Sejarah Kerajaan Ayutthaya secara singkat
Kerajaan Ayutthaya adalah negara Siam yang berpusat di wilayah Thailand sekarang. Kerajaan ini berdiri dari 1351 hingga 1767. Ibu kotanya juga bernama Ayutthaya. Pada 1767, tentara Burma menerobos masuk, membakar ibu kota itu, dan memaksa penduduknya pergi.
Peristiwa inilah yang biasanya dimaksud ketika orang bertanya bagaimana Ayutthaya jatuh. Artikel ini mengajak Anda menelusurinya tahap demi tahap. Anda juga akan mengetahui letak kota, kepercayaan penduduknya, dan apa yang terjadi sesudahnya.
Kapan kerajaan ini didirikan?
Sumber-sumber tidak menyebut tahun yang sama. UNESCO mencatat pendirian kota pada 1350. Kementerian Luar Negeri Thailand mencatat pendirian kerajaan pada 1351. Kronologi kementerian itu menyebut pendirinya sebagai Ramathibodi I, yang juga dikenal sebagai Uthong.
Jadi, Anda akan menemukan kedua tahun tersebut dalam berbagai tulisan. Keduanya bukan kesalahan. Yang dihitung memang berbeda.
Letak Kerajaan Ayutthaya dan ibu kotanya
Ibu kotanya berdiri di sebuah pulau di wilayah Thailand sekarang. Tiga sungai mengelilinginya: Chao Phraya, Lopburi, dan Pa Sak.
Lokasi itu dipilih dengan mempertimbangkan pertahanan. UNESCO menjelaskan bahwa kota ini berada di bagian paling hulu yang masih dipengaruhi pasang surut. Posisi tersebut melindunginya dari serangan kapal perang dari laut.
Jika Anda melihat peta-peta bersejarahnya, tata kota yang teratur akan tampak jelas. Jalan, kanal, dan parit pertahanan ditata di seluruh pulau. Kota ini dibangun dengan perencanaan, bukan terbentuk dari kumpulan desa secara acak.
Peta, bendera, dan agama Kerajaan Ayutthaya
Peta. Bayangkan sebuah kota di pulau yang dibelah jalur-jalur air. Sungai membentuk lingkar luarnya. Kanal dan parit pertahanan membagi bagian dalamnya.
Bendera. Menurut sejarah bendera yang diterbitkan pemerintah Thailand, kapal-kapal Siam pada masa Ayutthaya memakai bendera merah polos sebagai tanda pengenal. Hanya fakta tentang bendera inilah yang dapat dipastikan untuk periode tersebut.
Agama. Agama utamanya adalah Buddha Theravada. Komunitas Hindu, Muslim, dan Katolik juga tinggal di kerajaan ini.
Hubungan luar negeri. Ayutthaya pertama kali menjalin kontak dengan Portugal pada 1511–1512. Kerajaan ini menandatangani perjanjian dengan Portugal pada 1516. Sejak awal, Ayutthaya sudah berhubungan dengan dunia luar.
Kejatuhan pertama: 1569
Bencana pada 1767 bukan pertama kalinya tentara Burma merebut kota ini. Ayutthaya pernah jatuh ke tangan pasukan Burma pada 1569.
Kerajaan itu selamat dari pukulan pertama. Pada kejatuhan kedua, kerajaan tersebut tidak bertahan.
Raja terakhir Kerajaan Ayutthaya: Ekkathat
Raja terakhirnya adalah Ekkathat. Ia memerintah dari 1758 hingga 1767. Masa pemerintahannya berakhir dengan pengepungan itu.
Di pihak lawan ada Raja Hsinbyushin dari Burma. Ia memerintahkan serangan ke Ayutthaya dari dua arah. Maha Nawrahta bergerak dari selatan. Nemyo Thihapate bergerak dari utara.
Runtuhnya Kerajaan Ayutthaya: jalannya pengepungan
Pasukan pertahanan punya rencana. Mereka memperkirakan pasukan Burma akan mundur saat musim hujan tiba. Namun, pasukan Burma tetap bertahan. Mereka menempati dataran yang lebih tinggi dan bertahan di atas perahu.
Berikutnya, tembok kota menjadi sasaran. Pada April 1767, prajurit Nemyo Thihapate menggali terowongan di bawah tembok. Mereka menyalakan api di bawah fondasinya. Tindakan ini membuka celah pada bagian timur laut.
Sebuah kronik Thai yang dikutip Perpustakaan KMUTT memberikan rincian peristiwa pada 7 April 1767:
- Api dinyalakan di kaki tembok dekat Benteng Mahachai, tidak jauh dari Hua Ro.
- Artileri menembak dari perkemahan pengepung sementara tembok terbakar.
- Tembok runtuh dalam gelap malam.
- Pada pukul 8 malam, sebuah isyarat diberikan. Pasukan Burma lalu melancarkan serangan umum.
Sejarawan umumnya menerima 7 April 1767 sebagai tanggal jatuhnya Ayutthaya. Namun, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan. Kronik Thai dan Burma yang dibandingkan oleh KMUTT menyebut hari dan jam yang berbeda untuk saat penyerang memasuki kota. Tanggal tersebut merupakan kesepakatan umum, bukan penanda waktu yang benar-benar presisi.
Apa yang terjadi setelah tembok runtuh?
UNESCO menyatakan bahwa tentara Burma membakar dan menghancurkan Ayutthaya serta memaksa penduduknya meninggalkan kota.
Penghancuran tidak berhenti dalam satu malam. Menurut surat misionaris Prancis Brigot yang dilaporkan KMUTT, pembakaran rumah dan penghancuran harta benda berlangsung selama 15 hari setelah kota direbut.
Istana dan kuil terbakar. Para tawanan dibawa ke Burma. Di antara mereka ada Uthumphon dan anggota istana.
Detail yang tidak akan Anda temukan dalam buku panduan wisata
- Saksi dengan pengesahan tertulis. Anthony Goyaton, seorang Armenia, menggambarkan serangan itu. Menurutnya, para penyerang mendekat dengan perahu dan melemparkan periuk tanah liat berisi mesiu melewati tembok. Kesaksiannya tentang penghancuran kota disahkan pada 26 April 1768 oleh P. van der Voort, seorang pejabat pelabuhan di Palembang.
- Teori yang menolak penjelasan kemunduran semata. Pada 2017, Chris Baker dan Pasuk Phongpaichit berpendapat bahwa masalah utamanya bukan dinasti yang sedang runtuh atau pertikaian internal. Menurut mereka, Ayutthaya gagal menangani dampak sosial dan politik dari kemakmurannya sendiri.
- Kota kaya, bukan kota miskin. Artikel Baker pada 2011 membantah gambaran kerajaan yang sedang merosot. Bukti ekonomi dari masa akhir Ayutthaya menunjukkan kota yang produktif dan aktif berdagang, dengan penduduk yang kemungkinan terus bertambah.
- Para penyintas membangun Bangkok. Arsitek dan perajin yang selamat dari penghancuran dikerahkan untuk membangun ibu kota baru.
- Namanya tetap hidup. Nama resmi Bangkok yang panjang dalam bahasa Thai masih memuat nama Ayutthaya.
- Dipindai pada 2017. Dari 19 hingga 26 Juni 2017, CyArk mendokumentasikan Wat Phra Si Sanphet dengan LiDAR dan fotogrametri. Pekerjaan ini membantu memetakan penurunan tanah di bawah monumen-monumennya.
Linimasa
- 1350–1351: UNESCO menyebut 1350 sebagai tahun pendirian kota. Kronologi Thailand menyebut 1351 sebagai tahun pendirian kerajaan.
- 1511–1512: Kontak pertama dengan Portugal.
- 1516: Perjanjian dengan Portugal.
- 1569: Ayutthaya jatuh ke tangan pasukan Burma untuk pertama kalinya.
- 1758: Ekkathat menjadi raja terakhir.
- 1767: Kampanye militer terakhir Burma di bawah Hsinbyushin dan pengepungan Ayutthaya.
- 7 April 1767: Tanggal jatuhnya kota yang diterima secara umum. Tembok dijebol dan kota dibakar.
