Di mana lokasi Masjid Nabawi?
Masjid Nabawi (Mescid-i Nebevî) berdiri di pusat Madinah (Medine), di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Muhammad memerintahkan pembangunannya setelah hijrah dan ikut membangunnya bersama para sahabat. Makamnya berada di bekas kamar Aisyah, di bawah Kubah Hijau pada sisi tenggara masjid.
Jika Anda menemukan nama Mescid-i Nebevî saat membaca sejarah Turki, nama itu merujuk pada Masjid Nabawi. Kata Arab yang menjadi asal kata “Nebevî” berarti milik atau berkaitan dengan nabi. Dalam bahasa Turki, masjid ini juga disebut Mescid-i Nebi dan Peygamber Mescidi. Semua nama itu merujuk pada masjid yang sama di Madinah.
Masjid Nabawi di Madinah
Lokasinya berada di pusat Madinah. Bangunan ini bermula sebagai tempat salat yang dilengkapi tempat tinggal dan bagian untuk belajar. Pembangunan pada masa berikutnya memasukkan kamar-kamar di sebelahnya ke dalam masjid.
Jika Anda mengenal masjid ini melalui sejarah Turki, ada pula kaitan khusus dengan Kesultanan Utsmaniyah. Murad III mengirim mimbar marmer yang dipasang pada 1590. Kubah di atas ruang makam dicat hijau pada 1837, pada masa pemerintahan Mahmud II. Keduanya berasal dari tahap yang berbeda dalam sejarah panjang pembangunan masjid.
Siapa yang membangun Masjid Nabawi?
Muhammad memerintahkan pembangunan masjid setelah hijrah. Ia juga ikut mengerjakannya bersama para sahabat. Menurut Ensiklopedia Islam TDV, pekerjaan dimulai pada September 622 dan bangunan pertama selesai pada April 623. Jadi, ia berperan dalam mengarahkan pembangunan sekaligus mengerjakannya secara langsung.
Lahannya sebelumnya merupakan tempat mengeringkan kurma milik dua anak yatim, Sehl dan Süheyl. Bangunan awal memiliki dinding bata tanah dengan fondasi batu. TDV menghitung luasnya sekitar 1,022 meter persegi. Bahan dan ukuran ini menggambarkan masjid awal, sebelum perluasan pada abad-abad berikutnya.
Batang kurma menjadi tiang pada bagian yang beratap. Pelepah dan daun kurma digunakan sebagai bahan atap. Tata ruang awal mencakup tempat salat, bagian yang disebut Suffe atau Zulle, serta kamar-kamar istri Muhammad. Dengan demikian, tempat ibadah, tempat tinggal, dan tempat belajar menempati bagian-bagian yang berdampingan dalam kompleks awal.
Apa saja kegiatan di masjid pertama?
Semasa hidup Muhammad, masjid menjadi pusat ibadah, pemerintahan, pendidikan, peradilan, dan bantuan sosial. Suffe menampung para sahabat yang tidak memiliki tempat tinggal di Madinah. Bagian ini berkembang menjadi tempat pendidikan. Penyediaan tempat tinggal pun berjalan bersama kegiatan belajar di dalam masjid.
Anda dapat menghubungkan fungsi-fungsi ini dengan kehidupan sehari-hari: mencari tempat tidur, belajar, menerima bantuan, dan menyelesaikan perselisihan. Semuanya mendapat tempat dalam kegiatan awal masjid. Sejarahnya mencakup kebutuhan praktis tersebut, selain tempat salat dan kamar-kamar yang dihuni istri Muhammad.
Masjid pertama memiliki tiga gerbang. Bâbürrahme berada di barat, Bâbücibrîl di timur, dan Bâbülcenûbî di selatan. Arah kiblat semula menghadap Yerusalem (Kudüs). Sekitar enam belas atau tujuh belas bulan setelah hijrah, kiblat berubah menghadap Ka’bah di Makkah (Mekke).
Masjid tempat Nabi Muhammad dimakamkan
Makam Muhammad berada di Hücre-i Saâdet, bekas kamar Aisyah. Ruangan ini terletak di sisi tenggara masjid. Di dalamnya juga terdapat makam Abu Bakar dan Umar, dua khalifah pertama. Kubah Hijau berdiri di atas ruangan yang dahulu menjadi tempat tinggal ini.
Perbedaan antara kamar dan masjid perlu dipahami. Semula, kamar-kamar itu berdampingan dengan bangunan tempat salat. Kamar-kamar tersebut dimasukkan ke dalam masjid melalui pekerjaan yang berlangsung antara 707 dan 710. Gubernur Madinah, Umar bin Abdul Aziz, memimpin pekerjaan itu atas perintah khalifah Umayyah, al-Walid I.
Jika Anda bertanya di mana Muhammad dimakamkan, jawaban tepatnya adalah di bekas kamar Aisyah yang kini berada di dalam masjid. Ruang makam dan hubungannya dengan bangunan di sekelilingnya mencerminkan tahap pembangunan yang berbeda. Ruangan itu menjadi bagian dari masjid dalam pekerjaan berikutnya pada 707–710.
Denah Masjid Nabawi: letak ruang makam dan Raudhah
Tiga bagian membantu Anda memahami tata ruang bersejarahnya: ruang makam, mimbar, dan Raudhah (Ravza-i Mutahhara). Hücre-i Saâdet berada di sisi tenggara. Raudhah merupakan bagian di antara ruangan itu dan mimbar. Nama-nama ini menunjukkan bagian interior yang berbeda.
Entri TDV tahun 2007 mencatat ukuran Raudhah sepanjang 22 meter dari timur ke barat dan 15 meter dari utara ke selatan. Luas yang disebutkan sekitar 330 meter persegi. Ukuran ini menggambarkan ruang di antara kamar dan mimbar, bukan luas keseluruhan masjid.
Kubah Hijau Masjid Nabawi
Kubah Hijau berdiri di atas bekas kamar Aisyah, tempat Muhammad, Abu Bakar, dan Umar dimakamkan. Letaknya di sisi tenggara menjadi penanda yang terlihat untuk ruang makam di bawahnya. Warna kubah berasal dari masa yang jauh lebih belakangan daripada pendirian masjid pada 622.
Kubah tersebut dicat hijau pada 1837, pada masa Mahmud II. Tanggal ini berguna saat Anda mencermati foto atau membahas kaitan bangunan dengan Kesultanan Utsmaniyah. Pendirian masjid, penggabungan kamar-kamar ke dalam masjid, dan pengecatan kubah merupakan peristiwa terpisah dalam sejarah pembangunannya.
Kronologi
- 622: Pembangunan dimulai di Madinah. TDV menyebut September sebagai bulan dimulainya pekerjaan.
- 623: Bangunan pertama selesai pada April.
- 707–710: Pekerjaan pada masa al-Walid I memasukkan kamar-kamar di sebelah masjid ke dalam bangunan masjid.
- 1256: Kebakaran besar pada 22 September menyebabkan kerusakan parah.
- 1590: Mimbar marmer kiriman Murad III dipasang.
- 1837: Kubah di atas ruang makam dicat hijau.
- 1985: Proyek perluasan besar dimulai pada masa Raja Fahd.
Bagaimana Masjid Nabawi diperluas?
Sejarah bangunan masjid mencakup perluasan dan kerusakan besar. Pekerjaan pada 707–710 mengubah hubungan masjid dengan kamar-kamar di sebelahnya. Kebakaran pada 22 September 1256 merusak bangunan dengan parah. Mimbar marmer yang dipasang pada 1590 menjadi unsur lain dalam sejarah arsitektur masjid yang diketahui tahunnya.
Perluasan besar pada masa Raja Fahd dimulai pada 1985. Proyek itu mencakup enam menara baru. Dalam bentuknya sekarang, masjid memiliki sepuluh menara. Jumlah ini berkaitan dengan bangunan pada masa berikutnya. Skalanya berbeda dari bangunan masjid pertama yang luasnya sekitar 1,022 meter persegi.
Foto Masjid Nabawi, pameran arsitektur, dan pencarian museum
Pameran Arsitektur Masjid Nabawi berada di sebelah selatan masjid dan menempati area seluas 2,200 meter persegi. Pameran ini menampilkan maket bangunan bersejarah dan tahap-tahap perluasan. Jika Anda mencari museum Masjid Nabawi atau pameran bangunannya, koleksi ini menyediakan cara untuk menelaah perkembangan arsitekturnya.
Pameran tersebut juga memuat foto bersejarah, denah arsitektur, dan materi visual yang mendokumentasikan berbagai tahap pembangunan. Jika Anda mencari foto Masjid Nabawi, gambar-gambar ini memiliki tujuan sejarah yang khusus. Bersama maket dan denah, foto-foto tersebut memperlihatkan bangunan dari satu tahap pembangunan ke tahap berikutnya.
Pameran perluasan Masjid Nabawi dan tur berpemandu
Layanan penjelasan berpemandu tercatat tersedia pada pameran perluasan dan manuskrip. Dalam pernyataan bertanggal 1 Juni 2026, Kantor Berita Arab Saudi melaporkan bahwa pemandu khusus memberikan informasi dalam dua belas bahasa. Keterangan ini menjadi rujukan konkret bagi Anda yang mencari tur Masjid Nabawi dan layanan pemandu pameran.
Pameran Arsitektur menampilkan maket bangunan, denah, dan tahap-tahap perluasan. Pernyataan Kantor Berita Arab Saudi membahas layanan pemandu pada pameran perluasan dan manuskrip. Keterangan ini menghubungkan minat pengunjung dengan materi pameran yang spesifik: perubahan arsitektur masjid, tahap pembangunannya, dan pameran manuskrip.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan
Rufayda al-Ansariyya merawat orang yang terluka dan sakit di sebuah tenda yang didirikan untuknya di dalam masjid semasa hidup Muhammad. Ini merupakan contoh konkret perawatan di dalam bangunan awal. Kegiatan tersebut menambahkan fungsi medis pada peran masjid yang tercatat dalam ibadah, pendidikan, pemerintahan, dan bantuan sosial.
Dinding yang mengelilingi Hücre-i Saâdet memiliki bentuk geometris yang tidak biasa. Dinding utaranya dibuat menonjol membentuk segitiga, sehingga keseluruhan dinding keliling menjadi bersisi lima. Kisi-kisi luarnya tetap berbentuk persegi panjang. Karena itu, dinding di sekeliling ruang makam dan kisi-kisi luarnya memiliki bentuk yang berbeda.
Mimbar marmer juga menjadi peninggalan yang masih ada dari dukungan penguasa Utsmaniyah. Murad III mengirimkannya, lalu mimbar itu dipasang pada 1590. Bersama pengecatan kubah menjadi hijau pada 1837, mimbar ini merupakan sumbangan Utsmaniyah yang diketahui tahunnya dan dapat Anda hubungkan dengan bagian tertentu di masjid.
FAQ
Di mana lokasi Masjid Nabawi?
Masjid ini berdiri di pusat Madinah, di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Teks berbahasa Turki juga menyebutnya Mescid-i Nebevî, Mescid-i Nebi, atau Peygamber Mescidi.
Siapa yang membangun Masjid Nabawi?
Muhammad memerintahkan pembangunannya dan ikut bekerja bersama para sahabat. Pembangunan dimulai pada September 622 dan selesai pada April 623.
Di mana Muhammad dimakamkan?
Ia dimakamkan di bekas kamar Aisyah, yaitu Hücre-i Saâdet, di bawah Kubah Hijau. Abu Bakar dan Umar juga dimakamkan di ruangan tersebut.
Kapan kubah berubah menjadi hijau?
Kubah di atas ruang makam dicat hijau pada 1837, pada masa pemerintahan Mahmud II.
Sumber
- Ensiklopedia Pendidikan Turki — Mescid-i Nebevî turkmaarifansiklopedisi.org.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Mescid-i Nebevî islamansiklopedisi.org.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Hücre-i Saâdet islamansiklopedisi.org.tr
- Ensiklopedia Islam TDV — Ravza-i Mutahhara islamansiklopedisi.org.tr
- Program Pengalaman Jemaah Arab Saudi — Pameran Arsitektur Masjid Nabawi pep.gov.sa
- Kantor Berita Arab Saudi — Pameran Perluasan Masjid Nabawi dan Manuskrip spa.gov.sa
FAQ
Di mana lokasi Masjid Nabawi?
Masjid Nabawi berada di pusat Madinah, di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Medina dan Madinah merujuk pada kota yang sama, tempat masjid ini berdiri.
Siapa yang membangun Masjid Nabawi?
Muhammad memerintahkan pembangunan masjid setelah hijrah dan ikut mengerjakannya bersama para sahabat. Pembangunan dimulai pada September 622 dan selesai pada April 623.
Di mana Nabi Muhammad dimakamkan?
Muhammad dimakamkan di Hücre-i Saâdet, bekas kamar Aisyah, di sisi tenggara masjid. Kubah Hijau berdiri di atas ruangan itu, yang juga menjadi tempat makam Abu Bakar dan Umar.
Kapan kubah Masjid Nabawi dicat hijau?
Kubah di atas ruang makam dicat hijau pada 1837, pada masa pemerintahan Mahmud II.
Image: Al-Masjid An-Nabawi (Bird’s Eye View).jpg — Konevi, CC0






