Mahakarya

Prasasti Siloam: Teks Ibrani Kuno yang Ada di Istanbul

Prasasti Siloam mencatat dua regu pekerja yang menyelesaikan terowongan air di Yerusalem sekitar 700 SM. Kini menjadi bagian koleksi Museum Arkeologi Istanbul, enam baris teks Ibraninya menghubungkan rekayasa kuno dengan perdebatan arkeologi dan diplomasi modern.

9 menit baca12 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Prasasti Siloam: Teks Ibrani Kuno yang Ada di Istanbul
Siloam Inscription 2.jpg

Prasasti Siloam adalah catatan berbahasa Ibrani sepanjang enam baris tentang selesainya sebuah terowongan air. Prasasti ini umumnya diperkirakan berasal dari sekitar 700 SM. Dipahat pada batu kapur, teksnya menggambarkan para pekerja yang saling mendekat dengan menggali batu. Batu prasasti ini termasuk koleksi Museum Arkeologi Istanbul (İstanbul Arkeoloji Müzeleri), meskipun ditemukan di Yerusalem.

Jika Anda mencari peninggalan tulisan Ibrani kuno di Istanbul, prasasti ini menghubungkan kedua kota melalui sebuah proyek rekayasa yang spesifik. Lokasi aslinya berada di terowongan yang menyalurkan air dari Mata Air Gihon menuju Kolam Siloam (Siloam Havuzu). Perjalanannya kemudian ke Istanbul terjadi setelah penemuan dan pelepasannya pada masa kekuasaan Utsmaniyah.

Apa itu Prasasti Siloam?

Prasasti ini ditemukan di Kota Daud, di kawasan Silwan, Yerusalem Timur. Isinya menceritakan pertemuan dua regu yang menggali dari ujung berlawanan sebuah terowongan air. Catatan itu mengikuti tahap terakhir saat mereka saling mendekat, berhasil menembus batu, lalu menyaksikan air mengalir dari mata air menuju kolam.

Prasasti ini disebut sebagai satu-satunya prasasti kuno yang diketahui dari Israel dan Yehuda kuno yang memperingati proyek pembangunan untuk kepentingan umum. Fokusnya adalah pekerjaan itu sendiri. Teksnya merayakan keberhasilan para pembangun terowongan tanpa menyebut nama raja.

Tema ini dekat dengan kehidupan sehari-hari. Air dapat mencapai tujuannya karena ada orang-orang yang menyelesaikan proyek infrastruktur. Di sini, prasasti mencatat saat jalur terowongan tersambung sepenuhnya dan air mulai mengalir melaluinya. Anda mengenal para pekerja lewat suara, perkakas, dan kemajuan penggalian mereka di dalam batu.

Teks Prasasti Siloam: enam baris dalam bahasa Ibrani kuno

Bahasa yang digunakan adalah bahasa Ibrani, dengan aksara Ibrani Kuno atau Paleo-Ibrani. Prasasti ini terdiri atas enam baris. Titik-titik memisahkan kata-katanya. Ciri-ciri ini membedakan bahasa yang digunakan dalam kisah tersebut dari sistem aksara yang dipakai untuk memahatnya.

Teks itu dipahat pada dinding terowongan, sekitar enam meter ke dalam dari pintu keluar selatan di dekat Kolam Siloam. Letaknya penting saat Anda membayangkan penemuannya. Prasasti berada di dekat saluran keluar, bukan di titik pertemuan kedua regu penggali.

Ukuran-ukuran yang disebutkan merupakan bagian dari kisah itu sendiri. Teks menyatakan bahwa jarak aliran air dari mata air menuju kolam adalah 1.200 hasta. Menjelang akhir, teks menyebut bahwa batu di atas kepala para pekerja setinggi 100 hasta. Angka-angka itu merupakan bagian dari gambaran kuno tentang pekerjaan yang telah selesai.

Terjemahan dan makna Prasasti Siloam

Dalam terjemahan bahasa Inggris atas bagian inti kisahnya, para pekerja mendengar seorang lelaki memanggil rekannya ketika masih ada tiga hasta batu yang harus digali di antara mereka. Kedua regu kemudian menembus sisa batu dengan perkakas mereka. Air mulai mengalir dari mata air menuju kolam.

