Seorang biarawan yang juga profesor menulis serangkaian argumen untuk perdebatan di universitas. Dalam beberapa tahun, paus menjatuhkan ekskomunikasi kepadanya dan seorang kaisar menyatakannya berada di luar perlindungan hukum kekaisaran. 95 Tesis Martin Luther berawal sebagai undangan akademis. Pada akhirnya, tesis-tesis itu memecah Gereja di Kekaisaran Romawi Suci.
Artikel ini membahas Martin Luther, yang dalam bahasa Turki juga disebut Martin Luther, reformator Jerman kelahiran 1483. Anda akan menelusuri tesis-tesisnya, kisah pintu gereja, peran percetakan, pemeriksaan di Worms, dan perdamaian tahun 1555.
Dari mana asal Martin Luther dan di mana ia tinggal?
Martin Luther lahir pada 10 November 1483 di Eisleben, sebuah kota di Kekaisaran Romawi Suci. Ia adalah teolog Jerman dan salah satu tokoh utama Reformasi.
Kehidupannya berpindah di antara beberapa tempat:
- Eisleben: tempat kelahirannya. Ia juga meninggal di sana pada 1546.
- Erfurt: pada 17 Juli 1505, ia masuk biara Agustinian di kota ini.
- Wittenberg: pada 1512, ia menggantikan Johann von Staupitz sebagai profesor Alkitab di Universitas Wittenberg. Ia memegang jabatan itu sampai meninggal.
- Kastel Wartburg: setelah 1521, ia dibawa ke sana di bawah perlindungan Elektor Friedrich yang Bijaksana dari Sachsen.
Jadi, “biarawan” dalam kisah ini juga seorang profesor. Ia berargumentasi dalam lingkungan universitas, dengan aturan universitas.
Apa masalahnya dengan indulgensi?
Untuk memahami tesis-tesis itu, Anda perlu mengenal satu gagasan terlebih dahulu. Menurut ajaran Katolik tentang indulgensi, dosa yang sudah diampuni melalui pertobatan masih menyisakan hukuman sementara. Hukuman itu bisa dijalani di dunia ini atau di api penyucian. Indulgensi dapat menguranginya.
Lalu, uang ikut berperan. Pada masa Paus Leo X, upaya mengumpulkan dana untuk Basilika Santo Petrus yang baru di Roma mempergencar kampanye indulgensi. Johann Tetzel, seorang anggota Ordo Dominikan, menjadi salah satu pelaksana kampanye itu di tingkat lokal.
Luther mempersoalkan cara indulgensi dikhotbahkan. Dalam suratnya pada 1517 kepada Uskup Agung Albrecht dari Mainz, ia mengkritik orang-orang yang membeli sertifikat indulgensi lalu menganggap keselamatan mereka sudah terjamin.
Bayangkan Anda menerima kuitansi yang mengaku melunasi utang yang tidak bisa Anda lihat. Anda tentu ingin tahu siapa yang menandatanganinya dan apa yang sebenarnya ditanggung kuitansi itu. Luther mengajukan pertanyaan semacam itu secara terbuka, dalam bahasa Latin.
Martin Luther dan 95 Tesis: apa yang sebenarnya terjadi pada 31 Oktober 1517?
Pada 31 Oktober 1517, Luther mengirimkan 95 Tesis berbahasa Latin kepada Albrecht, Uskup Agung Mainz. Ia menyertakan surat yang mengkritik khotbah-khotbah tentang indulgensi.
Kata pengantar tesis-tesis itu memiliki tujuan berbeda. Bagian itu mengumumkan perdebatan akademis di Wittenberg. Mereka yang tidak bisa hadir juga diundang mengirimkan pandangan melalui surat.
Dengan demikian, dokumen itu menyasar dua kelompok. Yang pertama adalah seorang pemimpin gereja, yang menerima surat pribadi. Yang kedua adalah komunitas akademis, yang mendapat undangan untuk berdebat.
Benarkah Luther memakukan tesis-tesisnya di pintu gereja?
Gambaran yang terkenal adalah seorang biarawan membawa palu di depan pintu gereja. Para sejarawan tidak sepakat bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi.
Erwin Iserloh menolak kisah itu karena tidak ada bukti sezaman yang dapat diandalkan. Heinrich Bornkamm dan Kurt Aland tidak menerima keberatannya. Perdebatan ini didokumentasikan dalam artikel Volker Leppin dan Timothy J. Wengert tentang sumber-sumber yang mendukung dan menentang kisah penempelan tesis.
Ada pula pertimbangan praktis. Howard Hotson, sejarawan di Oxford, menyatakan bahwa peraturan Universitas Wittenberg mewajibkan tesis untuk perdebatan akademis ditempel di pintu semua gereja di kota itu. Dengan demikian, penempelan tesis merupakan prosedur rutin, bukan tindakan pembangkangan yang dramatis.
