Di mana letak Port Royal di Jamaika?
Port Royal (nama Turki: Port Royal) terletak di Jamaika tenggara, di ujung lidah pasir Palisadoes. Letaknya tepat di pintu masuk Pelabuhan Kingston. Pada 7 Juni 1692, gempa bumi menyebabkan sekitar dua pertiga permukiman tenggelam ke laut. Tsunami menyusul dan memperparah kehancuran.
Jika Anda mencari Port Royal di peta, mulailah dari Pelabuhan Kingston. Ikuti Palisadoes hingga ke ujungnya. Posisi itu menjelaskan banyak hal tentang sejarah kota ini. Perairan pelabuhannya yang dalam dan terlindung mendukung perdagangan. Letaknya juga membuat pertahanan pintu masuk pelabuhan menjadi prioritas bagi Inggris.
Lidah pasir ini sudah memiliki sejarah sebelum benteng-benteng Inggris berdiri. Orang Taíno menggunakannya sebagai tempat persinggahan untuk menangkap ikan sebelum kedatangan orang Eropa. Pelabuhan yang kemudian berkembang berdiri di tanah yang sudah lama menunjang kegiatan penangkapan ikan. Semua itu berlangsung jauh sebelum tempat ini dikaitkan dengan perompak berizin dan jalanan yang tenggelam.
Bagaimana Port Royal menjadi kota bajak laut?
Setelah merebut Jamaika pada 1655, Inggris mulai membentengi posisi strategis Port Royal. Awalnya, mereka menamai permukiman ini Cagway. Namanya kemudian menjadi Port Royal. Selama sebagian besar masa antara 1655 dan 1692, tempat ini menjadi pusat kegiatan Jamaika secara de facto. Namun, Spanish Town tetap menjadi ibu kota resminya.
Hubungan Port Royal dengan pembajakan mencakup perompakan yang mendapat izin dari gubernur Jamaika. Gubernur menerbitkan surat kuasa yang mengizinkan kapten-kapten yang berpangkalan di sana menyerang kapal dan permukiman Spanyol. Surat-surat ini menjelaskan bagaimana penyerbuan memperoleh dukungan resmi dari pulau yang pelabuhannya juga menjadi tempat berlindung para kapten tersebut.
Henry Morgan menjadikan Port Royal sebagai pangkalan dan meninggal di sana pada 1688. Hubungan itu menempatkan seorang perompak berizin yang dikenal namanya dalam sejarah kota. Namun, kekayaan Port Royal juga bergantung pada perdagangan melalui pelabuhan serta jual beli orang Afrika yang diperbudak. Perbudakan merupakan bagian utama dari setiap pembahasan tentang kemakmurannya.
Enam benteng pertahanan melindungi permukiman abad ketujuh belas yang dijelaskan UNESCO. Salah satunya dibangun pada 1656 dengan nama Benteng Cromwell. Pada 1662, namanya diganti menjadi Benteng Charles untuk menghormati Raja Charles II. Pergantian nama itu merekam sebagian sejarah Inggris di kota ini sebelum gempa.
Bagaimana gempa 1692 menenggelamkan Port Royal?
Gempa terjadi pada 7 Juni 1692. Sekitar 33 acre, atau kurang lebih 13.4 hektare, tenggelam ke laut. Luas itu mencakup sekitar 66 persen Port Royal. Jadi, ungkapan yang sering digunakan bahwa dua pertiga kota tenggelam merupakan pembulatan dari luas yang diukur.
Likuefaksi menjadi salah satu mekanisme utama di balik keruntuhan ini. Getaran gempa menyebabkan endapan berpasir di bawah Port Royal kehilangan kekuatan dan berperilaku seperti massa cair. Kegagalan tanah juga terjadi di bawah bangunan. Tanah penopang permukiman tidak lagi mampu menyangga bangunan dengan kokoh.
Saat Anda membayangkan Port Royal tenggelam, ingatlah hilangnya kekuatan tanah tersebut. Kota ini berdiri di atas lidah pasir. Guncangan gempa mengubah sifat endapan yang menopangnya. Penjelasan geologis ini menghubungkan lokasi permukiman secara langsung dengan proses yang membuat sebagian besarnya masuk ke laut.
Tsunami menyusul setelah gempa. Gelombangnya menyeret kapal-kapal di sepanjang tepian Port Royal dan memperparah kerusakan bangunan yang masih berdiri. Dengan demikian, kegagalan tanah dan pergerakan air merupakan dua bagian berbeda dari bencana yang sama. Bangunan yang bertahan dari keruntuhan awal masih dapat mengalami kehancuran berikutnya.
Berapa orang yang tewas, dan bagaimana bencana ini dipahami?
Institute of Nautical Archaeology menyatakan bahwa sekitar 2,000 orang tewas seketika akibat gempa. Lebih banyak orang meninggal karena luka-luka dan penyakit dalam beberapa hari berikutnya. Karena itu, perkiraan korban yang tewas seketika hanya mencakup sebagian dari keseluruhan korban jiwa bencana.