Urutan ini menjelaskan makna prasasti tanpa menjadikannya sebuah maklumat kerajaan. Peristiwa utamanya adalah keberhasilan menyambungkan dua bagian galian. Para pekerja sudah dapat saling mendengar sebelum jalurnya tersambung. Karena itu, tahap terakhir penggalian menjadi pusat kisahnya.

Ada satu kata yang menyulitkan penerjemahan. Baris ketiga memuat kata zadah, yang maknanya belum pasti. Berbagai terjemahan menafsirkannya secara berbeda, antara lain sebagai retakan pada batu atau penyimpangan ke samping. Garis besar kisah tentang keberhasilan menembus batu sudah jelas. Namun, ciri khusus batu atau galian tersebut masih diperdebatkan.

Jika Anda membandingkan beberapa terjemahan, perhatikan kata yang belum pasti itu. Pilihan terjemahan yang berbeda dapat memberi gambaran berbeda tentang kondisi fisik di sekitar titik pertemuan kedua regu. Hasil utama yang diceritakan tetap sama: batu terakhir berhasil dipecahkan dan air mengalir melalui terowongan.

Prasasti Siloam dan Terowongan Hizkia

Penafsiran sejarah yang umum menghubungkan terowongan ini dengan proyek air Hizkia (Hizkiya), raja Yehuda. Hubungan itu merujuk pada kisah tentang kolam dan saluran air dalam 2 Raja-raja 20:20. Penafsiran tersebut mengaitkan lorong hasil penggalian dengan kegiatan pembangunan seorang penguasa yang disebut namanya.

Prasasti itu sendiri tidak menyatakan hubungan tersebut. Teksnya tidak menyebut nama raja dan berfokus pada para pekerja. Memahami perbedaan ini membantu Anda membaca bukti secara tepat. Catatan yang dipahat merekam keberhasilan menembus batu, sedangkan kaitannya dengan Hizkia berasal dari penafsiran atas terowongan.

Penanggalan ilmiah telah mendukung hubungan yang lazim diterima itu. Pada 2003, Amos Frumkin, Aryeh Shimron, dan Jeff Rosenbaum menerbitkan penelitian di Nature dengan menggunakan pengukuran radiokarbon dan uranium-torium. Penelitian mereka menyimpulkan bahwa terowongan itu berasal dari Zaman Besi II.

Frumkin dan Shimron kembali membahas persoalan ini dalam kajian rekayasa pada 2006. Mereka berpendapat bahwa penanggalan bahan organik pada plester terowongan dan endapan mineral mendukung usia sekitar 700 SM serta hubungannya dengan Hizkia.

Usia Prasasti Siloam: mengapa umur terowongannya diperdebatkan?

Prasasti ini umumnya diperkirakan berasal dari sekitar 700 SM. Namun, waktu pembangunan terowongannya memiliki penafsiran tandingan. Penanggalan terowongan memengaruhi seberapa kuat hubungannya dengan proyek Hizkia dapat ditegaskan.

Dalam artikel tahun 2011 di Tel Aviv, Ronny Reich dan Eli Shukron berpendapat bahwa terowongan itu seharusnya berasal setidaknya dari awal abad kedelapan SM. Usulan mereka menempatkan pembangunannya sebelum masa Hizkia. Perbedaan pendapat ini menyangkut latar sejarah pekerjaan rekayasa yang diperingati prasasti tersebut.

Penemuan dan pelepasan dari Yerusalem

Prasasti ini ditemukan pada 1880, ketika Yerusalem berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah. Kisah penemuan yang disajikan City of David menyebut anak yang melihatnya sebagai Jacob Eliyahu. Ia adalah murid Conrad Schick, seorang arsitek dan peneliti Jerman yang tinggal di Yerusalem.

Pada 1890, prasasti dilepaskan dari dinding terowongan dan pecah menjadi enam atau tujuh bagian. Beberapa huruf rusak. Otoritas Utsmaniyah menyita batu yang telah dilepaskan itu dan mengirimkannya ke museum kekaisaran di Istanbul.

Berbagai sumber memberikan kronologi pemindahan yang berbeda. Laporan DW tahun 2025 menyebut 1882. Sementara itu, Wikipedia bahasa Inggris menyebut penyitaan di Yerusalem pada 1891, yang disusul pengiriman ke Istanbul. Pemindahan oleh Utsmaniyah menjelaskan keberadaannya dalam koleksi museum Istanbul. Namun, tanggal-tanggal yang dilaporkan itu tidak boleh dianggap sebagai satu urutan peristiwa yang telah disepakati.

Prasasti Siloam di Istanbul, Turki

Museum Arkeologi Istanbul mencatat prasasti ini dengan nomor inventaris 2195 T. Nomor tersebut mengidentifikasi benda ini di dalam koleksi. Anda dapat menggunakannya sebagai rujukan yang tepat saat mencari informasi tentang prasasti ini di Turki.

Status sebagai koleksi dan keberadaan di ruang pamer merupakan dua hal berbeda. Laporan Türkiye Today bertanggal 18 September 2025 menyebut bahwa prasasti berada di ruang penyimpanan. Menurut laporan itu, galeri tempat prasasti dipajang ditutup untuk restorasi. Laporan bertanggal tersebut perlu menjadi acuan harapan pengunjung, tanpa dianggap sebagai pengumuman tentang status pameran yang berlaku selamanya.

Detail yang tidak Anda temukan di buku panduan

Titik pertemuan para pekerja berbeda dari lokasi prasasti. Pahatannya berada di dekat pintu keluar selatan, sekitar enam meter ke dalam terowongan. Dengan demikian, kisahnya memperingati peristiwa yang terjadi di bagian lain sepanjang lorong.

Permukaan batu disiapkan sebelum huruf-huruf dipahat. Namun, prasasti yang disiapkan ini berada di bagian dalam terowongan yang jarang dilihat orang. Letaknya mempertemukan persiapan yang disengaja dengan keterlihatan yang terbatas.

Proses dokumentasi awal juga meninggalkan benda yang rusak. Hermann Guthe memerintahkan pembuatan cetakan pada 1881, ketika prasasti masih berada di tempatnya. Salah satu cetakan itu pecah saat diangkut ke Jerman.

Laporan museum Smithsonian yang terbit pada 1896 mencatat detail lain dari pekerjaan Guthe. Pada Maret 1881, ia menggunakan asam klorida untuk menghilangkan endapan kapur yang menutupi huruf-hurufnya. Pembersihan dan pembuatan cetakan pun menjadi bagian dari dokumentasi prasasti sebelum kemudian dilepaskan.

Prasasti Siloam dan Netanyahu

Pada 2025, Netanyahu mengatakan bahwa ia telah meminta prasasti itu kepada Perdana Menteri Mesut Yılmaz pada 1998. Ia menjelaskan bahwa dirinya menawarkan benda-benda Utsmaniyah yang disimpan di museum-museum Israel sebagai pertukaran. Menurutnya, permintaan itu ditolak.

Netanyahu juga mengklaim bahwa kekhawatiran terkait basis pemilih Erdoğan menjadi penyebab penolakan tersebut. Anadolu Agency melaporkan penjelasan itu sebagai klaim Netanyahu. Klaim tersebut harus dibedakan dari fakta terdokumentasi bahwa ia menceritakan telah mengajukan permintaan itu.

Kabar pemindahan lain muncul pada 2022. Pada 13 Maret, Anadolu Agency melaporkan bahwa sumber-sumber diplomatik Turki membantah kabar bahwa prasasti akan diberikan kepada Israel. Dengan demikian, sejarah diplomasi modern batu ini mencakup permintaan pemindahan sekaligus bantahan tegas atas kabar adanya kesepakatan.

Linimasa

  • Sekitar 700 SM: Penanggalan prasasti yang umumnya diterima, meskipun ada usulan bahwa terowongannya dibangun lebih awal.
  • 1880: Prasasti ditemukan di terowongan air Yerusalem.
  • 1881: Hermann Guthe membersihkan huruf-hurufnya. Cetakan dibuat saat prasasti masih berada di tempatnya.
  • 1890: Pelepasan dari dinding membuat prasasti pecah menjadi beberapa bagian dan merusak sebagian huruf.
  • 1891: Wikipedia bahasa Inggris menempatkan penyitaan oleh Utsmaniyah pada tahun ini, disusul pengiriman ke Istanbul.
  • 1998: Menurut penuturan Netanyahu pada 2025, ia meminta prasasti kepada Mesut Yılmaz dan mengusulkan pertukaran.
  • 2003: Penelitian di Nature mendukung penanggalan terowongan ke Zaman Besi II.
  • 2011: Reich dan Shukron menerbitkan argumen bahwa terowongan dibangun sebelum masa Hizkia.
  • 13 Maret 2022: Sumber-sumber diplomatik Turki membantah kabar pemindahan ke Israel.
  • 2025: Netanyahu kembali membahas permintaannya.
  • 18 September 2025: Laporan Türkiye Today menyebut prasasti berada di ruang penyimpanan selama restorasi galeri.

FAQ

Apa isi Prasasti Siloam?

Prasasti ini mencatat pertemuan dua regu penggali setelah menembus sisa batu terakhir di antara mereka. Sebuah suara terdengar ketika masih tersisa tiga hasta batu. Setelah itu, batu berhasil ditembus dan air mengalir dari mata air menuju kolam.

Apakah Prasasti Siloam berbahasa Ibrani?

Ya. Enam baris teksnya berbahasa Ibrani dan dipahat dengan aksara Ibrani Kuno atau Paleo-Ibrani. Titik-titik memisahkan kata-katanya.

Di mana Prasasti Siloam berada di Turki?

Prasasti ini termasuk koleksi Museum Arkeologi Istanbul dengan nomor inventaris 2195 T. Laporan 18 September 2025 menyebutnya berada di ruang penyimpanan selama restorasi galeri.

Apakah prasasti ini menyebut Hizkia?

Tidak ada nama raja yang disebutkan. Hubungannya dengan Hizkia berasal dari penafsiran terowongan, kisah proyek air dalam Alkitab, dan bukti penanggalan.

Sumber

  1. Wikipedia — Prasasti Siloam en.wikipedia.org
  2. City of David — Prasasti Siloam cityofdavid.org.il
  3. Vikipedi — Prasasti Siloam tr.wikipedia.org
  4. Posen Library — Prasasti Siloam posenlibrary.com
  5. Smithsonian Institution — Benda-Benda Kuno dari Dunia Alkitab, 1896 repository.si.edu
  6. Nature / PubMed — Penanggalan radiometrik Terowongan Siloam, Yerusalem pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  7. Journal of Archaeological Science — Rekayasa terowongan pada Zaman Besi sciencedirect.com
  8. Tel Aviv — Meninjau Kembali Penanggalan Terowongan Siloam tandfonline.com
  9. DW Türkçe — Apa itu Prasasti Siloam yang diminta Netanyahu kepada Mesut Yılmaz? amp.dw.com
  10. Türkiye Today — Mengapa Netanyahu masih menginginkan Prasasti Siloam dari Turki turkiyetoday.com
  11. Anadolu Ajansı — Netanyahu yang gagal mendapatkan Prasasti Siloam dari Turki aa.com.tr
  12. Anadolu Ajansı — Bantahan atas kabar bahwa prasasti akan diberikan kepada Israel aa.com.tr

FAQ

Apa isi Prasasti Siloam?

Prasasti ini menggambarkan dua regu yang membelah sisa batu di antara bagian terowongan yang mereka gali. Para pekerja mendengar suara sebelum berhasil menembus batu. Setelah itu, air mengalir dari mata air menuju kolam.

Di mana Prasasti Siloam berada di Turki?

Prasasti ini termasuk koleksi Museum Arkeologi Istanbul dengan nomor inventaris 2195 T. Laporan bertanggal 18 September 2025 menyebutkan bahwa prasasti disimpan di ruang penyimpanan karena galerinya ditutup untuk restorasi.

Kapan Prasasti Siloam dibuat?

Prasasti ini umumnya diperkirakan berasal dari sekitar 700 SM. Hubungan terowongannya dengan Hizkia masih diperdebatkan. Sejumlah peneliti berpendapat bahwa terowongan itu dibangun lebih awal.

Apakah Prasasti Siloam menyebut nama Hizkia?

Tidak. Prasasti ini menggambarkan keberhasilan para pekerja terowongan tanpa menyebut nama seorang raja. Kaitannya dengan Hizkia berasal dari penafsiran sejarah terowongan tersebut.

Image: Siloam Inscription 2.jpg — Wikikati, Public domain

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait