Sejarah Dunia

Siapa Richard si Hati Singa? Perang Salib Ketiga

Richard I memerintah Inggris pada 1189–1199 dan meraih reputasi sebagai si Hati Singa lewat peperangan serta kepemimpinannya dalam Perang Salib Ketiga. Ia ditangkap dalam perjalanan pulang, dibebaskan melalui kesepakatan tebusan, lalu mempertahankan wilayahnya di Prancis sebelum meninggal akibat luka panah busur silang pada 1199.

8 menit baca9 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Siapa Richard si Hati Singa? Perang Salib Ketiga
Replica effigy of Richard I of England, V&A London 04.jpg

Siapa Richard I dari Inggris, si Hati Singa?

Richard I, yang dikenal sebagai Richard si Hati Singa, adalah raja dari Wangsa Plantagenet. Ia memerintah Inggris dari 6 Juli 1189 hingga 6 April 1199. Reputasinya sangat terkait dengan Perang Salib Ketiga. Ia melawan pasukan Salahuddin (Selahaddin Eyyubi), merundingkan akses ke Yerusalem bagi peziarah Kristen, lalu menjadi tawanan dalam perjalanan pulang. Kebebasannya bergantung pada kesepakatan tebusan.

Richard lahir di Oxford pada 8 September 1157. Orang tuanya adalah Henry II dari Inggris dan Eleanor dari Aquitaine. Ia mewarisi mahkota Inggris pada 1189. Penobatannya berlangsung di Westminster Abbey pada 3 September. Catatan terperinci yang masih bertahan menjadikannya penobatan raja Inggris pertama yang terdokumentasi dengan cara tersebut.

Jika Anda mengikuti perjalanan Richard selama menjadi raja, ternyata hanya sedikit waktunya dihabiskan di Inggris. Ia berada di sana sekitar enam bulan selama hampir sepuluh tahun memerintah. Pada 1190, ia berangkat untuk mengikuti perang salib. Pemerintahan dipercayakannya kepada para pejabat yang ditinggalkan.

Mengapa Raja Richard I dijuluki si Hati Singa?

Julukan Richard dalam bahasa Prancis adalah Cœur de Lion, yang berarti Hati Singa. Julukan itu berkaitan dengan reputasinya dalam peperangan dan kepemimpinan militer. Kemenangannya atas pasukan Salahuddin di Arsuf pada 7 September 1191 menjadi bagian dari catatan militer yang mendasari reputasi tersebut.

Julukan itu juga perlu mendorong Anda untuk menelaah keputusan-keputusannya. Di Akko (Akka), Richard memerintahkan pembunuhan sekitar 2.700 tawanan Muslim yang ditahan sebagai jaminan pelaksanaan syarat penyerahan kota. Kiprahnya dalam perang salib mencakup kemenangan di medan perang sekaligus pembunuhan para tawanan ini.

Perang Salib Ketiga: Siprus dan Akko

Richard menikahi Berengaria dari Navarra di Siprus pada 12 Mei 1191. Pernikahan mereka tidak menghasilkan anak. Pernikahan itu berlangsung di tengah kampanye militer ketika pasukannya menaklukkan pulau tersebut, yang saat itu diperintah Isaac Komnenos. Pada 1 Juni, seluruh Siprus sudah mereka kuasai.

Jika Anda membaca kisah ini karena tertarik pada Turki, Siprus membantu memperjelas urutan peristiwanya. Pernikahan dan penaklukan Richard di sana terjadi sebelum ia tiba di Akko pada 8 Juni 1191. Kampanye di pulau itu dan pengepungan Akko merupakan tahap-tahap berurutan dalam perjalanan perang salib yang sama.

Akko jatuh ke tangan pasukan salib pada Juli 1191, setelah Richard ikut dalam pengepungan. Namun, kemenangan itu memicu perselisihan dengan pemimpin pasukan salib lainnya. Richard membuat Adipati Leopold V dari Austria (Avusturya) memusuhinya akibat insiden penyingkiran panji Leopold di Akko.

Richard juga menahan tawanan Muslim berdasarkan kesepakatan penyerahan Akko. Ia kemudian memerintahkan pembunuhan sekitar 2.700 orang di antara mereka. Perebutan kota, kematian para tawanan, dan perselisihan dengan Leopold merupakan rangkaian peristiwa setelah pengepungan. Leopold kelak menjadi orang yang menawan Richard.

Richard I melawan Salahuddin: apa yang berhasil dicapainya?

Pasukan Richard mengalahkan pasukan Salahuddin di Arsuf pada 7 September 1191. Kemenangannya kemudian di Jaffa termasuk keberhasilan terakhir dalam kampanye tersebut. Kemenangan-kemenangan ini merupakan pencapaian militer, tetapi Richard tidak merebut Yerusalem.

Kesepakatan 2 September 1192 membiarkan Yerusalem tetap di bawah pemerintahan Muslim. Kesepakatan itu juga menjamin akses ke kota bagi peziarah Kristen. Jika Anda menilai kampanye ini dari hasilnya, kedua fakta tersebut sama-sama penting. Richard gagal merebut Yerusalem, sementara perjanjian itu melindungi akses ziarah.

Anda bisa membandingkan perbedaan ini dengan rencana perjalanan sehari-hari. Izin mengunjungi suatu tempat berbeda dengan kekuasaan atas tempat tersebut. Kesepakatan 1192 menjamin izin berkunjung bagi peziarah Kristen, sementara Yerusalem tetap berada di bawah kekuasaan Muslim.

Bagaimana Richard si Hati Singa menjadi tawanan?

Perjalanan pulang Richard berujung buruk setelah kapalnya karam di lepas pantai Istria. Ia melanjutkan perjalanan dengan menyamar sebagai peziarah. Pada Desember 1192, ia ditangkap di dekat Wina (Viyana). Raja yang sebelumnya memimpin pasukan dalam perang salib kini bergantung pada perundingan untuk memperoleh kebebasan.

Leopold V menahan Richard di Kastel Dürnstein di tepi Sungai Donau (Tuna). Perselisihan mereka di Akko menghubungkan penawanan ini dengan perang salib itu sendiri. Permusuhan akibat penurunan panji Leopold terjadi sebelum ia memenjarakan Richard.

Pada 14 Februari 1193, Leopold mencapai kesepakatan dengan Kaisar Henry VI. Richard kemudian diserahkan ke dalam tahanan kaisar. Paus Selestinus III menjatuhkan ekskomunikasi kepada Leopold karena penangkapan itu melanggar perlindungan Gereja bagi peserta perang salib yang sedang pulang.

Pembebasan Richard mensyaratkan kesepakatan pembayaran 100.000 mark. Para sandera akan menjadi jaminan untuk tambahan 50.000 mark. Ia dibebaskan pada 4 Februari 1194 setelah kesepakatan tebusan tersebut. Penawanannya telah menunda kepulangannya selama lebih dari setahun.

Richard I dari Inggris dan Philippe II dari Prancis

Kedudukan Richard menghadapi ancaman selama ia pergi. Adiknya, John, menduduki Kastel Windsor. Sementara itu, Raja Philippe II dari Prancis (Fransa) berusaha merebut wilayah Richard di Prancis. Penawanannya pun bertepatan dengan tantangan terhadap kekuasaannya di Inggris dan di seberang Selat Inggris.

Richard kembali ke Inggris pada 1194 dan menjalani penobatan lagi di Winchester. Ia kemudian menyeberangi selat untuk mempertahankan wilayahnya dari Philippe. Pembebasannya memulihkan kebebasannya, tetapi sisa hidupnya mencakup peperangan demi wilayah kekuasaannya di Prancis.

Kisah Richard dan Philippe juga muncul dalam pembahasan tentang seksualitas Richard. Sebuah laporan bahwa mereka berbagi tempat tidur telah menarik perhatian. Sejarawan Jean Flori dan John Gillingham sepakat bahwa laporan itu tidak membuktikan adanya hubungan seksual.

Kematian Richard I dari Inggris: penyebab dan nasib jenazahnya

Richard terluka oleh anak panah busur silang di bahu kirinya di Châlus. Ia meninggal pada 6 April 1199. Sebuah penelitian ilmiah yang diterbitkan pada 2013 menilai gangren dan/atau septikemia sebagai kemungkinan penyebab kematiannya setelah luka tersebut.

Bagian-bagian jenazahnya dimakamkan di tempat berbeda. Tubuhnya dimakamkan di Biara Fontevraud. Jantungnya dimakamkan di Notre-Dame di Rouen, sedangkan organ-organ dalamnya dimakamkan di Châlus. Pemakaman terpisah ini menjadi bagian dari riwayat fisik jenazahnya.

Jantung tersebut kemudian menjadi objek pemeriksaan ilmiah. Achille Deville menemukan sisa-sisanya di Rouen pada 31 Juli 1838. Sisa jantung itu berada dalam kotak timbal berukuran 12,2 × 23 × 17 sentimeter.

Linimasa

  • 8 September 1157: Richard lahir di Oxford.
  • 6 Juli 1189: Ia menjadi raja Inggris.
  • 3 September 1189: Ia dinobatkan di Westminster Abbey.
  • 1190: Ia berangkat untuk mengikuti Perang Salib Ketiga.
  • 12 Mei 1191: Ia menikahi Berengaria dari Navarra di Siprus.
  • Pada 1 Juni 1191: Pasukannya sudah menaklukkan Siprus.
  • 8 Juni 1191: Ia tiba di Akko.
  • Juli 1191: Akko jatuh ke tangan pasukan salib.
  • 7 September 1191: Pasukannya mengalahkan pasukan Salahuddin di Arsuf.
  • 2 September 1192: Sebuah kesepakatan membiarkan Yerusalem tetap di bawah kekuasaan Muslim dan menjamin akses ziarah bagi umat Kristen.
  • Desember 1192: Ia ditangkap di dekat Wina.
  • 1193: Ia masuk ke dalam tahanan Kaisar Henry VI.
  • 4 Februari 1194: Ia dibebaskan.
  • 1194: Ia kembali ke Inggris, lalu menyeberangi selat untuk mempertahankan wilayahnya di Prancis.
  • 6 April 1199: Ia meninggal setelah terluka di Châlus.
  • 31 Juli 1838: Sisa jantungnya ditemukan di Rouen.
  • 2013: Pemeriksaan ilmiah atas sisa jantungnya diterbitkan.

Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata

Penawanan Richard juga terekam dalam lirik sebuah lagu yang dikaitkan dengannya, Ja nus hons pris. Tokoh yang bersuara dalam lagu itu mengeluhkan penahanan selama dua musim dingin. Ia menyapa teman-temannya yang belum mengirimkan bantuan yang cukup untuk tebusannya. Lagu ini menghadirkan suara dari penawanan tersebut, melengkapi catatan tentang syarat pembayaran.

Pemeriksaan jantung pada 2013 mengidentifikasi bahan-bahan pembalseman, termasuk kemenyan frankincense, murad, kamomil, mint, dan merkuri. Temuan ini berkaitan dengan perlakuan terhadap jantung Richard setelah kematiannya. Penelitian yang sama juga menilai gangren dan/atau septikemia sebagai kemungkinan penyebab kematiannya.

Kisah lain menyangkut pedang bernama Caliburn. Pilihan kutipan kronik yang diterbitkan Universitas Fordham mencatat bahwa Richard memberikan pedang itu kepada Raja Tancred dari Sisilia (Sicilya) pada 1191. Editornya menghubungkan nama tersebut dengan legenda Arthur. Catatan itu tidak membuktikan bahwa pedang tersebut adalah Excalibur yang sesungguhnya.

Keterangan tentang tinggi badan Richard juga perlu disertai batasan. Clifford Brewer menyebut angka 1,96 meter. Tidak adanya sisa kerangka membuat angka itu tidak bisa diverifikasi melalui pengukuran. Karena itu, Anda perlu membacanya sebagai klaim, bukan ukuran tinggi sang raja yang sudah dipastikan.

Para sejarawan juga berbeda pendapat tentang orientasi seksual Richard. John Harvey berpendapat bahwa ia homoseksual. John Gillingham menilainya kemungkinan heteroseksual. Kisah berbagi tempat tidur dengan Philippe tidak menyelesaikan persoalan ini, sebagaimana diakui Gillingham dan Jean Flori.

FAQ

Apakah Richard si Hati Singa pernah datang ke Inggris?

Ya. Richard dinobatkan di Westminster Abbey pada 1189 dan kembali setelah dibebaskan pada 1194. Total waktunya di Inggris selama hampir sepuluh tahun memerintah hanya sekitar enam bulan.

Apakah Richard merebut Yerusalem?

Tidak. Ia meraih kemenangan di Arsuf dan Jaffa, tetapi Yerusalem tetap di bawah kekuasaan Muslim. Kesepakatan 2 September 1192 menjamin akses bagi peziarah Kristen.

Mengapa Richard dipenjara?

Leopold V menangkap Richard di dekat Wina ketika ia pulang dari perang salib. Richard sebelumnya telah membuat Leopold memusuhinya di Akko. Ia kemudian diserahkan ke dalam tahanan Kaisar Henry VI dan dibebaskan setelah kesepakatan tebusan.

Apa penyebab kematian Richard si Hati Singa?

Richard meninggal setelah anak panah busur silang melukai bahu kirinya di Châlus. Penelitian ilmiah pada 2013 menyebut gangren dan/atau septikemia sebagai kemungkinan penyebabnya. Ia meninggal pada 6 April 1199.

Sumber

  1. John Gillingham, Kamus Biografi Nasional Oxford — Richard I doi.org
  2. Wikipedia — Richard I dari Inggris en.wikipedia.org
  3. Vikipedi — I. Richard tr.wikipedia.org
  4. Westminster Abbey — Richard I westminster-abbey.org
  5. Keluarga Kerajaan — Richard I royal.uk
  6. Encyclopedia.com — Richard I (Richard si Hati Singa) encyclopedia.com
  7. Charlier dan rekan-rekan, Scientific Reports — Jantung Richard si Hati Singa yang dibalsem pmc.ncbi.nlm.nih.gov
  8. Arsip Penelitian Universitas Oxford — Richard I, Ja nus hons pris ne dira sa raison ora.ox.ac.uk
  9. Universitas Fordham, T. A. Archer — Perang Salib Richard I, 1189–92 sourcebooks.web.fordham.edu

FAQ

Mengapa Richard I dijuluki si Hati Singa?

Julukannya dalam bahasa Prancis, Cœur de Lion, berarti Hati Singa. Julukan itu mencerminkan reputasinya sebagai pejuang dan panglima militer.

Apakah Richard si Hati Singa pernah datang ke Inggris?

Ya. Ia dinobatkan di Westminster Abbey pada 1189 dan kembali setelah dibebaskan pada 1194. Selama masa pemerintahannya yang hampir sepuluh tahun, ia hanya menghabiskan sekitar enam bulan di Inggris.

Apakah Richard si Hati Singa merebut Yerusalem?

Tidak. Kesepakatan 2 September 1192 membiarkan Yerusalem tetap di bawah kekuasaan Muslim, sekaligus menjamin akses bagi peziarah Kristen.

Apa penyebab kematian Richard I?

Richard meninggal pada 6 April 1199 setelah anak panah busur silang melukai bahu kirinya di Châlus. Sebuah penelitian akademis pada 2013 menyebut gangren dan/atau septikemia sebagai kemungkinan besar penyebab kematiannya.

Image: Replica effigy of Richard I of England, V&A London 04.jpg — 14GTR, CC0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait