Akar Kota

Sejarah Amasya dan Asal Usul Namanya: Panduan Lengkap

Amasya terletak di lembah sempit yang dibelah Sungai Yeşilırmak, dengan sejarah yang membentang dari permukiman Zaman Tembaga dan raja-raja Pontus hingga para pangeran Utsmaniyah serta perjuangan nasional pada 1919. Asal usul namanya, Amaseia, masih diperdebatkan; artikel ini membantu Anda membedakan fakta yang terdokumentasi dari berbagai teori.

9 menit baca17 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Sejarah Amasya dan Asal Usul Namanya: Panduan Lengkap
Kral Kaya Mezarları, Amasya.jpg

Amasya adalah kota kecil dengan ingatan sejarah yang panjang. Kota ini berada di lembah sempit. Hampir setiap periode sejarah Anatolia (Anadolu) meninggalkan jejak di sini. Panduan ini mengajak Anda menelusuri sejarah Amasya secara berurutan, memahami apa yang diketahui dan belum diketahui tentang namanya, serta mengenali tempat-tempat yang masih bisa dikunjungi.

Letak Amasya dan arti pentingnya

Amasya terletak di lembah sempit yang dibentuk oleh Sungai Yeşilırmak, sekitar 400 meter di atas permukaan laut. Lembah ini diapit dinding batu di kedua sisinya. Sungai mengalir melewati tengah kota.

Bentang alam ini menjelaskan banyak hal tentang sejarah Amasya. Para penguasa dapat memahat makam di tebing dan mendirikan tembok di tepi sungai. Pada masa berikutnya, rumah-rumah dibangun tepat di atas tembok itu. Saat Anda berdiri di tepi sungai, lapisan-lapisan sejarah tersebut tampak berdekatan.

Sejarah Amasya: jejak paling awal

Jejak permukiman di sekitar Amasya berasal dari Zaman Kalkolitikum atau Zaman Tembaga, sekitar 5500 SM. Namun, tanggal ini perlu dipahami dengan cermat. Bukti tersebut menunjukkan bahwa manusia sudah tinggal di wilayah ini. Bukti itu tidak membuktikan bahwa pusat kota Amasya sekarang terus dihuni tanpa jeda sejak masa tersebut.

Untuk milenium ke-2 SM, tersedia bukti penggalian. Penggalian di Oluz Höyük dimulai pada 2007. Artikel dalam jurnal TÜBA-AR pada 2014 meninjau hasilnya. Artikel itu menempatkan lapisan arsitektur ke-7 dan ke-8 permukiman tersebut pada masa Kerajaan Besar Het (Hitit). Jadi, wilayah Amasya yang lebih luas sudah dihuni pada zaman Het.

Asal usul nama Amasya

Banyak pembaca datang dengan pertanyaan ini. Berikut bukti yang kuat dan penjelasan yang masih berupa teori.

Yang terdokumentasi. Ensiklopedia Islam TDV menyebut Amaseia sebagai nama tertua kota ini yang didukung bukti kuat. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Amasya menambahkan dua keterangan. Koin kota yang dicetak sejak abad ke-2 SM memuat nama AMASSEIA. Ahli geografi Strabo juga menggunakan bentuk Amaseia untuk menyebut kota ini.

Yang masih berupa teori. Salah satu penjelasan menghubungkan Amaseia dengan Dewi Ibu Mâ. Ini merupakan usulan etimologi. Asal usul tersebut belum terbukti. Entri TDV menyatakan bahwa pendiri kota dan waktu pendiriannya belum diketahui secara pasti.

Teori lainnya. Dokumen Het menyebut tempat bernama Hakmiş. Sebagian peneliti mengidentifikasinya sebagai Amasya. Direktorat tersebut menyajikan hubungan ini sebagai kemungkinan. Sementara itu, entri TDV tetap menyebut Amaseia sebagai nama tertua yang diketahui dengan tingkat kepastian tinggi.

Jadi, kesimpulan yang sesuai bukti cukup singkat. Nama Amaseia terbukti kuat melalui koin sejak abad ke-2 SM. Penjelasan tentang masa sebelumnya masih bertumpu pada teori.

Ibu kota Pontus dan makam batu

Berkas pengajuan UNESCO menyebut Amasya sebagai ibu kota Kerajaan Pontus, yang didirikan Mithridates I Ktistes pada 301 SM. Para rajanya meninggalkan jejak yang masih bisa Anda lihat dari jalan.