- 1767–1782: Taksin memerintah dari Thonburi dan menyatukan kembali Siam.
- 1782: Rama I naik takhta. Dinasti Chakri dan periode Rattanakosin yang berpusat di Bangkok dimulai.
- 1991: Kawasan bersejarahnya masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.
- 19–26 Juni 2017: CyArk mendokumentasikan Wat Phra Si Sanphet.
Setelah Ayutthaya: Thonburi, lalu Bangkok
Setelah penghancuran itu, Taksin memilih Thonburi sebagai pusat pemerintahannya. Dari 1767 hingga 1782, ia menyatukan kembali negeri tersebut.
Pada 1782, Rama I naik takhta. Peristiwa ini mengawali Dinasti Chakri dan periode Rattanakosin yang berpusat di Bangkok.
Jejaknya masih dekat dengan keseharian Anda. Saat berikutnya Anda melihat tulisan “Bangkok” di papan penerbangan atau halaman pemesanan, ingatlah nama lengkapnya dalam bahasa Thai. Nama itu masih menyimpan Ayutthaya di dalamnya.
Apa yang membuat Ayutthaya terkenal sekarang?
Ayutthaya terkenal karena dua hal. Pertama, perannya sebagai ibu kota kerajaan yang berdiri dari 1351 hingga 1767. Kedua, penghancurannya pada 1767.
Kini, kawasan bersejarahnya yang seluas 289 hektare merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, terdaftar sejak 1991. Jika berkunjung, Anda akan berjalan di antara reruntuhan kota pulau yang dibangun dengan perencanaan. Sungai-sungai yang dahulu melindunginya masih mengelilinginya.
Gambar Kerajaan Ayutthaya
Catatan visual terbaik tentang tata kota aslinya adalah kumpulan peta bersejarah. Peta-peta itu memperlihatkan susunan jalan, kanal, dan parit pertahanan di seluruh pulau. Untuk melihat kondisi monumen saat ini, survei LiDAR dan fotogrametri CyArk pada 2017 di Wat Phra Si Sanphet menyediakan rekaman 3D yang terbuka untuk umum. Rekaman itu tersedia di Open Heritage 3D.
FAQ
Kapan Kerajaan Ayutthaya runtuh?
Keruntuhannya umumnya ditetapkan pada 7 April 1767. Kronik Thai dan Burma berbeda mengenai hari dan jam tepat ketika pasukan penyerang memasuki kota.
Siapa raja terakhir Ayutthaya?
Ekkathat, yang memerintah dari 1758 hingga 1767.
Mengapa Thailand memindahkan ibu kotanya ke Bangkok?
Setelah 1767, Taksin menjadikan Thonburi sebagai pusat pemerintahannya dan menyatukan kembali negeri itu hingga 1782. Pada tahun tersebut, Rama I naik takhta, mendirikan Dinasti Chakri dan mengawali periode Rattanakosin yang berpusat di Bangkok.
Apakah Ayutthaya merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO?
Ya. Kawasan bersejarah seluas 289 hektare itu masuk Daftar Warisan Dunia pada 1991.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — Kerajaan Ayutthaya tr.wikipedia.org
- UNESCO — Kota Bersejarah Ayutthaya whc.unesco.org
- Wikipedia bahasa Inggris — Kerajaan Ayutthaya en.wikipedia.org
- Wikipedia bahasa Inggris — Phra Nakhon Si Ayutthaya (kota) en.wikipedia.org
- Pemerintah Thailand — Bendera Thailand thailand.go.th
- Perpustakaan KMUTT — Peristiwa Setelah Jatuhnya Ayutthaya lib.kmutt.ac.th
- Cambridge University Press — Sejarah Ayutthaya cambridge.org
- The Journal of the Siam Society — Pasar dan produksi di kota Ayutthaya sebelum 1767 so06.tci-thaijo.org
- Open Heritage 3D / CyArk — Ayutthaya, Wat Phra Si Sanphet openheritage3d.org
Image: Born to be.jpg — Jiranooch, CC BY-SA 4.0