Penafsiran keagamaan juga muncul. Ketentuan Majelis Jamaika untuk mengadakan puasa tahunan memandang malapetaka ini sebagai hukuman Tuhan atas dosa-dosa. Tanggapan tersebut merekam cara bencana dipahami dari sudut moral. Penjelasan fisik tentang tenggelamnya kota berpusat pada likuefaksi tanah berpasir akibat gempa.
Apa yang terjadi pada Port Royal setelah gempa?
Benteng Charles merupakan satu-satunya benteng di Port Royal yang bertahan dari gempa 1692. Kolonel Christian Lilly, seorang insinyur, membangunnya kembali pada 1699. Keberadaannya menunjukkan bahwa kehancuran yang luas itu tidak menghapus seluruh bangunan pertahanan dalam permukiman.
Kingston berkembang di seberang pelabuhan dan mengambil alih peran perdagangan Port Royal setelah bencana. Port Royal sendiri dibangun kembali dengan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Kebakaran besar pada 1703 menghancurkan sebagian besar kota yang telah dibangun kembali itu. Peristiwa ini kembali menimbulkan gangguan berat setelah gempa.
Port Royal tetap berperan penting sebagai pangkalan angkatan laut Britania selama abad kedelapan belas. Gempa besar lainnya merusaknya pada 1907. Jadi, sejarahnya berlanjut setelah peristiwa tenggelam yang terkenal itu. Permukiman yang tersisa mengalami pembangunan kembali, penggunaan sebagai pangkalan angkatan laut, dan kehancuran lanjutan.
Linimasa
- 1655: Inggris merebut Jamaika dan mulai membentengi Port Royal.
- 1656: Benteng Cromwell, yang kemudian bernama Benteng Charles, dibangun.
- 1688: Henry Morgan meninggal di Port Royal.
- 7 Juni 1692: Gempa bumi, likuefaksi, dan tsunami menghancurkan kota. Sekitar dua pertiganya tenggelam.
- 1699: Christian Lilly membangun kembali Benteng Charles.
- 1703: Kebakaran besar merusak permukiman yang telah dibangun kembali.
- 1907: Gempa besar lainnya melanda Port Royal.
- 1959: Sebuah jam saku yang berhenti pada 11:43 ditemukan dan diangkat.
- 1981: Penyelidikan bawah air bersama oleh INA, Texas A&M University, dan Jamaica National Heritage Trust dimulai.
- 2025: UNESCO memasukkan kompleks arkeologi abad ketujuh belas ini ke dalam Daftar Warisan Dunia.
- 2026: Penelitian yang mengidentifikasi sebuah alat untuk menyegel surat diterbitkan.
Detail yang tidak Anda temukan dalam buku panduan wisata
Sejumlah dinding bata runtuh ke dalam ruangan saat bencana. Reruntuhannya menutupi benda-benda dan membantu mengawetkannya sebagai tinggalan arkeologis. Peristiwa yang menghancurkan itu justru menciptakan kondisi yang melindungi sebagian isi kota di bawah material bangunan yang roboh.
Lingkungan bawah air juga berperan. Kadar oksigen yang rendah membantu mengawetkan banyak benda berbahan organik yang dalam kondisi lain mungkin sudah membusuk. Tinggalan arkeologis mencakup bahan-bahan yang kelestariannya bergantung pada kondisi bawah air, selain benda-benda yang tertutup reruntuhan dinding.
Sebuah jam saku kuningan yang ditemukan dan diangkat pada 1959 dibuat di Amsterdam pada 1686. Jam itu berhenti pada 11:43. Waktu yang ditunjukkannya telah dikaitkan dengan saat terjadinya gempa. Jam tersebut menghadirkan kaitan yang mencolok dengan bencana. Namun, hubungan itu tidak boleh dianggap sebagai penanda waktu yang kepastiannya telah dibuktikan secara independen.
Lima bangunan yang diteliti dalam penggalian Port Royal mencakup rumah tinggal, toko pipa rokok, kedai minum, dan tempat usaha pembuat sepatu. Jika Anda menghubungkan sejarah dengan urusan sehari-hari, tempat usaha pembuat sepatu memberi kaitan yang akrab dengan kehidupan harian, di samping kapal, benteng, dan perompakan berizin.
Sebuah benda besi yang ditemukan pada 1989 awalnya sulit diidentifikasi. Penelitian yang diterbitkan pada 2026 mengidentifikasinya sebagai alat meja untuk melelehkan lilin penyegel surat. Fungsinya menambahkan kegiatan surat-menyurat ke dalam ragam aktivitas yang diwakili benda-benda temuan dari kota yang terendam.
Sisa-sisa HMS Swan masuk ke ruangan 4A dan 4B di Bangunan 4 setelah kapal itu terseret gelombang pelabuhan yang menyusul gempa. Temuan ini menempatkan bukti pergerakan kapal di dalam ruangan penggalian tertentu. Pergerakan tsunami yang menghancurkan pun memiliki lokasi arkeologis yang dapat ditunjuk secara tepat.
