung sosok yang diajukan oleh tradisi. Sebuah artikel Zondervan Academic yang diadaptasi dari pengajaran Gary Burge berpendapat bahwa Yohanes putra Zebedeus adalah penulis yang paling mungkin. Argumennya bertumpu pada kesaksian gereja awal dan kaitan berulang antara murid tersebut dan Petrus. Jadi, pembahasan ilmiah mencakup argumen yang mendukung kepengarangan sang rasul sekaligus yang mempertanyakannya.
Usulan mengenai tempat penyusunannya juga beragam. Tradisi lebih mendukung Efesus, sementara kajian modern mengusulkan Suriah, khususnya Antiokhia. Karena itu, Anda perlu memahami ungkapan “ditulis di Efesus” sebagai atribusi berdasarkan tradisi, bukan sebagai kesimpulan yang disepakati semua penafsiran Injil tersebut.
Apa kaitan Yohanes dengan basilika di Ayasuluk?
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan bahwa sebuah basilika beratap kayu dibangun pada abad ke-5 di atas makam yang diyakini sebagai makam Yohanes di Ayasuluk. Pengaitan makam itu dengan Yohanes menjadi hal pokok: bangunan tersebut menandai tempat pemakaman yang dikenang sebagai tempat peristirahatannya.
Setelah gempa-gempa pada awal abad ke-6 membuat bangunan sebelumnya tidak dapat digunakan, Yustinianus I dan Theodora memerintahkan pembangunan penggantinya. Basilika baru itu memiliki denah berbentuk salib dan kubah-kubah. Pembangunannya merupakan wujud arsitektur dari masa kemudian atas tradisi yang menghubungkan Yohanes dengan Efesus.
Reruntuhannya berada di lereng Bukit Ayasuluk di Selçuk, İzmir, dekat Masjid İsa Bey. UNESCO secara khusus menyebut Basilika Santo Yohanes ketika menjelaskan arti penting Efesus bagi Kekristenan. Efesus masuk Daftar Warisan Dunia pada 2015.
Linimasa
- Kisah-kisah Perjanjian Baru: Narasi Perjanjian Baru menampilkan Yohanes sebagai putra Zebedeus, saudara Yakobus, dan rasul Yesus.
- Sekitar 90–100 M: Pengantar USCCB menempatkan penyuntingan akhir Injil Yohanes pada periode ini.
- Catatan Ireneus: Ireneus mencatat tradisi bahwa Yohanes menerbitkan sebuah Injil ketika tinggal di Efesus.
- Surat Polikrates: Polikrates menulis kepada Viktor bahwa Yohanes dimakamkan di Efesus.
- Catatan Eusebius: Eusebius mencatat tradisi-tradisi tentang Efesus dan penafsirannya mengenai dua tokoh bernama Yohanes.
- Abad ke-5 M: Sebuah basilika beratap kayu dibangun di atas makam yang diyakini sebagai makam Yohanes di Ayasuluk.
- Abad ke-6 M: Yustinianus dan Theodora memerintahkan pembangunan basilika pengganti yang berkubah.
- 2015: Efesus masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.
Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata
Markus 3:17 memberi Yakobus dan Yohanes nama Boanerges, yang berarti “anak-anak guruh”. Lukas 9:51–56 memuat peristiwa mencolok yang melibatkan kedua bersaudara itu. Mereka mengusulkan agar api diturunkan dari langit ke sebuah desa Samaria yang menolak menerima Yesus. Yesus menegur mereka.
Injil yang menyandang nama Yohanes hanya menyebut putra-putra Zebedeus secara bersama-sama dalam 21:2. Ayat itu tidak menyebut nama Yakobus dan Yohanes satu per satu. Pilihan kata yang terbatas ini sangat relevan ketika Anda membandingkan sang rasul yang disebut namanya dalam narasi lain dengan murid yang dikasihi Yesus yang tidak disebut namanya.
