Sejarah Dunia

Masjid Cordoba: 856 Tiang dan Katedral di Dalamnya

Pembangunan Masjid–Katedral Cordoba dimulai pada 785–786 di bawah Abd al-Rahman I, lalu diperluas oleh beberapa penguasa berikutnya. Pada 1236 bangunan ini menjadi katedral, dan sejak 1523 sebuah ruang utama katedral yang besar dibangun di tengahnya.

7 menit baca13 sumberDiterbitkan: 2 November 2026Terakhir diperiksa: 2 November 2026
Tim redaksi Köküne Kadar TVKebijakan Sumber Kami
Masjid Cordoba: 856 Tiang dan Katedral di Dalamnya
Centro Histórico, 16.9 — 2023 — Córdoba, España.jpg

Apa itu Masjid–Katedral Cordoba?

Masjid–Katedral Cordoba adalah bangunan dengan dua riwayat penggunaan. Bangunan ini bermula sebagai masjid pada abad ke-8. Sejak 1236, fungsinya menjadi katedral Katolik. Penduduk setempat dan wisatawan menyebutnya Mezquita, kata bahasa Spanyol yang berarti masjid.

Deretan lengkung yang tampak seperti hutan adalah bagian yang paling sering dibayangkan orang. Ruang utama katedral yang menjulang di tengahnya justru membuat mereka terkejut. Keduanya berada di bawah satu atap. Panduan ini menjelaskan bagaimana hal itu terjadi, apa yang bisa Anda lihat, dan cara merencanakan kunjungan.

Di mana Masjid–Katedral Cordoba berada?

Bangunan ini berada di Cordoba, sebuah kota di wilayah Andalusia, Spanyol. Letaknya dekat Sungai Guadalquivir. Alamat kunjungannya adalah Calle Cardenal Herrero 1.

Kawasan di sekelilingnya merupakan pusat kota bersejarah yang dilindungi.

Sejarah Masjid–Katedral Cordoba

Kisahnya dimulai dari Abd al-Rahman I, pendiri Keamiran Cordoba. Ia memerintahkan pembangunan masjid, dan pekerjaan dimulai pada 785–786. Bangunan pertama selesai pada 786–787. Waktu pengerjaannya sangat singkat untuk sebuah ruang salat yang besar.

Para pembangun memakai kembali material lama. Mereka mengambil tiang dan bagian arsitektur lain dari bangunan Romawi dan Visigoth yang lebih dahulu berdiri. Itulah sebabnya batang tiangnya tidak semuanya sama.

Ruang salat pertama memiliki 11 lajur yang membentang tegak lurus terhadap dinding kiblat. Dinding kiblat adalah dinding yang menghadap arah salat. Di dalam ruang itu, lengkung disusun bertingkat, satu di atas yang lain.

Para penguasa berikutnya terus memperluasnya:

  • Abd al-Rahman II (833–848) memperpanjang ruang salat ke selatan sepanjang delapan bentang lengkung.
  • Al-Hakam II menyelesaikan bagian mihrab dan maksurah pada 971.
  • Al-Mansur menambahkan delapan lajur di sisi timur.

Setiap penguasa menambah bagian bangunan, bukan menggantinya. Bayangkan Anda memiliki rumah yang mendapat tambahan satu kamar pada setiap generasi. Setelah beberapa generasi, denahnya tidak lagi menyerupai bentuk awal.

Dari masjid menjadi katedral

Pasukan Kastilia di bawah Ferdinand III merebut Cordoba. Pada 1236, masjid diubah menjadi katedral Katolik.

Perubahan besar terjadi belakangan. Pada 1523, pembangunan bagian katedral yang besar dimulai di tengah bangunan. Uskup Alonso Manrique memulai proyek itu. Arsitek Hernán Ruiz I memimpin pengerjaannya. Rancangannya untuk bagian tengah memakai denah salib Latin dengan tiga ruang memanjang atau nave.

Jadi, bangunan ini tidak sepenuhnya menjadi salah satunya saja. Katedral ditempatkan di dalam ruang masjid.

Mengapa Masjid–Katedral Cordoba terkenal?

Ada tiga hal yang menjelaskan ketenarannya.

Tiangnya. Panduan wisata La Vanguardia tahun 2021 menyebut ada 856 tiang marmer, jasper, dan granit di ruang salat. Anda bisa memakai angka itu sebagai acuan. Angka tersebut berasal dari publikasi itu, bukan dari situs resmi monumen.

Lengkungnya. Lengkung bertumpuk di atas lengkung, sehingga pola ruangnya seolah terus berulang ke segala arah. Bayangkan tempat parkir dengan deretan tiang tanpa ujung. Lalu bayangkan setiap tiang terbuat dari batu yang berbeda, dengan lengkung belang di atasnya. Begitulah kesannya.

Bangunan dua agama. Masjid dan katedral berbagi satu struktur. UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia pada 1984. Pada 1994, kawasan yang dilindungi diperluas hingga mencakup pusat kota bersejarah di sekitarnya.

Mihrab dan maksurah

Kebanyakan mihrab hanya berupa ceruk sederhana pada dinding. Mihrab di Cordoba berbeda. Bentuknya berupa ruangan kecil bersegi delapan dengan kubah menyerupai cangkang kerang kipas.

Lengkung tapal kuda di pintu masuknya dibingkai mosaik bermotif geometris dan tumbuhan. Inskripsi berisi ayat-ayat Al-Qur’an mengelilinginya.

Menurut keterangan resmi monumen, para perajin yang dikirim oleh Kaisar Bizantium Nikephoros II mengerjakan mosaik di pintu masuk mihrab.

Foto Masjid–Katedral Cordoba: apa yang diizinkan?

Peraturan resmi melarang tripod. Memotret atau merekam video upacara keagamaan juga dilarang.

Berikut beberapa tips praktis berdasarkan aturan tersebut:

  • Bawalah ponsel atau kamera kecil yang bisa Anda pegang dengan stabil.
  • Carilah mihrab, lengkung belang, dan ruang utama katedral. Bagian-bagian inilah yang paling ingin dilihat kebanyakan pengunjung.
  • Simpan kamera saat ibadah berlangsung. Aturan ini melindungi kegiatan ibadah. Bangunan ini digunakan untuk ibadah Katolik sekaligus kunjungan budaya.

Tiket Masjid–Katedral Cordoba

Berikut tarif yang tercantum di situs resmi pada 25 Oktober 2026:

  • Tiket umum: 15 euro.
  • Pengunjung berusia di atas 65 tahun serta pelajar atau mahasiswa berusia 15–26 tahun: 12 euro.
  • Anak di bawah 10 tahun: gratis.
  • Orang yang lahir atau tinggal di wilayah Keuskupan Cordoba: gratis.

Harga dapat berubah. Periksa situs resmi sebelum Anda berangkat. Alamat situs resminya adalah mezquita-catedraldecordoba.es. Tautan halaman tiket tersedia dalam daftar Sumber.

Kunjungan pagi gratis

Di luar hari dengan upacara keagamaan khusus, Anda bisa berkunjung gratis Senin sampai Sabtu pukul 08:30–09:30. Akses masuk ditutup pukul 09:20.

Akses masuk berakhir sepuluh menit sebelum waktu kunjungan selesai, jadi datanglah lebih awal. Siapkan kunjungan singkat dengan tujuan yang jelas. Waktu gratis ini tidak cocok untuk kunjungan panjang.

Jam buka dan tur Masjid–Katedral Cordoba

Halaman resmi tidak mencantumkan satu jadwal tetap. Jam buka ditampilkan dalam kalender ketersediaan, dan Anda memilih tanggal kunjungan. Inilah sumber paling aman karena jam buka bisa berbeda setiap hari.

Untuk tur, halaman tersebut menyebut layanan panduan audio tersedia di pusat Patio San Eulogio. Itulah nama pusat pengunjung yang tercantum di situs resmi. Jika Anda ingin mengikuti tur jalan kaki berpemandu, periksa pilihan terkini di situs resmi.

Ulasan Masjid–Katedral Cordoba

Panduan ini tidak memberi nilai pada bangunan tersebut. Pertanyaan yang lebih berguna adalah bagian mana yang perlu diperhatikan. Susuri ruangnya perlahan. Amati bagian tempat tiangnya berubah. Temukan mihrab. Lalu bandingkan dengan ruang utama katedral, yang memakai bahasa desain sangat berbeda.

Kebakaran Masjid–Katedral Cordoba

Kebakaran terjadi pada 8 Agustus 2025. Api berdampak pada empat kapel. Kebakaran itu juga merusak langit-langit lengkung pada satu deret arkade di bagian Al-Mansur.

Pada 10 September 2025, El País memberitakan temuan forensik kepolisian. Kebakaran itu tidak disengaja. Api bermula dari baterai mesin penyapu listrik yang disimpan di gudang.

Penyebabnya berkaitan dengan benda sehari-hari. Peralatan pembersih bertenaga baterai lazim ditemukan di kantor, toko, dan rumah. Di bangunan bersejarah, satu kerusakan kecil bisa membawa dampak lebih besar.

Linimasa

  • 785–786: Abd al-Rahman I memulai pembangunan masjid.
  • 786–787: Masjid pertama selesai dibangun.
  • 833–848: Abd al-Rahman II memperluas ruang salat ke selatan.
  • 971: Bagian mihrab dan maksurah Al-Hakam II selesai.
  • 1236: Setelah penaklukan Kastilia, masjid menjadi katedral.
  • 1523: Pembangunan bagian katedral yang besar di tengah bangunan dimulai.
  • 1589: Gempa merusak menara masjid lama.
  • 1984: UNESCO menetapkan Masjid–Katedral sebagai Situs Warisan Dunia.
  • 1994: Kawasan yang dilindungi diperluas hingga mencakup pusat kota bersejarah di sekitarnya.
  • 8 Agustus 2025: Kebakaran berdampak pada empat kapel dan sebagian langit-langit lengkung di bagian Al-Mansur.
  • 10 September 2025: Laporan kepolisian menyimpulkan bahwa api bermula dari baterai mesin penyapu.

Detail yang tidak Anda temukan di buku panduan

Mihrabnya tidak berada di tengah. Al-Mansur menambahkan delapan lajur di sisi timur. Penambahan itu mengubah sumbu tengah masjid sebelumnya. Akibatnya, posisi mihrab kini tidak berada di tengah denah yang sudah diperluas.

Sebagian belang dibuat dengan cat. Tampilan dua warna pada lengkung di bagian Al-Mansur tidak dibuat dengan menyusun batu dan bata secara berselang-seling. Tampilan itu ditiru dengan cat.

Tanda tukang batu masih ada. Para tukang batu yang mengerjakan perluasan Al-Mansur meninggalkan tanda. Anda bisa melihatnya pada batang dan kepala tiang di bagian tersebut.

Menara lonceng menyembunyikan menara masjid. Menara lonceng saat ini tingginya 54 meter. Bangunan itu menyelubungi sebagian sisa menara masjid lama. Gempa 1589 merusak struktur menara masjid tersebut. Kerusakan itu mendorong keputusan untuk membangun menara lonceng baru di sekelilingnya.

Apakah sebelumnya ada gereja di sini?

Menurut kisah tradisional, gereja San Vicente berdiri di lokasi ini sebelum masjid dibangun. Dalam kisah tersebut, umat Kristen dan Muslim memakainya bersama. Seberapa kuat klaim itu didukung dokumen dan arkeologi masih diperdebatkan.

Para ahli berbeda pendapat tentang buktinya. Pedro Marfil menafsirkan temuan yang ada sebagai kompleks uskup dengan sebuah basilika. Fernando Arce-Sainz berpendapat bahwa tidak ada ikonografi Kristen ataupun bukti pemakaman yang mengonfirmasi keberadaan gereja.

Anggaplah keberadaan gereja itu sebagai pertanyaan terbuka, bukan fakta yang sudah pasti.

FAQ

Di mana Masjid–Katedral Cordoba berada?

Bangunan ini berada di Cordoba, wilayah Andalusia, Spanyol, dekat Sungai Guadalquivir. Alamatnya adalah Calle Cardenal Herrero 1.

Berapa harga tiket masuknya?

Pada 25 Oktober 2026, tarif resmi tiket umum adalah 15 euro. Pengunjung berusia di atas 65 tahun serta pelajar atau mahasiswa berusia 15–26 tahun membayar 12 euro. Anak di bawah 10 tahun masuk gratis.

Apakah bisa berkunjung gratis?

Ya. Di luar hari dengan upacara keagamaan khusus, kunjungan gratis tersedia Senin sampai Sabtu pukul 08:30–09:30. Akses masuk ditutup pukul 09:20.

Apa penyebab kebakaran 2025?

Laporan forensik kepolisian menyimpulkan bahwa kebakaran itu tidak disengaja. Api bermula dari baterai mesin penyapu listrik di gudang.

Apakah boleh memakai tripod?

Tidak. Peraturan melarang tripod. Memotret atau merekam video upacara keagamaan juga dilarang.

Sumber

  1. Wikipedia — Masjid–Katedral Cordoba en.wikipedia.org
  2. Vikipedi — Kurtuba Camii tr.wikipedia.org
  3. Situs resmi Masjid–Katedral — Masjid Awal Abd al-Rahman I mezquita-catedraldecordoba.es
  4. Situs resmi Masjid–Katedral — Mihrab mezquita-catedraldecordoba.es
  5. Situs resmi Masjid–Katedral — Perluasan Almanzor mezquita-catedraldecordoba.es
  6. Situs resmi Masjid–Katedral — Sejarah mezquita-catedraldecordoba.es
  7. Situs resmi Masjid–Katedral — Menara Lonceng mezquita-catedraldecordoba.es
  8. Situs resmi Masjid–Katedral — Tiket dan Jam Buka mezquita-catedraldecordoba.es
  9. Situs resmi Masjid–Katedral — Peraturan mezquita-catedraldecordoba.es
  10. Junta de Andalucía — Masjid–Katedral Cordoba juntadeandalucia.es
  11. Pariwisata Cordoba — Cordoba, Situs Warisan Dunia turismodecordoba.org
  12. La Vanguardia — Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memasuki Masjid Cordoba lavanguardia.com
  13. El País — Kebakaran Masjid Tidak Disengaja dan Bermula dari Mesin Penyapu Listrik elpais.com

Image: Centro Histórico, 16.9 — 2023 — Córdoba, España.jpg — Jose María Ligero Loarte, CC BY-SA 4.0

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap informasi dicocokkan dengan sumber dan tidak ada kalimat tanpa sumber yang diterbitkan. Jika Anda menemukan kesalahan, kirimi kami pesan. Kebijakan Sumber Kami · Hubungi kami →

Artikel terkait