Siapa Sultan Abdul Majid I?
Sultan Abdul Majid I (Abdülmecid) adalah sultan Utsmaniyah ke-31. Ia memerintah pada 1839–1861. Pada masa pemerintahannya, terbit Maklumat Tanzimat dan Maklumat Islahat. Masa ini juga diwarnai Perang Krimea dan pinjaman luar negeri pertama kesultanan. Ia memerintahkan pembangunan Istana Dolmabahçe dan sejumlah masjid di Istanbul. Jika Anda ingin memahami kedudukannya dalam sejarah Utsmaniyah, reformasi dan bangunan-bangunan ini bisa menjadi titik awal.
Ia lahir di Istanbul pada 25 April 1823. Ia meninggal di kota yang sama pada 25 Juni 1861. Masa pemerintahannya memadukan perubahan hukum, peperangan, dan pembangunan istana.
Siapa ayah Abdul Majid I?
Ayah Abdul Majid adalah Sultan Mahmud II. Ibunya adalah Bezmiâlem Valide Sultan. Ia naik takhta pada Juli 1839. Tanggal pastinya berbeda menurut sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi menyebut 1 Juli, sedangkan Wikipedia bahasa Turki menyebut 2 Juli.
Hubungan keluarganya dengan takhta berlanjut setelah masa pemerintahannya. Empat putranya kemudian menjadi sultan Utsmaniyah: Murad V, Abdul Hamid II (Abdülhamid), Mehmed V Reşad, dan Mehmed VI Vahdeddin. Namun, orang yang langsung menggantikannya adalah saudara laki-lakinya, Abdulaziz.
Apa yang berubah pada masa pemerintahannya?
Maklumat Tanzimat dibacakan di Gülhane pada 3 November 1839, pada awal pemerintahan Abdul Majid. Mustafa Reşid Pasha menyusunnya. Maklumat ini bertujuan menetapkan hukum yang melindungi keselamatan pribadi dan harta benda. Tujuan lainnya adalah membatasi tindakan sewenang-wenang pemerintah. Dengan sasaran tersebut, hubungan pemerintah dan rakyat menjadi pusat reformasi.
Dinas militer berubah pada 1843. Perekrutan mulai memakai sistem undian. Masa dinas tentara reguler ditetapkan selama lima tahun. Anda bisa membayangkan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari: apa arti kepergian seorang anggota keluarga selama lima tahun bagi sebuah rumah tangga? Aturan ini menyangkut bagian yang cukup panjang dari kehidupan seorang prajurit baru, sekaligus cara memilihnya.
Reformasi hukum terus berjalan sepanjang pemerintahannya. Kitab Undang-Undang Perdagangan disusun pada 1850, disusul Undang-Undang Pertanahan pada 1858. Keduanya mengatur perdagangan dan tanah, sedangkan maklumat 1839 membahas keselamatan pribadi serta harta benda. Rangkaian ini menunjukkan luasnya bidang pemerintahan Utsmaniyah yang tersentuh reformasi.
Kegiatan keilmuan juga mendapat wadah kelembagaan. Encümen-i Dâniş didirikan pada 1851 untuk menyiapkan karya asli dan terjemahan. Abdul Majid sendiri mampu berbicara dan membaca bahasa Prancis. Ia mengikuti terbitan Eropa. Jadi, ketertarikannya pada tulisan Eropa juga bersifat pribadi, di samping pekerjaan lembaga tersebut.
Pada 18 Februari 1856, ia mengumumkan Maklumat Islahat. Maklumat ini memberikan hak-hak baru kepada rakyat non-Muslim. Maklumat Tanzimat dan Maklumat Islahat merupakan dua kebijakan terpisah. Keduanya diterbitkan dengan selang lebih dari enam belas tahun. Keduanya perlu dibahas dalam sejarah pemerintahannya, dengan tetap memperhatikan tanggal dan tujuan masing-masing.
Bagaimana Perang Krimea memengaruhi pemerintahannya?
Dalam Perang Krimea pada 1853–1856, Kesultanan Utsmaniyah berperang melawan Rusia bersama Inggris dan Prancis. Konflik itu menempatkan pemerintahan Abdul Majid dalam persekutuan perang dengan kedua negara tersebut. Kebutuhan dana perang juga membawa perubahan besar. Pada 24 Agustus 1854, kesultanan mengambil pinjaman luar negeri pertamanya untuk membiayai perang.
Perjanjian Paris ditandatangani pada 30 Maret 1856. Melalui perjanjian ini, Kesultanan Utsmaniyah secara resmi masuk ke dalam sistem negara-negara Eropa. Pada tahun yang sama, Maklumat Islahat diumumkan dan Abdul Majid pindah ke Istana Dolmabahçe. Dengan demikian, tonggak militer, diplomasi, dan arsitektur bertemu pada 1856.
