Simón Bolívar (dalam bahasa Turki juga Simón Bolívar) adalah seorang tentara dan politikus Venezuela. Ia termasuk pemimpin perjuangan kemerdekaan wilayah yang kini menjadi Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, Bolivia, dan Panama dari kekuasaan Spanyol. Ia dikenal sebagai El Libertador, atau “Sang Pembebas”. Artikel ini menjawab pertanyaan yang paling sering Anda ajukan: di mana ia lahir, negara mana yang memakai namanya, bagaimana kisah pedangnya, dan bagaimana ia meninggal.
Di mana Simón Bolívar lahir?
Bolívar lahir pada 24 Juli 1783 di Caracas. Kota ini sekarang menjadi ibu kota Venezuela. Pada 1783, Caracas termasuk wilayah Kekaisaran Spanyol.
Nama lengkapnya tercatat sebagai Simón José Antonio de la Santísima Trinidad Bolívar Palacios Ponte y Blanco. Panjang sekali. Kebanyakan orang cukup menyebutnya Bolívar.
Jadi, jika Anda bertanya “Simón Bolívar berasal dari mana?”, jawabannya adalah Venezuela. Ia seorang criollo. Istilah ini merujuk pada golongan elite keturunan Spanyol yang lahir di Benua Amerika, bukan di Spanyol.
Keluarga kaya dan kehilangan sejak kecil
Keluarganya kaya. Kekayaan mereka mencakup tambang, perkebunan kakao, dan ratusan orang yang diperbudak. Kekayaan itu tidak melindunginya dari kehilangan. Ayahnya meninggal pada 1786 dan ibunya pada 1792. Saat kehilangan keduanya, ia masih anak-anak.
Salah satu gurunya adalah Simón Rodríguez. Andrés Bello mengajarinya sejarah dan geografi. Francisco Andújar mengajarinya matematika.
Pada 1802, ia menikahi María Teresa Rodríguez del Toro di Madrid. Istrinya meninggal karena demam kuning pada 1803.
Bagaimana ia menjadi El Libertador?
Pada 14 Oktober 1813, dewan kota Caracas memberinya gelar El Libertador. Gelar itu melekat padanya sepanjang sisa hidupnya.
Pada tahun yang sama, ia mengeluarkan Dekret Perang sampai Mati. Dekret ini memerintahkan pembunuhan terhadap orang Spanyol yang tidak secara aktif mendukung tentara kemerdekaan. Ini salah satu dokumen paling keras sepanjang kariernya. Kisah yang jujur tentang dirinya harus memuatnya.
Pada 6 September 1815, ia berada di Kingston. Di sana, ia mendiktekan Surat Jamaika kepada sekretarisnya, Pedro Briceño Méndez. Surat itu ditujukan kepada Henry Cullen.
Bantuan juga datang dari Haiti. Pemimpinnya, Alexandre Pétion, memberi Bolívar dukungan militer. Sebagai imbalannya, Bolívar berjanji menghapus perbudakan di wilayah Amerika yang dikuasai Spanyol.
Perang kemerdekaan: Boyacá, Carabobo, Junín, dan Ayacucho
Perang berlangsung selama bertahun-tahun. Ada empat tanggal yang paling penting.
- 7 Agustus 1819, Boyacá. Pasukan Bolívar menyeberangi Pegunungan Andes pada 1819. Di Boyacá, mereka mengalahkan pasukan pendukung kerajaan Spanyol.
- 24 Juni 1821, Carabobo. Bolívar dan José Antonio Páez menimpakan kekalahan telak pada pasukan Miguel de la Torre.
- 6 Agustus 1824, Junín. Di Peru, Bolívar mengalahkan pasukan pendukung kerajaan Spanyol.
- 9 Desember 1824, Ayacucho. Inilah kemenangan penentu. Antonio José de Sucre, salah satu komandan Bolívar, memimpin tentara kemerdekaan.
Coba Anda perhatikan polanya. Bolívar tidak memenangi semua pertempuran seorang diri. Sucre memegang komando di Ayacucho, sementara Páez bertempur bersamanya di Carabobo. Kemerdekaan merupakan hasil perjuangan bersama.
Negara mana yang dinamai dari Simón Bolívar?
Bolivia. Di Peru Hulu, sebuah kongres menyatakan kemerdekaan pada 6 Agustus 1825. Kongres itu memilih Bolívar sebagai presiden dan memintanya menyusun konstitusi. Pada tahun tersebut, negara ini didirikan dengan nama República Bolívar untuk menghormatinya. Kini kita mengenalnya sebagai Bolivia.
Bolívar juga memimpin Kolombia Raya. Republik ini menyatukan wilayah yang kini menjadi Kolombia, Venezuela, Ekuador, dan Panama.
Ia menginginkan kerja sama yang melampaui satu negara. Pada 22 Juni 1826, Kongres Panama yang didukungnya bersidang dengan delapan delegasi. Mereka datang dari Kolombia, Peru, Meksiko, dan Amerika Tengah.
Linimasa
- 24 Juli 1783: Lahir di Caracas.
- 1786: Ayahnya meninggal.
- 1792: Ibunya meninggal.
- 1802: Menikahi María Teresa Rodríguez del Toro di Madrid.
- 1803: Istrinya meninggal karena demam kuning.
- 14 Oktober 1813: Mendapat gelar El Libertador dari dewan kota Caracas.
- 6 September 1815: Mendiktekan Surat Jamaika di Kingston.
- 7 Agustus 1819: Pasukan pendukung kerajaan Spanyol dikalahkan di Boyacá.
- 24 Juni 1821: Memenangi Pertempuran Carabobo.
- 6 Agustus 1824: Memenangi Pertempuran Junín.
- 9 Desember 1824: Tentara kemerdekaan di bawah Sucre menang di Ayacucho.
- 6 Agustus 1825: Peru Hulu menyatakan kemerdekaan dan memilih Bolívar sebagai presiden.
- 22 Juni 1826: Kongres Panama yang didukungnya bersidang.
- 27 Agustus 1828: Mengambil alih kekuasaan tertinggi di Kolombia.
- 25 September 1828: Selamat dari upaya pembunuhan di Bogotá.
- 17 Desember 1830: Meninggal di Santa Marta.
Tahun-tahun terakhir: kekuasaan dan lolos dari maut
Pada 27 Agustus 1828, Bolívar mengambil alih kekuasaan tertinggi di Kolombia. Ia menghapus jabatan wakil presiden.
Sebulan kemudian, pada 25 September 1828, terjadi upaya pembunuhan di Bogotá. Manuela Sáenz mengulur waktu untuknya. Berkat itu, Bolívar berhasil melarikan diri.
Bagaimana Simón Bolívar meninggal?
Ia meninggal pada 17 Desember 1830 di Santa Marta, pada usia 47 tahun.
Penjelasan yang selama ini diterima adalah tuberkulosis. Namun, pada 2010, Paul Auwaerter, seorang spesialis Johns Hopkins, mengajukan teori lain: keracunan arsenik kronis.
Itu tidak berarti ia dibunuh. Auwaerter menanggapi klaim Hugo Chávez bahwa Bolívar telah dibunuh. Menurutnya, paparan arsenik bisa berasal dari obat-obatan pada masa itu atau dari air. Jadi, penyebab kematiannya masih diperdebatkan. Para sejarawan belum mencapai kesimpulan.
Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan
Pedang Peru. Pada 1825, dewan kota Lima menghadiahkan sebilah pedang kepada Bolívar. Pedang ini dikenal sebagai Pedang Peru. Pengrajin emas Chungapoma membuatnya dari emas 18 karat, baja, dan berlian.
Pedang dalam setiap potret. Museum Nasional Kolombia mencatat bahwa potret yang dibuat dengan model langsung antara 1819 dan 1830 menampilkan benda-benda yang sama. Anda akan melihat pedang, tiga tanda jasa, dan kepala sabuk berinisial namanya. Pose itu merupakan bagian dari pesan yang ingin disampaikan.
Pengarsip yang terus bepergian. Sejak 1813, ia menyalin dan menata surat-suratnya. Ia membawa arsip itu dalam perjalanan. Bayangkan cadangan data yang ikut bepergian, seperti saat Anda menyimpan foto ponsel ke penyimpanan awan sebelum perjalanan panjang. Kebiasaan itulah yang membuat begitu banyak tulisannya bertahan. Arsip tersebut masuk dalam Register Internasional Memory of the World UNESCO pada 1997. Pada 2011, arsip itu juga masuk dalam Register Regional Amerika Latin dan Karibia.
Naskah yang ditemukan di bank. Naskah Surat Jamaika berbahasa Spanyol diidentifikasi pada 1996 oleh sejarawan Amílcar Varela. Naskah itu berada di Arsip Sejarah Bank Sentral Ekuador.
FAQ
Di mana Simón Bolívar lahir?
Di Caracas, pada 24 Juli 1783. Caracas kini menjadi ibu kota Venezuela.
Bagaimana Simón Bolívar meninggal?
Ia meninggal pada 17 Desember 1830 di Santa Marta. Tuberkulosis merupakan penjelasan yang selama ini diterima. Keracunan arsenik diajukan sebagai teori alternatif.
Negara mana yang dinamai dari dirinya?
Bolivia, yang didirikan pada 1825 dengan nama República Bolívar.
Mengapa ia dijuluki El Libertador?
Dewan kota Caracas memberinya gelar itu pada 14 Oktober 1813.
Apa itu Kolombia Raya?
Sebuah republik yang menyatukan wilayah yang kini menjadi Kolombia, Venezuela, Ekuador, dan Panama, dengan Bolívar sebagai presidennya.
Sumber
- Banco de la República – Simón Bolívar enciclopedia.banrepcultural.org
- Wikipedia bahasa Inggris – Simón Bolívar en.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Turki – Simón Bolívar tr.wikipedia.org
- UNESCO – Surat Jamaika unesco.org
- UNESCO – Tulisan Sang Pembebas Simón Bolívar, 1813–1830 unesco.org
- Majalah Johns Hopkins – Apa yang menyebabkan kematian Bolivar? magazine.jhu.edu
- Museum Nasional Kolombia – Simón Bolívar museonacional.gov.co
Image: Portrait of Simón Bolívar by Arturo Michelena.jpg — Arturo Michelena, Public domain






