Khiva (Hive dalam bahasa Turki) adalah kota oasis di kawasan gurun Uzbekistan bagian barat. Di jantungnya terdapat Itchan Kala, kawasan kota dalam yang dikelilingi tembok. Masjid, madrasah, istana, dan rumah penduduk berbagi jalan yang sama. Artikel ini menjelaskan apa itu Itchan Kala, bagaimana Khiva menjadi pusat kekuasaan, apa yang bisa Anda lihat di balik temboknya, dan mengapa UNESCO ingin penduduknya tetap tinggal.
Khiva, Uzbekistan: letak dan nama lamanya
Khiva berada di wilayah Khorezm, Uzbekistan, di sebelah barat Sungai Amu Darya. Dalam bahasa Uzbek, namanya ditulis Xiva. Asal nama ini belum diketahui secara pasti. Ada beberapa versi penjelasan yang saling bertentangan.
Bentuk nama lamanya memiliki dokumentasi yang lebih jelas. Kota ini dahulu disebut Khivaq atau Kivaq. Para penulis dan dokumen resmi masih menggunakan bentuk tersebut hingga awal abad ke-20. Jadi, jika Anda membaca sumber lama dan menemukan ejaan yang terasa asing, tempat yang dimaksud tetap sama.
Permukiman di sini sudah sangat tua. Menurut Encyclopaedia Iranica, manusia telah menghuni lokasi Khiva sekarang pada abad ke-4–3 SM. Pada abad ke-10, para ahli geografi Arab sudah menulis tentang Khiva sebagai sebuah kota.
Bagaimana air dan gurun membentuk Khiva
Khiva terletak dekat Gurun Karakum. Kota di lokasi seperti ini membutuhkan sumber air yang dapat diandalkan. Khiva memperoleh air dari salah satu kanal irigasi besar yang mengambil air dari Amu Darya.
Bayangkan keran di dapur Anda. Anda memutarnya, lalu air mengalir. Anda mungkin jarang memikirkan dari mana air itu berasal. Di Khiva, “keran” itu berupa kanal dari sungai. Jika kanal tidak lagi berfungsi, oasis pun akan ikut kehilangan penopangnya.
Letak ini juga menjadikan Khiva tempat persinggahan. Itchan Kala adalah kawasan kota dalam bertembok yang menjadi perhentian terakhir kafilah sebelum melintasi gurun menuju Iran. Para pelancong beristirahat, mengisi kembali perbekalan, lalu berangkat melintasi bentang tanah kosong.
Apa itu Itchan Kala?
Itchan Kala adalah kawasan kota dalam Khiva. UNESCO menggambarkannya sebagai kota bertembok dengan denah persegi panjang berukuran sekitar 650 kali 400 meter. Luasnya 26 hektare. Tembok pertahanannya mencapai tinggi sekitar 10 meter.
Kawasan ini cukup kecil untuk Anda lintasi dengan berjalan kaki. Namun, pernyataan Nilai Universal Luar Biasa UNESCO mencatat 51 monumen bersejarah dan 250 hunian di dalamnya. Monumen-monumen itu tidak tersebar di bentang wilayah yang luas. Letaknya berdekatan, dengan rumah-rumah di antaranya.
Di luar tembok terdapat kawasan kota luar, Dishan Kala. Anda akan menemukan nama ini dalam dokumen UNESCO. Dalam keputusan 1990, Komite meminta agar zona penyangga yang luas, yang mencakup Dishan Kala, juga dilindungi.
Kekhanan Khiva: dari Khorezm menjadi ibu kota
Negara yang dikenal sebagai Kekhanan Khiva memiliki nama lain dalam sumber setempat. Nama yang paling umum adalah Khorezm atau “provinsi Khorezm”. Karena itu, penyebutan Khorezm dalam dokumen sering merujuk pada kekhanan tersebut.
Menurut Encyclopaedia Iranica, Khiva menjadi ibu kota negara ini pada masa Arab Muhammad Khan, yang memerintah pada 1603 hingga 1622.