Di lereng selatan Gunung Harşena, di kawasan bernama Kızlar Sarayı, terdapat lima makam kerajaan monumental yang dipahat pada batu. Makam-makam tersebut dikaitkan dengan:

  • Mithridates I
  • Ariobarzanes
  • Mithridates II
  • Mithridates III
  • Pharnakes I

Gunung dan makam-makamnya diajukan ke Daftar Tentatif Warisan Dunia UNESCO pada 13 April 2015. Pencantuman dalam daftar tentatif merupakan langkah awal. Status itu belum berarti penetapan penuh sebagai Warisan Dunia.

Kekuasaan Romawi dan saluran air

Amasya masuk ke dalam wilayah negara Romawi pada 63 SM. Pada abad ke-3 M, kota ini menjadi penting sebagai pusat keuskupan.

Sarana pasokan air kota juga berasal dari masa awal ini. Saluran Air Ferhat (Ferhat Su Kanalı) dibangun pada periode Helenistik Akhir dan Romawi Awal untuk mengalirkan air ke Amasya kuno. Para pembangunnya memahat batu, menggali terowongan, dan menyusun dinding pasangan batu. Di lembah berbatu ini, mendatangkan air ke kota berarti mengolah batu secara langsung.

Danishmend, Seljuk, dan Ilkhanat

Pada abad-abad pertengahan, kota ini berganti tangan di antara beberapa penguasa Turki dan Muslim. Kekuasaan Danishmend berlangsung hingga Sultan Seljuk Anatolia Kılıçarslan II memasukkan wilayah Danishmend ke bawah pemerintahannya sendiri.

Dua bangunan dari masa ini memperlihatkan wajah kota saat itu:

  • Gök Medrese (1267). Gubernur Seyfettin Torumtay memerintahkan pembangunannya. Namanya berarti “Madrasah Biru Langit”, diambil dari ubin berwarna pirus pada bangunan makamnya.
  • Bimarhane Amasya (Amasya Bimarhanesi, 1308–1309). Anber bin Abdullah membangun rumah sakit ini atas nama penguasa Ilkhanat, Olcaytu, dan istrinya, Uduz Hatun.

Kota para pangeran Utsmaniyah

Setelah Pertempuran Ankara pada 1402, Çelebi Mehmed mundur ke Amasya. Ia menggunakan kota ini sebagai basis dalam perebutan kekuasaan melawan saudara-saudaranya.

Kemudian, Amasya menjadi tempat belajar bagi para calon penguasa Kesultanan Utsmaniyah. Murad II, Mehmed sang Penakluk (Fatih Sultan Mehmed), dan Bayezid II pernah menjabat sebagai gubernur sanjak di sini. Hal ini menunjukkan bahwa Amasya merupakan salah satu pusat tempat para pangeran Utsmaniyah memperoleh pengalaman pemerintahan.

Bangunan-bangunan dari masa ini masih digunakan:

  • Masjid Yörgüç Pasha (Yörgüç Paşa Camii, 1428). Yörgüç Pasha, seorang wazir Murad II, membangunnya. Denahnya berbentuk T terbalik. Bagian pintu masuknya menggunakan marmer merah dan putih yang disusun saling mengunci.
  • Pemandian Mustafa Bey (Mustafa Bey Hamamı, 1436). Mustafa Bey, putra Yörgüç Pasha, membangunnya di kawasan Mehmet Paşa.
  • Bedesten Amasya (1483). Hüseyin Ağa, salah seorang aga penjaga gerbang istana Bayezid II, memerintahkan pembangunannya.
  • Kompleks Sultan Bayezid II (Sultan II. Bayezid Külliyesi, 1485–1486). Pangeran Ahmed, gubernur sanjak Amasya, membangunnya atas perintah Bayezid II.

Perjanjian Amasya, 1555

Pada 1555, Suleiman yang Agung berada di kota ini. Pada tahun itu, Kesultanan Utsmaniyah dan Dinasti Safawi (Safevîler) menyepakati Perjanjian Amasya. Dengan demikian, kota ini menjadi panggung diplomasi sekaligus tempat kedudukan para pangeran.

Rumah-rumah di atas tembok tepi sungai

Rumah-rumah Yalıboyu berdiri di sepanjang Sungai Yeşilırmak, di atas tembok kota lama. Para pembangunnya menggunakan rangka kayu dengan isian bata tanah yang tidak dibakar di antara tiang-tiangnya. Sebagian besar memiliki satu atau dua lantai. Sebagian besar juga berdiri di atas lantai bawah tanah.