Menjelang akhir pemerintahannya, muncul tantangan dari dalam. Peristiwa Kuleli pada 1859 bertujuan menggulingkannya dan menempatkan saudaranya, Abdulaziz, di takhta. Upaya itu gagal. Abdulaziz akhirnya menggantikannya setelah ia meninggal pada 1861.
Sultan Abdul Majid I dan Irlandia: apa yang terjadi?
Abdul Majid memberikan bantuan keuangan saat Bencana Kelaparan Besar di Irlandia pada 1847. Sumber-sumber Inggris mencatat sumbangannya sebesar £1,000. Bantuan uang inilah fakta utama yang menghubungkan namanya dengan Irlandia. Bantuan tersebut perlu dibedakan dari kisah terpisah tentang kapal-kapal pengangkut bantuan.
Menurut kisah itu, ia diam-diam mengirim tiga kapal bantuan ke Drogheda pada 1847. Sejarawan Christine Kinealy meragukan kisah tersebut. Sejarawan lokal Brendan Matthews menilai kedatangan kapal-kapal gandum di pelabuhan itu bisa dijelaskan sebagai kegiatan perdagangan. Anda dapat mengakui sumbangan yang tercatat sambil tetap memahami bahwa kisah pengiriman rahasia itu masih diperdebatkan.
Apa saja warisan arsitektur Abdul Majid I?
Istana Dolmabahçe merupakan bagian penting dari warisan arsitektur Abdul Majid. Ia memerintahkan pembangunannya di lokasi bekas istana tepi laut Beşiktaş. Pembangunan berlangsung pada 1843–1856. Ia pindah ke bangunan yang baru selesai itu pada 7 Juni 1856, tidak lama setelah Perjanjian Paris.
Istana ini memiliki 285 ruangan, 68 toilet, dan enam tempat mandi. Angka-angka itu membantu Anda membayangkan besarnya istana. Selain ruangan untuk kehidupan istana, fasilitasnya menunjukkan bagaimana kebutuhan sehari-hari juga ditampung di dalam bangunan tersebut.
Abdul Majid memerintahkan pembangunan dua paviliun di Ihlamur pada 1850-an. Keduanya dikenal sebagai Merasim dan Maiyet. Ihlamur juga menjadi bagian dari kisah hari-hari terakhirnya. Ia meninggal di Paviliun Ihlamur pada 1861. Tempat ini menghubungkan kegiatan pembangunannya dengan riwayat hidupnya.
Paviliun Küçüksu juga dibangun atas perintahnya. Bangunan rancangan Nikoğos Balyan ini menggantikan bangunan kayu yang lebih tua dan selesai pada 1857. Pembangunannya menyusul selesainya Dolmabahçe. Kedua proyek ini membantu memperjelas urutan pembangunan istana dan paviliun pada masa pemerintahannya.
Masjid-masjid yang dibangunnya memiliki lokasi dan tujuan yang beragam. Pembangunan Masjid Hırka-i Şerif di Istanbul dimulai pada 1847 dan selesai pada 1851. Abdul Majid membangunnya untuk menyimpan Hırka-i Şerif dan memungkinkan orang datang melihatnya. Tujuan ini memberi masjid tersebut tempat khusus di antara bangunan yang ia biayai.
Menurut prasasti di pintu masuknya, Masjid Büyük Mecidiye di Ortaköy dibangun oleh Abdul Majid pada 1854. Ia juga membangun kembali Masjid Teşvikiye pada 1854. Proyek itu menempati lokasi masjid terdahulu yang dibangun atas perintah Selim III. Dengan demikian, warisan arsitekturnya mencakup bangunan baru serta penggantian bangunan yang lebih tua.
Foto Sultan Abdul Majid I: potret tahun 1840
Salah satu gambar Abdul Majid yang memiliki tahun pembuatan adalah potret karya pelukis Skotlandia David Wilkie pada 1840. Potret ini berupa lukisan. Tahun pembuatannya berada dekat dengan awal pemerintahannya, setelah ia naik takhta pada 1839 dan sebelum pembangunan Istana Dolmabahçe dimulai pada 1843.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
Abdul Majid menyumbangkan karya kaligrafi untuk salah satu masjid yang dibangunnya. Tulisan syahadat pada pintu mimbar Masjid Hırka-i Şerif merupakan karyanya. Kaligrafi itu memuat tahun 1851, tahun selesainya pembangunan masjid. Hubungannya dengan bangunan ini juga mencakup inskripsi yang masih bertahan, selain perintah pembangunannya.
Kemampuannya membaca bahasa Prancis menambah detail dalam riwayat penguasa pada masa reformasi ini. Ia sendiri mengikuti terbitan Eropa. Pada 1851, pendirian Encümen-i Dâniş juga menyediakan wadah kelembagaan bagi penulisan karya asli dan penerjemahan pada masa pemerintahannya.