Kekhanan itu kehilangan kemerdekaannya secara bertahap. Pada 1873, pasukan Rusia merebut Khiva. Pada tahun yang sama, sebuah perjanjian mencabut hak kekhanan untuk menjalankan kebijakan luar negerinya sendiri. Jabatan khan tetap ada, tetapi ia tidak lagi dapat berhubungan dengan negara lain menurut ketentuannya sendiri.
Akhir kekhanan tiba pada 1920. Kekhanan Khiva dihapuskan dan Republik Soviet Rakyat Khorezm diproklamasikan sebagai penggantinya.
Satu catatan angka menunjukkan betapa kuatnya kehidupan keagamaan dan keilmuan di kota ini. Pada 1920, Khiva memiliki 81 masjid dan 64 madrasah.
Di balik tembok: tiga tempat yang perlu dikenal
Masjid Juma
UNESCO memberikan ukuran pasti Masjid Juma, atau Masjid Jumat. Bagian dalamnya berukuran 55 kali 46 meter. Di dalamnya berdiri 212 tiang. Cahaya masuk melalui dua bukaan atap berbentuk segi delapan. Jika Anda masuk, cobalah menghitung tiangnya sambil berjalan. Jumlahnya begitu banyak sehingga ruangan terasa seperti hutan tiang.
Istana Tash Hauli
Tash Hauli dibangun antara 1830 dan 1838, pada masa Alla Kulu Khan. Penanggalan ini berasal dari keterangan direktorat warisan Uzbekistan yang mengacu pada prasasti di bangunan itu sendiri.
Istana ini memiliki tiga bagian utama:
- harem;
- mehmonhona, yang digunakan untuk menerima tamu dan mengadakan jamuan;
- arzhana, tempat pengaduan dan perkara hukum didengar.
Dengan demikian, satu istana menyatukan kehidupan keluarga, penerimaan tamu, dan peradilan. Kamar pribadi penguasa dan tempat para pemohon datang berada dalam kompleks yang sama.
Kalta Minor yang tidak selesai dibangun
Kalta Minor berarti “menara pendek”. Muhammad Amin Khan memerintahkan pembangunannya pada 1852. Ia meninggal pada 1855, lalu pekerjaan berhenti. Menara itu tetap pendek.
Bagian yang selesai dibangun tampak mencolok. Seluruh permukaan luar menara yang belum rampung ini dilapisi ubin berglasir dan majolika. Meski tidak pernah mencapai ketinggian yang direncanakan, menara ini tetap berselimut warna dari atas hingga bawah.
Mengapa penduduk masih tinggal di dalam museum?
Itchan Kala mendapat status sebagai kawasan cagar arsitektur dan sejarah negara pada 1967. Sejak 1969, kawasan ini berfungsi sebagai museum sekaligus kawasan cagar.
Ketika UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia pada 1990, Komite Warisan Dunia merekomendasikan agar penduduk tradisional Itchan Kala dapat terus tinggal di kota tersebut. Inilah alasan tempat ini disebut kota museum hidup. Sebanyak 250 hunian dalam catatan UNESCO bukan sekadar benda pameran. Hunian itu merupakan bagian dari hal yang dilindungi melalui penetapan tersebut.
Keputusan Komite yang sama juga meminta perlindungan zona penyangga di sekitar kota dalam, yang mencakup Dishan Kala. Penetapan tersebut meliputi kota bertembok, tetapi lingkungan sekitarnya juga penting.
Komite memasukkan Itchan Kala berdasarkan kriteria budaya iii, iv, dan v.
Linimasa
- Abad ke-4–3 SM: Permukiman sudah berdiri di lokasi Khiva sekarang.
- Abad ke-10: Para ahli geografi Arab menyebut Khiva sebagai sebuah kota.
- 1603–1622: Khiva menjadi ibu kota pada masa Arab Muhammad Khan, menurut Encyclopaedia Iranica.
- 1830–1838: Istana Tash Hauli dibangun pada masa Alla Kulu Khan.
- 1852: Muhammad Amin Khan memerintahkan dimulainya pembangunan Kalta Minor.