Yohanes 21:23 juga meluruskan desas-desus bahwa murid yang dikasihi Yesus tidak akan mati. Ayat itu secara tegas mengatakan bahwa Yesus tidak pernah menjanjikan hal tersebut. Secara terpisah, dalam Sejarah Gereja III.39.6, Eusebius mencatat laporan tentang dua makam di Efesus yang sama-sama disebut sebagai makam Yohanes. Ia menyertakan laporan tersebut dalam pembahasannya mengenai dua Yohanes.
Tanya jawab
Siapa Rasul Yohanes?
Ia adalah putra Zebedeus, saudara Yakobus, dan salah satu dari dua belas rasul Yesus. Kisah Para Rasul juga menempatkannya bersama Petrus di Yerusalem dan dalam misi ke Samaria.
Mengapa Yohanes dikaitkan dengan Efesus?
Ireneus mengatakan bahwa Yohanes menerbitkan sebuah Injil ketika tinggal di sana. Dalam surat yang dilestarikan oleh Eusebius, Polikrates mengatakan bahwa ia dimakamkan di sana.
Apakah Rasul Yohanes menulis Injil Yohanes?
Tradisi gereja mengaitkan Injil ini dengannya. Injil tersebut tidak menyebut nama penulisnya secara tegas. Para ahli memperdebatkan hubungan antara kesaksian murid yang dikasihi Yesus dan teks yang telah selesai disusun.
Apakah Yohanes dari Patmos adalah sang rasul?
Tradisi menyamakan keduanya. Kitab Wahyu menyebut nama penulisnya sebagai Yohanes, tetapi tidak menyatakan bahwa ia putra Zebedeus. Penyamaan itu sudah diperdebatkan pada zaman kuno.
Sumber
- Ensiklopedia Katolik — Santo Yohanes Penginjil newadvent.org
- USCCB — Lukas 9 bible.usccb.org
- Brigham Young University — Eric D. Huntsman, Injil Yohanes rsc.byu.edu
- USCCB — Yohanes 21 bible.usccb.org
- Ireneus — Melawan Ajaran Sesat, III.1 newadvent.org
- Eusebius — Sejarah Gereja, Buku III newadvent.org
- USCCB — Pengantar Kitab Wahyu bible.usccb.org
- USCCB — Pengantar Injil Yohanes bible.usccb.org
- Zondervan Academic — Siapa yang Menulis Injil Yohanes? zondervanacademic.com
- Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, DÖSİMM — İzmir dosim.ktb.gov.tr
- Pusat Warisan Dunia UNESCO — Efesus whc.unesco.org
FAQ
Siapa Rasul Yohanes?
Perjanjian Baru menyebut Yohanes sebagai putra Zebedeus, saudara Yakobus, dan salah satu dari dua belas rasul Yesus. Kisah Para Rasul juga menggambarkannya bekerja bersama Petrus.
Mengapa Yohanes dikaitkan dengan Efesus?
Ireneus menyatakan bahwa Yohanes menerbitkan sebuah Injil ketika tinggal di Efesus. Polikrates, dalam surat yang dilestarikan oleh Eusebius, mengatakan bahwa Yohanes dimakamkan di sana.
Apakah Rasul Yohanes menulis Injil Yohanes?
Tradisi gereja mengaitkan Injil ini dengannya, tetapi teksnya tidak menyebut nama penulis secara tegas. Para ahli berbeda pendapat mengenai apakah sang rasul menulis bentuk akhirnya atau memberikan kesaksian yang kemudian diolah oleh orang lain.
Apakah Yohanes dari Patmos dan Rasul Yohanes adalah orang yang sama?
Tradisi gereja menyamakan keduanya, tetapi penulis Kitab Wahyu menyebut dirinya Yohanes tanpa menyatakan bahwa ia putra Zebedeus. Perbedaan kosakata, tata bahasa, dan gaya penulisan juga membuat penyamaan ini diperdebatkan.