Yang dapat dipastikan: pengiriman tesis kepada Albrecht pada 31 Oktober 1517 terdokumentasi. Kisah pintu gereja masih diperdebatkan.
Apa isi 95 Tesis?
Tesis pertama menetapkan arah pembahasan. Isinya menyatakan bahwa panggilan Kristus untuk bertobat mencakup seluruh kehidupan orang beriman. Dalam pandangan ini, pertobatan tidak cukup dilakukan melalui satu kali pembayaran atau satu upacara.
Tesis-tesis berikutnya makin tajam:
- Tesis 82: jika paus dapat membebaskan jiwa-jiwa dari api penyucian demi uang, mengapa ia tidak melakukannya karena kasih?
- Tesis 86: mengapa paus tidak membangun Basilika Santo Petrus dengan kekayaannya sendiri, alih-alih memakai uang umat beriman yang miskin?
Pertanyaan-pertanyaan itu bersifat praktis. Seorang mahasiswa di ruang kuliah pun bisa memahaminya.
Bagaimana mesin cetak menyebarkan tesis-tesis itu?
Perdebatan universitas mungkin saja hanya beredar di lingkungan universitas. Percetakan mengubahnya.
Menjelang akhir 1517, 95 Tesis sudah terbit dalam tiga edisi, yang dicetak di Leipzig, Nürnberg, dan Basel. Mesin cetak membawa teks itu melampaui dunia akademis.
Jika hari ini Anda membaca berita karena seseorang membagikannya, Anda sudah mengenal cara kerjanya. Begitu sebuah teks bisa disalin dengan murah, penulisnya tidak lagi mengendalikan siapa yang membacanya.
Dari perdebatan menuju perpecahan: 1520 dan 1521
Konflik meningkat tahap demi tahap.
Pada 1520, Luther menerbitkan tiga karya utama: Kepada Kaum Bangsawan Kristen Bangsa Jerman, Tentang Pembuangan Gereja ke Babel, dan Tentang Kebebasan Seorang Kristen.
Pada 15 Juni 1520, Paus Leo X mengeluarkan bula Exsurge Domine. Bula itu menuntut Luther menarik kembali 41 pernyataan dalam tulisan-tulisannya dalam waktu 60 hari.
Luther menjawab secara terbuka. Pada 10 Desember 1520, di Wittenberg, ia membakar bula paus dan teks-teks hukum kanonik di hadapan orang-orang yang menyaksikan.
Ia menolak menarik kembali pernyataannya. Pada 3 Januari 1521, Leo X menjatuhkan ekskomunikasi kepadanya melalui bula Decet Romanum Pontificem.
Mengapa Sidang Worms penting?
Pada 17 dan 18 April 1521, Luther diperiksa dalam Sidang Worms yang dipimpin Kaisar Karl V. Ia tidak menarik kembali pandangan-pandangan dalam karya-karyanya.
Pada Mei 1521, Luther dinyatakan berada di luar perlindungan hukum kekaisaran. Perselisihan dengan Gereja itu pun menjadi konflik politik dan hukum.
Sejak saat itu, perlindungan menjadi penting. Elektor Friedrich yang Bijaksana dari Sachsen mengatur agar Luther dibawa ke Kastel Wartburg. Luther kembali ke Wittenberg pada 6 Maret 1522.
Alkitab Luther: bahasa untuk pembaca awam
Wartburg juga menjadi tempat bekerja. Di sana, dengan menggunakan teks Yunani Erasmus, Luther menyiapkan terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Jerman selama sepuluh minggu.
Perjanjian Baru bahasa Jermannya terbit pada 1522. Terjemahan seluruh Alkitab selesai pada 1534.
Inilah sisi Reformasi yang menggunakan bahasa sehari-hari. Teks-teks keagamaan dalam bahasa yang digunakan orang di rumah membuat perselisihan itu makin sulit dibatasi penyebarannya.
Kehidupan keluarga dan babak kelam
Pada 13 Juni 1525, Luther menikahi Katharina von Bora, seorang mantan biarawati. Pasangan itu memiliki enam anak.
Catatan sejarah juga memuat sisi yang lebih keras. Dalam karyanya pada 1543, Tentang Orang Yahudi dan Kebohongan Mereka, Luther menyerukan penghancuran sinagoge dan rumah-rumah orang Yahudi, kerja paksa, serta pelarangan praktik keagamaan Yahudi. Setiap penuturan yang jujur tentang dirinya harus memuat hal ini.
Bagaimana Martin Luther meninggal?
Luther meninggal di Eisleben pada 18 Februari 1546, dalam usia 62 tahun. Sebelumnya, ia mengalami nyeri dada. Uraian Wikipedia bahasa Inggris menyebut stroke yang membuatnya kehilangan kemampuan berbicara pada tahap akhir.
Ia lahir dan meninggal di kota yang sama.
Perdamaian Augsburg: kerangka hukum bagi kekaisaran yang terpecah
Kematian Luther tidak mengakhiri perpecahan. Pada 25 September 1555, Perdamaian Augsburg memberikan pengakuan hukum atas keberadaan bersama umat Katolik dan Lutheran, yang mengikuti Pengakuan Iman Augsburg, di Kekaisaran Romawi Suci. Kesepakatan itu tidak mencakup kaum Calvinis.
Dengan sejumlah pengecualian, perdamaian itu menyerahkan pilihan pengakuan iman kepada negara-negara bagian dan unsur politik pemegang hak dalam kekaisaran. Rakyat yang tidak menganut pengakuan iman penguasanya memperoleh hak untuk beremigrasi.
Itulah sebabnya perpecahan itu bertahan. Perselisihan tersebut sudah memiliki kerangka hukum.
Linimasa
- 10 November 1483: Martin Luther lahir di Eisleben.
- 17 Juli 1505: Ia masuk biara Agustinian di Erfurt.
- 1512: Ia menjadi profesor Alkitab di Universitas Wittenberg.
- 31 Oktober 1517: Ia mengirimkan 95 Tesis kepada Uskup Agung Albrecht dari Mainz. Kisah penempelan tesis di pintu gereja masih diperdebatkan.
- Akhir 1517: Tesis-tesis itu dicetak di Leipzig, Nürnberg, dan Basel.
- 15 Juni 1520: Exsurge Domine menuntutnya menarik kembali 41 pernyataan.
- 10 Desember 1520: Ia membakar bula paus di Wittenberg.
- 3 Januari 1521: Paus Leo X menjatuhkan ekskomunikasi kepadanya.
- 17–18 April 1521: Ia diperiksa dalam Sidang Worms dan tidak menarik kembali pandangannya.
- Mei 1521: Ia dinyatakan berada di luar perlindungan hukum kekaisaran.
- 6 Maret 1522: Ia kembali ke Wittenberg setelah tinggal di Wartburg.
- 1522: Perjanjian Baru bahasa Jermannya diterbitkan.
- 13 Juni 1525: Ia menikahi Katharina von Bora.
- 1534: Terjemahan seluruh Alkitab dalam bahasa Jerman selesai.
- 1543: Ia menerbitkan Tentang Orang Yahudi dan Kebohongan Mereka.
- 18 Februari 1546: Ia meninggal di Eisleben.
- 25 September 1555: Perdamaian Augsburg menetapkan kerangka hukum bagi perpecahan Katolik–Lutheran.
- 1996: Situs-situs peringatan Luther di Eisleben dan Wittenberg masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
- Dua tesis, dua sikap. Dalam tesis 71, Luther meminta ekskomunikasi bagi siapa pun yang menyangkal kebenaran indulgensi apostolik. Dalam tesis 72, ia memuji mereka yang menentang ucapan serakah para penjualnya.
- Pertanyaan anggaran. Tesis 86 tidak membahas doktrin. Tesis itu menanyakan siapa yang seharusnya membayar pembangunan Basilika Santo Petrus.
- Jumlah cetakan kecil. Perpustakaan Kongres memperkirakan bahwa masing-masing dari tiga edisi pertama pada 1517 dicetak sekitar 300 eksemplar.
- Temuan di toko buku. Edisi Nürnberg tahun 1517 yang kini disimpan di Perpustakaan Negara Berlin ditemukan pada 1891 di sebuah toko buku di London.
- Sepuluh minggu. Penerjemahan Perjanjian Baru di Wartburg memakan waktu sepuluh minggu bagi Luther.
Jika Anda ingin berkunjung
Jika Anda merencanakan perjalanan, pertimbangkan situs-situs peringatan Luther di Eisleben dan Wittenberg. UNESCO memasukkan situs-situs yang berkaitan dengan Luther dan Philipp Melanchthon itu ke dalam daftarnya pada 1996. Eisleben adalah tempat ia lahir dan meninggal. Wittenberg adalah tempat ia mengajar dan tempat tesis-tesisnya direncanakan untuk diperdebatkan.
FAQ
Benarkah Martin Luther memakukan 95 Tesis di pintu gereja?
Para sejarawan berbeda pendapat. Erwin Iserloh menolak kisah itu karena tidak ada bukti sezaman yang dapat diandalkan. Heinrich Bornkamm dan Kurt Aland tidak menerima keberatannya. Howard Hotson mencatat bahwa peraturan Universitas Wittenberg mewajibkan tesis untuk perdebatan akademis ditempel di pintu semua gereja di kota itu.
Dari mana asal Martin Luther dan di mana ia tinggal?