- 1855: Muhammad Amin Khan meninggal, dan pembangunan Kalta Minor berhenti.
- 1873: Pasukan Rusia merebut Khiva. Kekhanan kehilangan hak untuk menjalankan kebijakan luar negerinya sendiri.
- 1920: Kekhanan dihapuskan. Republik Soviet Rakyat Khorezm diproklamasikan.
- 1967: Itchan Kala menjadi kawasan cagar arsitektur dan sejarah negara.
- 1969: Itchan Kala mulai berfungsi sebagai museum sekaligus kawasan cagar.
- 1990: UNESCO memasukkan Itchan Kala ke dalam Daftar Warisan Dunia.
- 2019: Tari Lazgi dari Khorezm dimasukkan ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO.
Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan
- Nama lama bertahan dalam dokumen. Bentuk Khivaq atau Kivaq muncul dalam karya tulis dan dokumen resmi hingga awal abad ke-20.
- Catatan jumlah pada 1920. Pada tahun berakhirnya kekhanan, kota ini memiliki 81 masjid dan 64 madrasah.
- Masjid dengan begitu banyak tiang. Ruang dalam Masjid Juma yang berukuran 55 kali 46 meter memiliki 212 tiang dan dua bukaan atap berbentuk segi delapan untuk memasukkan cahaya.
- Musuhnya berukuran kecil. UNESCO mencantumkan rayap yang merusak kayu, serta salinitas tanah dan kelembapan yang memengaruhi fondasi, di antara ancaman terhadap pelestarian situs ini. Kayu, tanah, dan garam menghadirkan bahaya yang lebih senyap daripada perang, tetapi terus berlangsung.
- Menara pendek dengan hiasan lengkap. Kalta Minor tidak pernah menjulang tinggi, tetapi seluruh bagian luarnya dilapisi ubin berglasir dan majolika.
Lazgi: tarian dari Khorezm
Wilayah tempat Khiva berada juga memiliki tradisi yang masih hidup. Pada 2019, UNESCO memasukkan tari Lazgi dari Khorezm ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Catatan acara UNESCO mencantumkan Festival Tari Lazgi Internasional ketiga di Khiva, dengan tanggal 25–30 April 2026. Monumen-monumennya memberi Anda gambaran tentang para khan. Tariannya menunjukkan bahwa budaya Khorezm masih dipraktikkan hingga kini.
FAQ
Di mana letak Khiva?
Khiva adalah kota di wilayah Khorezm, Uzbekistan, di sebelah barat Sungai Amu Darya.
Seberapa luas Itchan Kala?
Luasnya 26 hektare, dengan bentuk persegi panjang berukuran sekitar 650 kali 400 meter. Temboknya mencapai tinggi sekitar 10 meter.
Apa saja yang dicatat UNESCO di dalamnya?
UNESCO mencatat 51 monumen bersejarah dan 250 hunian.
Mengapa pembangunan Kalta Minor berhenti?
Muhammad Amin Khan memulai pembangunannya pada 1852. Setelah ia meninggal pada 1855, pembangunan dihentikan.
Apakah Khiva pernah memiliki nama lain?
Ya. Bentuk nama lamanya adalah Khivaq atau Kivaq. Negara itu sendiri biasanya disebut Khorezm dalam sumber setempat.
Sumber
- Encyclopaedia Iranica — KHIVA iranicaonline.org
- Pusat Warisan Dunia UNESCO — Itchan Kala whc.unesco.org
- UNESCO — Keputusan Komite Warisan Dunia 14 COM VII.A whc.unesco.org
- Dewan Menteri Uzbekistan, direktorat bangunan bersejarah — Istana Tash Hauli dkm.gov.uz
- Portal pariwisata resmi Uzbekistan — Menara Kalta Minor di Khiva uzbekistan.travel
- Warisan Budaya Takbenda UNESCO — Tari Khorazm, Lazgi ich.unesco.org
- Wikipedia — Khiva en.wikipedia.org
- Vikipedi — Hive tr.wikipedia.org
Image: Khiva, Uzbekistan 1859.jpg — Eugene Schuyler, Public domain