Apa yang diungkap arkeologi bawah air tentang Port Royal?
INA, Texas A&M University, dan Jamaica National Heritage Trust memulai pekerjaan bawah air bersama di pusat perdagangan yang terendam pada 1981. Bangunan dan benda yang mereka teliti memungkinkan Port Royal dikaji melalui ruang hunian dan perdagangannya, sekaligus melalui sejarah maritimnya.
Rumah tinggal dan tempat usaha yang teridentifikasi menunjukkan fungsi nyata ruang-ruang tersebut. Kedai minum, toko pipa rokok, dan tempat usaha pembuat sepatu memperlihatkan berbagai aktivitas dalam bangunan yang diteliti. Bahan organik yang terawetkan dan alat penyegel surat menambah bukti tentang benda-benda yang digunakan penduduk kota.
Mengapa Port Royal menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO?
Tinggalan Port Royal dari abad ketujuh belas, baik di darat maupun di bawah air, masuk ke Daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai warisan budaya pada 2025. Penetapan ini menyatukan kedua bagian kompleks arkeologi tersebut. Tinggalan yang bertahan di darat dan permukiman yang terendam merupakan bagian dari tempat bersejarah yang sama.
Kawasan warisan UNESCO ini seluas 27 hektare, dengan zona penyangga di sekelilingnya seluas 292.27 hektare. Angka-angka tersebut menjelaskan batas kawasan warisan dan zona penyangganya. Sementara itu, angka 13.4 hektare menjelaskan perkiraan luas wilayah yang tenggelam saat gempa 1692.
FAQ
Di mana tepatnya Port Royal?
Port Royal berada di ujung lidah pasir Palisadoes di Jamaika tenggara. Posisinya menandai pintu masuk Pelabuhan Kingston. Perairan pelabuhan yang dalam dan terlindung itu mendukung perdagangan pelabuhan pada abad ketujuh belas.
Apakah seluruh kota tenggelam pada 1692?
Sekitar 66 persen permukiman tenggelam, mencakup kurang lebih 33 acre atau 13.4 hektare. Benteng Charles bertahan dari gempa dan dibangun kembali pada 1699. Kehidupan di Port Royal berlanjut setelah bencana.
Apa hubungan Henry Morgan dengan Port Royal?
Henry Morgan menggunakan Port Royal sebagai pangkalan dan meninggal di sana pada 1688. Kapten-kapten yang beroperasi dari pelabuhan ini dapat menerima surat kuasa dari gubernur Jamaika untuk menyerang kapal dan permukiman Spanyol.
Apa yang bisa Anda pelajari tentang kehidupan sehari-hari dari kota yang tenggelam ini?
Bangunan yang digali memuat bukti keberadaan rumah tinggal, toko pipa rokok, kedai minum, dan tempat usaha pembuat sepatu. Benda-benda yang terawetkan juga mencakup alat untuk melelehkan lilin penyegel surat. Temuan ini menghubungkan kota yang terendam dengan pekerjaan, surat-menyurat, dan barang milik sehari-hari.
Sumber
- Wikipedia bahasa Turki — Port Royal tr.wikipedia.org
- Jamaica National Heritage Trust — Port Royal jnht.com
- Wikipedia bahasa Inggris — Port Royal en.wikipedia.org
- UNESCO — Kompleks Arkeologi Port Royal Abad ke-17 whc.unesco.org
- Jamaica National Heritage Trust — Mengenang Gempa Besar jnht.com
- Institute of Nautical Archaeology — Penggalian Pelabuhan Port Royal nauticalarch.org
- National Geographic — Bagaimana gempa menenggelamkan ‘kota paling bejat di Bumi’ nationalgeographic.com
- Historical Archaeology — Takdir yang Tersegel link.springer.com
FAQ
Di mana Port Royal?
Port Royal terletak di ujung lidah pasir Palisadoes, tepat di pintu masuk Pelabuhan Kingston di Jamaika tenggara.
Bagaimana Port Royal tenggelam pada 1692?
Guncangan gempa memicu likuefaksi pada tanah berpasirnya. Sekitar dua pertiga permukiman tenggelam. Tsunami yang menyusul memperparah kehancuran.
Berapa orang yang tewas dalam gempa Port Royal?
Institute of Nautical Archaeology memperkirakan sekitar 2,000 orang tewas seketika. Luka-luka dan penyakit menyebabkan kematian tambahan dalam beberapa hari berikutnya.
Apakah seluruh Port Royal lenyap?
Sekitar 66 persen permukiman tenggelam. Benteng Charles tetap berdiri, dan kehidupan kota berlanjut setelah bencana. Namun, kebakaran pada 1703 kembali menimbulkan kehancuran.
Image: PSM V40 D802 Port royal before the 1692 earthquake and the dotted area after.jpg — Unknown authorUnknown author, Public domain