Ia lahir di Eisleben pada 10 November 1483. Ia masuk biara Agustinian di Erfurt pada 1505, menjadi profesor di Universitas Wittenberg pada 1512, dan sempat tinggal di Kastel Wartburg dalam perlindungan. Ia meninggal di Eisleben pada 1546.
Apa isi pokok 95 Tesis?
Tesis-tesis itu mengkritik penjualan indulgensi. Tesis pertama menyatakan bahwa panggilan Kristus untuk bertobat mencakup seluruh kehidupan orang beriman. Tesis lainnya mempertanyakan mengapa paus tidak membebaskan jiwa-jiwa dari api penyucian karena kasih, alih-alih demi uang.
Apa penyebab kematian Martin Luther?
Ia meninggal di Eisleben pada 18 Februari 1546, dalam usia 62 tahun, setelah mengalami nyeri dada. Uraian Wikipedia bahasa Inggris menyebut stroke yang membuatnya kehilangan kemampuan berbicara pada tahap akhir.
Situs bersejarah Luther mana yang bisa Anda kunjungi sekarang?
Situs-situs peringatan Luther di Eisleben dan Wittenberg masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1996.
Sumber
- Vikipedi – Martin Luther tr.wikipedia.org
- Wikipedia – Martin Luther en.wikipedia.org
- Ensiklopedia Filsafat Stanford – Martin Luther plato.stanford.edu
- Perpustakaan Universitas Columbia – Indulgensi: Ekonomi Pengampunan exhibitions.library.columbia.edu
- Deutschlandmuseum – 95 Tesis Martin Luther deutschlandmuseum.de
- Universitas Fordham – Surat kepada Uskup Agung Mainz, 1517 sourcebooks.web.fordham.edu
- Universitas Oxford, Taylor Editions – 95 Tesis editions.mml.ox.ac.uk
- Volker Leppin dan Timothy J. Wengert – Sumber yang Mendukung dan Menentang Penempelan Sembilan Puluh Lima Tesis publikationen.uni-tuebingen.de
- Universitas Oxford, Cabinet – Peristiwa Awal: Perdebatan Akademis di Universitas cabinet.ox.ac.uk
- Perpustakaan Kongres – Sembilan Puluh Lima Tesis loc.gov
- Perpustakaan Universitas Columbia – Teologi: Akademis dan dalam Bahasa Sehari-hari exhibitions.library.columbia.edu
- Perpustakaan Universitas Columbia – Luther dan Alkitab exhibitions.library.columbia.edu
- Perpustakaan Universitas Columbia – Luther dan Orang Yahudi exhibitions.library.columbia.edu
- Sejarah Jerman dalam Dokumen dan Gambar – Perdamaian Keagamaan Augsburg germanhistorydocs.org
- UNESCO – Situs Peringatan Luther di Eisleben dan Wittenberg whc.unesco.org
FAQ
Benarkah Martin Luther memakukan 95 Tesis di pintu gereja?
Para sejarawan berbeda pendapat. Erwin Iserloh menolak kisah itu karena tidak ada bukti sezaman yang dapat diandalkan. Heinrich Bornkamm dan Kurt Aland tidak menerima keberatannya. Howard Hotson mencatat bahwa peraturan Universitas Wittenberg mewajibkan tesis untuk perdebatan akademis ditempel di pintu semua gereja di kota itu.
Dari mana asal Martin Luther dan di mana ia tinggal?
Ia lahir di Eisleben pada 10 November 1483. Ia masuk biara Agustinian di Erfurt pada 1505, menjadi profesor di Universitas Wittenberg pada 1512, dan sempat tinggal di Kastel Wartburg dalam perlindungan. Ia meninggal di Eisleben pada 1546.
Apa isi pokok 95 Tesis?
Tesis-tesis itu mengkritik penjualan indulgensi. Tesis pertama menyatakan bahwa panggilan Kristus untuk bertobat mencakup seluruh kehidupan orang beriman. Tesis lainnya mempertanyakan mengapa paus tidak membebaskan jiwa-jiwa dari api penyucian karena kasih, alih-alih demi uang.
Apa penyebab kematian Martin Luther?
Ia meninggal di Eisleben pada 18 Februari 1546, dalam usia 62 tahun, setelah mengalami nyeri dada. Uraian Wikipedia bahasa Inggris menyebut stroke yang membuatnya kehilangan kemampuan berbicara pada tahap akhir.
Situs bersejarah Luther mana yang bisa Anda kunjungi sekarang?
Situs-situs peringatan Luther di Eisleben dan Wittenberg, yang berkaitan dengan Luther dan Philipp Melanchthon, masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1996.
Image: Lucas Cranach d.Ä. – Martin Luther, 1528 (Veste Coburg).jpg — Lucas Cranach the Elder, Public domain