Bangunan penting lain dari masa yang lebih belakangan adalah Wisma Hazeranlar (Hazeranlar Konağı). Kepala Bendahara Hasan Talat Efendi memerintahkan pembangunannya pada 1865. Setelah dipugar, bangunan ini dibuka sebagai museum rumah pada 1984.

Amasya pada 1919

Amasya juga memiliki tempat dalam sejarah perjuangan nasional. Surat Edaran Amasya (Amasya Tamimi) mencapai bentuk akhirnya pada malam 21 menuju 22 Juni 1919. Dokumen itu dikirim pada 22 Juni sebagai telegram bersandi dengan tanda tangan Mustafa Kemal Pasha.

Pada tahun yang sama, Perundingan Amasya berlangsung pada 20 hingga 22 Oktober 1919. Mustafa Kemal Pasha bertemu dengan Menteri Angkatan Laut Salih Pasha, yang mewakili Pemerintah Istanbul.

Linimasa

  • Sekitar 5500 SM: Jejak Zaman Kalkolitikum di wilayah Amasya.
  • 301 SM: Menurut berkas UNESCO, Amasya menjadi ibu kota Kerajaan Pontus.
  • Abad ke-2 SM: Koin kota memuat nama AMASSEIA.
  • 63 SM: Amasya menjadi bagian dari negara Romawi.
  • 1267: Gök Medrese dibangun.
  • 1308–1309: Bimarhane dibangun.
  • 1402: Setelah Pertempuran Ankara, Çelebi Mehmed menggunakan Amasya sebagai basisnya.
  • 1428: Masjid Yörgüç Pasha dibangun.
  • 1436: Pemandian Mustafa Bey dibangun.
  • 1483: Bedesten dibangun.
  • 1485–1486: Kompleks Bayezid II dibangun.
  • 1555: Perjanjian Amasya.
  • 1865: Wisma Hazeranlar dibangun.
  • 22 Juni 1919: Surat Edaran Amasya dikirim.
  • 20–22 Oktober 1919: Perundingan Amasya.
  • 1984: Wisma Hazeranlar dibuka sebagai museum rumah.
  • 2007: Penggalian di Oluz Höyük dimulai.
  • 13 April 2015: Makam batu Harşena diajukan ke Daftar Tentatif UNESCO.

Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan

  • Dewa pada koin. Sebuah koin Amasya dari masa pemerintahan Septimius Severus (193–211 M) memuat inskripsi yang menunjukkan bahwa Hermes dianggap sebagai dewa pendiri kota dalam mitologi.
  • Koridor makam yang belum selesai. Berkas UNESCO mencatat bahwa koridor yang mengelilingi makam kerajaan no. I tidak pernah diselesaikan. Batunya retak dan mudah hancur.
  • Sosok berlutut. Batu pengunci pada gerbang utama monumental Bimarhane memuat relief sosok yang sedang berlutut.
  • Bangunan yang dipangkas. Bedesten awalnya memiliki enam kubah. Bagian utara dengan dua kubah dibongkar pada 1970-an ketika sebuah gedung usaha dibangun.
  • Lima protokol, tiga tanda tangan. Perundingan 1919 menghasilkan lima protokol. Tiga ditandatangani. Dua yang dianggap rahasia dibiarkan tanpa tanda tangan.
  • Koin dalam pemberitaan. Pada 3 Juni 2024, Anadolu Agency melaporkan bahwa sebuah operasi di Amasya menyita 582 koin yang diduga berasal dari masa Kerajaan Pontus.

Merencanakan kunjungan

Mulailah dari tepi sungai. Berjalanlah melewati rumah-rumah Yalıboyu, lalu arahkan pandangan ke tebing untuk menemukan makam-makam Pontus. Setelah itu, kunjungi bangunan-bangunan Utsmaniyah di pusat kota. Wisma Hazeranlar memperlihatkan seperti apa rumah seorang pejabat pada 1865. Jika Anda hanya punya satu hari, ikuti urutan artikel ini. Rutenya membawa Anda dari raja-raja Pontus ke para pangeran Utsmaniyah, lalu ke 1919.

FAQ

Apa nama tertua Amasya yang diketahui?

Ensiklopedia Islam TDV menyebut Amaseia sebagai nama tertua yang didukung bukti kuat. Koin kota dari abad ke-2 SM bertuliskan AMASSEIA. Nama Het Hakmiş pernah diajukan, tetapi kaitannya dengan Amasya masih sebatas teori.