Apa penyebab kematian Abdul Majid I?
Abdul Majid meninggal karena tuberkulosis di Paviliun Ihlamur, Istanbul, pada 25 Juni 1861. Usianya 38 tahun. Saudaranya, Abdulaziz, kemudian naik takhta. Makamnya berada di mausoleumnya sendiri, di kompleks pemakaman Masjid Yavuz Selim, distrik Fatih, Istanbul.
Garis waktu
- 25 April 1823: Lahir di Istanbul.
- Juli 1839: Naik takhta.
- 3 November 1839: Maklumat Tanzimat dibacakan di Gülhane.
- 1843: Pembangunan Dolmabahçe dimulai; perekrutan militer mulai memakai sistem undian.
- 1847: Memberikan bantuan keuangan saat bencana kelaparan di Irlandia.
- 1851: Masjid Hırka-i Şerif selesai dibangun; Encümen-i Dâniş didirikan.
- 1853–1856: Kesultanan Utsmaniyah bertempur dalam Perang Krimea.
- 1854: Kesultanan mengambil pinjaman luar negeri pertamanya; Abdul Majid membangun Masjid Büyük Mecidiye dan membangun kembali Masjid Teşvikiye.
- 18 Februari 1856: Mengumumkan Maklumat Islahat.
- 30 Maret 1856: Perjanjian Paris ditandatangani.
- 7 Juni 1856: Pindah ke Istana Dolmabahçe.
- 1857: Paviliun Küçüksu selesai dibangun.
- 1859: Upaya Kuleli untuk menggulingkannya gagal.
- 25 Juni 1861: Meninggal di Paviliun Ihlamur; Abdulaziz menggantikannya.
Pertanyaan umum
Siapa ayah Sultan Abdul Majid I?
Ayahnya adalah Sultan Mahmud II. Ibunya adalah Bezmiâlem Valide Sultan.
Apakah Sultan Abdul Majid I membantu Irlandia?
Ya. Ia menyumbangkan uang saat Bencana Kelaparan Besar pada 1847. Sumber-sumber Inggris mencatat £1,000. Kisah tentang tiga kapal bantuan rahasia yang tiba di Drogheda masih diperdebatkan.
Apa penyebab kematian Abdul Majid I?
Ia meninggal karena tuberkulosis pada 25 Juni 1861, dalam usia 38 tahun, di Paviliun Ihlamur, Istanbul.
Istana apa yang dibangun atas perintah Abdul Majid I?
Ia memerintahkan pembangunan Istana Dolmabahçe, yang dibangun pada 1843–1856. Ia pindah ke istana itu pada 7 Juni 1856.
Sumber
- Ensiklopedia Islam TDV — Abdülmecid islamansiklopedisi.org.tr
- Wikipedia — Abdülmecid tr.wikipedia.org
- Wikipedia — Abdulmejid I en.wikipedia.org
- Ensiklopedia Pendidikan Turki — Abdülmecid turkmaarifansiklopedisi.org.tr
- TBMM — Istana-Istana Nasional tbmm.gov.tr
- Anadolu Ajansı — Istana Dolmabahçe, warisan megah Utsmaniyah, berusia 170 tahun aa.com.tr
- Istana-Istana Nasional — Istana Dolmabahçe millisaraylar.gov.tr
- Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Istana Küçüksu ktb.gov.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Masjid Hırka-i Şerif islamansiklopedisi.org.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Masjid Ortaköy islamansiklopedisi.org.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Masjid Teşvikiye islamansiklopedisi.org.tr
- AramcoWorld — Kisah Irlandia tentang Kelaparan dan Sang Sultan archive.aramcoworld.com
FAQ
Siapa ayah Sultan Abdul Majid I?
Ayahnya adalah Sultan Mahmud II. Ibunya adalah Bezmiâlem Valide Sultan.
Apakah Sultan Abdul Majid I membantu Irlandia?
Ya. Pada 1847, ia memberikan bantuan keuangan saat Bencana Kelaparan Besar di Irlandia. Sumber-sumber Inggris mencatat sumbangan sebesar £1,000. Kisah terpisah tentang tiga kapal bantuan rahasia yang tiba di Drogheda masih diperdebatkan.
Apa penyebab kematian Abdul Majid I?
Ia meninggal karena tuberkulosis di Paviliun Ihlamur, Istanbul, pada 25 Juni 1861, dalam usia 38 tahun.
Istana apa yang dibangun atas perintah Abdul Majid I?
Ia memerintahkan pembangunan Istana Dolmabahçe pada 1843–1856 di lokasi bekas istana tepi laut Beşiktaş. Ia pindah ke istana itu pada 7 Juni 1856.
Image: Sultan Abdülmecid – Google Art Project.jpg — Unknown authorUnknown author, Public domain