Apakah nama Amasya berasal dari Dewi Ibu Mâ?

Ini salah satu teori etimologi, bukan fakta yang sudah dipastikan. Pendiri kota dan waktu pendiriannya belum diketahui secara pasti.

Siapa yang mendirikan Kerajaan Pontus dengan Amasya sebagai ibu kotanya?

Berkas pengajuan UNESCO menyebut Mithridates I Ktistes mendirikannya pada 301 SM dan mencatat Amasya sebagai ibu kotanya.

Kapan Amasya menjadi bagian dari negara Romawi?

Pada 63 SM. Kota ini kemudian menjadi penting sebagai pusat keuskupan pada abad ke-3 M.

Mengapa Amasya penting dalam sejarah republik?

Surat Edaran Amasya dikirim pada 22 Juni 1919 dengan tanda tangan Mustafa Kemal Pasha. Perundingan Amasya dengan Salih Pasha kemudian berlangsung pada 20 hingga 22 Oktober 1919.

Sumber

  1. Ensiklopedia Islam TDV — Amasya islamansiklopedisi.org.tr
  2. Portal Kebudayaan Turki — Amasya kulturportali.gov.tr
  3. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Amasya — Asal Usul Nama Amasya amasya.ktb.gov.tr
  4. UNESCO — Gunung Harşena dan Makam Batu Raja-Raja Pontus whc.unesco.org
  5. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Amasya — Saluran Air Ferhat amasya.ktb.gov.tr
  6. Kantor Gubernur Amasya — Madrasah amasya.gov.tr
  7. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Amasya — Bimarhane amasya.ktb.gov.tr
  8. Kantor Gubernur Amasya — Masjid amasya.gov.tr
  9. Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Amasya — Kompleks Sultan Bayezid II amasya.ktb.gov.tr
  10. Kantor Gubernur Amasya — Bedesten amasya.gov.tr
  11. Kantor Gubernur Amasya — Pemandian amasya.gov.tr
  12. Kementerian Pendidikan Nasional — Rumah-Rumah Yalıboyu Amasya okuldisiogrenme.eba.gov.tr
  13. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata — Wisma Hazeranlar muze.gov.tr
  14. Ensiklopedia Atatürk — Surat Edaran Amasya ataturkansiklopedisi.gov.tr
  15. Kantor Gubernur Amasya — Protokol Amasya amasya.gov.tr
  16. TÜBA-AR — Wilayah Amasya pada Milenium ke-2 SM Berdasarkan Temuan Arkeologi Terkini tuba.gov.tr
  17. Anadolu Ajansı / Habertürk — 582 Koin Disita di Amasya haberturk.com

FAQ

Apa nama tertua Amasya yang diketahui?

Ensiklopedia Islam TDV menyebut Amaseia sebagai nama tertua yang didukung bukti kuat. Koin kota yang dicetak sejak abad ke-2 SM memuat bentuk AMASSEIA. Nama Het Hakmiş pernah diajukan, tetapi kaitannya dengan Amasya masih berupa teori.

Apakah nama Amasya berasal dari Dewi Ibu Mâ?

Ini salah satu teori etimologi, bukan fakta yang sudah dipastikan. Pendiri kota dan waktu pendiriannya belum diketahui secara pasti. Karena itu, belum ada satu penjelasan asal usul namanya yang bisa dianggap final.

Siapa yang mendirikan Kerajaan Pontus dengan Amasya sebagai ibu kotanya?

Berkas pengajuan UNESCO menyebut Mithridates I Ktistes mendirikan Kerajaan Pontus pada 301 SM dan mencatat Amasya sebagai ibu kotanya.

Kapan Amasya menjadi bagian dari negara Romawi?

Amasya masuk ke dalam wilayah negara Romawi pada 63 SM. Pada abad ke-3 M, kota ini juga menjadi penting sebagai pusat keuskupan.

Mengapa Amasya penting dalam sejarah Republik Turki?

Surat Edaran Amasya dikirim pada 22 Juni 1919 dengan tanda tangan Mustafa Kemal Pasha. Pada Oktober 1919, ia juga mengadakan Perundingan Amasya dengan Menteri Angkatan Laut Salih Pasha, yang mewakili Pemerintah Istanbul.

Image: Kral Kaya Mezarları, Amasya.jpg — Zeynel Cebeci, CC BY-SA 4.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait